Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
Insiden

Berita Terkait

4.874 views

Insiden "Injak Bendera Merah Putih", PKS Sibuk Bela Diri

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Kali ini, sebuah acara peringatan ulang tahun (Milad) PKS ke-13 di Kota Tasikmalaya diwarnai oleh penodaan terhadap simbol negara. Ada aksi teatrikal 8 siswi SMA Al Muttaqin yang diundang meramaikan Milad PKS menginjak-injak kain merah putih berukuran 2 X 6 meter. Kontan saja aksi itu langsung dihentikan polisi setempat. Polisi pun memeriksa para siswi dan panitia.

Aksi itu terjadi saat 8 siswi SMA Al Muttaqin itu mempersembahkan teaterikal tentang banyaknya koruptor di Indonesia. Nah, di akhir babak, mereka berniat membersihkan merah putih itu.

Pembersihan dilakukan sebagai bentuk kegeraman mereka terhadap koruptor yang dianggap menodai negeri ini. Namun tak disangka, rupanya kain merah putih itu terinjang-injak para siswa. "Siswa ini geram karena banyak koruptor di Indonesia, lalu mereka akan membersihkannya," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Taufik Ridho.

Kontan saja aksi itu menuai kritikan. Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid menilai kejadian itu merupakan bentuk penistaan terhadap simbol negara. "Itu wajib ditindak tegas dan dihukum seberat beratnya," kata Nusron. "Alasan seni macam apa, kalau menginjak-injak Merah Putih dan menghina martabat Bangsa dan Negara?"

Begitu pun yang diungkapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung. Ia menilai tindakan injak bendera di acara mana pun tidak sepatutnya dilakukan. "Bendera negara adalah sesuatu yang harus dihargai semua warga negara," kata politikus PDI Perjuangan ini.

Kritikan rada lembut dilontarkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Akhmad Muqowam. Kata dia, jika insiden injak bendera itu terjadi berarti itu wujud keringnya nasionalisme PKS. "Jika disengaja, naudzubillah min dzalik, partai itu tak menjadikan nasionalisme sebagai prasyarat eksistensi partai di Indonesia," katanya.

Beragam sorotan itu membuat para elit PKS sibuk mengeluarkan pembelaan. Menurut Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq aksi teatrikal itu tak bermaksud melecehkan bendera merah putih sebagai simbol negara. Sebab, aksi itu berlangsung pada sehelai kain, bukan simbol negara. "Tak disangka di ujung tarian ada kain seperti bendera merah putih terinjak peserta tari," kata Mahfudz.

Insiden ini juga membuat bekas Presiden PKS yang sekarang Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, turun tangan. Lewat akun Twitter-nya @tifsembiring, ia meminta maaf atas insiden itu. PKS berjanji akan lebih ketat mengontrol acara-acara sensitif yang bisa menimbulkan kesalahpahaman masyarakat.

Memang aksi ini bukan pertama kali. Beberapa kasus penistaan terhadap simbol negara juga pernah terjadi:

Juni 2002

Aktivis Tegar ditangkap usai menghina foto Presiden Megawati dan Wapres Hamzah Haz. Saat itu mereka melakukan aksi teatrikal menggulingkan kursi terbalik dan foto presiden dan wapres terjatuh. Saat itu juga mereka langsung menginjak-injak foto tersebut.

November 2002

Seorang anggota Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat bersama anggota Partai Rakyat Demokratik, Forum Kota, Gerakan Pemuda Kerakyatan, dan Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat melakukan unjuk rasa di depan Istana. Pada aksi tersebut terdapat aksi teatrikal merobek foto Presiden Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz dan memasukannya ke tempat sampah.

2003

Pada soal ulangan umum Sekolah Dasar di Kecamatan Tanon, Sragen, terjadi penggantian lambang sila yang ada di Pancasila. Pada salah satu soal, lambang sila keempat Pancasila diganti menjadi gambar banteng moncong putih logo PDIP. Kasus ini berhenti di tempat.

Desember 2004

Seorang mahasiswa Universitas Udayana Bali membakar beberapa foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Akibatnya dia langsung ditangkap aparat. Aksi pembakaran terjadi saat unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.

