Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
6.869 views

Kejahatan Korupsi Sudah Sampai Tingkat Membunuh Nyawa Kaum Miskin

Potensi kerugian Negara dari kasus Tindak Pindana Korupsi (TPK) dari data tahun 2000 sampai semester 2010 mencapai Rp. 46.6 triliun. Modus korupsi yang dilakukan diantaranya, money politic rekrutmen elit parpol, praktek suap dan percukongan dalam Pilkada, Pemilu Legislasi sampai Pilpres, penjarahan asset APBD sampai APBN  (Kementrian, BUMN, BUMD) oleh aparat Parpol dan state capture corruption-corruption beureucracy. Sedangkan data  penanganan perkara TPK oleh Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) mulai dari tahun 2004 sampai 2011 sebanyak 265 perkara.

Adapun faktor yang secara signifikan mendorong seseorang untuk melakukan tindakan korupsi dan menistakan harga diri dengan menerima suap dan uang pelicin dalam menjalankan tugas dan amanah pekerjaannya, diantaranya:

a.     Lemahnya semangat keagamaan dan menurunnya indikasi keimanan.

b.    Mengikuti keinginan syahwat dan menuruti kelezatan dunia yang semua yang tak pernah kenal batas.

c.     Pembelaan dan nepotisme terhadap keluarga secara berlebihan sehingga mematikan sikap objektif , rasa keadilan, prilaku amanah dan profisionalisme.

d.    Pembisik-pembisik jahat, patner-patner culas dan kroni-kroni yang korup sehingga peluang korupsi  terbuka lebar.

e.    Menempatkan para pejabat atau petugas yang kurang ikhlas dalam pengabdian dan kurang bertanggung jawab dalam mengemban tugas sehingga mereka banyak melakukan aji mumpung jadi pejabat.

f.      Gaya hidup yang glamor dan serba hedonis.

g.    Diktator dalam mengendalikan kepemimpinan membuat pemimpin dan penjabat gampang korupsi.

h.    Tekanan pihak asing yang senantiasa mengatur kebijakan politik dan ekonomi negara membuat pengelola Negara terjebur korupsi.

Melalui beberapa faktor di atas maka budaya suap menyuap, korupsi, kolusi yang mendarah daging di Indonesia  semakin menyulitkan bahkan menggagalkan upaya kita untuk menempuh jalur bisnis dan birokrasi yang lurus dan bersih.

Misalnya pelaksanaan tender proyek di beberapa instansi , seperti pengadaan barang dan jasa, pembangunan dan lain sebagainya. Sungguh tak lagi berjalan secara profesional . Nilai kontrak dalam pengadaan barang dan jasa sering kali di mark up atau digelembungkan.  Sudah menjadi rahasia umum siapapun yang bisa lolos me-mark up anggaran akan mendapat imbalan, padahal mereka sendiri sudah digaji. Bagaimana uang semacam itu dapat mengalir kepada mereka padahal tidak ada perinciannya dalam anggaran.

Pastinya saat mark up dilakukan, upeti di jalankan, sehingga pekerjaan dan hasilnya pun tidak profesional seperti yang diharapkan. Karena sering kali ada istilah saling pengertian dengan mengorbankan kualitas komponen dan spesifikasi pekerjaan akan lolos saat pemeriksaan. Karena si pemeriksa sudah di butakan dengan tebalnya amplop. Maka jangan heran jika jembatan baru di bangun langsung jebol, jalan umum baru dibuat langsung rusak, gedung baru di bikin langsung hancur.

Jelas, suap dan semacamnya hanya akan merugikan Negara dan masyarakat. Rakyat kecil yang tidak tahu menahu akan terus hidup sengsara. Kekayaan Negara yang seharusnya dapat dipergunakan untuk kemaslahatan mereka menjadi salah alokasi, bahkan hanya untuk memeperkaya pribadi. Akibatnya kepercayaan masyarakat kepada pengelola pemerintah memudar. Ditambah lagi hukum yang dapat diperjual belikan , ini semakin membuat pesimis para pencari keadilan .

Maka timbul rasa kecemburuan sosial antara orang miskin dengan orang kaya serta para pengelola Negara, kebencian rakyat kepada mereka memuncak sehingga  rakyat mudah terprovokasi dan terbawa arus anarkis.

Praktik korupsi di atas jelas merupakan bentuk kezhaliman yang sangat licik, koruptor adalah musuh dalam selimut. Ia senantiasa membokong orang atau pihak yang memberi amanah. Saat ia disuruh mengamankan asset, justru menggelapkannya. Saat ia diberi amanah ia mengambilnya dengan sekehendak hawa nafsunya, tak peduli apakah amanah ini milik negara , perusahaan ataupun majikan.

