Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
7.656 views

PERANG SALIB TIM-TIM USAI SUDAH

Oleh: Aru Syeif Assadullah (Pemimpin Redaksi Suara Islam)

Hari-hari September 2010 saat ini ingat kembali, ketika Sekjen PBB Kofi Anan mengumumkan hasil Referendum Timor-Timur (Tim-Tim), pada 4 September 1999, hari itu penulis tengah berkunjung di kediaman sementara Letjen (Pur) Prabowo Subianto di Amman Yordania. Di tengah berbincang dengan tamu yang lain (al: Hartono Mardjono SH, Fadli Zon, Ahmad Muzani), tiba-tiba telepon seluler Prabowo berdering. Sejurus berbincang di telepon, Prabowo tampak  menggertakkan giginya, mukanya merah padam, murka besar. Tak bisa menyembunyikan kemarahannya lagi, Prabowo pun  memukul sekeras-kerasnya meja di depannya, Braak! Kami yang duduk di seberang lain terperangah.

Hartono Mardjono (alm) tak bisa menyembunyikan rasa ingin tahu, segera bertanya,   “Ada apa Mas Bowo?”. Agak beberapa saat Prabowo tidak menjawab pertanyaan itu, dan ekspresi wajahnya, masih menegang seraya tangannya dikepal-kepalkan menahan kemarahan hebat. Dan Prabowo pun menjawab,”Habis sudah, Tim-Tim lepas sekarang. Sia-sia perjuangan kita puluhan tahun, dengan korban jiwa-raga, juga darah, air mata dan segalanya. Dalam sekejap Tim-Tim musnah hanya gara-garanya referendum konyol itu,” ujar Prabowo terbata-bata menceritakan telepon yang diterimanya dari tanah air dari sumber resmi Angkatan Darat. Referendum Tim-Tim yang dipaksakan Barat dan ditekan agar pemerintahan Habibie melaksanakannya berhasil dengan skenario kekalahan telak di pihak Indonesia. Dua opsi, bergabung dengan Indonesia atau berpisah dari Indonesia, dan merdeka, ternyata dipilih opsi kedua. Hasil referendum yang dicurigai penuh rekayasa itu, 79% memilih pisah dari Indonesia dan 21% memilih tetap bergabung dengan Indonesia.

Guru Besar Ilmu Politik Singapore Nasional University, Prof. Dr. Bilveer Singh, mengomentari singkat, “Lepasnya Tim-Tim dari Indonesia itu, sekaligus momentum berakhirnya “Perang Salib di Tim-Tim,”katanya tandas. Ilmuwan Singapura ini dikenal amat concern terhadap masalah Tim-Tim dan menulis buku : Timor Timur Indonesia dan Dunia Mitos dan Kenyataan (541 halaman terbitan : I PS, April 1998). Benarkah ada Perang Salib di Tim-Tim? Buku Bilveer Singh itu membongkar “kejahatan” golongan Nasrani, khususnya Katolik, termasuk Katolikisasi.

Propaganda sejumlah tokoh Katolik, seperti Markus Wanandi (adik kandung Shofyan Wanandi), khususnya Uskup Belo, berbuah manis dengan pemberian Hadiah Nobel untuk Belo pada 1996. Provokasi bertahun-tahun oleh Belo, mendapat simpati dari Dunia Barat, seolah-olah terjadi Islamisasi besar-besaran di Tim-Tim, bahkan orang Islam melakukan Genocida alias pembasmian besar-besaran, dimulai dengan pelanggaran Berat HAM oleh ABRI. Dunia Barat yang amat Phobi terhadap Islam menyambut hangat fitnah dan provokasi Belo, itu, apalagi yang jadi korban adalah Katolik. Dan dengan “Heroik” ketika itu Belo seolah-olah menjadi korban “kebiadaban” Islam dan harus melarikan diri ke luar negeri mulai ke Australia, kemudian keliling ke sejumlah negara di Eropa, dan berceramah tentang jahatnya orang Islam yang menjarah Tim-Tim, sekaligus mememaksakan Islamisasi. Menurut data dalam buku Singh tercatat penduduk Tim-Tim pada 1940 orang beragama Katolik berjumlah 29.889 orang atau sekitar 8,0%. Tahun 1974 penganut Katolik di Tim-Tim meningkat menjadi 202.850 orang atau 29,4%, dan meningkat drastis pada 1994 menjadi 722.789 orang atau 92,3%. Padahal jumlah orang Islam menurut catatan Singh, pada 1974 adalah 5.000 orang dan pada 1994 hanyalah 48.000 jiwa saja. “Jika pandangan yang berimbang dan obyektif berdasarkan data ini diambil, maka tidak ada dasar apapun untuk menuduh bahwa Indonesia atau ABRI melakukan Islamisasi di Tim-Tim,” ujar Singh.

