Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.747 views

''Hantu'' Kristenisasi, Narkoba dan Homo di BUI

 


 

Kamis, 26 April 2012

DI TENGAH keterbatasan, dakwah Islam memang mulai marak di lingkungan penjara. Namun, aksi pemurtadan oleh para misionaris ternyata jauh lebih gencar.

Muhammad Toha, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kegiatan Rutan Madaeng Surabaya mengatakan, selain dai-dai Islam pembina ruhani Nasrani juga beroperasi di tempatnya. “Bahkan lebih banyak. Ada sekitar 32 lembaga Nasrani,” kata Toha.

Toha melanjutkan, dari satu lembaga tersebut bisa mengirim sepuluh orang setiap harinya. Kata Toha, mereka tidak hanya ceramah, tapi juga membagi-bagikan makanan. “Hal yang tidak dilakukan umat Islam,” ucapnya lirih.

Meski demikian, Toha memaklumi karena anggaran untuk mendatangkan para dai memang terbatas. Dana dari pemerintah yang diterimanya sekitar Rp 120 ribu per bulan. Kata Toha, dengan dana sebesar itu, untuk member honor khatib Jumat saja tidak cukup.

“Karena itu, hanya ustadz yang ikhlas dan rela berkorban seperti ini,” kata Toha.

Hal senada juga disampaikan oleh Ida Farida, ustadzah yang aktif membina para napi di Rutan Wanita Pondok Bambu.

“Mereka bawa bingkisan, kita cuma bawa hati,” ujar ibu lima anak yang akrab dipanggil Bunda Ida oleh para napi ini.

Bahkan Ida bercerita, saat mengadakan pengajian dirinya pernah dicibir oleh dua orang misionaris yang sedang lewat. “Islam kere (miskin). Ngaji enggak bawa makanan,” tutur Ida mengenang peristiwa itu.

Tidak hanya menyindir, acap kali para misionaris juga mengajak warga binaan makan-makan di gereja. Dan, nyatanya, banyak napi beragama Islam yang ikut-ikutan acara makan yang kerap berbarengan dengan acara kebaktian gereja.

Salah seorang tahanan pendamping Rutan Pondok Bambu, Novie Kartika mengatakan, banyak napi Muslimah yang ikut acara gereja karena tergiur bingkisan-bingkisan yang ditawarkan seperti pakaian, peralatan mandi, hingga paket bahan kebutuhan pokok. “Minimal makan Hoka-Hoka Bento,” katanya.

Namun, kata Novie para napi yang ikut tidak lantas murtad begitu saja. Kebanyakan dari mereka hanya ingin makan gratis dan bisa keluar dari kamar tahanan saja.

Novie mengaku, meski cukup banyak daiyah yang datang membina di rutan yang ia tempati, tapi tidak banyak yang benar-benar peduli akan ancaman pemurtadan. Selain Bunda Ida dari Yayasan Nurul Iman, ada juga pembina dari Koordinator Dakwah Indonesia (KODI), dari Masjid Istiqlal, dan al-Azhar.

“Tapi yang lain cuma mengaji seperti nyanyi-nyanyi saja,” ujar Novie.

Ancaman pemurtadan juga ada di rutan dan lapas-lapas lainnya. Di Lapas Wanita Tangerang misalnya, misionaris juga mengincar para napi yang baru keluar. Salah seorang ustadzah setempat, Siti Nurhasanah mengabarkan, sepekan sebelum seorang napi bebas nama mereka sudah dicatat oleh misionaris untuk dikristenkan.

“Misionaris itu sudah menunggu di luar. Mereka menawarkan tempat tinggal, uang dan pekerjaan. Ada yang terjerat, keluar dari Islam ada juga yang tidak. Karena kebanyakan napi bingung mau kemana setelah keluar,” kata ustadzah yang sudah 10 tahun berdakwah di Lapas Wanita Tangerang ini.

Selain kristenisasi, Bunda Ida mengatakan, ada hal lain yang menghantui para napi di penjara. Seperti narkotika, praktek homoseksual (lesbian bagi tahanan wanita), hingga aliran sesat Lia Aminudin yang juga sedang menjalani masa tahanannya. 

Sebagai warga binaan, Novie mengaku melihat teman-teman sekamarnya mudah memperoleh dan menggunakan narkoba. Tapi ia enggan melaporkan hal tersebut ke penjaga rutan. “Bisa-bisa kita sendiri yang terkena masalah,” tukasnya.