Melihat prilaku dan praktik para koruptor  tersebut,  maka koruptor ini layak kita masukkan dalam katagori musuh. Melawannya berarti jihad melawan orang-orang munafik dan zhalim. Koruptor, baik yang beroperasi di perusahaan atau instansi pemerintah, di depan atasan, bawahan, atau masyarakat selalu menunjukkan kesetiaan dan loyalitasnya.

Bahkan, saat sang koruptor memiliki jabatan di pemerintah, baik di legislative maupun eksekutif, ia tak segan-segan mengobral  janji , bahwa apa yang dilakukannya adalah demi kemakmuran rakyat, membela kaum miskin dan rakyat jelata.  Sang koruptor selalu berusaha menampilkan dirinya sebagai pendekar pembela kebenaran dan pejuang keadilan.  Apa yang dilakukannya berbeda jauh dengan kata-kata manis yang keluar dari bibirnya. Maka sang koruptor sesungguhnya adalah orang-orang berkarakter munafik yang senang berkata dusta, yang saat janji ia ingkar, yang saat dipercaya ia khianat.

Sementara Negara kita juga belum menemukan formula hukum yang bisa memberikan efek jera kepada para koruptor sekaligus menciptakan sistem yang bisa meminimalisir tindak korupsi. Hukuman mati adalah layak bagi sang koruptor, sebab hukuman mati  masih diberlakukan  dan belum akan dihapus di Negara kita. Hukuman mati itu layak bagi koruptor karena pada kenyataannya, sebagian rakyat miskin ada yang mati karena kelaparan, dan itu kemungkinan menjadi sangat miskinnya itu akibat merajalelanya korupsi. Contoh nyata adalah peristiwa ini:

Pada hari Senin tanggal 4 Januari 2010, ditemukan jasad seorang nenek yang diperkirakan berusia 72 tahun, akibat kelaparan. Jasad nenek tua itu ditemukan di bukit sebelah barat dusun Banyakan I, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Diperkirakan, sang nenek tua tewas satu hari sebelum ditemukan Rohadi (29 tahun), warga setempat.

Sebelum ditemukan tewas, selama lima hari sebelumnya, sang nenek tua terlihat mondar-mandir di dusun tersebut. Warga sempat beranya-tanya ketika sang nenek tua yang bisanya mondar-mandir tiba-tiba hilang begitu saja. Kekhawatiran tersebut disampaikan warga kepada Rohadi, yang kemudian melakukan pencarian. Akhirnya, Rohadi berhasil menemukan sang nenek tua dalam keadaan sudah tewas di bibir jurang di atas perbukitan, sebelah barat Dusun Banyakan I.

Orang setua itu seharusnya menjadi tanggungan negara. Apalagi bila ia sebatang kara. Di negeri yang makmur ini, orang setua itu ternyata masih harus memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri. Mengarungi hidup sendiri, hingga tersesat ke sebuah bukit, dan tewas karena kebingungan dan kelaparan. (Sampai Rakyat Pada Mati Kelaparan pun Dana Masih Tetap Dihamburkan, http://nahimunkar.com/sampai-rakyat-pada-mati-kelaparan-pun-dana-masih-tetap-dihamburkan/

Kita sebagai rakyat tentu hanya bisa mengharapkan adanya sanksi yang setimpal beratnya dengan bobot kejahatan mereka, sembari memulai membangun usaha yang sungguh-sungguh.

Choirul Hisyam – Sidoarjo

YM: hchoirulhisyam

P: 031 834 740 72

Ilustrasi: indonesian-group-on-mdgs, ep.ilmci.com

(nahimunkar.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Nahi Munkar lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Mahasiswi Berprestasi Penghafal Al-Qur'an Butuh Biaya Kuliah Kebidanan, Ayo Bantu!!

Mahasiswi Berprestasi Penghafal Al-Qur'an Butuh Biaya Kuliah Kebidanan, Ayo Bantu!!

Mahasiswi berprestasi ini ingin berkhidmat untuk umat Islam di bidang kebidanan. Pekerjaan sang ayah sebagai guru jauh dari cukup untuk memenuhi biaya kuliah sekira Rp 60 juta....

