Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.449 views

Garda kemerdekaaan buka pendaftaran sukarelawan Indonesia untuk bela Rezim syiah Nushairiyah Suriah

Rabu, 15 Agustus 2012 20:00:27

 JAKARTA (Arrahmah.com) - Sebuah Ormas yang diketuai wartawan Tempo Ahmad Taufik, Garda kemerdekaan dan Institute Strategic for International Studies (ISIS) yang kemudian menamakan diri sebagai panitia adhoc membuka pendaftaran bagi sukarelawan Indonesia untuk membantu Rezim Syiah Nushairiyah Bashar Assad.

Hal ini terungkap melalui press rilis tertanggal 12/8/2012 di Bandung, yang dikirim ke redaksi arrahmah.com, Jakarta, Rabu (15/8).

Menurut Garda kemerdekaan, kekisruhan di Suriah sungguh mengkhawatirkan, rakyat menjadi menjadi korban, karena adanya pasukan asing yang mengatasnamakan demokrasi dan hak asasi manusia mencoba dalam berbagai hal untuk mengintervensi negara tersebut.

"Kondisi tersebut diperparah dengan sikap dukungan dari negara-negara yang notabene kontra-demokrasi dan menciderai demokrasi," Tulis Panitia Adhoc kedua lembaga tersebut.

Negara-negara yang ia sebut sebagai kontra demokrasi yaitu Arab Saudi, Qatar dan negara-negara di liga Arab yang mereka nilai pemimpinnya merupakan kepala suku atau yang biasa disebut raja/syeikh,negara-negara monarkhi, bukan demokrasi.

"Di bantu negara yang suka ikut campur urusan negara lain, Amerika Serikat. Karena itu Garda

Kemerdekaan dan ISIS (Institute Strategic for International Studies) tergerak dan bekerja sama mengumpulkan : Sukarelawan Indonesia untuk Melawan Pasukan Asing di Suriah," ungkap rilis tersebut.

Garda kemerdekaan dan ISIS berpendapat berdasarkan konstitusi UUD 1945 "Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh karena itu penjajahan harus dihapuskan." telah memberi amanat yang menurutnya sebagai negara yang merdeka dan berdaulat tentu, mereka tidak akan dapat menerima jika pihak asing, terlebih dengan cara mengerahkan pasukannya, mengacaukan suatu negara.

"Nah, kini Suriah, sebuah negara sahabat Indonesia, sedang diobok-obok pasukan asing dengan dalih demokratisasi dan hak asasi manusia. Padahal pasukan asing yang ditukangi Negeri Paman am (Amerika Serikat) itulah yang justru sedang melanggar hak asasi manusia, dan menghancurkan Suriah yang hidup dalam multikultural," ujarnya.

Lanjut Garda Kemerdekaan dan ISIS, Suriah tampak berjuang sendirian. Negara lain, para sohibnya justru meninggalkannya saat sedang menderita kesusahan. Karena para pemimpin negara itu takut pada "tuannya" yang tak lain dan tak bukan adalah Amerika Serikat. Ribuan pelajar Indonesia terpaksa pulang ke tanah air, karena tempatnya menimba ilmu diganggu pasukan asing itu, guru mereka ditembak. Ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) juga kini terjebak dalam krisis yang dikondisikan pihak asing agar pemerintah Suriah yang kini memerintah mau menyingkir.

"Sebagai rakyat dari negara yang merdeka, tentu kita lebih bebas dari pemerintah Indonesia untuk turut serta membantu saudara-saudara kita di Suriah. Membantu mengusir pasukan asing yang sedang berupaya menghancurkan negara itu agar negara itu tak berada dalam cengkraman kapitalisme global yang bertopengkan demokrasi dan penyelamatan hak asasi manusia,"

Oleh sebab itu, lanjutnya, Garda Kemerdekaan dan ISIS mengajak saudara-saudaraku rakyat

Indonesia untuk membantu rakyat Suriah mengusir pasukan asing yang sedang bergentayangan di Suriah.

"Kami membuka lowongan sukarelawan untuk pergi ke Suriah, muda-tua, pria-perempuan, kaya-miskin; Combatan dan Non-Combatan," tandasnya

Kepanitiaaan Adhoc relawan sendiri, dipegang oleh Drs.Abdul Cholik Wijaya, Ahmad Taufik, Arofah, Evrian Kharisma. Dengan jubir panitia ditempati oleh Arofah.