Mei 2005

Bay Harkat Firdaus, aktivis dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, harus menerima pasal karet haatzaai artikelen peninggalan pemerintah kolonial. Ia dinyatakan bersalah dan masuk penjara selama 5 bulan 2 hari. Sebelumnya, pada Desember 2004 Bay membakar foto SBY-JK pada aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM di depan kampusnya.

Oktober 2009

Insiden perobekan bendera terjadi saat Malam Renungan Sumpah Pemuda di Bundaran Jalan Pahlawan Semarang. Acara yang diadakan Persatuan Organisasi Mahasiswa (Poros) menampilkan aksi teatrikal memperebutkan bendera yang mengakibatkan bendera robek menjadi dua bagian. Dalam kasus ini, polisi memintai keterangan para mahasiswa karena dianggap tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan.

Oktober 2009

Empat mahasiswa diperiksa akibat melakukan pembakaran foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menggelar aksi massa di DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Januari 2010

Pada unjuk rasa memperingati 100 hari kerja pemerintahan Presiden SBY di Bundaran Hotel Indonesia, Presiden disimbolkan sebagai kerbau yang saat itu dibawa berunjuk rasa. Di tubuh kerbau di tulis Si Buya dan gambar Presiden. Polisi akhirnya melarang kerbau diikutsertakan pada aksi-aksi selanjutnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq menjelaskan kronologi insiden "injak bendera merah putih" oleh penari pengisi acara milad PKS di Tasikmalaya, Jawa Barat, adalah ketidaksengajaan. Menurut dia, ada sumbangan tarian daerah dengan tema kesatuan nusantara dalam acara perayaan milad PKS di Tasikmalaya, Sabtu lalu.

"Memang menggunakan kain ukuran 2x6 meter, itu memang warnanya merah putih," kata Mahfudz di DPR, Senin (25/4/2011).

Di ujung acara, lanjutnya, mereka menaruh kain merah putih sebagai simbolisasi mereka hidup bersama di atas Indonesia. "Ini adalah satu insiden yang tidak dimaksudkan menghina bendera Indonesia. Namun kemudian dipahami pihak lain (sebaliknya). Ini yang menjadi multitafsir," katanya.

Menurut Mahfudz, pengurus PKS juga kaget karena mengetahui warna kain yang dipakai merah putih. Sebab, tarian tradisional itu sumbangan di luar konsep acara. "Kami tidak tahu sama sekali karena ini kan di luar gladi resik yang dilakukan. Namanya juga acara di luar seperti bazar kan kami tidak tahu," katanya.

Setelah insiden, kepada pengurus PKS, penari menjelaskan bahwa pentas menggambarkan beragam suku bangsa berada dalam satu Indonesia. "Tidak dimaksudkan menghina bendera Indonesia," ujarnya.

Pihak PKS kemudian menjelaskan hal tersebut ke Polresta Tasikmalaya. Menurutnya, polisi bisa menerima penjelasan, karena Kapolresta Tasikmalaya menilai tidak mungkin PKS punya niat meremehkan NKRI. "Tidak ada yang ditahan," katanya. (fn/tm/vs) www.suaramedia.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Suara Media lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Sepeninggal sang ayah setelah masuk Islam, enam anak berstatus muallaf yatim ini hidup prihatin serba kekurangan. Ayo bantu modal usaha dan beasiswa untuk masa depan Islam...