Undangan  Dakwah

Mengingat besarnya peran dai dalam proses penyadaran para napi, Kasie Registrasi Lapas Batu Nusakambangan Edi Warsono mengundang para dai dari luar untuk berdakwah ke lapas, khususnya Lapas Batu.

Edi menyadari pemahaman agama para petugas lapas terbatas, maka dibutuhkan para juru dakwah dari luar. Edi mengatakan, pihaknya akan menyambut baik lembaga-lembaga Islam jika datang ke lapasnya. Para napi juga senang jika mendapat kunjungan dari luar. “Mereka antusias sekali, dan kepingin curhat,” kata Edi.

Masalahnya kata Edi, kebanyakan dai tidak mau repot mengurus izin untuk berdakwah di lapas. “Karena ini (lapas) institusi pemerintah maka perlu izin tertulis,” ujar Edi yang sudah bertugas di Nusakambangan sejak tahun 1983 ini.

Berbeda dengan umat lain, kata Edi, mereka begitu semangat mengurus izin. Bahkan mengurus hingga ke tingkat Direktur Jenderal Pemasyarakatan pun mereka mau. Edi mengatakan dirinya tidak bisa melarang para misionaris untuk datang ke lapas. Karena hak mereka untuk membina napi yang seagama juga dijamin dengan undang-undang.

“Tinggal kita, bagaimana membentengi mereka supaya tidak mengorbankan akidah demi hal duniawi,” ujar Edi.

Edi juga mengaku dirinya pernah menemui sejumlah napi yang menjadi korban kristenisasi. Ia pun mengaku sedih dan sakit hati. Kepada mereka Edi cuma bisa memanggil mereka dan mencoba memberi pengertian. “Kalau tidak kita ingatkan kita berdosa. Ya, setidaknya kita sudah menggugurkan kewajiban kita dengan mengingatkan mereka,” tukasnya.

 
Sifat Narapidana

Edi mengatakan kondisi kejiwaan warga binaan di lapas sebenarnya cukup mudah untuk disadarkan sehingga mau bertaubat. Selama yang menyampaikannya dengan ikhlas, kata Edi, mereka akan segan kepada kita. “Bukan segan yang imitasi,” katanya.

Ustadz Ali Ridho, dai yang sudah belasan tahun berdakwah di Lapas Klas I Cipinang pun merasakan hal yang sama. Bahkan, katanya, banyak dari napi yang ketika keluar dari lapas tetap menjalin komunikasi dengan dia. Namun, ada satu hal yang selalu Ali jaga ketika berhadapan dengan napi-napi binaannya.

“Saya pernah menanyakan kasus atau kejahatan apa yang membuat mereka dipenjara,” kata Ali. Karena jika ia mengetahui kejahatan apa yang dilakukan oleh binaannya, ia khawatir akan cenderung mengenali seseorang berdasarkan kejahatan yang dilakukannya.

Ustadz Heldan Siddiq Yasin, guru agama di SMUN 24 Bandung yang juga membina napi di Lapas Sukamiskin Bandung selama tujuh tahun ini pun mengakuinya. ”Sebagian besar dari mereka sadar sebagai orang yang bersalah dan mengaku ingin bertaubat. Apa lagi jika sudah disentuh hatinya, mereka juga manusia biasa,” ujar Heldan.

Bagi Ali Ridho, Heldan Siddiq, Siti Nurhasanah, dan Ida Farida, membina para napi merupakan kenikmatan tersendiri. Mereka melakukannya tanpa peduli apakah mereka mendapat honor atau tidak.

”Hanya ingin mencari ridha Allah,” kata Heldan. ”Mereka kan masih saudara kita, maka kewajiban kitalah untuk membinanya kearah yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Bunda Ida, mereka (para napi) itu sakit pikiran, dan sakit kejiwaannya. ”Kalau kita tidak selamatkan mereka akan ditarik ke gereja. Dan, saya tidak akan tinggalkan mereka,” ujar Bunda Ida.*

Tulisan Pertama

Rep: Sahid
Red: Cholis Akbar

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Hidayatullah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Kekhawatiran Ini Bisa Terjadi jika Bubarkan Kodim & Korem Terjadi

