Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
4.275 views

''Hantu'' Kristenisasi, Narkoba dan Homo di BUI

 


 

Kamis, 26 April 2012

DI TENGAH keterbatasan, dakwah Islam memang mulai marak di lingkungan penjara. Namun, aksi pemurtadan oleh para misionaris ternyata jauh lebih gencar.

Muhammad Toha, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kegiatan Rutan Madaeng Surabaya mengatakan, selain dai-dai Islam pembina ruhani Nasrani juga beroperasi di tempatnya. “Bahkan lebih banyak. Ada sekitar 32 lembaga Nasrani,” kata Toha.

Toha melanjutkan, dari satu lembaga tersebut bisa mengirim sepuluh orang setiap harinya. Kata Toha, mereka tidak hanya ceramah, tapi juga membagi-bagikan makanan. “Hal yang tidak dilakukan umat Islam,” ucapnya lirih.

Meski demikian, Toha memaklumi karena anggaran untuk mendatangkan para dai memang terbatas. Dana dari pemerintah yang diterimanya sekitar Rp 120 ribu per bulan. Kata Toha, dengan dana sebesar itu, untuk member honor khatib Jumat saja tidak cukup.

“Karena itu, hanya ustadz yang ikhlas dan rela berkorban seperti ini,” kata Toha.

Hal senada juga disampaikan oleh Ida Farida, ustadzah yang aktif membina para napi di Rutan Wanita Pondok Bambu.

“Mereka bawa bingkisan, kita cuma bawa hati,” ujar ibu lima anak yang akrab dipanggil Bunda Ida oleh para napi ini.

Bahkan Ida bercerita, saat mengadakan pengajian dirinya pernah dicibir oleh dua orang misionaris yang sedang lewat. “Islam kere (miskin). Ngaji enggak bawa makanan,” tutur Ida mengenang peristiwa itu.

Tidak hanya menyindir, acap kali para misionaris juga mengajak warga binaan makan-makan di gereja. Dan, nyatanya, banyak napi beragama Islam yang ikut-ikutan acara makan yang kerap berbarengan dengan acara kebaktian gereja.

Salah seorang tahanan pendamping Rutan Pondok Bambu, Novie Kartika mengatakan, banyak napi Muslimah yang ikut acara gereja karena tergiur bingkisan-bingkisan yang ditawarkan seperti pakaian, peralatan mandi, hingga paket bahan kebutuhan pokok. “Minimal makan Hoka-Hoka Bento,” katanya.

Namun, kata Novie para napi yang ikut tidak lantas murtad begitu saja. Kebanyakan dari mereka hanya ingin makan gratis dan bisa keluar dari kamar tahanan saja.

Novie mengaku, meski cukup banyak daiyah yang datang membina di rutan yang ia tempati, tapi tidak banyak yang benar-benar peduli akan ancaman pemurtadan. Selain Bunda Ida dari Yayasan Nurul Iman, ada juga pembina dari Koordinator Dakwah Indonesia (KODI), dari Masjid Istiqlal, dan al-Azhar.

“Tapi yang lain cuma mengaji seperti nyanyi-nyanyi saja,” ujar Novie.

Ancaman pemurtadan juga ada di rutan dan lapas-lapas lainnya. Di Lapas Wanita Tangerang misalnya, misionaris juga mengincar para napi yang baru keluar. Salah seorang ustadzah setempat, Siti Nurhasanah mengabarkan, sepekan sebelum seorang napi bebas nama mereka sudah dicatat oleh misionaris untuk dikristenkan.

“Misionaris itu sudah menunggu di luar. Mereka menawarkan tempat tinggal, uang dan pekerjaan. Ada yang terjerat, keluar dari Islam ada juga yang tidak. Karena kebanyakan napi bingung mau kemana setelah keluar,” kata ustadzah yang sudah 10 tahun berdakwah di Lapas Wanita Tangerang ini.

Selain kristenisasi, Bunda Ida mengatakan, ada hal lain yang menghantui para napi di penjara. Seperti narkotika, praktek homoseksual (lesbian bagi tahanan wanita), hingga aliran sesat Lia Aminudin yang juga sedang menjalani masa tahanannya. 

Sebagai warga binaan, Novie mengaku melihat teman-teman sekamarnya mudah memperoleh dan menggunakan narkoba. Tapi ia enggan melaporkan hal tersebut ke penjaga rutan. “Bisa-bisa kita sendiri yang terkena masalah,” tukasnya.

Undangan  Dakwah

Mengingat besarnya peran dai dalam proses penyadaran para napi, Kasie Registrasi Lapas Batu Nusakambangan Edi Warsono mengundang para dai dari luar untuk berdakwah ke lapas, khususnya Lapas Batu.

Edi menyadari pemahaman agama para petugas lapas terbatas, maka dibutuhkan para juru dakwah dari luar. Edi mengatakan, pihaknya akan menyambut baik lembaga-lembaga Islam jika datang ke lapasnya. Para napi juga senang jika mendapat kunjungan dari luar. “Mereka antusias sekali, dan kepingin curhat,” kata Edi.

