Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.885 views

Kesimpulan Hasil Bahasan tentang Nikah Mut'ah

Dewan Pimpinan Pusat Ittihadul Muballighin mengimbau kepada pemerintah agar melarang praktik-praktik nikah mut’ah dari seluruh hukum Indonesia. Karena nikah mut’ah ini kerap meresahkan masyarakat dan membahayakan nilai-nilai moral bangsa yang luhur serta mengancam masa depan bangsa.

Demikian hasil bahtsul masail tentang Nikah Mut’ah dan Kloning yang diselenggarakan Dewan Pakar Ittihadul Muballighin pada 3-5 Oktober 1997. Tim perumus dari pembahasan masalah itu adalah Dr H Ahsin Muhammad (ketua), KH Masyhuri Baidhowi MA (sekretaris). Sedangkan anggota masing-masing KH Syukron Ma’mun, Drs KH M Dawam Anwar, KH Ali Mustafa Ya’qub MA, Drs KH Ghozali Masoeri, KH Abdul Muhith Fadhil MA, Drs KH Musthofa Sonhadji MA, dan Hj Mahdiyah MA.

Bahtsul Masail DPP Ittihadul Muballighin menghasilkan kesimpulan yang menjelaskan tentang: definisi nikah mut’ah, perbedaan antara nikah mut’ah dan nikah sunni, hukum haramnya nikah mut’ah disertai dalil-dalilnya, madharat (dampak negatif) nikah mut’ah, dan rekomendasi agar nikah mut’ah dilarang.

Definisi nikah mut’ah, menurut hasil bahasan ini, ialah perkawinan antara seorang lelaki dan wanita dengan maskawin tertentu untuk jangka waktu terbatas yang berakhir dengan habisnya masa tersebut, dimana suami tidak berkewajiban memberikan nafkah, dan tempat tinggal kepada istri serta tidak menimbulkan pewarisan antara keduanya.

Disimpulkan, ada enam perbedaan prinsip antara nikah mut’ah dan nikah sunni (konvensional).

  • Nikah mut’ah dibatasi oleh waktu, nikah sunni tidak dibatasi oleh waktu.
  • Nikah mut’ah berakhir dengan habisnya waktu yang ditentukan dalam aqad atau faskh, sedangkan nikah sunni berakhir dengan talaq atau meninggal dunia.
  • Nikah mut’ah tidak berakibat saling mewarisi antara suami istri, nikah sunni menimbulkan pewarisan antara keduanya.
  • Nikah mut’ah tidak membatasi jumlah istri, nikah sunni dibatasi dengan jumlah istri hingga maksimal empat orang.
  • Nikah mut’ah dapat dilaksanakan tanpa wali dan saksi, nikah  sunni harus dilaksanakan dengan wali dan saksi.
  • Nikah mut’ah tidak mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri, nikah sunni mewajibkan suami memberikan nafkah kepada  istri.

Bahtsul Masail menyimpulkan, nikah mut’ah hukumnya haram dan akadnya batal (tidak sah) berdasarkan sejumlah dalil.

Ditinjau dari segi mudharatnya (dampak negatif) bahwa hukum mut’ah bertentangan dengan tujuan pernikahan dalam Islam;

  • nikah mut’ah merupakan bentuk pelecehan terhadap martabat kaum wanita;
  • nikah mut’ah mengganggu keharmonisan keluarga dan meresahkan masyarakat;
  • nikah mut’ah berakibat menelantarkan generasi yang dihasilkan oleh pernikahan itu;
  • nikah mut’an bertentangan dengan Undang Undang Perkawinan No.1/1974 pasal 1 dan 2;
  • nikah mut’ah dicurigai dapat menimbulkan dan menyebarkan penyakit kelamin;
  • nikah mut’ah sangat potensial untuk merusak kepribadian dan budaya luhur bangsa Indonesia.

