Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
Ketika Hasrat Terhadap Islam Itu Muncul, Abdullah Masih Belia

Berita Terkait

2.043 views

Ketika Hasrat Terhadap Islam Itu Muncul, Abdullah Masih Belia

Ketika Hasrat Terhadap Islam Itu Muncul, Abdullah Masih Belia
Abdullah Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Banyak warga keturunan Cina yang tinggal di Bangka Belitung, salah satunya Parieska, pria kelahiran tahun 1987 yang tumbuh besar di Bangka. Interaksi antara warga Tionghoa Bangka dengan Masyarakat Melayu yang kerap ia jumpai di masa kecilnya, telah membuat banyak perubahan dalam hidupnya.


“Dua kebudayaan (Melayu dan Tionghoa) memiliki hubungan yang baik, saat orang Melayu merayakan lebaran warga Tionghoa juga ikut serta, begitu pula saat warga Tionghoa merayakan Imlek orang melayu turut bersilaturahmi. “ cerita Parieska

Persentuhan dengan Parieska, kini 24 tahun, dengan Islam telah dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia yang berkeyakinan Kong Hu Chu saat itu mengikuti pelajaran Agama Islam karena SD negeri tempat ia belajar tidak menyediakan pilihan agama dalam kurikulum yang ada.

Parieska kecil merasa tak keberatan. Ia malah merasa senang karena tak ada perbedaan dalam pelajaran dengan mayoritas teman-teman sekolah yang beragama Islam. “Ayah saya orang Tionghoa sedangkan ibu beragama katolik, tidak ada kedua agama tersebut dalam kurikulum sekolah saya.” Ujar Parieska.

Ketika ia mempelajari Islam disekolahnya, muncullah ketertarikan terhadap Islam. Bahkan suatu hari ketika mendengar kumandangan adzan magrib ia sangat terpanggil dan ingin ikut melaksanakan ibadah shalat.

Ia sempat pula mengutarakan keinginannya untuk masuk Islam. Tetapi karena Parieska masih SD maka ucapannya tidaklah pernah dianggap serius oleh orang-orang di sekitarnya. “Mungkin saya masih anak kecil” kenangnya

Lulus SD, Parieska melanjutkan ke SMP Swasta. Di sana ia mempelajari agama yang dianut ibunya, Katholik. Rupanya, pelajaran Islam yang ia terima saat SD begitu membekas, hingga Parieska berdebat mengenai konsep trinitas dalam agama tersebut dengan salah satu guru agamanya.

Selama ia mempelajari Katolik, ia sempat ditawari untuk masuk Katolik. Guru juga mengatakan bila Parieska masuk Katolik maka ia tetap diperbolehkan melaksanakan ibadah agama Tionghoa.

“Mereka menganggap Konghucu sama dengan katolik, dengan menjanjikan kebebasan bagi orang Tionghoa dalam menjalankan ibadahnya serta diikuti dengan ibadah digereja. Jadi kedua agama itu tidak ada yang membedakan," tutur Parieska. Namun otak Pareieska sulit menerima logika itu sebab ia  meyakini tuhan mereka jelas berbeda. Kesadaran itu telah dimiliki oleh Parieska bahkan ketika masih SMP.

Kegemarannya membaca buku juga ikut membantu pencarian Parieska. Ia tak pernah berhenti mencari ilmu agama Islam. Ia mempelajari Agama Islam dari Literatur, buku pelajaran hingga ke majalah-majalah Islam. “Saya banyak membaca mengenai kisah hidup orang-orang yang memilih Islam, juga kisah tentang tokoh-tokoh besar yang masuk Islam. Yang semakin memotivasi saya” kisah Parieska.

Banyaknya ilmu yang didapat membuatnya makin yakin dengan ajaran Islam. Ketika ia tak mendapat jawaban masuk akal mengenai ajaran Trinitas, hasrat untuk masuk Islam semakin kuat. Padahal saat itu ia masih terbilang sangat muda

“Sewaktu duduk di bangku SMP saya pernah nekat masuk mushola, karena rasa penasaran saya terhadap Islam” ujar Parieska.