Latest News
Fraksi PKS Tegaskan Tolak Perppu Ormas

Fraksi PKS Tegaskan Tolak Perppu Ormas

Rabu, 18 Oct 2017 17:50

Sebut Pribumi, justru Menteri Ini Berpotensi Bertentangan dengan Inpres 26/98

Sebut Pribumi, justru Menteri Ini Berpotensi Bertentangan dengan Inpres 26/98

Rabu, 18 Oct 2017 16:25

Mudahkan Kerja Polisi, Unsyiah Buat Robot Terbang untuk Deteksi Ganja

Mudahkan Kerja Polisi, Unsyiah Buat Robot Terbang untuk Deteksi Ganja

Rabu, 18 Oct 2017 14:50

Inpres 26/98 Tidak Melarang Gunakan Istilah Pribumi

Inpres 26/98 Tidak Melarang Gunakan Istilah Pribumi

Rabu, 18 Oct 2017 14:25

Komnas HAM: Pembakaran Masjid Muhammadiyah Ancam Demokrasi

Komnas HAM: Pembakaran Masjid Muhammadiyah Ancam Demokrasi

Rabu, 18 Oct 2017 14:15

Pemuda Muhammadiyah Se-Aceh Kecam Pembakaran Masjid Taqwa di Bireuen

Pemuda Muhammadiyah Se-Aceh Kecam Pembakaran Masjid Taqwa di Bireuen

Rabu, 18 Oct 2017 14:12

Masjid Milik Muhammadiyah yang Sedang Dibangun di Bireuen Dibakar Orang Tak Dikenal

Masjid Milik Muhammadiyah yang Sedang Dibangun di Bireuen Dibakar Orang Tak Dikenal

Rabu, 18 Oct 2017 13:55

Komandan Senior Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran Tewas di Suriah

Komandan Senior Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran Tewas di Suriah

Rabu, 18 Oct 2017 11:45

Malacanang Desak Pejuang Islamic State (IS) yang Tersisa di Marawi Menyerahkan Diri

Malacanang Desak Pejuang Islamic State (IS) yang Tersisa di Marawi Menyerahkan Diri

Rabu, 18 Oct 2017 10:15

DDII Berangkatkan Tiga Relawan ke Perbatasan Myanmar dan Bangladesh

DDII Berangkatkan Tiga Relawan ke Perbatasan Myanmar dan Bangladesh

Rabu, 18 Oct 2017 09:58

Shell Tegaskan Dukung LGBT

Shell Tegaskan Dukung LGBT

Rabu, 18 Oct 2017 08:45

HRW Sebut Hampir 300 Desa Muslim Rohingya Telah Dibakar di Rakhine Myanmar

HRW Sebut Hampir 300 Desa Muslim Rohingya Telah Dibakar di Rakhine Myanmar

Rabu, 18 Oct 2017 08:38

Hendak Melakukan Peliputan, Reporter TvOne Diusir dari Kawasan Reklamasi Teluk Jakarta

Hendak Melakukan Peliputan, Reporter TvOne Diusir dari Kawasan Reklamasi Teluk Jakarta

Rabu, 18 Oct 2017 06:43

Mindset Perubahan Modernisasi Muslimah

Mindset Perubahan Modernisasi Muslimah

Rabu, 18 Oct 2017 05:40

582.000 Pengungsi Rohingya Tiba di Bangladesh Sejak Akhir Agustus

582.000 Pengungsi Rohingya Tiba di Bangladesh Sejak Akhir Agustus

Selasa, 17 Oct 2017 20:35

50 Tewas 200 Lebih Terluka dalam Serangan Terkoordinasi Taliban pada Pasukan Polisi Afghanistan

50 Tewas 200 Lebih Terluka dalam Serangan Terkoordinasi Taliban pada Pasukan Polisi Afghanistan

Selasa, 17 Oct 2017 20:15

Tuduh Anies Rasis? Politisi: Nalarnya Hendardi harus Diperiksa

Tuduh Anies Rasis? Politisi: Nalarnya Hendardi harus Diperiksa

Selasa, 17 Oct 2017 19:09

Indra J. Piliang ke Ketua SETARA Institut: Banyak-banyak Membaca daripada Gemar Pelintir

Indra J. Piliang ke Ketua SETARA Institut: Banyak-banyak Membaca daripada Gemar Pelintir

Selasa, 17 Oct 2017 17:09

Shalat Lima Waktu dengan Sekali Wudhu', Bolehkah?

Shalat Lima Waktu dengan Sekali Wudhu', Bolehkah?

Selasa, 17 Oct 2017 17:06

Kuliah & Penempatan Kerja Dengan 8 Kelebihan di PNJ CBD Campus

Kuliah & Penempatan Kerja Dengan 8 Kelebihan di PNJ CBD Campus

Selasa, 17 Oct 2017 15:43


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Ahad, 15/10/2017 17:23

Daging Halal Prioritasku