Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
2.754 views

KHUTBAH IDUL FITRI 1431 H

KHUTBAH IDUL FITRI 1431 H
Membangun Kehidupan Umat Islam
Versi Rasulullah saw.

 


Allahu Akbar 9X, La ilaha illallah Huwallahu Akbar, Allahu Akbar WaliLlahilhamd.
Ma'asyiral Muslimin RahimakumuLlah,

Alhamdulillahi, segala puji kita panjatkan ke hadhirat Allah Swt, Tuhan semesta alam. Dialah Pencipta dan Penguasa langit dan bumi dan segenap alam raya. Dialah satu-satunya Dzat yang wajib disembah dan tiada sekutu bagi-Nya. Dia pula yang telah memberikan anugerah kepada kita petunjuk hidup yang lurus, din yang haq, dan risalah yang adil lagi sempurna, yakni Islam.
Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada baginda Rasulullah Saw, beserta keluarga, para shahabatnya, dan seluruh pengikutnya yang berjuang tak kenal lelah untuk menerapkan dan menyebarluaskan risalah Islam ke seluruh dunia hingga akhir zaman.

Allahu Akbar 3X, WaliLlahilhamd
Ma'asyira al-Muslimin Rahimakumullah,

Dan semoga taqarrub kita kepada Allah SWT selama sebulan penuh di bulan Ramadhan meningkatkan kesadaraan kita akan hubungan kita sebagai hamba dengan Allah SWT Sang Khalik Penguasa Langit dan Bumi, dan semakin sadar bahwa misi hidup kita di dunia hanyalah beribadah kepada-Nya.  Dengan melaksanakan ibadah shiyam Ramadhan dan berbagai aktivitas ibadah yang menyertainya, serta situasi dan kondisi umat yang kondusif dalam kebersamaan ibadah kepada Allah SWT seperti yang tampak pada ramainya suasana I’tikaf di berbagai masjid pada sepuluh malam terakhir, terasa sekali indahnya dan nikmatnya hidup dalam kesempurnaan ibadah serta kepasrahan secara menyeluruh kepada Allah SWT.  

Masuk dan larut dalam suasana kehidupan Islam yang menyeluruh itu tentu akan menjadi lebih indah manakala bisa kita  wujudkan kembali pada hari ini dan seterusnya sekalipun bulan Ramadhan telah berlalu.  Dan inilah yang diperintahkan oleh Allah SWT agar kita wujudkan sebagaimana firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al Baqarah 208).

Di dalam tafsir Jalalain ayat tersebut merupakan teguran atas sikap Abdullah bin Salam dkk mantan Yahudi yang sudah bersyahadat menyatakan diri masuk Islam yang seharusnya hidup sesuai Islam secara total. 

Allahu Akbar 3X, WaliLlahilhamd
Ma'asyira al-Muslimin Rahimakumullah,

Pola hidup yang bagaimana  yang dituntunkan oleh Baginda Rasulullah saw. buat kita sehingga kita terkategori masuk Islam secara kaffah dan tidak mengikuti langkah-langkah setan?

Pola hidup yang dibangun oleh Baginda Rasulullah saw. di kota Madinah dapat disimpulkan sebagai berikut:
Pertama, peradabannya dibangun di atas kalimat tauhid Lailaha Illallah Muhammadurrasulullah. Peradaban Islam mencakup pemahaman-pemahaman hidup yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah, baik tentang pemahaman kehidupan pribadi, bermasyarakat, maupun bernegara. 

Peradaban Islam dalam kehidupan individu meliputi pandangan-pandangan Islam tentang aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah yang membentuk karakter muslim yang bertaqwa, yang memiliki aqidah dan pandangan hidup yang kuat tentang kehidupan dunia maupun kehidupan sesudah mati, yang rajin beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang senantiasa mensifati diri dengan akhlakul karimah, dan juga bersifat benar dan jujur serta terpercaya dalam seluruh muamalahnya.   

Peradaban Islam dalam kehidupan masyarakat meliputi pandangan Islam tentang pola hubungan masyarakat yang Islami, yang berporos pada kegiatan sholat jamaah di masjid-masjid dengan kekompakan dan gotong-royong, serta tolong-menolong,  dan beragam aplikasi  ukhuwah Islamiyyah yang dibangun di atas keimanan di tengah-tengah masyarakat, serta tegaknya amar makruf nahi mungkar dan diberlakukannya sanksi-sanksi hokum syar’i untuk mengatasi konflik-konflik yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat. 

Peradaban Islam dalam kehidupan negara meliputi pandangan Islam tentang negara dan Imam (amirul mukminin) yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga agama (hirastut din) sebagai system kehidupan dan menjamin kemaslahatan kehidupan masyarakat (siayasatud dunya) sehingga pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti sandang, pangan, papan, dan berbagai kebutuhan sekunder dan mewahnya bisa diurus dengan baik. Dengan demikian tugas negara dalam peradaban Islam adalah menerapkan kebijakan-kebijakan Islam dalam berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, social, pendidikan, dan hokum di dalam negeri, serta mengemban dakwah dan jihad ke luar negeri untuk memperkenalkan syariat Islam yang rahmatan lilalamin. 

