Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
Insiden

Berita Terkait

3.605 views

Insiden "Injak Bendera Merah Putih", PKS Sibuk Bela Diri

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Kali ini, sebuah acara peringatan ulang tahun (Milad) PKS ke-13 di Kota Tasikmalaya diwarnai oleh penodaan terhadap simbol negara. Ada aksi teatrikal 8 siswi SMA Al Muttaqin yang diundang meramaikan Milad PKS menginjak-injak kain merah putih berukuran 2 X 6 meter. Kontan saja aksi itu langsung dihentikan polisi setempat. Polisi pun memeriksa para siswi dan panitia.

Aksi itu terjadi saat 8 siswi SMA Al Muttaqin itu mempersembahkan teaterikal tentang banyaknya koruptor di Indonesia. Nah, di akhir babak, mereka berniat membersihkan merah putih itu.

Pembersihan dilakukan sebagai bentuk kegeraman mereka terhadap koruptor yang dianggap menodai negeri ini. Namun tak disangka, rupanya kain merah putih itu terinjang-injak para siswa. "Siswa ini geram karena banyak koruptor di Indonesia, lalu mereka akan membersihkannya," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Taufik Ridho.

Kontan saja aksi itu menuai kritikan. Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid menilai kejadian itu merupakan bentuk penistaan terhadap simbol negara. "Itu wajib ditindak tegas dan dihukum seberat beratnya," kata Nusron. "Alasan seni macam apa, kalau menginjak-injak Merah Putih dan menghina martabat Bangsa dan Negara?"

Begitu pun yang diungkapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung. Ia menilai tindakan injak bendera di acara mana pun tidak sepatutnya dilakukan. "Bendera negara adalah sesuatu yang harus dihargai semua warga negara," kata politikus PDI Perjuangan ini.

Kritikan rada lembut dilontarkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Akhmad Muqowam. Kata dia, jika insiden injak bendera itu terjadi berarti itu wujud keringnya nasionalisme PKS. "Jika disengaja, naudzubillah min dzalik, partai itu tak menjadikan nasionalisme sebagai prasyarat eksistensi partai di Indonesia," katanya.

Beragam sorotan itu membuat para elit PKS sibuk mengeluarkan pembelaan. Menurut Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq aksi teatrikal itu tak bermaksud melecehkan bendera merah putih sebagai simbol negara. Sebab, aksi itu berlangsung pada sehelai kain, bukan simbol negara. "Tak disangka di ujung tarian ada kain seperti bendera merah putih terinjak peserta tari," kata Mahfudz.

Insiden ini juga membuat bekas Presiden PKS yang sekarang Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, turun tangan. Lewat akun Twitter-nya @tifsembiring, ia meminta maaf atas insiden itu. PKS berjanji akan lebih ketat mengontrol acara-acara sensitif yang bisa menimbulkan kesalahpahaman masyarakat.

Memang aksi ini bukan pertama kali. Beberapa kasus penistaan terhadap simbol negara juga pernah terjadi:

Juni 2002

Aktivis Tegar ditangkap usai menghina foto Presiden Megawati dan Wapres Hamzah Haz. Saat itu mereka melakukan aksi teatrikal menggulingkan kursi terbalik dan foto presiden dan wapres terjatuh. Saat itu juga mereka langsung menginjak-injak foto tersebut.

November 2002

Seorang anggota Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat bersama anggota Partai Rakyat Demokratik, Forum Kota, Gerakan Pemuda Kerakyatan, dan Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat melakukan unjuk rasa di depan Istana. Pada aksi tersebut terdapat aksi teatrikal merobek foto Presiden Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz dan memasukannya ke tempat sampah.

2003

Pada soal ulangan umum Sekolah Dasar di Kecamatan Tanon, Sragen, terjadi penggantian lambang sila yang ada di Pancasila. Pada salah satu soal, lambang sila keempat Pancasila diganti menjadi gambar banteng moncong putih logo PDIP. Kasus ini berhenti di tempat.

Desember 2004

Seorang mahasiswa Universitas Udayana Bali membakar beberapa foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Akibatnya dia langsung ditangkap aparat. Aksi pembakaran terjadi saat unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.