Dijelaskan pula, pernikahan yang diikuti dengan pembacaan _shighot ta’liq talaq (ungkapan talaq bersyarat) adalah tidak termasuk nikah mut’ah. Hal itu karena shighot ta’liq talaq tersebut diucapkan sesudah selesai akad nikah; _shighot ta’liq talaq tidak mengandung pembatasan waktu;  pembacaan _shighot ta’liq talaq dimaksud tidak merupakan suatu keharusan.

Dalil-dalil Haramnya Nikah  Mut’ah

Haramnya nikah mut’ah, menurut Bahtsul Masail DPP Ittihadul Muballighin, berlandaskan dalil-dalil Hadits Nabi dan juga pendapat para ulama dari empat madzhab.

Dalil dari Hadits Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim menyatakan bahwa:

3496 – وَحَدَّثَنِى سَلَمَةَ بْنُ شَبِيبٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَعْيَنَ حَدَّثَنَا مَعْقِلٌ عَنِ ابْنِ أَبِى عَبْلَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سَبْرَةَ الْجُهَنِىُّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْمُتْعَةِ وَقَالَ « أَلاَ إِنَّهَا حَرَامٌ مِنْ يَوْمِكُمْ هَذَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ كَانَ أَعْطَى شَيْئًا فَلاَ يَأْخُذْهُ ». صحيح مسلم – (ج 4 / ص 134)

Dari Sabrah bin Ma’bad Al-Juhani, ia berkata: Kami bersama Nabi Muhammad SAW dalam suatu perjalanan haji. Pada suatu saat kami berjalan bersama saudara sepupu kami dan bertemu dengan seorang wanita. Jiwa muda kami mengagumi wanita tersebut, sementara dia mengagumi selimut (selendang) yang dipakai oleh saudaraku itu. Kemudian wanita tadi berkata: Ada selimut seperti selimut._  Akhirnya aku menikahinya dan tidur bersamanya satu malam. Keesokan harinya aku pergi ke Masjid Al-Haram, dan tiba-tiba aku melihat Nabi SAW sedang berpidato di antara pintu Ka’bah dan Hijir Ismail. Beliau bersabda: Wahai sekalian manusia, Aku pernah mengizinkan kepada kalian untuk melakukan nikah mut’ah. Maka sekarang siapa yang mempunyai istri dengan cara nikah mut’ah, haruslah ia menceraikannya, dan segala sesuatu yang telah kalian berikan kepadanya janganlah kalian ambil lagi. Karena Allah Azza wa Jalla telah mengharamkan nikah mut’ah sampai hari kiamat._ (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim (II/ 1024), Imam Abu Dawud dalam kitabnya Sunan Abi Dawud (II/ 226, 2072), Imam Ibnu Majah dalam kitabnya Sunan Ibnu Majah (I/ 631), Imam al-Nasa’i dalam kitabnya _Sunan al-Nasa’i (VI/ 1303), Imam al- Darimi dalam kitabnya _Sunan al-Darimi (II/ 140) dan Imam Ibnu Syahin dalam kitabnya _al- Nasikh wa al- Mansukh min al-Hadits hal 215).

Dalil Hadits lainnya:

4825 – حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ أَنَّهُ سَمِعَ الزُّهْرِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنِي الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ وَأَخُوهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِمَا أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لِابْنِ عَبَّاسٍ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمُتْعَةِ وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ زَمَنَ خَيْبَرَ صحيح البخاري – (ج 5 / ص 1966)

Dari Ali bin Abi Tholib r.a. ia berkata kepada Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW melarang nikah mut’ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang Khaibar. (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (Ibnu hajar al-Asqolani, _Fath al- Bari, IX/71), Imam al- Tirmidzi (al-Mubarokafuri, Tuhfah al-Ahwadzi, IV/225), Imam Malik bin Anas dalam kitabnya al-Muwatta’, (I/427), Imam Ibni Hibban (Ibn Balban, Shahih Ibn Hibban bi Tartib Ibn Balban IX/ 448, 450), Imam al-Baihaqi dalam kitabnya _al-Sunan al-Kubra_, VII/ 327), Imam al-Daruqutni dalam kitabnya _Sunan al-Daruqutni_, III/ 141) dan Imam Ibnu Abi Syaibah dalam kitabnya _al-Kitab al- Mushannaf III/ 147).

