Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.646 views

PERANG SALIB TIM-TIM USAI SUDAH

Oleh: Aru Syeif Assadullah (Pemimpin Redaksi Suara Islam)

Hari-hari September 2010 saat ini ingat kembali, ketika Sekjen PBB Kofi Anan mengumumkan hasil Referendum Timor-Timur (Tim-Tim), pada 4 September 1999, hari itu penulis tengah berkunjung di kediaman sementara Letjen (Pur) Prabowo Subianto di Amman Yordania. Di tengah berbincang dengan tamu yang lain (al: Hartono Mardjono SH, Fadli Zon, Ahmad Muzani), tiba-tiba telepon seluler Prabowo berdering. Sejurus berbincang di telepon, Prabowo tampak  menggertakkan giginya, mukanya merah padam, murka besar. Tak bisa menyembunyikan kemarahannya lagi, Prabowo pun  memukul sekeras-kerasnya meja di depannya, Braak! Kami yang duduk di seberang lain terperangah.

Hartono Mardjono (alm) tak bisa menyembunyikan rasa ingin tahu, segera bertanya,   “Ada apa Mas Bowo?”. Agak beberapa saat Prabowo tidak menjawab pertanyaan itu, dan ekspresi wajahnya, masih menegang seraya tangannya dikepal-kepalkan menahan kemarahan hebat. Dan Prabowo pun menjawab,”Habis sudah, Tim-Tim lepas sekarang. Sia-sia perjuangan kita puluhan tahun, dengan korban jiwa-raga, juga darah, air mata dan segalanya. Dalam sekejap Tim-Tim musnah hanya gara-garanya referendum konyol itu,” ujar Prabowo terbata-bata menceritakan telepon yang diterimanya dari tanah air dari sumber resmi Angkatan Darat. Referendum Tim-Tim yang dipaksakan Barat dan ditekan agar pemerintahan Habibie melaksanakannya berhasil dengan skenario kekalahan telak di pihak Indonesia. Dua opsi, bergabung dengan Indonesia atau berpisah dari Indonesia, dan merdeka, ternyata dipilih opsi kedua. Hasil referendum yang dicurigai penuh rekayasa itu, 79% memilih pisah dari Indonesia dan 21% memilih tetap bergabung dengan Indonesia.

Guru Besar Ilmu Politik Singapore Nasional University, Prof. Dr. Bilveer Singh, mengomentari singkat, “Lepasnya Tim-Tim dari Indonesia itu, sekaligus momentum berakhirnya “Perang Salib di Tim-Tim,”katanya tandas. Ilmuwan Singapura ini dikenal amat concern terhadap masalah Tim-Tim dan menulis buku : Timor Timur Indonesia dan Dunia Mitos dan Kenyataan (541 halaman terbitan : I PS, April 1998). Benarkah ada Perang Salib di Tim-Tim? Buku Bilveer Singh itu membongkar “kejahatan” golongan Nasrani, khususnya Katolik, termasuk Katolikisasi.

Propaganda sejumlah tokoh Katolik, seperti Markus Wanandi (adik kandung Shofyan Wanandi), khususnya Uskup Belo, berbuah manis dengan pemberian Hadiah Nobel untuk Belo pada 1996. Provokasi bertahun-tahun oleh Belo, mendapat simpati dari Dunia Barat, seolah-olah terjadi Islamisasi besar-besaran di Tim-Tim, bahkan orang Islam melakukan Genocida alias pembasmian besar-besaran, dimulai dengan pelanggaran Berat HAM oleh ABRI. Dunia Barat yang amat Phobi terhadap Islam menyambut hangat fitnah dan provokasi Belo, itu, apalagi yang jadi korban adalah Katolik. Dan dengan “Heroik” ketika itu Belo seolah-olah menjadi korban “kebiadaban” Islam dan harus melarikan diri ke luar negeri mulai ke Australia, kemudian keliling ke sejumlah negara di Eropa, dan berceramah tentang jahatnya orang Islam yang menjarah Tim-Tim, sekaligus mememaksakan Islamisasi. Menurut data dalam buku Singh tercatat penduduk Tim-Tim pada 1940 orang beragama Katolik berjumlah 29.889 orang atau sekitar 8,0%. Tahun 1974 penganut Katolik di Tim-Tim meningkat menjadi 202.850 orang atau 29,4%, dan meningkat drastis pada 1994 menjadi 722.789 orang atau 92,3%. Padahal jumlah orang Islam menurut catatan Singh, pada 1974 adalah 5.000 orang dan pada 1994 hanyalah 48.000 jiwa saja. “Jika pandangan yang berimbang dan obyektif berdasarkan data ini diambil, maka tidak ada dasar apapun untuk menuduh bahwa Indonesia atau ABRI melakukan Islamisasi di Tim-Tim,” ujar Singh.

