Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
Belanda Hibahkan Dosa NATO Untuk Taliban

Berita Terkait

6.024 views

Belanda Hibahkan Dosa NATO Untuk Taliban

AMSTERDAM (Berita SuaraMedia) – Militer Belanda membela sebuah keputusan untuk memerintahkan serangan udara ke selatan Afghanistan yang mengakibatkan tewasnya lusinan warga sipil dan menyalahkannya pada kelompok Taliban.

Empat belas orang, termasuk enam anak-anak dan tiga wanita, terbunuh dalam serangan pada hari Rabu itu.

Menteri pertahanan Belanda mengatakan pada hari Kamis bahwa pesawat pengebom F-16 telah didatangkan untuk memberikan dukungan udara kepada pasuan NATO yang memerangi pejuang Taliban di propinsi Helmand.

Kepala staf militer Belanda, Peter van Uhm, membela serangan udara itu dan mengatakan bahwa sang pilot telah memeriksa semua peraturan yang ada.

Ia juga mengatakan bahwa tanggung jawab atas tewasnya warga sipil terletak di tangan Taliban, bukan di tangan pasukan NATO.

Serangan udara pasukan AS sejauh ini telah membunuh ratusan warga sipil di negara tersebut.

Misi bantuan PBB untuk Afghanistan (UN Assistance Mission in Afghanistan - UNAMA) mencatat angka kematian warga sipil sebesar 1.500 orang antara bulan Januari dan Agustus, dengan Agustus menjadi bulan yang paling mematikan sejak awal 2009.

Lebih dari 1.500 warga sipil telah terbunuh dalam enam bulan pertama tahun 2009, yang menunjukkan peningkatan sebesar 24% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hampir seperempat kematian warga sipil akibat serangan udara pasukan pimpinan AS di seluruh penjuru Afghanistan selama beberapa bulan terakhir.

Serangan itu telah memicu kecaman dari pemerintah maupun publik Afghan. Perkembangannya juga mulai terlihat dari perbedaan antara pemerintah Kabul dan Washington mengenai peningkatan jumlah korban sipil dalam beberapa tahun terakhir.

Serangan udara mematikan itu terjadi ketika jaksa penuntut umum di Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court – ICC) telah mengatakan bahwa para penyelidik sedang mempelajari bukti-bukti kejahatan terhadap kemanusiaan di Afghanistan.

Terlepas dari keberadaan 100.000 pasukan di negara tersebut, kekerasan di Afghanistan mencapai tingkat tertinggi sejak invasi AS tahun 2001.

Sebuah peta keamanan oleh Dewan Keamanan dan Pembangunan Internasional (International Council on Security and Development - ICOS) yang berbasis di London baru-baru ini menunjukkan bahwa aktivitas Taliban hampir memenuhi 97% wilayah negara tersebut.

Jenderal utama AS di Afghanistan, Stanley McChrystal, telah mengekspresikan kekhawatiran mendalam tentang tumbuhnya perlawanan Taliban di negara itu.

McChrystal mengatakan pada ahli pertahanan dan militer di Institut Studi Strategis Internasional di London bahwa situasinya sangat serius dan waktunya mulai habis.

Perlawanan semakin meningkat di bagian selatan dan timur Afghanistan di mana Taliban telah melawan serangan pasukan koalisi dengan bom jalanan dan penyergapan.

Tekanan terhadap AS dan sekutu Baratnya semakin besar untuk menarik pasukan keluar dari negara tersebut di tengah tingginya korban jiwa dari pihak tentara asing maupun warga sipil.

Di sisi lain, Belanda juga berada di bawah tekanan diplomatik dari AS untuk menjaga komitmennya dalam upaya keamanan internasional di Afghanistan setelah tanggal 1 Agustus tahun depan. Pada saat itu, peran Belanda sebagai "negara pemimpin" di propinsi Uruzgan akan berakhir.