Garda Kemerdekaan dan ISIS  memberikan syarat dan ketentuan bagi masyarakat yang inigin bergabung dalam relawan tersebut. diantaranya :

  1. Syarat : Usia minimal 18 tahun (memiliki KTP Indonesia).
  2. Bagi yang belum 21  tahun harus ada izin atau pernyataan bermeterai Rp 6.000 dari orang tua (jika hendak berangkat  ke Suriah).
  3. Bagi yang berkeluarga harus ada izin suami/isteri. (idem)
  4. Pernyataan siap dikirim ke Suriah dan siap menanggung segala resiko yang terjadi pada diri sendiri. (idem)
  5.  Sehat badan dan jiwa. (akan diperiksa jika akan berangkat)
  6. Mengirim surat dan bio data singkat tentang diri sendiri, golongan darah beserta foto (bisa juga dengan email).
  7. Cantumkan keahlian dan pilihan Combatan/Non-Combatan
  8. Siap mengurus paspor sendiri (jika sudah ada kepastian berangkat).

Pendaftaran sendiri sudah dibuka sejak Pendaftaran dibuka sejak 4 Agustus 2012 dengan beralamat Surat : Jl.Cigadung Raya Tengah Komp.Cigadung Valley Residence Kav.No.1, Bandung. Dalam rilisnya dinyatakan pendaftaran dapat dilakukan melalui email yang mereka rilis.

Sedangkan Garda Kemerdekaan, merupakan organisasi masyarakat yang memposisikan diri sebagai penghadang kelompok anarkis dan pembuat teror yang memecah belah bangsa seperti dijelaskan Sekjennya Husein Hashem,tempointeraktif (30/9/2005) saat deklarasi.

Garda kemerdekaan, mengklaim keanggotaannya terdiri dari Lintas agama, suku, etnik dan pandangan politik. Dan pernah disebut oleh Munarman sebagai gerakan yang dilatih oleh anasir Kopassus. Gerakan ini pula, pernah berpolemik dengan FPI terkait peristiwa Monas 1 Juni 2008.

Garda kemerdekaan dan Syiah

Sudah cukup dikenal Ketua Garda kemerdekaan Ahmad Taufik, memiliki kedekatan dengan kalangan Syiah. Ia juga dikenal pula sering membela Syiah dalam tulisan-tulisannya. Seperti tulisan terakhir yang mengomentari peristiwa Sampang (http://www.ahmadtaufik.com/2012/03/tragedi-sampang-syiah-dan-media-massa.html) diwebsitenya bahkan salah satu bukunya pernah diterbitkan oleh Yayasan Saifik, bandung yaitu "Seks dan Gerakan Mahasiswa",( LPBI, Yayasan Saifik, Bandung, 1994). Taufik juga pernah mengunjungi karbala dalam salah satu lawatan jurnalistiknya ke Iraq (http://blog.konspirasi.com/2009/12/kisah-perjalanan-ahmad-taufik-wartawan.html).

Sedangkan kalangan Syiah sendiri secara internasional memang memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Suriah rezim Bashar Assad dengan kampiunnya Iran sebagai pemberi dukungan penuh Suriah.

Menanggapi rilis yang beredar, Pakar Syiah Indonesia, Ustadz Farid Ahmad Okbah bahwa kegiatan Relawan tersebut diinisiasi oleh kalangan Syiah, Yayasan Saifik. Melalui pesan singkatnya ustadz farid menghimbau untuk mewaspadai hal tersebut.

"Kepada aktifis Ahlus Sunnah agar menyadari perkembangan Syiah di Indonesia bahwa yayasan Saifik telah mengumumkan pendaftaran sukarelawan Indonesia untuk dikirim ke Suriah membela Rezim Bashar Assad yang telah dan terus membantai rakyatnya sendiri yang mayoritas ahlussunnah."pungkasnya. (bilal/arrahmah.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Arrahmah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Sabtu, 17 Feb 2018 21:55

Pakistan Vonis Mati Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Zainab Ansari

Pakistan Vonis Mati Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Zainab Ansari

Sabtu, 17 Feb 2018 21:38

Bawaslu Awasi ASN, TNI, dan Polri, bukan Ceramah!

Bawaslu Awasi ASN, TNI, dan Polri, bukan Ceramah!

