Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.347 views

Komnas HAM, Aktor di Balik Pencabutan Perda Anti Miras?

Senin, 16 Januari 2012 | 00:40:31 WIB

 

Jakarta (SI ONLINE) - Terbuktilah apa yang dinyatakan DPP Front Pembela Islam (FPI) dalam pernyataan sikapnya yang disampaikan saat aksi menolak pencabutan Perda Anti Miras di depan Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (12/1/2012) lalu. FPI mensinyalir bahwa kelompok-kelompok Liberal berada di balik upaya pencabutan Perda Anti Miras di sejumlah daerah. Dan kali ini, diduga kelompok liberal yang berada di balik pencabutan perda anti miras itu adalah orang-orang yang 'menghuni' kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Seperti diberitakan Republika Online, Ahad (15/1/2012), alasan Kemendagri mengevaluasi perda tentang pelarangan minuman keras adalah karena didesak oleh Komnas HAM. Oleh Komnas HAM, Perda Kota Tangerang Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol dianggap melanggar HAM.

Hal ini terungkap dari surat Walikota Tangerang Wahidin Halim yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, yang menyatakan Perda Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol tidaklah bertentangan dengan HAM.

Republika mengaku mendapatkan salinan dokumen surat bernomor 188.24/1196 – Hukum/2011 perihal klarifikasi Perda Nomor 7 Tahun 2005 tertanggal 18 Mei 2011 yang menjelaskan bahwa Perda Kota Tangerang Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol tidak bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Saat hal ini dikonfirmasi ke Komnas HAM, salah satu komisioner Komnas HAM Johny Nelson Simanjutak menegaskan pihaknya tak pernah secara eksplisit menyebutkan agar Perda Larangan Miras yang ditinjau ulang. Nelson mengakui hanya mengkritisi perda-perda syariah dan meminta Kemendagri untuk meninjau kembali perda-perda tersebut. “Karena dapat menimbulkan konflik horizontal,” kata Johny melalui telepon genggamnya seperti dirilis Republika, Ahad (15/1/2012).

Selama ini dipahami dan diopinikan bahwa Perda Anti Miras tergolong dalam 'Perda Syariah.' Perda-perda lain yang dianggap sebagai Perda Syariah adalah tentang kewajiban baca tulis Al-Qur'an. Padahal Mendagri Gamawan Fauzi sendiri mengaku saat menjadi Bupati Solok ia pernah membuat Perda Wajib Baca Al Quran bagi kaum muslim dan melarang orang menikah bila belum bisa membaca Al Quran. Kapuspen Kemendagri Roydonnyzar Moenek, Kamis (12/1/2012, dengan bangganya mengatakan hal ini di depan para pengunjuk rasa yang menolak pencabutan perda anti miras.

Fakta ini makin membenarkan sinyalemen FPI. Dalam pernyataan yang ditanda tangani Habib Muhammad Rizieq Syihab dan KH Ahmad Shobri Lubis, Kamis (12/1/2012) FPI menyatakan, "Sejak lama, gerakan Islam di Indonesia memperjuangkan penerapan Syariat Islam secara KONSTITUSIONAL agar menjadi Hukum Nasional di Indonesia. Sebaliknya, kaum Liberal Indonesia dengan berbagai macam cara selalu mengupayakan pembatalan Perda-Perda Syariat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Perda Anti Miras, dengan dalih mengebiri kebebasan dan melanggar HAM serta tidak sesuai dengan alam kebhinnekaan. Bahkan sudah berulang kali mereka mengajukan Yudicial Review sejumlah Undang-Undang yang dinilai bernuansa "Syariat" ke Mahkamah Konstitusi RI, antara lain : UU Penodaan Agama, UU Perjudian dan UU Pornografi, tapi mereka selalu gagal."

FPI juga menyatakan, "Kini, setelah Kaum Liberal berulang kali "keok" di jalur hukum, mereka mulai menggunakan "OTOT KEKUASAAN", salah satunya adalah dengan MEMPERALAT Pemerintah RI untuk membatalkan Perda-Perda Syariat di seluruh Indonesia. Karenanya, benang merah yang menghubungkan Agenda Liberal dengan Keputusan Kemendagri dalam pencabutan Perda Anti Miras di berbagai daerah sangat jelas dan terang benderang, sehingga menjadi indikator kuat bahwa Kemendagri telah disusupi AGEN LIBERAL yang memiliki agenda sangat berbahaya terhadap keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI, serta mengancam Landasan Idiil mau pun Konstitusinil NKRI yaitu : Pancasila dan UUD 1945."

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Suara Islam Online lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Dalam usia dua tahun sudah menderita komplikasi lahir batin. Lahir tanpa belaian sang ayah, ia mengidap penyakit jantung, pengecilan otak, gangguan pernafasan dan paru-paru. Ia sudah dioperasi...

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
(Video) HNW: Musuh Kita Sesungguhnya Zionis Israel !