Inilah yang bisa kita fahami kenapa Rasulullah saw. membangun masjid, membangun pasar, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, dan membuat berbagai perjanjian dengan negara-negara tetangga, termasuk perjanjian yang disebut dengan Piagam Madinah dimana persengketaan antara pihak yang menandatanganinya diselesaikan menurut hokum Allah dan Rasul-Nya (lihat Sirah Ibnu Hisyam Juz 3/34).  

Kedua, pola kehidupan yang diterapkan oleh Rasulullah  adalah menjadikan halal-haram sebagai tolok ukur perbuatan. Apa saja yang halal dilakukan,namun apa yang haram ditinggalkan. Rasulullah saw. bersabda:
“Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas…” (Sahih Al Bukhari, Juz I/20).
 
Ketika larangan khamer (minuman keras) turun (QS. Al Maidah 90), Rasulullah saw. segera mengumumkan kepada para sahabat dan mereka serempak langsung menghentikan aktivitas minum khamer, baik sedang minum maupun sedang mengambilnya. Khamer yang masih tersimpan pun dibuang ke selokan sehingga kota Madinah pada hari itu banjir minuman haram tersebut.

Ketiga, makna kebahagiaan dalam hidup yang diajarkan oleh Rasulullah saw. adalah manakala dapat melakukan sesuatu untuk meraih kecintaan dan ridlo Allah SWT. Kaum muslim generasi pertama rajin sekali melaksanakan ibadah-ibadah yang difardlukan oleh Allah SWT, seperti sholat, puasa, bayar Zakat, berdakwah, dan jihad fi sabilillah sebab Allah berfirman dalam sabda Rasulullah saw. di dalam hadits Qudsy:
“Tidaklah mendekatkan diri kepada-Ku hamba-Ku yang lebih Kucintai kecuali dengan apa yang Aku wajibkan kepadanya” (HR. Al Bukhari).
 
Kaum muslimin pada waktu itu juga gemar sekali membaca Al Quran, shalat malam, dan bershodaqah, lantaran amal-amal sunnah tersebut mengantarkan kepada kecintaan dan keridloan Allah SWT. Mereka berebut dalam mempersembahkan amal sholih kepada Allah SWT. Suatu kali untuk menyeimbangkan ekonomi masyarakat, Rasulullah saw. sebagai kepala negara membuat kebijakan membagi harta rampasan (fai’i) dari kaum Yahudi Bani Nadlir kepada kaum Muhajirin dan tidak kepada kaum Anshar kecuali dua orang fakir dari mereka.  Ada sahabat Anshar yang mempersoalkan hal ini.

Maka Rasulullah saw.bersabda: “Bagilah harta kalian kepada saudara-saudara kalian dari kalangan Muhajirin, baru setelah itu kalian boleh ikut ambil bagian terhadap harta Bani Nadlir…” Maka sahabat Nabi dari kalangan Anshar itu berkata: “kami akan membagi harta kami kepada saudara-saudara kami dari kaum Muhajirin dan kami tidak akan meminta bagian dari harta fai’I dari bani Nazhir…”. Sikap orang-orang Anshor yang lebih mengutamakan kaum Muhajirin itu adalah karena semata ingin mendapatkan cinta dan ridlo dari Allah SWT dan rasul-Nya. Sikap mereka yang simpatik itu disebut-sebut oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
Mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan… (QS. Al Hasyr 9).

Dengan demikian jelaslah bahwa kebahagiaan bukan karena mendapatkan hasil perolehan materi, tapi kebahagian justru muncul karena telah melakukan sesuatu yang dicintai dan diridloi oleh Allah SWT sekalipun tidak mendapatkan keuntungan materi dan bahkan malah mengeluarkan hartanya.. 

Allahu Akbar 3X, WaliLlahilhamd
Ma'asyira al-Muslimin Rahimakumullah,

Akhirnya, mari kita tundukkan diri kita dengan segala kerendahan hati, sambil menengadahkan tangan kita, untuk memanjatkan doa ke hadirat Allah Swt, Dzat Yang Mahakuasa, dan Mahaperkasa untuk kemenangan perjuangan umat Islam membebaskan diri dari dominasi sistem kapitalis dunia, untuk membangun kehidupan yang sesuai dengan yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah saw.
Barakallahu lii  walakum!  Allahu Akbar 3x walillahilhamd.

Jakarta, 1 Syawal 1431H
Hizb Dakwah Islam

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Suara Islam Online lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Alhamdulillah, bantuan untuk Ummu Zakiyah, istri mujahid tertawan telah diserahkan dalam bentuk mesin jahit, santunan rutin bulanan dan beasiswa anaknya di pesantren. Semoga bermanfaat untuk...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Latest News


Must Read!
X