Alhasil tuduhan Islamisasi itu jelas fitnah yang amat keji. Data di atas membuktikan kebohongan isu Islamisasi di Tim-Tim. Dengan telak Bilveer Singh menyanggah hal itu setelah melakukan riset yang mendalam di Tim-Tim. Menurut Bilveer Singh, yang terjadi malah sebaliknya : Katolikisasi di Tim-Tim.”Jadi ‘alih-alih’ Islamisasi, Tim-Tim justru mengalami Katolikisasi dan ini hanya membuat kita pertama-tama ingin tahu apakah ketakutan akan Islamisasi hanyalah kedok untuk menutupi Katolikisasi besar-besaran yang telah dan berlangsung di Tim-Tim,!” (Buku Timor Timur Hal. 310, karya Bilveer Singh)

Sejarah Tim-Tim tak pelak merupakan sejarah hitam bagi NKRI, sekaligus catatan kelam bagi umat Islam yang telah difitnah habis-habisan. Sejarah dengan terang benderang justru mencatat Indonesia didorong oleh Barat khususnya Amerika Serikat dan Australia untuk masuk (menganeksasi) Tim-Tim dengan dalih integrasi guna membendung Komunisme. Sejarah pula kini mencatat bagaimana Barat, tanpa malu-malu, khususnya Australia dan Amerika Serikat. memprakarsai rekayasa kemerdekaan Tim-Tim yang kini berubah menjadi Timorleste. Bagi pahlawan-pahlawan integrasi, seperti Prabowo dan puluhan jendral lainnya, sejarah hitam Tim-Tim kini dikenang amat pedih dan  menyakitkan. Ketidak-adilan Barat menjadi sumber malapetaka di Tim-Tim. Pahlawan yang tergabung dalam Kelompok Seroja, lebih pahit lagi mengenang Tim-Tim. Teringat pada pertengahan 1970-an dikerahkan ribuan sukarelawan melalui pangkalan Iswahyudi Madiun, dan sebagian gugur. Korp Baret Hijau di Kudus, konon bahkan tidak satu pun yang selamat, tewas dibantai Fretilin yang menembaki pasukan itu saat mendarat dengan parasit (pelanggaran konvesi Perang Jeneva). Kini markas mereka di Kudus bangunannya kosong melompong .

Kenangan pahit juga diderita umat Islam yang pernah berkiprah di Tim-Tim. Ada yang asli penduduk Tim-Tim, ada juga umat Islam pendatang. Betapa mengerikan mengenang, mereka dijadikan sasaran fitnah ketika itu. Masjid-masjid di berbagai kota di Tim-Tim terus dibakar pada 1990-an (Baca Boks : Pelecehan Roti Hostia). Umat Islam pun tunggang langgang melarikan diri. Catatan laporan ini sekadar mengungkap kejahatan golongan Nasrani secara faktual. Kini Timorleste—berdasarkan laporan kunjungan anggota redaksi Suara Islam : HM. Mursalin belum lama berselang—jauh berbeda dengan era saat dikuasai para pemfitnah. Pemerintah Timorleste lebih ramah dan ingin membuktikan bahwa mereka tidak memusuhi Islam dan umat Islam. Entah di mana Belo “Sang Pahlawan Gereja” saat ini? Pemerintah Timorleste melalui Perdana Menterinya Xanana Gusmao malah mengimbau agar umat Islam membangun Pusat Islam di ibukota Timorleste, Dili.

Hari-hari akhir ini kita mendengar konflik yang makin panas antara umat Islam dengan golongan Kristen HKBP di Bekasi pinggiran Jakarta. Nuansa konfliknya pun telah di angkat oleh koran-koran milik golongan Nasrani menjadi opini nasional, seolah-olah umat Islam tidak menghargai kebebasan beragama. Kita tentu tidak berharap gesekan di Bekasi itu berekskalasi menjadi konflik besar, seperti di Ambon, Poso, apalagi  ditiupkan fitnah seperti di Tim-Tim. []

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Suara Islam Online lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Sabtu, 17 Feb 2018 21:55

Pakistan Vonis Mati Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Zainab Ansari

Pakistan Vonis Mati Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Zainab Ansari

Sabtu, 17 Feb 2018 21:38

Bawaslu Awasi ASN, TNI, dan Polri, bukan Ceramah!