Penarikan sekitar 1.300 tentara dari propinsi itu akan selesai pada 31 Desember 2009, pemerintah di The Hague telah meyakinkan parlemen. Disebutkan juga bahwa siapa anggota aliansi yang akan dipilih untuk menggantikan posisi Belanda sebagai pemimpin pasukan NATO berada di tangan NATO sendiri.

AS memuji cara tentara Belanda menjalankan misinya di Uruzgan berdasarkan model 3D (Defense atau pertahanan, Diplomacy atau diplomasi, dan Development atau pembangunan). Duta besar baru AS untuk Belanda minggu lalu mengatakan pada harian De Pers bahwa Belanda telah memainkan peran kepemimpinan dengan baik dalam NATO, mendorong negara-negara lain untuk mengikuti jejaknya.

"Karena itu, kami mengharapkan kelanjutan komitmen mereka di Afghanistan," ujar  Duta Besar Fay Hartog Levin.

"Kita memerlukan kepemimpinan militer, bantuan pembangunan, pelatihan bagi tentara dan militer Afghan, upaya rekonstruksi – semuanya," ujarnya melanjutkan.

Ia menambahkan bahwa, dalam istilah diplomatik, itu terserah pada Belanda sendiri untuk memutuskan bagaimana bentuk kelanjutan komitmen mereka.

Hampir secara simultan, duta besar AS untuk NATO, Ivo Daalder (yang merupakan keturunan Belanda seperti halnya Levin) mengatakan pada audiens The Hague hal yang kurang lebih sama, namun dengan nada yang lebih halus.

"Tentara Belanda telah bekerja sangat keras, dan mencapai banyak hal dalam memimpin upaya di Afghanistan," ujar Daalder.

"Karena itu, memutuskan tentang keterlibatan mendatang di Afghanistan, mungkin akan adil untuk menanyakan apakah cara yang terbaik untuk melindungi investasi ini adalah dengan terus terlibat di negara tersebut dan dengan upaya yang sama," ujarnya. (rin/rw/pv) www.suaramedia.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Suara Media lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Amanah Bedah Rumah Keluarga Mujahid di Bogor telah ditunaikan. Total dana Rp 7.300.000 telah disalurkan untuk perbaikan rumah korban puting beliung ini...

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Kondisi atap Rumah Singgah ini sudah tidak layak. Gentingnya banyak yang pecah, kayu atap dan plafonnya pun sudah rapuh. Butuh dana sekitar 7 juta rupiah untuk perbaikan....

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Adrian Saputra penderita hepatitis dan gagal hati harus operasi cangkok (transplantasi) hati. Upah sang ayah sebagai buruh tani dan upah sang ibu sebagai TKW tak cukup untuk biaya pengobatan....

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Meski tak ada biaya, muallaf Abdurrahman Liunima diizinkan pulang dari rumah sakit dengan jaminan Direktur IDC, seluruh biaya rumah sakit harus dilunasi selambat-lambatnya 31 Desember...

Masya Allah..!!! Satu Jam Bersama Keluarga Yatim Mujahid di Gang Sempit Ibukota Jakarta

Masya Allah..!!! Satu Jam Bersama Keluarga Yatim Mujahid di Gang Sempit Ibukota Jakarta

Hingga akhir hayatnya, ustadz Sanjaya Abdullah mengabdikan diri di jalan dakwah. Kini masa depan yatim Syifani dan Syafina yang masih SD, menjadi tanggungjawab kita hingga baligh...

Latest News
Koalisi Permanen Diuji, PBB: KMP Jangan Bubar

Koalisi Permanen Diuji, PBB: KMP Jangan Bubar

Sabtu, 06 Feb 2016 13:29

Siapkah Masyarakat Indonesia Menyambut MEA?

Siapkah Masyarakat Indonesia Menyambut MEA?