Kekhawatiran Ini Bisa Terjadi jika Bubarkan Kodim & Korem Terjadi

Selasa, 19 Sep 2017 22:03

Peran Kodim dan Korem masih Efektif di Daerah, Jangan Dibubarkan

Peran Kodim dan Korem masih Efektif di Daerah, Jangan Dibubarkan

Selasa, 19 Sep 2017 21:03

Wacana Pembubaran Kodim dan Korem, Fadli: Wacana Tidak Produktif

Wacana Pembubaran Kodim dan Korem, Fadli: Wacana Tidak Produktif

Selasa, 19 Sep 2017 20:03

Adhy Firdaus Gelar Sarasehan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Islam

Adhy Firdaus Gelar Sarasehan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Islam

Selasa, 19 Sep 2017 19:46

HTS Eksekusi Mati 3 Pembunuh 7 Relawan Sipil White Helmet di Idlib Suriah

HTS Eksekusi Mati 3 Pembunuh 7 Relawan Sipil White Helmet di Idlib Suriah

Selasa, 19 Sep 2017 17:15

3000 Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Ibrahim di Kota Hebron Tepi Barat

3000 Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Ibrahim di Kota Hebron Tepi Barat

Selasa, 19 Sep 2017 16:15

Soal Film PKI, Tjahjo: Kemendagri Tidak dalam Posisi Berikan Izin/Tidak

Soal Film PKI, Tjahjo: Kemendagri Tidak dalam Posisi Berikan Izin/Tidak

Selasa, 19 Sep 2017 16:01

DPR, Partai, dan Panglima Dukung Pemutaran Film G30S/PKI

DPR, Partai, dan Panglima Dukung Pemutaran Film G30S/PKI

Selasa, 19 Sep 2017 15:01

Kelompok Kemanusiaan: Muslim Rohingya Dihapus dari Peta Myanmar

Kelompok Kemanusiaan: Muslim Rohingya Dihapus dari Peta Myanmar

Selasa, 19 Sep 2017 15:00

Pentagon Benarkan AS Kirim 3000 Lebih Tentara Tambahan ke Afghanistan

Pentagon Benarkan AS Kirim 3000 Lebih Tentara Tambahan ke Afghanistan

Selasa, 19 Sep 2017 09:35

(Video) Inilah Pesan Tokoh Buddha Indonesia untuk Rezim dan Biksu di Myanmar

(Video) Inilah Pesan Tokoh Buddha Indonesia untuk Rezim dan Biksu di Myanmar

Selasa, 19 Sep 2017 08:57

Keutamaan Hilangkan Penderitaan dan Kesusahan Seorang Muslim

Keutamaan Hilangkan Penderitaan dan Kesusahan Seorang Muslim

Selasa, 19 Sep 2017 06:17

Antara Pajak dan Tere Lye

Antara Pajak dan Tere Lye

Selasa, 19 Sep 2017 06:10

Jilbabku, Identitas Kemuslimahanku

Jilbabku, Identitas Kemuslimahanku

Senin, 18 Sep 2017 23:40

Rohingya, Aceh, dan Sekat Semu Bernama Nasionalisme

Rohingya, Aceh, dan Sekat Semu Bernama Nasionalisme

Senin, 18 Sep 2017 23:02

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Senin, 18 Sep 2017 22:38

Protes Atas Penahanannya, Ulama Saudi Syaikh Salman Al-Awdah Lakukan Mogok Makan Terbuka

Protes Atas Penahanannya, Ulama Saudi Syaikh Salman Al-Awdah Lakukan Mogok Makan Terbuka

Senin, 18 Sep 2017 21:15

Kritik Fahri Hamzah Soal OTT KPK: Bapak Presiden, Maling Itu di bawah Kursimu

Kritik Fahri Hamzah Soal OTT KPK: Bapak Presiden, Maling Itu di bawah Kursimu

Senin, 18 Sep 2017 21:05

CIIA: Sikap Pemerintah Soal Isu PKI Kontraproduktif

CIIA: Sikap Pemerintah Soal Isu PKI Kontraproduktif

Senin, 18 Sep 2017 20:33

FUI: Aparat Harusnya Gebuk PKI bukan Massa Anti-PKI

FUI: Aparat Harusnya Gebuk PKI bukan Massa Anti-PKI

Senin, 18 Sep 2017 20:28


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X