Masalahnya kata Edi, kebanyakan dai tidak mau repot mengurus izin untuk berdakwah di lapas. “Karena ini (lapas) institusi pemerintah maka perlu izin tertulis,” ujar Edi yang sudah bertugas di Nusakambangan sejak tahun 1983 ini.

Berbeda dengan umat lain, kata Edi, mereka begitu semangat mengurus izin. Bahkan mengurus hingga ke tingkat Direktur Jenderal Pemasyarakatan pun mereka mau. Edi mengatakan dirinya tidak bisa melarang para misionaris untuk datang ke lapas. Karena hak mereka untuk membina napi yang seagama juga dijamin dengan undang-undang.

“Tinggal kita, bagaimana membentengi mereka supaya tidak mengorbankan akidah demi hal duniawi,” ujar Edi.

Edi juga mengaku dirinya pernah menemui sejumlah napi yang menjadi korban kristenisasi. Ia pun mengaku sedih dan sakit hati. Kepada mereka Edi cuma bisa memanggil mereka dan mencoba memberi pengertian. “Kalau tidak kita ingatkan kita berdosa. Ya, setidaknya kita sudah menggugurkan kewajiban kita dengan mengingatkan mereka,” tukasnya.

 
Sifat Narapidana

Edi mengatakan kondisi kejiwaan warga binaan di lapas sebenarnya cukup mudah untuk disadarkan sehingga mau bertaubat. Selama yang menyampaikannya dengan ikhlas, kata Edi, mereka akan segan kepada kita. “Bukan segan yang imitasi,” katanya.

Ustadz Ali Ridho, dai yang sudah belasan tahun berdakwah di Lapas Klas I Cipinang pun merasakan hal yang sama. Bahkan, katanya, banyak dari napi yang ketika keluar dari lapas tetap menjalin komunikasi dengan dia. Namun, ada satu hal yang selalu Ali jaga ketika berhadapan dengan napi-napi binaannya.

“Saya pernah menanyakan kasus atau kejahatan apa yang membuat mereka dipenjara,” kata Ali. Karena jika ia mengetahui kejahatan apa yang dilakukan oleh binaannya, ia khawatir akan cenderung mengenali seseorang berdasarkan kejahatan yang dilakukannya.

Ustadz Heldan Siddiq Yasin, guru agama di SMUN 24 Bandung yang juga membina napi di Lapas Sukamiskin Bandung selama tujuh tahun ini pun mengakuinya. ”Sebagian besar dari mereka sadar sebagai orang yang bersalah dan mengaku ingin bertaubat. Apa lagi jika sudah disentuh hatinya, mereka juga manusia biasa,” ujar Heldan.

Bagi Ali Ridho, Heldan Siddiq, Siti Nurhasanah, dan Ida Farida, membina para napi merupakan kenikmatan tersendiri. Mereka melakukannya tanpa peduli apakah mereka mendapat honor atau tidak.

”Hanya ingin mencari ridha Allah,” kata Heldan. ”Mereka kan masih saudara kita, maka kewajiban kitalah untuk membinanya kearah yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Bunda Ida, mereka (para napi) itu sakit pikiran, dan sakit kejiwaannya. ”Kalau kita tidak selamatkan mereka akan ditarik ke gereja. Dan, saya tidak akan tinggalkan mereka,” ujar Bunda Ida.*

Tulisan Pertama

Rep: Sahid
Red: Cholis Akbar

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Hidayatullah lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini lahir Caesar dengan biaya sekitar 7 juta rupiah. Sang ayah uzur syar'i sedang menjalani vonis penjara 7,5 tahun karena Jihad Rohingnya....

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan untuk muallaf Enny Hutajulu telah diserahkan untuk keluar dari keterpurukan, dimanfaatkan untuk: modal usaha, biaya pengobatan anaknya, biaya sekolah dan biaya kontrak rumah....

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Sudah dua hari Ummu Ghaza opname di rumah sakit karena pembengkakan jantung hingga anfal. Sang suami tidak cukup dana karena baru keluar penjara akibat amaliah jihadnya di Cirebon beberapa tahun...

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Bantuan Rp 5 juta untuk operasi sudah diserahkan. Karena dana sudah terpenuhi maka mujahid ini menginfakkan kembali kepada IDC untuk keluarga mujahid yang memerlukan....

Alhamdulillah!!! Sepeda Motor Mujahid yang Hilang Diambil Densus 88 Sudah Diganti Baru oleh IDC

Alhamdulillah!!! Sepeda Motor Mujahid yang Hilang Diambil Densus 88 Sudah Diganti Baru oleh IDC

Sepeda motor mujahid yang hilang diambil Densus di Yogyakarta, kini sudah diganti dengan sepeda motor baru oleh IDC. Amanah para donatur IDC sudah ditunaikan. ...