(Video) HNW: Musuh Kita Sesungguhnya Zionis Israel !

Jum'at, 21 Jul 2017 19:25

Agar Tidak Disebut Pencitraan dan Coreng Umat Islam, Anies-Sandi harus Tepati Janji Kampanye

Agar Tidak Disebut Pencitraan dan Coreng Umat Islam, Anies-Sandi harus Tepati Janji Kampanye

Jum'at, 21 Jul 2017 18:55

Tongkat Perppu dan Tongkat Musa

Tongkat Perppu dan Tongkat Musa

Jum'at, 21 Jul 2017 18:41

Enam Roket Mendarat di Dekat Kediaman Mantan Komandan Jihad Afghanistan Sayyaf

Enam Roket Mendarat di Dekat Kediaman Mantan Komandan Jihad Afghanistan Sayyaf

Jum'at, 21 Jul 2017 18:15

Polisi Larang Forum Umat Islam Semarang Gelar Aksi Tolak Perppu

Polisi Larang Forum Umat Islam Semarang Gelar Aksi Tolak Perppu

Jum'at, 21 Jul 2017 18:06

Mahasiswa dan Pemuda Solo Aksi Solidaritas Bela Al Aqsha

Mahasiswa dan Pemuda Solo Aksi Solidaritas Bela Al Aqsha

Jum'at, 21 Jul 2017 17:39

Ribuan Warga Palestina Berbaris Menuju Al-Aqsa untuk Mengecam Langkah Keamanan Israel

Ribuan Warga Palestina Berbaris Menuju Al-Aqsa untuk Mengecam Langkah Keamanan Israel

Jum'at, 21 Jul 2017 17:30

Membiasakan Memberi Kabar Gembira

Membiasakan Memberi Kabar Gembira

Jum'at, 21 Jul 2017 17:10

[Video] Irene Handono: Islamphobia di Indonesia Meningkat, Justru di AS & Rusia Kebangkitan Islam

[Video] Irene Handono: Islamphobia di Indonesia Meningkat, Justru di AS & Rusia Kebangkitan Islam

Jum'at, 21 Jul 2017 16:32

Wanita Saudi yang Ditangkap Karena Mengenakan Rok Mini Dibebaskan Tanpa Dakwaan

Wanita Saudi yang Ditangkap Karena Mengenakan Rok Mini Dibebaskan Tanpa Dakwaan

Jum'at, 21 Jul 2017 14:45

Kasus Chester Bennington, Cermin Kegagalan Kapitalisme?

Kasus Chester Bennington, Cermin Kegagalan Kapitalisme?

Jum'at, 21 Jul 2017 14:22

Walau pada Akhirnya Berjuang Sendiri, Yusril akan Tetap Melawan UU Pemilu ke MK

Walau pada Akhirnya Berjuang Sendiri, Yusril akan Tetap Melawan UU Pemilu ke MK

Jum'at, 21 Jul 2017 11:49

Menyelamatkan Indonesia, Despacito ala Puerto Rico atau....?

Menyelamatkan Indonesia, Despacito ala Puerto Rico atau....?

Jum'at, 21 Jul 2017 11:14

Yusril akan Melawan UU Pemilu yang Baru Disahkan DPR ke MK

Yusril akan Melawan UU Pemilu yang Baru Disahkan DPR ke MK

Jum'at, 21 Jul 2017 10:49

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Jum'at, 21 Jul 2017 10:41

Dalam Sejarah Priok Berdarah, Napi malah Tidak Dituduh Anti Pancasila

Dalam Sejarah Priok Berdarah, Napi malah Tidak Dituduh Anti Pancasila

Kamis, 20 Jul 2017 22:51

Pengamat: Golkar Pasti Selamat, Ini Baru Tingkat Setnov, Golkar Pernah Diuji di Level Soeharto

Pengamat: Golkar Pasti Selamat, Ini Baru Tingkat Setnov, Golkar Pernah Diuji di Level Soeharto

Kamis, 20 Jul 2017 21:51

ANNAS: Tidak Mudah Menuduh Bahwa Ormas Islam itu Anti Pancasila

ANNAS: Tidak Mudah Menuduh Bahwa Ormas Islam itu Anti Pancasila

Kamis, 20 Jul 2017 21:45

Sumber: Pejuang Oposisi Dukungan Turki Kemungkinan Akan Ikut Perangi HTS di Idlib

Sumber: Pejuang Oposisi Dukungan Turki Kemungkinan Akan Ikut Perangi HTS di Idlib

Kamis, 20 Jul 2017 21:30

Pengungsi Suriah Berdemo di Depan kedubes Jerman di Yunani Tuntut Dipersatukan dengan Keluarga

Pengungsi Suriah Berdemo di Depan kedubes Jerman di Yunani Tuntut Dipersatukan dengan Keluarga

Kamis, 20 Jul 2017 21:00


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 18/07/2017 14:20

Ilusi Konstitusi, Demokrasi dan HTI