Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
6.638 views

Kejahatan Korupsi Sudah Sampai Tingkat Membunuh Nyawa Kaum Miskin

Potensi kerugian Negara dari kasus Tindak Pindana Korupsi (TPK) dari data tahun 2000 sampai semester 2010 mencapai Rp. 46.6 triliun. Modus korupsi yang dilakukan diantaranya, money politic rekrutmen elit parpol, praktek suap dan percukongan dalam Pilkada, Pemilu Legislasi sampai Pilpres, penjarahan asset APBD sampai APBN  (Kementrian, BUMN, BUMD) oleh aparat Parpol dan state capture corruption-corruption beureucracy. Sedangkan data  penanganan perkara TPK oleh Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) mulai dari tahun 2004 sampai 2011 sebanyak 265 perkara.

Adapun faktor yang secara signifikan mendorong seseorang untuk melakukan tindakan korupsi dan menistakan harga diri dengan menerima suap dan uang pelicin dalam menjalankan tugas dan amanah pekerjaannya, diantaranya:

a.     Lemahnya semangat keagamaan dan menurunnya indikasi keimanan.

b.    Mengikuti keinginan syahwat dan menuruti kelezatan dunia yang semua yang tak pernah kenal batas.

c.     Pembelaan dan nepotisme terhadap keluarga secara berlebihan sehingga mematikan sikap objektif , rasa keadilan, prilaku amanah dan profisionalisme.

d.    Pembisik-pembisik jahat, patner-patner culas dan kroni-kroni yang korup sehingga peluang korupsi  terbuka lebar.

e.    Menempatkan para pejabat atau petugas yang kurang ikhlas dalam pengabdian dan kurang bertanggung jawab dalam mengemban tugas sehingga mereka banyak melakukan aji mumpung jadi pejabat.

f.      Gaya hidup yang glamor dan serba hedonis.

g.    Diktator dalam mengendalikan kepemimpinan membuat pemimpin dan penjabat gampang korupsi.

h.    Tekanan pihak asing yang senantiasa mengatur kebijakan politik dan ekonomi negara membuat pengelola Negara terjebur korupsi.

Melalui beberapa faktor di atas maka budaya suap menyuap, korupsi, kolusi yang mendarah daging di Indonesia  semakin menyulitkan bahkan menggagalkan upaya kita untuk menempuh jalur bisnis dan birokrasi yang lurus dan bersih.

Misalnya pelaksanaan tender proyek di beberapa instansi , seperti pengadaan barang dan jasa, pembangunan dan lain sebagainya. Sungguh tak lagi berjalan secara profesional . Nilai kontrak dalam pengadaan barang dan jasa sering kali di mark up atau digelembungkan.  Sudah menjadi rahasia umum siapapun yang bisa lolos me-mark up anggaran akan mendapat imbalan, padahal mereka sendiri sudah digaji. Bagaimana uang semacam itu dapat mengalir kepada mereka padahal tidak ada perinciannya dalam anggaran.

Pastinya saat mark up dilakukan, upeti di jalankan, sehingga pekerjaan dan hasilnya pun tidak profesional seperti yang diharapkan. Karena sering kali ada istilah saling pengertian dengan mengorbankan kualitas komponen dan spesifikasi pekerjaan akan lolos saat pemeriksaan. Karena si pemeriksa sudah di butakan dengan tebalnya amplop. Maka jangan heran jika jembatan baru di bangun langsung jebol, jalan umum baru dibuat langsung rusak, gedung baru di bikin langsung hancur.

Jelas, suap dan semacamnya hanya akan merugikan Negara dan masyarakat. Rakyat kecil yang tidak tahu menahu akan terus hidup sengsara. Kekayaan Negara yang seharusnya dapat dipergunakan untuk kemaslahatan mereka menjadi salah alokasi, bahkan hanya untuk memeperkaya pribadi. Akibatnya kepercayaan masyarakat kepada pengelola pemerintah memudar. Ditambah lagi hukum yang dapat diperjual belikan , ini semakin membuat pesimis para pencari keadilan .

Maka timbul rasa kecemburuan sosial antara orang miskin dengan orang kaya serta para pengelola Negara, kebencian rakyat kepada mereka memuncak sehingga  rakyat mudah terprovokasi dan terbawa arus anarkis.

Praktik korupsi di atas jelas merupakan bentuk kezhaliman yang sangat licik, koruptor adalah musuh dalam selimut. Ia senantiasa membokong orang atau pihak yang memberi amanah. Saat ia disuruh mengamankan asset, justru menggelapkannya. Saat ia diberi amanah ia mengambilnya dengan sekehendak hawa nafsunya, tak peduli apakah amanah ini milik negara , perusahaan ataupun majikan.