Alhasil tuduhan Islamisasi itu jelas fitnah yang amat keji. Data di atas membuktikan kebohongan isu Islamisasi di Tim-Tim. Dengan telak Bilveer Singh menyanggah hal itu setelah melakukan riset yang mendalam di Tim-Tim. Menurut Bilveer Singh, yang terjadi malah sebaliknya : Katolikisasi di Tim-Tim.”Jadi ‘alih-alih’ Islamisasi, Tim-Tim justru mengalami Katolikisasi dan ini hanya membuat kita pertama-tama ingin tahu apakah ketakutan akan Islamisasi hanyalah kedok untuk menutupi Katolikisasi besar-besaran yang telah dan berlangsung di Tim-Tim,!” (Buku Timor Timur Hal. 310, karya Bilveer Singh)

Sejarah Tim-Tim tak pelak merupakan sejarah hitam bagi NKRI, sekaligus catatan kelam bagi umat Islam yang telah difitnah habis-habisan. Sejarah dengan terang benderang justru mencatat Indonesia didorong oleh Barat khususnya Amerika Serikat dan Australia untuk masuk (menganeksasi) Tim-Tim dengan dalih integrasi guna membendung Komunisme. Sejarah pula kini mencatat bagaimana Barat, tanpa malu-malu, khususnya Australia dan Amerika Serikat. memprakarsai rekayasa kemerdekaan Tim-Tim yang kini berubah menjadi Timorleste. Bagi pahlawan-pahlawan integrasi, seperti Prabowo dan puluhan jendral lainnya, sejarah hitam Tim-Tim kini dikenang amat pedih dan  menyakitkan. Ketidak-adilan Barat menjadi sumber malapetaka di Tim-Tim. Pahlawan yang tergabung dalam Kelompok Seroja, lebih pahit lagi mengenang Tim-Tim. Teringat pada pertengahan 1970-an dikerahkan ribuan sukarelawan melalui pangkalan Iswahyudi Madiun, dan sebagian gugur. Korp Baret Hijau di Kudus, konon bahkan tidak satu pun yang selamat, tewas dibantai Fretilin yang menembaki pasukan itu saat mendarat dengan parasit (pelanggaran konvesi Perang Jeneva). Kini markas mereka di Kudus bangunannya kosong melompong .

Kenangan pahit juga diderita umat Islam yang pernah berkiprah di Tim-Tim. Ada yang asli penduduk Tim-Tim, ada juga umat Islam pendatang. Betapa mengerikan mengenang, mereka dijadikan sasaran fitnah ketika itu. Masjid-masjid di berbagai kota di Tim-Tim terus dibakar pada 1990-an (Baca Boks : Pelecehan Roti Hostia). Umat Islam pun tunggang langgang melarikan diri. Catatan laporan ini sekadar mengungkap kejahatan golongan Nasrani secara faktual. Kini Timorleste—berdasarkan laporan kunjungan anggota redaksi Suara Islam : HM. Mursalin belum lama berselang—jauh berbeda dengan era saat dikuasai para pemfitnah. Pemerintah Timorleste lebih ramah dan ingin membuktikan bahwa mereka tidak memusuhi Islam dan umat Islam. Entah di mana Belo “Sang Pahlawan Gereja” saat ini? Pemerintah Timorleste melalui Perdana Menterinya Xanana Gusmao malah mengimbau agar umat Islam membangun Pusat Islam di ibukota Timorleste, Dili.

Hari-hari akhir ini kita mendengar konflik yang makin panas antara umat Islam dengan golongan Kristen HKBP di Bekasi pinggiran Jakarta. Nuansa konfliknya pun telah di angkat oleh koran-koran milik golongan Nasrani menjadi opini nasional, seolah-olah umat Islam tidak menghargai kebebasan beragama. Kita tentu tidak berharap gesekan di Bekasi itu berekskalasi menjadi konflik besar, seperti di Ambon, Poso, apalagi  ditiupkan fitnah seperti di Tim-Tim. []

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Suara Islam Online lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Istri Mujahid Operasi Tumor di Surabaya, Butuh Biaya 33 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Istri Mujahid Operasi Tumor di Surabaya, Butuh Biaya 33 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Sudah sebelas hari istri mujahid ini terbaring lemah di rumah sakit. Aktivis dakwah di komunitas ummahat ini menderita tumor saluran kencing dan Serosis Hepatis (pengerasan hati). ...