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Hidayat Nur Wahid: Karena Hormati Hukum Maka Kita Minta Si Penghina Agama Dihukum

Hidayat Nur Wahid: Karena Hormati Hukum Maka Kita Minta Si Penghina Agama Dihukum

Ahad, 04 Dec 2016 23:09

Melalui Resolusi DK PBB, Pemerintah Myanmar dapat Diseret ke Mahkamah Pidana Internasional

Melalui Resolusi DK PBB, Pemerintah Myanmar dapat Diseret ke Mahkamah Pidana Internasional

Ahad, 04 Dec 2016 22:57

Ketangguhan Mualaf yang Menemui Ajal Demi Islam (Bagian 2 dari 2)

Ketangguhan Mualaf yang Menemui Ajal Demi Islam (Bagian 2 dari 2)

Ahad, 04 Dec 2016 22:28

Dikala Jutaan Hati Menyatu; Refleksi Aksi Bela Islam 212

Dikala Jutaan Hati Menyatu; Refleksi Aksi Bela Islam 212

Ahad, 04 Dec 2016 22:21

Emilia Renita: Aksi 212 Menakutkan, Aksi 412 Nyaman Bagi Saya

Emilia Renita: Aksi 212 Menakutkan, Aksi 412 Nyaman Bagi Saya

Ahad, 04 Dec 2016 21:37

Walhi Jakarta Kritik Pemanfaatan  Car Free Day sebagai Panggung Politik

Walhi Jakarta Kritik Pemanfaatan Car Free Day sebagai Panggung Politik

Ahad, 04 Dec 2016 20:52

Kasus Ahok yang  Nistakan Islam sengaja Dipermaikan seperti Sepak Bola, Esensinya Dikaburkan

Kasus Ahok yang Nistakan Islam sengaja Dipermaikan seperti Sepak Bola, Esensinya Dikaburkan

Ahad, 04 Dec 2016 20:19

PB HMI: Ada Pihak yang Mencatut Simbol HMI pada Aksi Parade 412

PB HMI: Ada Pihak yang Mencatut Simbol HMI pada Aksi Parade 412

Ahad, 04 Dec 2016 19:43

Warga yang Ingin Olahraga di CFD Merasa Terganggu dengan Parade 412

Warga yang Ingin Olahraga di CFD Merasa Terganggu dengan Parade 412

Ahad, 04 Dec 2016 19:03

KB PII Kecam Penyalahgunaan Massa PNS untuk Aksi 412

KB PII Kecam Penyalahgunaan Massa PNS untuk Aksi 412

Ahad, 04 Dec 2016 18:40

Rakyat Tarik Uang Bentuk dari Ketidakpercayaan Ekonomi kepada Pemerintah

Rakyat Tarik Uang Bentuk dari Ketidakpercayaan Ekonomi kepada Pemerintah

Ahad, 04 Dec 2016 17:19

Presiden Hadi Perintahkan Militer Yaman Serang Pemberontak Syi'ah di Laut Merah

Presiden Hadi Perintahkan Militer Yaman Serang Pemberontak Syi'ah di Laut Merah

Ahad, 04 Dec 2016 15:32

Parpol Pendukung Jokowi Diduga Sewa Bus Transjakarta untuk Aksi 412

Parpol Pendukung Jokowi Diduga Sewa Bus Transjakarta untuk Aksi 412

Ahad, 04 Dec 2016 15:16

Kasus Ahok Nistakan Islam, Pilkada 2017, Pilpres 2019, dan Kegelisahan Konglomerat

Kasus Ahok Nistakan Islam, Pilkada 2017, Pilpres 2019, dan Kegelisahan Konglomerat

Ahad, 04 Dec 2016 14:19

Peserta

Peserta "Kita Indonesia" Kecewa Hanya Diberi Uang Transportasi Rp 50 Ribu

Ahad, 04 Dec 2016 13:42

Diam-diam Sorot Sampah yang tengah Dibersihkan Petugas di Masjid Istiqlal, Metro TV Diusir Massa

Diam-diam Sorot Sampah yang tengah Dibersihkan Petugas di Masjid Istiqlal, Metro TV Diusir Massa

Ahad, 04 Dec 2016 12:54

Taliban Gantung Seorang Mahasiswa karena Terlibat Pembunuhan Pejabat Senior Mereka

Taliban Gantung Seorang Mahasiswa karena Terlibat Pembunuhan Pejabat Senior Mereka

Ahad, 04 Dec 2016 09:36

Komandan Oposisi Suriah Bersumpah Tidak Akan Pergi dari Aleppo Timur yang Terkepung

Komandan Oposisi Suriah Bersumpah Tidak Akan Pergi dari Aleppo Timur yang Terkepung

Ahad, 04 Dec 2016 08:16

Hadir pada Pertandingan Piala AFF Indonesia vs Vietnam, Jokowi Diteriaki Suporter

Hadir pada Pertandingan Piala AFF Indonesia vs Vietnam, Jokowi Diteriaki Suporter "Tangkap Ahok"

Ahad, 04 Dec 2016 07:49

Jutaan Umat di Aksi 212 Bukti Murni hanya Ingin Penegakkan Hukum, bukan SARA atau Politik

Jutaan Umat di Aksi 212 Bukti Murni hanya Ingin Penegakkan Hukum, bukan SARA atau Politik

Ahad, 04 Dec 2016 06:11


Must Read!
X