Latest News
Tertipu Janji Istana & Jokowi, BEM SI Akan Kerahkan Massa Lebih Besar

Tertipu Janji Istana & Jokowi, BEM SI Akan Kerahkan Massa Lebih Besar

Ahad, 24 May 2015 21:20

Militer Saudi di Perbatasan dengan Yaman Naikkan Status Darurat Jadi Siaga

Militer Saudi di Perbatasan dengan Yaman Naikkan Status Darurat Jadi Siaga

Ahad, 24 May 2015 21:09

Begini Pandangan Ahli Tafsir Quraish Shihab Tentang Langgam Jawa

Begini Pandangan Ahli Tafsir Quraish Shihab Tentang Langgam Jawa

Ahad, 24 May 2015 19:29

Sebagai Tempat Tinggal, Indonesia Akan Siapkan Pulau untuk Muslim Rohingya

Sebagai Tempat Tinggal, Indonesia Akan Siapkan Pulau untuk Muslim Rohingya

Ahad, 24 May 2015 18:40

Jenderal AS Sebut Daulah Islam (IS) Secara Aktif Melakukan Perekrutan di Afghanistan

Jenderal AS Sebut Daulah Islam (IS) Secara Aktif Melakukan Perekrutan di Afghanistan

Ahad, 24 May 2015 18:15

Mantan Anggota KPI Dilaporkan Polisi karena Hina Agama Islam

Mantan Anggota KPI Dilaporkan Polisi karena Hina Agama Islam

Ahad, 24 May 2015 18:15

Jokowi Dianggap Penipu, OPM Ancam Revolusi Total untuk Papua

Jokowi Dianggap Penipu, OPM Ancam Revolusi Total untuk Papua

Ahad, 24 May 2015 17:40

28 Petugas Keamanan Afghanistan Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Distrik Sangin

28 Petugas Keamanan Afghanistan Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Distrik Sangin

Ahad, 24 May 2015 17:30

Ada Perpres, DPR RI Himbau Pemerintah Segera Cairkan Anggaran MUI

Ada Perpres, DPR RI Himbau Pemerintah Segera Cairkan Anggaran MUI

Ahad, 24 May 2015 17:25

Damainya Islam Disebut Ancaman bagi Negara Myanmar dan India

Damainya Islam Disebut Ancaman bagi Negara Myanmar dan India

Ahad, 24 May 2015 17:05

Biksu Pembantai Muslim Rohingya Terus Sebarkan Kebencian Lewat Media Sosial

Biksu Pembantai Muslim Rohingya Terus Sebarkan Kebencian Lewat Media Sosial

Ahad, 24 May 2015 16:55

Mualaf: Langgam Jawa Indikasi Nasionalisasi Bacaan Al-Quran

Mualaf: Langgam Jawa Indikasi Nasionalisasi Bacaan Al-Quran

Ahad, 24 May 2015 16:45

Daulah Islam (IS) Kuasai Perlintasan Al-Walid di Sisi Perbatasan Irak-Suriah

Daulah Islam (IS) Kuasai Perlintasan Al-Walid di Sisi Perbatasan Irak-Suriah

Ahad, 24 May 2015 16:15

Habib Zein Al-Kaff: Rukun Iman Kita dan Syi'ah Jelas Berbeda

Habib Zein Al-Kaff: Rukun Iman Kita dan Syi'ah Jelas Berbeda

Ahad, 24 May 2015 14:08

Voa-Islamic Parenting (43): Jangan Mudah Mengucapkan 'Suamiku Ceraikanlah Aku'

Voa-Islamic Parenting (43): Jangan Mudah Mengucapkan 'Suamiku Ceraikanlah Aku'

Ahad, 24 May 2015 13:30

Ustadz Abu Jibril Gelorakan Jihad Melawan Syi'ah

Ustadz Abu Jibril Gelorakan Jihad Melawan Syi'ah

Ahad, 24 May 2015 13:07

Sonangol-Media Grup Bangun Gedung Rp 8 Triliun, China Makin 'Menggila' di Pasar Properti Indonesia

Sonangol-Media Grup Bangun Gedung Rp 8 Triliun, China Makin 'Menggila' di Pasar Properti Indonesia

Ahad, 24 May 2015 12:00

Gaji Aparatur Desa Akan Ditahan jika Tidak Tunaikan Syariat Islam

Gaji Aparatur Desa Akan Ditahan jika Tidak Tunaikan Syariat Islam

Ahad, 24 May 2015 11:46

Akhirnya Ustadz Yusuf Mansur Minta Maaf Kepada Haji Puspo Wardoyo

Akhirnya Ustadz Yusuf Mansur Minta Maaf Kepada Haji Puspo Wardoyo

Ahad, 24 May 2015 11:20

Setelah Sonangol, TV dari China Akan Mengudara di Indonesia; Komunis Semakin Kuat?

Setelah Sonangol, TV dari China Akan Mengudara di Indonesia; Komunis Semakin Kuat?

Ahad, 24 May 2015 11:05



Must Read!
X