Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
3.177 views

Komnas HAM, Aktor di Balik Pencabutan Perda Anti Miras?

Senin, 16 Januari 2012 | 00:40:31 WIB

 

Jakarta (SI ONLINE) - Terbuktilah apa yang dinyatakan DPP Front Pembela Islam (FPI) dalam pernyataan sikapnya yang disampaikan saat aksi menolak pencabutan Perda Anti Miras di depan Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (12/1/2012) lalu. FPI mensinyalir bahwa kelompok-kelompok Liberal berada di balik upaya pencabutan Perda Anti Miras di sejumlah daerah. Dan kali ini, diduga kelompok liberal yang berada di balik pencabutan perda anti miras itu adalah orang-orang yang 'menghuni' kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Seperti diberitakan Republika Online, Ahad (15/1/2012), alasan Kemendagri mengevaluasi perda tentang pelarangan minuman keras adalah karena didesak oleh Komnas HAM. Oleh Komnas HAM, Perda Kota Tangerang Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol dianggap melanggar HAM.

Hal ini terungkap dari surat Walikota Tangerang Wahidin Halim yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, yang menyatakan Perda Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol tidaklah bertentangan dengan HAM.

Republika mengaku mendapatkan salinan dokumen surat bernomor 188.24/1196 – Hukum/2011 perihal klarifikasi Perda Nomor 7 Tahun 2005 tertanggal 18 Mei 2011 yang menjelaskan bahwa Perda Kota Tangerang Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol tidak bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Saat hal ini dikonfirmasi ke Komnas HAM, salah satu komisioner Komnas HAM Johny Nelson Simanjutak menegaskan pihaknya tak pernah secara eksplisit menyebutkan agar Perda Larangan Miras yang ditinjau ulang. Nelson mengakui hanya mengkritisi perda-perda syariah dan meminta Kemendagri untuk meninjau kembali perda-perda tersebut. “Karena dapat menimbulkan konflik horizontal,” kata Johny melalui telepon genggamnya seperti dirilis Republika, Ahad (15/1/2012).

Selama ini dipahami dan diopinikan bahwa Perda Anti Miras tergolong dalam 'Perda Syariah.' Perda-perda lain yang dianggap sebagai Perda Syariah adalah tentang kewajiban baca tulis Al-Qur'an. Padahal Mendagri Gamawan Fauzi sendiri mengaku saat menjadi Bupati Solok ia pernah membuat Perda Wajib Baca Al Quran bagi kaum muslim dan melarang orang menikah bila belum bisa membaca Al Quran. Kapuspen Kemendagri Roydonnyzar Moenek, Kamis (12/1/2012, dengan bangganya mengatakan hal ini di depan para pengunjuk rasa yang menolak pencabutan perda anti miras.

Fakta ini makin membenarkan sinyalemen FPI. Dalam pernyataan yang ditanda tangani Habib Muhammad Rizieq Syihab dan KH Ahmad Shobri Lubis, Kamis (12/1/2012) FPI menyatakan, "Sejak lama, gerakan Islam di Indonesia memperjuangkan penerapan Syariat Islam secara KONSTITUSIONAL agar menjadi Hukum Nasional di Indonesia. Sebaliknya, kaum Liberal Indonesia dengan berbagai macam cara selalu mengupayakan pembatalan Perda-Perda Syariat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Perda Anti Miras, dengan dalih mengebiri kebebasan dan melanggar HAM serta tidak sesuai dengan alam kebhinnekaan. Bahkan sudah berulang kali mereka mengajukan Yudicial Review sejumlah Undang-Undang yang dinilai bernuansa "Syariat" ke Mahkamah Konstitusi RI, antara lain : UU Penodaan Agama, UU Perjudian dan UU Pornografi, tapi mereka selalu gagal."

FPI juga menyatakan, "Kini, setelah Kaum Liberal berulang kali "keok" di jalur hukum, mereka mulai menggunakan "OTOT KEKUASAAN", salah satunya adalah dengan MEMPERALAT Pemerintah RI untuk membatalkan Perda-Perda Syariat di seluruh Indonesia. Karenanya, benang merah yang menghubungkan Agenda Liberal dengan Keputusan Kemendagri dalam pencabutan Perda Anti Miras di berbagai daerah sangat jelas dan terang benderang, sehingga menjadi indikator kuat bahwa Kemendagri telah disusupi AGEN LIBERAL yang memiliki agenda sangat berbahaya terhadap keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI, serta mengancam Landasan Idiil mau pun Konstitusinil NKRI yaitu : Pancasila dan UUD 1945."

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Suara Islam Online lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalamandan dan rawan pemurtadan. ...

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Ia menjadi tulang punggung bagi keenam anak yatimnya, sejak sang suami gugur dalam amaliah jihadnya 6 tahun silam. Kritis di rumah sakit, tagihan sudah mencapai 14 juta rupiah....

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Saat sang suami menjalani ujian penjara, Ummu Muhammad mendapat ujian penyakit kelenjar. Di leher dan beberapa bagian tubuhnya tumbuh benjolan yang harus dioperasi....