Melihat prilaku dan praktik para koruptor  tersebut,  maka koruptor ini layak kita masukkan dalam katagori musuh. Melawannya berarti jihad melawan orang-orang munafik dan zhalim. Koruptor, baik yang beroperasi di perusahaan atau instansi pemerintah, di depan atasan, bawahan, atau masyarakat selalu menunjukkan kesetiaan dan loyalitasnya.

Bahkan, saat sang koruptor memiliki jabatan di pemerintah, baik di legislative maupun eksekutif, ia tak segan-segan mengobral  janji , bahwa apa yang dilakukannya adalah demi kemakmuran rakyat, membela kaum miskin dan rakyat jelata.  Sang koruptor selalu berusaha menampilkan dirinya sebagai pendekar pembela kebenaran dan pejuang keadilan.  Apa yang dilakukannya berbeda jauh dengan kata-kata manis yang keluar dari bibirnya. Maka sang koruptor sesungguhnya adalah orang-orang berkarakter munafik yang senang berkata dusta, yang saat janji ia ingkar, yang saat dipercaya ia khianat.

Sementara Negara kita juga belum menemukan formula hukum yang bisa memberikan efek jera kepada para koruptor sekaligus menciptakan sistem yang bisa meminimalisir tindak korupsi. Hukuman mati adalah layak bagi sang koruptor, sebab hukuman mati  masih diberlakukan  dan belum akan dihapus di Negara kita. Hukuman mati itu layak bagi koruptor karena pada kenyataannya, sebagian rakyat miskin ada yang mati karena kelaparan, dan itu kemungkinan menjadi sangat miskinnya itu akibat merajalelanya korupsi. Contoh nyata adalah peristiwa ini:

Pada hari Senin tanggal 4 Januari 2010, ditemukan jasad seorang nenek yang diperkirakan berusia 72 tahun, akibat kelaparan. Jasad nenek tua itu ditemukan di bukit sebelah barat dusun Banyakan I, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Diperkirakan, sang nenek tua tewas satu hari sebelum ditemukan Rohadi (29 tahun), warga setempat.

Sebelum ditemukan tewas, selama lima hari sebelumnya, sang nenek tua terlihat mondar-mandir di dusun tersebut. Warga sempat beranya-tanya ketika sang nenek tua yang bisanya mondar-mandir tiba-tiba hilang begitu saja. Kekhawatiran tersebut disampaikan warga kepada Rohadi, yang kemudian melakukan pencarian. Akhirnya, Rohadi berhasil menemukan sang nenek tua dalam keadaan sudah tewas di bibir jurang di atas perbukitan, sebelah barat Dusun Banyakan I.

Orang setua itu seharusnya menjadi tanggungan negara. Apalagi bila ia sebatang kara. Di negeri yang makmur ini, orang setua itu ternyata masih harus memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri. Mengarungi hidup sendiri, hingga tersesat ke sebuah bukit, dan tewas karena kebingungan dan kelaparan. (Sampai Rakyat Pada Mati Kelaparan pun Dana Masih Tetap Dihamburkan, http://nahimunkar.com/sampai-rakyat-pada-mati-kelaparan-pun-dana-masih-tetap-dihamburkan/

Kita sebagai rakyat tentu hanya bisa mengharapkan adanya sanksi yang setimpal beratnya dengan bobot kejahatan mereka, sembari memulai membangun usaha yang sungguh-sungguh.

Choirul Hisyam – Sidoarjo

YM: hchoirulhisyam

P: 031 834 740 72

Ilustrasi: indonesian-group-on-mdgs, ep.ilmci.com

(nahimunkar.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Nahi Munkar lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Ustadz Mulyadi tak bisa bekerja dan berdakwah. Dengan kaki membusuk, ia tinggal di rumah petak yang tak layak huni. Biaya hidup, pengobatan dan pendidikan anak-anak di pesantren terus menumpuk...

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Dalam kondisi terpuruk, sang anak patah tangan dan kaki jadi korban tabrak lari. Saat sulit, gereja menawarkan bantuan asal kembali Kristen. Ia butuh dana 19 juta untuk pengobatan dan modal usaha....

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Menjalani vonis 3 tahun penjara karena aktivitas jihad, Abu Umar menjalani operasi usus buntu. Istri dan keenam anaknya yang masih sekolah menumpang di rumah kerabatnya. Ayo Bantu!!!...

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah dua tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker ganas, Ummu Fatimah meninggal dengan baik. Ia menghadap Rabbnya usai sedekah, memohon maaf dan ditalqin dua kalimat syahadat....

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan modal usaha warung makan untuk muallaf Siska Masyitoh telah diserahkan. Mudah-mudahan bisa hidup mandiri dan menatap masa depan dengan mulia tanpa jadi peminta-minta...