Sabtu, 17 Feb 2018 20:25

Salam Jari dari Bui, Kisah Wartawan Ranu Lolos dari Kriminalisasi

Salam Jari dari Bui, Kisah Wartawan Ranu Lolos dari Kriminalisasi

Sabtu, 17 Feb 2018 14:13

Gubernur NTB Dijadwalkan Buka Mukernas Forum Jurnalis Muslim di Mataram

Gubernur NTB Dijadwalkan Buka Mukernas Forum Jurnalis Muslim di Mataram

Sabtu, 17 Feb 2018 13:13

Bidik Konsumen Muslim, 212 Mart Hadir di Karanganyar

Bidik Konsumen Muslim, 212 Mart Hadir di Karanganyar

Sabtu, 17 Feb 2018 12:36

Petempur Nouruddin Al-Zinki Tembak Mati Seorang Komandan Terkemuka HTS di Utara Suriah

Petempur Nouruddin Al-Zinki Tembak Mati Seorang Komandan Terkemuka HTS di Utara Suriah

Sabtu, 17 Feb 2018 10:35

AS Minta Malaysia Tidak Ekstradisi 11 Muslim Uighur ke Cina

AS Minta Malaysia Tidak Ekstradisi 11 Muslim Uighur ke Cina

Sabtu, 17 Feb 2018 09:25

Pasukan Turki dan FSA Rebut Desa Durakli di Utara Afrin dari Komunis Kurdi

Pasukan Turki dan FSA Rebut Desa Durakli di Utara Afrin dari Komunis Kurdi

Jum'at, 16 Feb 2018 21:45

Taliban Serukan Dialog dalam Surat Terbaru kepada Bangsa Amerika

Taliban Serukan Dialog dalam Surat Terbaru kepada Bangsa Amerika

Jum'at, 16 Feb 2018 21:30

Pasukan Pakistan Hancurkan Pos Militer India di Kashmir, Tewaskan 5 Tentara

Pasukan Pakistan Hancurkan Pos Militer India di Kashmir, Tewaskan 5 Tentara

Jum'at, 16 Feb 2018 21:05

[VIDEO] Alhamduillah, Ma'idaturrahmah 16 Feb 2018 serahkan 170 Paket

[VIDEO] Alhamduillah, Ma'idaturrahmah 16 Feb 2018 serahkan 170 Paket

Jum'at, 16 Feb 2018 18:40

Penjara Kejam Guantanamo Siap Ambil Tahanan Baru, Kemungkinan Besar Anggota IS

Penjara Kejam Guantanamo Siap Ambil Tahanan Baru, Kemungkinan Besar Anggota IS

Jum'at, 16 Feb 2018 15:45

Turki Ekstradisi Salah Satu Pemimpin Tertinggi Islamic State (IS) ke Irak

Turki Ekstradisi Salah Satu Pemimpin Tertinggi Islamic State (IS) ke Irak

Jum'at, 16 Feb 2018 14:37

Keluarga Dinilai Berhak Tahu Penyebab Kematian Muhammad Jefri

Keluarga Dinilai Berhak Tahu Penyebab Kematian Muhammad Jefri

Jum'at, 16 Feb 2018 11:32

Internasionalisasi Haji Dinilai Bahayakan Umat Islam

Internasionalisasi Haji Dinilai Bahayakan Umat Islam

Jum'at, 16 Feb 2018 11:28

MIUMI: Tolak Intervensi Asing dalam RUU KUHP

MIUMI: Tolak Intervensi Asing dalam RUU KUHP

Jum'at, 16 Feb 2018 11:16

Gerindra Menentang Keras Pengaturan Ceramah oleh Bawaslu menjelang Pilkada

Gerindra Menentang Keras Pengaturan Ceramah oleh Bawaslu menjelang Pilkada

Kamis, 15 Feb 2018 22:53

SOHR: 15 Tentara Bayaran Rusia Tewas Akibat Ledakan di Sebuah Gudang Senjata di Suriah

SOHR: 15 Tentara Bayaran Rusia Tewas Akibat Ledakan di Sebuah Gudang Senjata di Suriah

Kamis, 15 Feb 2018 22:05

Walau Banyak Iblis Bertengger di Medsos, Tokoh Ini Urungkan Marah & Lebih Pilih Menikmatinya

Walau Banyak Iblis Bertengger di Medsos, Tokoh Ini Urungkan Marah & Lebih Pilih Menikmatinya

Kamis, 15 Feb 2018 21:53


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X