Mei 2005

Bay Harkat Firdaus, aktivis dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, harus menerima pasal karet haatzaai artikelen peninggalan pemerintah kolonial. Ia dinyatakan bersalah dan masuk penjara selama 5 bulan 2 hari. Sebelumnya, pada Desember 2004 Bay membakar foto SBY-JK pada aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM di depan kampusnya.

Oktober 2009

Insiden perobekan bendera terjadi saat Malam Renungan Sumpah Pemuda di Bundaran Jalan Pahlawan Semarang. Acara yang diadakan Persatuan Organisasi Mahasiswa (Poros) menampilkan aksi teatrikal memperebutkan bendera yang mengakibatkan bendera robek menjadi dua bagian. Dalam kasus ini, polisi memintai keterangan para mahasiswa karena dianggap tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan.

Oktober 2009

Empat mahasiswa diperiksa akibat melakukan pembakaran foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menggelar aksi massa di DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Januari 2010

Pada unjuk rasa memperingati 100 hari kerja pemerintahan Presiden SBY di Bundaran Hotel Indonesia, Presiden disimbolkan sebagai kerbau yang saat itu dibawa berunjuk rasa. Di tubuh kerbau di tulis Si Buya dan gambar Presiden. Polisi akhirnya melarang kerbau diikutsertakan pada aksi-aksi selanjutnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq menjelaskan kronologi insiden "injak bendera merah putih" oleh penari pengisi acara milad PKS di Tasikmalaya, Jawa Barat, adalah ketidaksengajaan. Menurut dia, ada sumbangan tarian daerah dengan tema kesatuan nusantara dalam acara perayaan milad PKS di Tasikmalaya, Sabtu lalu.

"Memang menggunakan kain ukuran 2x6 meter, itu memang warnanya merah putih," kata Mahfudz di DPR, Senin (25/4/2011).

Di ujung acara, lanjutnya, mereka menaruh kain merah putih sebagai simbolisasi mereka hidup bersama di atas Indonesia. "Ini adalah satu insiden yang tidak dimaksudkan menghina bendera Indonesia. Namun kemudian dipahami pihak lain (sebaliknya). Ini yang menjadi multitafsir," katanya.

Menurut Mahfudz, pengurus PKS juga kaget karena mengetahui warna kain yang dipakai merah putih. Sebab, tarian tradisional itu sumbangan di luar konsep acara. "Kami tidak tahu sama sekali karena ini kan di luar gladi resik yang dilakukan. Namanya juga acara di luar seperti bazar kan kami tidak tahu," katanya.

Setelah insiden, kepada pengurus PKS, penari menjelaskan bahwa pentas menggambarkan beragam suku bangsa berada dalam satu Indonesia. "Tidak dimaksudkan menghina bendera Indonesia," ujarnya.

Pihak PKS kemudian menjelaskan hal tersebut ke Polresta Tasikmalaya. Menurutnya, polisi bisa menerima penjelasan, karena Kapolresta Tasikmalaya menilai tidak mungkin PKS punya niat meremehkan NKRI. "Tidak ada yang ditahan," katanya. (fn/tm/vs) www.suaramedia.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Suara Media lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Tebar Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, Dakwah Pedalamandan dan Rawan Pemurtadan

Tebar Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, Dakwah Pedalamandan dan Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama. Mari berqurban ke pesantren, penjara, keluarga mujahid, dakwah pedalamandan dan rawan pemurtadan. ...

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair adalah seorang mujahid yang sedang menjalani vonis 9 tahun penjara di LP Medan, Sumatera Utara. Keenam anaknya berstatus yatim, menjadi tanggung jawab kaum Muslimin....

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Kondisi Ummi Syaja'ah membaik pasca operasi. Untuk mengobati Serosis Hepatis (pengerasan hati) yang dideritanya, ditempuh terapi thibbun nabawi di rumah sehat Naturaid Jombang....