Latest News
Propaganda Syiah Iran Menjelang Perang Akhir Zaman

Propaganda Syiah Iran Menjelang Perang Akhir Zaman

Jum'at, 24 Apr 2015 23:02

Jokowi 'Si Petugas Partai' Diprediksi Tak Akan Lama Jadi Presiden

Jokowi 'Si Petugas Partai' Diprediksi Tak Akan Lama Jadi Presiden

Jum'at, 24 Apr 2015 23:00

Pidato Jokowi Tidak Akan Memiliki Pengaruh  Apa-Apa Terhadap PBB

Pidato Jokowi Tidak Akan Memiliki Pengaruh Apa-Apa Terhadap PBB

Jum'at, 24 Apr 2015 21:51

Voa-Islamic Parenting (42): 4 Langkah Istri Membantu Suami Dalam Urusan Akhirat

Voa-Islamic Parenting (42): 4 Langkah Istri Membantu Suami Dalam Urusan Akhirat

Jum'at, 24 Apr 2015 21:10

Taliban Mulai Ofensif Musim Semi Dengan Serangan Roket ke Pangkalan Udara AS di Kabul

Taliban Mulai Ofensif Musim Semi Dengan Serangan Roket ke Pangkalan Udara AS di Kabul

Jum'at, 24 Apr 2015 20:45

SOHR: Jabhat Al-Nusrah dan Sekutunya Rebut 4 Pos Militer Suriah di Sekitar Kota Jisr Al-Shoghur

SOHR: Jabhat Al-Nusrah dan Sekutunya Rebut 4 Pos Militer Suriah di Sekitar Kota Jisr Al-Shoghur

Jum'at, 24 Apr 2015 20:25

Takwa Night: Membentuk Muslim Penginspirasi

Takwa Night: Membentuk Muslim Penginspirasi

Jum'at, 24 Apr 2015 17:00

Mudir Pondok Tahfizhul Qur-an Ar Ridla Makassar Ditangkap Ditengah Jalan oleh Densus 88

Mudir Pondok Tahfizhul Qur-an Ar Ridla Makassar Ditangkap Ditengah Jalan oleh Densus 88

Jum'at, 24 Apr 2015 16:41

BG Wakapolri, Masyarakat Hujat Polri, Mantan Penasihat KPK: Wibawa Polisi Turun

BG Wakapolri, Masyarakat Hujat Polri, Mantan Penasihat KPK: Wibawa Polisi Turun

Jum'at, 24 Apr 2015 16:20

Ideologi Komunis Melenggang Bebas di Area Book Fair Pekalongan

Ideologi Komunis Melenggang Bebas di Area Book Fair Pekalongan

Jum'at, 24 Apr 2015 16:00

Ibu! Jaga Anak Kita dari Penyakit Gay, Homo, dan Banci

Ibu! Jaga Anak Kita dari Penyakit Gay, Homo, dan Banci

Jum'at, 24 Apr 2015 15:04

Aher Dorong Pemimpin-pemimpin KAA Untuk Kemerdekaan Palestina

Aher Dorong Pemimpin-pemimpin KAA Untuk Kemerdekaan Palestina

Jum'at, 24 Apr 2015 15:00

Sebut ISIS Tidak Ada di Indonesia, Dr. Amir Mahmud Harap BNPT Tidak Berlebihan Menyikapinya

Sebut ISIS Tidak Ada di Indonesia, Dr. Amir Mahmud Harap BNPT Tidak Berlebihan Menyikapinya

Jum'at, 24 Apr 2015 14:53

Muslimah Pejuang Teladan Ummat dan Masyarakat Indonesia, Syaikhah Rahmah El Yunusiyyah

Muslimah Pejuang Teladan Ummat dan Masyarakat Indonesia, Syaikhah Rahmah El Yunusiyyah

Jum'at, 24 Apr 2015 14:50

Presiden Jokowi Belum Umumkan Zakatnya

Presiden Jokowi Belum Umumkan Zakatnya

Jum'at, 24 Apr 2015 14:00

Fadli Zon Bingung, Kok Jokowi Pakai Mercedes Benz Limousine, Duitnya Darimana?

Fadli Zon Bingung, Kok Jokowi Pakai Mercedes Benz Limousine, Duitnya Darimana?

Jum'at, 24 Apr 2015 13:48

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin: Siti Zaenab Telah Menjadi Hafidzah

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin: Siti Zaenab Telah Menjadi Hafidzah

Jum'at, 24 Apr 2015 13:37

Empat Tokoh PDIP Ini Didepak Megawati

Empat Tokoh PDIP Ini Didepak Megawati

Jum'at, 24 Apr 2015 13:35

Suara Mahasiswa : Premium Hilang, Liberalisasi Kian Lapang

Suara Mahasiswa : Premium Hilang, Liberalisasi Kian Lapang

Jum'at, 24 Apr 2015 13:33

Pers Rilis: Ada Pesta Bikini Lepas UN, KAPMI Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Pers Rilis: Ada Pesta Bikini Lepas UN, KAPMI Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Jum'at, 24 Apr 2015 13:00



Must Read!
X