Pendapat Para Ulama

Berdasarkan Hadits-hadits tersebut di atas, para ulama berpendapat sebagai berikut:

  • Dari Madzhab _Hanafi_, Imam Syamsuddin al-Sarkhasi (w 490H) dalam kitabnya _Al Mabsuth (V/152) mengatakan, Nikah Mut’ah ini batil menurut Madzhab kami._ Demikian pula Imam Ala al-Din al-Kasani (w 587H) dalam kitabnya _Bada’i al-Sana’i fi Tartib al-Syara’i (II/ 272) mengatakan, Tidak boleh nikah yang bersifat sementara, yaitu Nikah Mut’ah._

Dari Madzhab _Maliki_, Imam Ibn Rusyd (w.595H) dalam kitabnya

_Bidayatul Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid (IV/ 325 s/d 334)

mengatakan: Hadits-hadits yang mengharamkan Nikah Mut’ah mencapai

  • peringkat Mutawatir._  Sementara itu Imam Malik bin Anas (W. 179H) dalam kitabnya _al-Mudawwanah al-Kubra (II/ 130) mengatakan: Apabila seorang lelaki menikahi wanita dengan dibatasi waktu, maka nikahnya batil.”

Dari Madzhab Syafi’i, Imam al-Syafi’i (w.204H) dalam

kitabnya _Al-Umm (V/ 85) mengatakan: Nikah Mut’ah yang dilarang

itu adalah semua nikah yang dibatasi dengan waktu, baik dalam

jangka pendek maupun jangka panjang, seperti ucapan seorang

lelaki kepada seorang perempuan: Aku nikahi kamu selama 1 (satu)

hari, 10 (sepuluh) hari atau 1 (satu) bulan._  Sementara itu Imam

al-Nawawi (w. 676H) dalam kitabnya _al-Majmu’ (XVII/ 356)

mengatakan: Nikah Mut’ah tidak diperbolehkan…, karena

pernikahan itu pada dasarnya adalah suatu aqad yang bersifat

  • mutlaq, maka tidak sah apabila dibatasi dengan waktu.”

Dari Madzhab _Hanbali_, Imam Ibnu Qudamah (w.620H) dalam kitabnya _al-Mughni (X/46) mengatakan: Nikah Mut’ah ini adalah nikah yang batil._  Ibnu Qudamah juga menukil pendapat Imam Ahmad bin Hanbal (w.242H) yang menegaskan bahwa Nikah Mut’ah adalah haram.

(Dari buku Hartono Ahmad Jaiz, Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, halaman 139-142

(nahimunkar.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Nahi Munkar lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Sepeninggal sang ayah setelah masuk Islam, enam anak berstatus muallaf yatim ini hidup prihatin serba kekurangan. Ayo bantu modal usaha dan beasiswa untuk masa depan Islam...

Latest News
Ketum Persis: Empat Pilar Kebangsaan Sudah Tak Asing Lagi di Umat Islam

Ketum Persis: Empat Pilar Kebangsaan Sudah Tak Asing Lagi di Umat Islam

Jum'at, 20 Oct 2017 21:47

UI Terus Kembangkan Inovasi Farmasi Halal

UI Terus Kembangkan Inovasi Farmasi Halal

Jum'at, 20 Oct 2017 21:41

Aplikasi WhatsApp akan Miliki Fitur Live Location

Aplikasi WhatsApp akan Miliki Fitur Live Location

Jum'at, 20 Oct 2017 21:34

Menteri Italia: Islamic State Belum Sepenuhnya Dikalahkan Meski Kehancuran Mereka di Raqqa

Menteri Italia: Islamic State Belum Sepenuhnya Dikalahkan Meski Kehancuran Mereka di Raqqa

Jum'at, 20 Oct 2017 21:30

Muhammadiyah Harapkan Pemerintah Menindak Pelaku Pembakaran Masjid di Aceh

Muhammadiyah Harapkan Pemerintah Menindak Pelaku Pembakaran Masjid di Aceh

Jum'at, 20 Oct 2017 21:30

UNICEF: Anak-anak Rohingya Saksikan 'Neraka di Bumi' Setelah Lari dari Kekerasan di Myanmar