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis ini hanya bisa tergolek lemah, merintih menahan sakitnya tumor ganas. Pahanya membesar seukuran bola basket. Ayahnya kuli bangunan, tidak bisa mencari nafkah karena harus menunggunya di...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Latest News
Menteri Agama Klarifikasi Dukung LGBT, Netizen: Mestinya Menag Langsung Tinggalkan Acara AJI

Menteri Agama Klarifikasi Dukung LGBT, Netizen: Mestinya Menag Langsung Tinggalkan Acara AJI

Rabu, 31 Aug 2016 03:27

Silaturahim dengan Ormas Islam, Paguyuban Pasundan Bahas Persoalan Keumatan

Silaturahim dengan Ormas Islam, Paguyuban Pasundan Bahas Persoalan Keumatan

Selasa, 30 Aug 2016 23:23

Ahok Menjadi Terkenal, Pengamat: Ini Seperti Teori yang Diadopsi dari Lee Kuan Yew

Ahok Menjadi Terkenal, Pengamat: Ini Seperti Teori yang Diadopsi dari Lee Kuan Yew

Selasa, 30 Aug 2016 22:31

Ada Indikasi AJI Jebak Menteri Agama Dukung LGBTIQ

Ada Indikasi AJI Jebak Menteri Agama Dukung LGBTIQ

Selasa, 30 Aug 2016 21:06

Pernah Sebut jadi Presiden karena Pengembang, Prodem: Itu Ganggu Akal Sehat, tapi Jokowi Diam

Pernah Sebut jadi Presiden karena Pengembang, Prodem: Itu Ganggu Akal Sehat, tapi Jokowi Diam

Selasa, 30 Aug 2016 20:31

GIB: Menteri Agama Terang Benderang Dukung LGBTIQ

GIB: Menteri Agama Terang Benderang Dukung LGBTIQ

Selasa, 30 Aug 2016 20:16

Situs Mesin Pencari Milik Microsoft Samakan 'Daesh' dengan 'Arab Saudi'

Situs Mesin Pencari Milik Microsoft Samakan 'Daesh' dengan 'Arab Saudi'

Selasa, 30 Aug 2016 19:45

Dewan Dakwah Lawan Permutadan dengan Pengkaderan Dai

Dewan Dakwah Lawan Permutadan dengan Pengkaderan Dai

Selasa, 30 Aug 2016 19:45

Pejuang Abu Sayyaf Tewaskan 15 Tentara Filipina dalam Pertempuran di Sulu

Pejuang Abu Sayyaf Tewaskan 15 Tentara Filipina dalam Pertempuran di Sulu

Selasa, 30 Aug 2016 18:39

Siapa dan Apa Kepentingan Ahok yang bak Super Hero Tundukkan Partai-partai Politik?

Siapa dan Apa Kepentingan Ahok yang bak Super Hero Tundukkan Partai-partai Politik?

Selasa, 30 Aug 2016 18:31

Nihil Komentar Soal Kebijakan di DKI, Jokowi Diduga Tersandera Politik Ahok

Nihil Komentar Soal Kebijakan di DKI, Jokowi Diduga Tersandera Politik Ahok

Selasa, 30 Aug 2016 16:31

Menteri Agama Mengaku Tak Tahu Jika pada Acara AJI Ada Pemberian Penghargaan Komunitas LGBT

Menteri Agama Mengaku Tak Tahu Jika pada Acara AJI Ada Pemberian Penghargaan Komunitas LGBT

Selasa, 30 Aug 2016 15:23

IMM Berharap MK Kabulkan Pasal Pidana Bagi Pelaku LGBT

IMM Berharap MK Kabulkan Pasal Pidana Bagi Pelaku LGBT

Selasa, 30 Aug 2016 14:32

Pengamat: Jokowi Lindungi dan Dukung Ahok(?)

Pengamat: Jokowi Lindungi dan Dukung Ahok(?)

Selasa, 30 Aug 2016 14:31

Ledakan Bom Mobil Guncang Kedutaan Besar Cina di Ibukota Kyrgystan

Ledakan Bom Mobil Guncang Kedutaan Besar Cina di Ibukota Kyrgystan

Selasa, 30 Aug 2016 14:00

Bila Benar Miliki Akses ke Elit TNI & Dibeking Pemilik Modal, Ahok akan Menang di Pilkada

Bila Benar Miliki Akses ke Elit TNI & Dibeking Pemilik Modal, Ahok akan Menang di Pilkada

Selasa, 30 Aug 2016 12:31

Pernyataan Pelintiran Dukung Pemimpin Non-muslim Beredar di Media, Ini Klarifikasi Habib Rizieq

Pernyataan Pelintiran Dukung Pemimpin Non-muslim Beredar di Media, Ini Klarifikasi Habib Rizieq

Selasa, 30 Aug 2016 11:23

Islamophobia Merebak di Dunia, Apa Kabar Indonesia?

Islamophobia Merebak di Dunia, Apa Kabar Indonesia?

Selasa, 30 Aug 2016 10:47

Afghanistan Tangkap Pejabat Iran Perekrut Warga Syi'ah Afghan untuk Bertempur di Suriah

Afghanistan Tangkap Pejabat Iran Perekrut Warga Syi'ah Afghan untuk Bertempur di Suriah

Selasa, 30 Aug 2016 10:45

Merasa Berani dan Tegas, Ahok Dituding Berlindung di Ketiak Pemilik Modal

Merasa Berani dan Tegas, Ahok Dituding Berlindung di Ketiak Pemilik Modal

Selasa, 30 Aug 2016 10:31


Must Read!
X