Bawaslu Awasi ASN, TNI, dan Polri, bukan Ceramah!

Sabtu, 17 Feb 2018 20:25

Salam Jari dari Bui, Kisah Wartawan Ranu Lolos dari Kriminalisasi

Salam Jari dari Bui, Kisah Wartawan Ranu Lolos dari Kriminalisasi

Sabtu, 17 Feb 2018 14:13

Gubernur NTB Dijadwalkan Buka Mukernas Forum Jurnalis Muslim di Mataram

Gubernur NTB Dijadwalkan Buka Mukernas Forum Jurnalis Muslim di Mataram

Sabtu, 17 Feb 2018 13:13

Bidik Konsumen Muslim, 212 Mart Hadir di Karanganyar

Bidik Konsumen Muslim, 212 Mart Hadir di Karanganyar

Sabtu, 17 Feb 2018 12:36

Petempur Nouruddin Al-Zinki Tembak Mati Seorang Komandan Terkemuka HTS di Utara Suriah

Petempur Nouruddin Al-Zinki Tembak Mati Seorang Komandan Terkemuka HTS di Utara Suriah

Sabtu, 17 Feb 2018 10:35

AS Minta Malaysia Tidak Ekstradisi 11 Muslim Uighur ke Cina

AS Minta Malaysia Tidak Ekstradisi 11 Muslim Uighur ke Cina

Sabtu, 17 Feb 2018 09:25

Pasukan Turki dan FSA Rebut Desa Durakli di Utara Afrin dari Komunis Kurdi

Pasukan Turki dan FSA Rebut Desa Durakli di Utara Afrin dari Komunis Kurdi

Jum'at, 16 Feb 2018 21:45

Taliban Serukan Dialog dalam Surat Terbaru kepada Bangsa Amerika

Taliban Serukan Dialog dalam Surat Terbaru kepada Bangsa Amerika

Jum'at, 16 Feb 2018 21:30

Pasukan Pakistan Hancurkan Pos Militer India di Kashmir, Tewaskan 5 Tentara

Pasukan Pakistan Hancurkan Pos Militer India di Kashmir, Tewaskan 5 Tentara

Jum'at, 16 Feb 2018 21:05

[VIDEO] Alhamduillah, Ma'idaturrahmah 16 Feb 2018 serahkan 170 Paket

[VIDEO] Alhamduillah, Ma'idaturrahmah 16 Feb 2018 serahkan 170 Paket

Jum'at, 16 Feb 2018 18:40

Penjara Kejam Guantanamo Siap Ambil Tahanan Baru, Kemungkinan Besar Anggota IS

Penjara Kejam Guantanamo Siap Ambil Tahanan Baru, Kemungkinan Besar Anggota IS

Jum'at, 16 Feb 2018 15:45

Turki Ekstradisi Salah Satu Pemimpin Tertinggi Islamic State (IS) ke Irak

Turki Ekstradisi Salah Satu Pemimpin Tertinggi Islamic State (IS) ke Irak

Jum'at, 16 Feb 2018 14:37

Keluarga Dinilai Berhak Tahu Penyebab Kematian Muhammad Jefri

Keluarga Dinilai Berhak Tahu Penyebab Kematian Muhammad Jefri

Jum'at, 16 Feb 2018 11:32

Internasionalisasi Haji Dinilai Bahayakan Umat Islam

Internasionalisasi Haji Dinilai Bahayakan Umat Islam

Jum'at, 16 Feb 2018 11:28

MIUMI: Tolak Intervensi Asing dalam RUU KUHP

MIUMI: Tolak Intervensi Asing dalam RUU KUHP

Jum'at, 16 Feb 2018 11:16

Gerindra Menentang Keras Pengaturan Ceramah oleh Bawaslu menjelang Pilkada

Gerindra Menentang Keras Pengaturan Ceramah oleh Bawaslu menjelang Pilkada

Kamis, 15 Feb 2018 22:53

SOHR: 15 Tentara Bayaran Rusia Tewas Akibat Ledakan di Sebuah Gudang Senjata di Suriah

SOHR: 15 Tentara Bayaran Rusia Tewas Akibat Ledakan di Sebuah Gudang Senjata di Suriah

Kamis, 15 Feb 2018 22:05

Walau Banyak Iblis Bertengger di Medsos, Tokoh Ini Urungkan Marah & Lebih Pilih Menikmatinya

Walau Banyak Iblis Bertengger di Medsos, Tokoh Ini Urungkan Marah & Lebih Pilih Menikmatinya

Kamis, 15 Feb 2018 21:53


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X