UNICEF: Anak-anak Rohingya Saksikan 'Neraka di Bumi' Setelah Lari dari Kekerasan di Myanmar

Jum'at, 20 Oct 2017 21:15

Pasukan Syi'ah Irak Rebut Sepenuhnya Provinsi Kirkuk dari Peshmerga Kurdi

Pasukan Syi'ah Irak Rebut Sepenuhnya Provinsi Kirkuk dari Peshmerga Kurdi

Jum'at, 20 Oct 2017 21:04

Budayawan Jaya Suprana Heran dan Gagal Paham kenapa Pidato Anies Diributkan

Budayawan Jaya Suprana Heran dan Gagal Paham kenapa Pidato Anies Diributkan

Jum'at, 20 Oct 2017 20:53

Jika Ada, Hak Rakyat untuk Referendum Reklamasi

Jika Ada, Hak Rakyat untuk Referendum Reklamasi

Jum'at, 20 Oct 2017 18:53

Tidak Lolos Diduga Sistem KPU Lemah dan Mudah Dihack, PBB akan Bawa Data ke Bawaslu

Tidak Lolos Diduga Sistem KPU Lemah dan Mudah Dihack, PBB akan Bawa Data ke Bawaslu

Jum'at, 20 Oct 2017 16:53

Kisah Pengungsi Rohingya: Berjalan Selama 34 Hari dalam Kondisi Hamil Tua

Kisah Pengungsi Rohingya: Berjalan Selama 34 Hari dalam Kondisi Hamil Tua

Jum'at, 20 Oct 2017 16:24

KAMMI Jaksel Sebut Jokowi 2 Periode Hanya Mimpi

KAMMI Jaksel Sebut Jokowi 2 Periode Hanya Mimpi

Jum'at, 20 Oct 2017 16:20

Yusril akan Perkarakan KPU apabila PBB Dinyatakan Tidak Ikut Pemilu

Yusril akan Perkarakan KPU apabila PBB Dinyatakan Tidak Ikut Pemilu

Jum'at, 20 Oct 2017 14:55

Ngotot Lanjutkan Reklamasi, LBP Salahgunakan Kekuasaan?

Ngotot Lanjutkan Reklamasi, LBP Salahgunakan Kekuasaan?

Jum'at, 20 Oct 2017 12:53

Pemimpin Jamaat-ul-Ahrar (JuA) Pakistan Gugur dalam Serangan Drone AS di Afghanistan

Pemimpin Jamaat-ul-Ahrar (JuA) Pakistan Gugur dalam Serangan Drone AS di Afghanistan

Jum'at, 20 Oct 2017 11:00

Hamas: Tidak Seorangpun yang Bisa Memaksa Kami Melucuti Senjata atau Mengakui Israel

Hamas: Tidak Seorangpun yang Bisa Memaksa Kami Melucuti Senjata atau Mengakui Israel

Jum'at, 20 Oct 2017 08:57

Empat Orang Barat ini Memuji Negara Khilafah

Empat Orang Barat ini Memuji Negara Khilafah

Kamis, 19 Oct 2017 23:40

Taliban Serbu Pangkalan Militer Afghanistan, Bunuh 43 Tentara

Taliban Serbu Pangkalan Militer Afghanistan, Bunuh 43 Tentara

Kamis, 19 Oct 2017 21:30

Jangan Lebay, Istilah Pribumi dalam Konteks Sejarah, Fahira: Ayo Move On!

Jangan Lebay, Istilah Pribumi dalam Konteks Sejarah, Fahira: Ayo Move On!

Kamis, 19 Oct 2017 21:29

Negarawan Perancis sebut hanya Penjajah dan Budak Asing yang Alergi dengan Pribumi

Negarawan Perancis sebut hanya Penjajah dan Budak Asing yang Alergi dengan Pribumi

Kamis, 19 Oct 2017 19:29


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X