Keingintahuannya akan kebenaran Islam seolah terjawab oleh mimpinya  "Saat itu saya mimpi sujud kearah kiblat dengan berlinang air mata, ketika itu saya merasa sangat tenang dan hati saya sejuk. “ kenang anak kedua dari tiga bersaudara ini

Tangis dalam mimpinya ternyata benar-benar terjadi. Begitu Parieska terbangun ia juga sedang menangis. Setelah kejadian yang tak biasa itu Parieska pun curhat kepada salah seorang teman disekolahnya. Temannya sangat mendukung keinginan Parieska untuk memeluk Islam, bahkan ia menyuruh Parieska untuk segera melaksanakan niatannya itu.

“Saya ingat teman saya bilang ‘Parieska kalau kamu ingin masuk Islam segeralah laksanakan, jangan tungggu lama-lama karena umur tak ada yang tau, bisa saja kamu mati besok dan kamu akan rugi dan sangat menyesal’ perkataan itu yang membulatkan tekad saya” kenangnya

Saat itu juga Parieska menyampaikan keinginannya memeluk Islam kepada salah satu guru agama disekolahnya. Tanpa menunggu lama akhirnya Parieska mengucap dua kalimat syahadat di hadapan teman-temannya. Prosesi sakral itu terlaksana tepat tiga hari sebelum lebaran.

“Ketika itu teman-teman serta guru saya menangis terharu, saya merasa senang telah menjadi bagian dari orang-orang Islam” Ujar Parieska Setelah resmi menjadi seorang Muslim, Parieska mengganti namanya menjadi Abdullah Ramadhan.

Keputusan besar dalam hidupnya itu segera diceritakan kepada orang tuanya, Sang Ayah tak mempermasalahkannya karena ia dianggap sudah dewasa. Tetapi tidak demikian dengan sang ibu, ia sangat menentang keputusan Abdullah.

“Setiap akan belajar bacaan shalat saya selalu mengurung diri dikamar agar tidak terganggu, tetapi ibu saya juga tidak pernah menyerah untuk menghalangi saya mempelajari Islam, acapkali ia menendang pintu kamar saya.” Kenang Abdullah

Dengan tekad kuatnya untuk terus mempelajari Islam, Abdullah bergeming meski mendapat perlakuan buruk dari ibunya. Namun tak ada sedikitpun rasa benci terhadap ibu yang menentangnya

"Saya tidak mau menjadi anak yang durhaka. Keinginan saya adalah mangajak ibu memeluk Islam.” Lanjutnya

Meski sering mendapat tekanan dari orang tua, Abdullah tetap mencerminkan sikap anak yang berbakti kepada orang tua, tak pernah ia membentak atau berlaku tidak sopan. Hal itulah yang membuat orang tuanya bisa menerima Abdullah sebagai muslim.

Ilmu agama yang telah didapat Abdullah membuatnya mampu mengajak kakaknya untuk memeluk Islam di tahun 2005. “Tidak hanya kakak saja, adik saya yang baru pulang setelah menjalankan misi gereja saya ajak berdialog mengenai Islam dan akhirnya ia memilih Islam. Alhamdulilah kami bertiga sudah Islam” ujarnya.

Tak ada kata berhenti bagi Abdullah dalam mempelajari Islam, Saat ini ia telah hapal 2 juz al-Quran. Hanya satu keinginan besar Abdullah yang ingin ia tunaikan yakni mengajak orang tuanya masuk Islam. Ia mengaku akan berupaya mewujudkan setelah merasa cukup ilmu serta mampu membina kedua orang tuanya.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Republika Online lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Hebat.!!! Siswa SDI Cikal Cendikia Semangat Bersedekah Barang Melalui IDC

Hebat.!!! Siswa SDI Cikal Cendikia Semangat Bersedekah Barang Melalui IDC

Ratusan murid SD Islam Cikal Cendekia Pinang Tangerang Banten antusias mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai, untuk disedekahkan kepada yatim dan dhuafa....