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan Zakat. IDC siap menyalurkan zakat mal dan zakat fitrah kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Latest News
NCID: Muktamar NU Diguyur Uang, karena Jika NU Bergerak Dapat Gulingkan Jokowi-JK

NCID: Muktamar NU Diguyur Uang, karena Jika NU Bergerak Dapat Gulingkan Jokowi-JK

Selasa, 04 Aug 2015 21:15

Konspirasi Gereja Injili di Indonesia, OPM dan Salibis-Zionis dalam Makar terhadap NKRI

Konspirasi Gereja Injili di Indonesia, OPM dan Salibis-Zionis dalam Makar terhadap NKRI

Selasa, 04 Aug 2015 21:00

Ini Hasil Pertemuan Antara MUI, Pemerintah, BPJS Kesehatan, DSJN, dan OJK tentang BPJS

Ini Hasil Pertemuan Antara MUI, Pemerintah, BPJS Kesehatan, DSJN, dan OJK tentang BPJS

Selasa, 04 Aug 2015 19:40

Pasukan Pro-Hadi Rebut Pangkalan Udara Terbesar Yaman dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Pasukan Pro-Hadi Rebut Pangkalan Udara Terbesar Yaman dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Selasa, 04 Aug 2015 18:30

Pasukan Kurdi YPG Usir 5000 Warga Arab Suriah dari Kota Sirrin di Utara Aleppo

Pasukan Kurdi YPG Usir 5000 Warga Arab Suriah dari Kota Sirrin di Utara Aleppo

Selasa, 04 Aug 2015 18:15

Mujahidin Xinjiang Ucapkan Terima Kasih Pada Al-Shabaab Karena Hancurkan Kedubes Cina di Somalia

Mujahidin Xinjiang Ucapkan Terima Kasih Pada Al-Shabaab Karena Hancurkan Kedubes Cina di Somalia

Selasa, 04 Aug 2015 18:00

1000 Lebih Pemukim Ilegal Yahudi dan Pasukan Keamanan Zionis Terobos Masjid Al-Aqsa di Bulan Juli

1000 Lebih Pemukim Ilegal Yahudi dan Pasukan Keamanan Zionis Terobos Masjid Al-Aqsa di Bulan Juli

Selasa, 04 Aug 2015 17:40

Pemimpin Syi'ah Houtsi Mengakui Kalah Perang di Aden, Siap Berdamai dengan Pemerintah Yaman

Pemimpin Syi'ah Houtsi Mengakui Kalah Perang di Aden, Siap Berdamai dengan Pemerintah Yaman

Selasa, 04 Aug 2015 17:20

Laporan Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara (8)

Laporan Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara (8)

Selasa, 04 Aug 2015 17:01

CIIA: Perda Diksriminatif Terhadap Muslim di Tolikara Tidak Punya Pijakan dan Akar Historis

CIIA: Perda Diksriminatif Terhadap Muslim di Tolikara Tidak Punya Pijakan dan Akar Historis

Selasa, 04 Aug 2015 16:40

Laporan Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara (7)

Laporan Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara (7)

Selasa, 04 Aug 2015 16:30

IMS Beri Layanan Kesehatan kepada Pengungsi Sinabung

IMS Beri Layanan Kesehatan kepada Pengungsi Sinabung

Selasa, 04 Aug 2015 11:45

Pilkada Serentak Diundur bila Ini yang Terjadi

Pilkada Serentak Diundur bila Ini yang Terjadi

Selasa, 04 Aug 2015 11:30

Laporan Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara (6)

Laporan Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara (6)

Selasa, 04 Aug 2015 11:00

Laporan Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara (5)

Laporan Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara (5)

Selasa, 04 Aug 2015 10:30

Teoris Malah Diundang ke Istana, Ketum BARKIN: Saya Sangat Kecewa Terhadap Jokowi-JK

Teoris Malah Diundang ke Istana, Ketum BARKIN: Saya Sangat Kecewa Terhadap Jokowi-JK

Selasa, 04 Aug 2015 10:00

Departemen PBB untuk Koordinas Urusan Kemanusiaan Perkirakan Bertambahnya Korban Banjir Myanmar

Departemen PBB untuk Koordinas Urusan Kemanusiaan Perkirakan Bertambahnya Korban Banjir Myanmar

Selasa, 04 Aug 2015 09:23

Seorang Mujahid Cilik d Islamic State (ISIS) Kembali Eksekus Seorang Agen Musuh

Seorang Mujahid Cilik d Islamic State (ISIS) Kembali Eksekus Seorang Agen Musuh

Selasa, 04 Aug 2015 08:58

Pengantin dari Turki, Berbagi dengan 4000 Pengungsi Suriah

Pengantin dari Turki, Berbagi dengan 4000 Pengungsi Suriah

Selasa, 04 Aug 2015 08:09

Sekecil apapun Kedzaliman Aparatur Negara terhadap Warga Negara Sangat Tidak Bisa Ditolerir

Sekecil apapun Kedzaliman Aparatur Negara terhadap Warga Negara Sangat Tidak Bisa Ditolerir

Selasa, 04 Aug 2015 07:30



Must Read!
X