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Latest News
Kisah Mualaf Masha Alalykina: Model Rusia yang Meninggalkan Ketenaran demi Islam

Kisah Mualaf Masha Alalykina: Model Rusia yang Meninggalkan Ketenaran demi Islam

Jum'at, 04 Sep 2015 10:09

Islamic State Wilayah Damaskus Berlakukan Hukum Islam Terhadap Kaum Nasrani Kota Qaryatain

Islamic State Wilayah Damaskus Berlakukan Hukum Islam Terhadap Kaum Nasrani Kota Qaryatain

Jum'at, 04 Sep 2015 09:24

Jerman Serahkan Perekrut Islamic State Asal Maroko ke Pihak Kepolisian Spanyol

Jerman Serahkan Perekrut Islamic State Asal Maroko ke Pihak Kepolisian Spanyol

Jum'at, 04 Sep 2015 08:54

 Implikasi Pertemuan Raja Salman bin Abdul Aziz dengan Barack Obama?

Implikasi Pertemuan Raja Salman bin Abdul Aziz dengan Barack Obama?

Jum'at, 04 Sep 2015 07:03

RAPBN: Target Pajak Digenjot, Beban Rakyat Ditambah

RAPBN: Target Pajak Digenjot, Beban Rakyat Ditambah

Kamis, 03 Sep 2015 23:15

DDII Bandung: Ganyang PKI, Turunkan Jokowi

DDII Bandung: Ganyang PKI, Turunkan Jokowi

Kamis, 03 Sep 2015 22:55

Mantan Sersan Kepala Angkatan Udara Belanda Bergabung dengan Islamic State?

Mantan Sersan Kepala Angkatan Udara Belanda Bergabung dengan Islamic State?

Kamis, 03 Sep 2015 22:18

MUI Harus Lebih Tegas Memelihara Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah

MUI Harus Lebih Tegas Memelihara Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah

Kamis, 03 Sep 2015 22:15

Para Penakluk Ahzab dalam Lintasan Sejarah (bagian-1)

Para Penakluk Ahzab dalam Lintasan Sejarah (bagian-1)

Kamis, 03 Sep 2015 21:50

Turki Kecewa Atas Eropa yang Ubah Lautan menjadi Kuburan

Turki Kecewa Atas Eropa yang Ubah Lautan menjadi Kuburan

Kamis, 03 Sep 2015 21:45

Astagfirullah! Tempat Pelacuran Masuk Brosur Pariwisata Pemda DKI Jakarta

Astagfirullah! Tempat Pelacuran Masuk Brosur Pariwisata Pemda DKI Jakarta

Kamis, 03 Sep 2015 21:30

Masihkah Masyarakat Dunia Menutup Mata atas Penderitaan Mereka?

Masihkah Masyarakat Dunia Menutup Mata atas Penderitaan Mereka?

Kamis, 03 Sep 2015 19:57

Serangan Udara Saudi Hancurkan Gudang Senjata Pemberotak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Serangan Udara Saudi Hancurkan Gudang Senjata Pemberotak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Kamis, 03 Sep 2015 19:35

Junta Militer Mesir Akan Banjiri Terowongan 'Kehidupan' ke Gaza dengan Air

Junta Militer Mesir Akan Banjiri Terowongan 'Kehidupan' ke Gaza dengan Air

Kamis, 03 Sep 2015 19:00

Tolak Tokoh Pembantai ke Indonesia, ISFH Siap Hadang di Istana

Tolak Tokoh Pembantai ke Indonesia, ISFH Siap Hadang di Istana

Kamis, 03 Sep 2015 15:45

Zionis Israel Serang Markas Pelatihan Hamas di Gaza

Zionis Israel Serang Markas Pelatihan Hamas di Gaza

Kamis, 03 Sep 2015 15:35

Akui Tidak Ada Dasar Hukumnya, Ahok Tetap Belikan Mobil Baru

Akui Tidak Ada Dasar Hukumnya, Ahok Tetap Belikan Mobil Baru

Kamis, 03 Sep 2015 14:45

Sudah Kepalang Janji dengan Cina, Buwas pun Dikorbankan Pemerintah

Sudah Kepalang Janji dengan Cina, Buwas pun Dikorbankan Pemerintah

Kamis, 03 Sep 2015 13:45

Rihlah Cordoba: Menjadi Saksi Masjid yang Diubah Menjadi Gereja

Rihlah Cordoba: Menjadi Saksi Masjid yang Diubah Menjadi Gereja

Kamis, 03 Sep 2015 12:57

Bohongi KMP, PAN Main Dua Kaki

Bohongi KMP, PAN Main Dua Kaki

Kamis, 03 Sep 2015 12:45



Must Read!
X