Latest News
Hadirilah! Tabligh 'Misteri Dajjal Akhir Zaman' di Bandung

Hadirilah! Tabligh 'Misteri Dajjal Akhir Zaman' di Bandung

Sabtu, 21 Apr 2018 23:46

Warga Saudi Keluhkan Harga Tiket Bioskop yang Terlalu Mahal

Warga Saudi Keluhkan Harga Tiket Bioskop yang Terlalu Mahal

Sabtu, 21 Apr 2018 22:15

Wakil PM Malaysia Sebut Pembunuhan Ilmuan asal Palestina Kemungkinan Terkait Intelijen Asing

Wakil PM Malaysia Sebut Pembunuhan Ilmuan asal Palestina Kemungkinan Terkait Intelijen Asing

Sabtu, 21 Apr 2018 21:35

Jihad Islam: Mossad Berada di Balik Pembunuhan Ilmuan Palestina di Malaysia

Jihad Islam: Mossad Berada di Balik Pembunuhan Ilmuan Palestina di Malaysia

Sabtu, 21 Apr 2018 21:10

Mengamuk, WNA di Rudenim Rusak Fasilitas

Mengamuk, WNA di Rudenim Rusak Fasilitas

Sabtu, 21 Apr 2018 17:59

Itu Bukan Duniaku Lagi

Itu Bukan Duniaku Lagi

Sabtu, 21 Apr 2018 17:20

Logika Sesat Kesetaraan Gender

Logika Sesat Kesetaraan Gender

Sabtu, 21 Apr 2018 17:00

Hamas Berduka Atas Wafatnya Ilmuwan Palestina di Kuala Lumpur

Hamas Berduka Atas Wafatnya Ilmuwan Palestina di Kuala Lumpur

Sabtu, 21 Apr 2018 16:53

Meneropong Idealisme Partai Islam

Meneropong Idealisme Partai Islam

Sabtu, 21 Apr 2018 16:45

Ikutilah! Tabligh 'Tragedi Ukhuwah di Akhir Zaman' Bersama Ustadz Abu Fatiah Al-Adnani

Ikutilah! Tabligh 'Tragedi Ukhuwah di Akhir Zaman' Bersama Ustadz Abu Fatiah Al-Adnani

Sabtu, 21 Apr 2018 16:45

Wanita, Karirmu Tidak Hanya Sebatas Dunia

Wanita, Karirmu Tidak Hanya Sebatas Dunia

Sabtu, 21 Apr 2018 16:40

Kementan Apresiasi Bantuan Beras Ke Suriah

Kementan Apresiasi Bantuan Beras Ke Suriah

Sabtu, 21 Apr 2018 15:19

Rakernas KB-PII Dorong Konsolidasi Umat

Rakernas KB-PII Dorong Konsolidasi Umat

Sabtu, 21 Apr 2018 15:15

Pembangunan di Rezim Jokowi Tidak Sesuai dengan Kondisi di Lapangan, Kita hanya Tersandra Informasi

Pembangunan di Rezim Jokowi Tidak Sesuai dengan Kondisi di Lapangan, Kita hanya Tersandra Informasi

Sabtu, 21 Apr 2018 14:59

Tips Hindari Cyberbullying

Tips Hindari Cyberbullying

Sabtu, 21 Apr 2018 14:11

Ketika Abdul Somad Tak Dikenal Banyak Umat di Acara Besar

Ketika Abdul Somad Tak Dikenal Banyak Umat di Acara Besar

Sabtu, 21 Apr 2018 14:07

Perpres TKA No. 20/2018 Ditertawai Mantan Komisioner HAM

Perpres TKA No. 20/2018 Ditertawai Mantan Komisioner HAM

Sabtu, 21 Apr 2018 13:59

Innalillahi, Imam Asal Palestina Tewas Ditembak di Kuala Lumpur Saat akan Tunaikan Shalat Subuh

Innalillahi, Imam Asal Palestina Tewas Ditembak di Kuala Lumpur Saat akan Tunaikan Shalat Subuh

Sabtu, 21 Apr 2018 12:12

[VIDEO] Natalius Pigai Sebut Jokowi ke Daerah Hanya Wisata Pembangunan

[VIDEO] Natalius Pigai Sebut Jokowi ke Daerah Hanya Wisata Pembangunan

Sabtu, 21 Apr 2018 09:20

Rencana Mendikbud Gelar Nobar Film Dilan, Fahri: Pihak Kemendikbud Sudah Kehabisan Ide

Rencana Mendikbud Gelar Nobar Film Dilan, Fahri: Pihak Kemendikbud Sudah Kehabisan Ide

Sabtu, 21 Apr 2018 09:01


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X