Sabtu, 06 Feb 2016 13:08

Fahira Idris Minta Dukungan Masyarakat agar UU Larangan Miras Cepat Diberlakukan

Fahira Idris Minta Dukungan Masyarakat agar UU Larangan Miras Cepat Diberlakukan

Sabtu, 06 Feb 2016 11:29

Sejak 2015 Twitter Telah Tangguhkan 125.000 Akun yang Mempromosikan Aksi Jihad

Sejak 2015 Twitter Telah Tangguhkan 125.000 Akun yang Mempromosikan Aksi Jihad

Sabtu, 06 Feb 2016 11:15

Menulislah, Bangkitkan Peradaban dengan Pena!

Menulislah, Bangkitkan Peradaban dengan Pena!

Sabtu, 06 Feb 2016 10:37

Al-Qaidah Yaman Konfirmasi Kematian Komandan Militer Mereka dalam Serangan Udara AS di Abyan

Al-Qaidah Yaman Konfirmasi Kematian Komandan Militer Mereka dalam Serangan Udara AS di Abyan

Sabtu, 06 Feb 2016 09:45

Habis Kuota Terbitlah Izin Impor

Habis Kuota Terbitlah Izin Impor

Sabtu, 06 Feb 2016 09:31

Ini Kado Ultah Partai Gerindra untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Ini Kado Ultah Partai Gerindra untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Sabtu, 06 Feb 2016 09:29

Daarul Qur'an Gaza Lahirkan Hafidz-Hafidz Cilik

Daarul Qur'an Gaza Lahirkan Hafidz-Hafidz Cilik

Sabtu, 06 Feb 2016 09:00

Al-Shabaab Rebut Kembali Kota Marka di Somalia Selatan dari Pasukan Uni Afrika

Al-Shabaab Rebut Kembali Kota Marka di Somalia Selatan dari Pasukan Uni Afrika

Sabtu, 06 Feb 2016 08:45

Paris Van Java: Dari Paris ke Jakarta

Paris Van Java: Dari Paris ke Jakarta

Sabtu, 06 Feb 2016 07:38

Hadiri, ''Benarkah Hari Kiamat Sudah Dekat'' di Pusdiklat DDII Tambun

Hadiri, ''Benarkah Hari Kiamat Sudah Dekat'' di Pusdiklat DDII Tambun

Sabtu, 06 Feb 2016 07:25

Suara Tersangkakan Ahok Menggema di Media Sosial

Suara Tersangkakan Ahok Menggema di Media Sosial

Jum'at, 05 Feb 2016 23:59

Fantastis! Utang Indonesia Tiga Kali Lipat dari Dana Pembangunan Kereta Cepat

Fantastis! Utang Indonesia Tiga Kali Lipat dari Dana Pembangunan Kereta Cepat

Jum'at, 05 Feb 2016 22:59

Efektifkah Upaya Deradikalisasi Sejak Dini untuk Masa Depan Indonesia?

Efektifkah Upaya Deradikalisasi Sejak Dini untuk Masa Depan Indonesia?

Jum'at, 05 Feb 2016 21:33

Ekonomi Cina Maju, Ekonomi Indonesia Terpuruk karena Proyek Kereta Cepat

Ekonomi Cina Maju, Ekonomi Indonesia Terpuruk karena Proyek Kereta Cepat

Jum'at, 05 Feb 2016 20:59

Seorang Jenderal Pasukan Elit Syi'ah Iran Kembali Tumbang di Tangan Mujahidin di Aleppo Suriah

Seorang Jenderal Pasukan Elit Syi'ah Iran Kembali Tumbang di Tangan Mujahidin di Aleppo Suriah

Jum'at, 05 Feb 2016 20:15

TV Al-Manar Libanon Klaim Rezim Suriah Rebut Kembali Kota Ataman dari Pejuang Oposisi

TV Al-Manar Libanon Klaim Rezim Suriah Rebut Kembali Kota Ataman dari Pejuang Oposisi

Jum'at, 05 Feb 2016 19:35

Ini Tudingan BNPT ke Ustadz Abubakar Baasyir

Ini Tudingan BNPT ke Ustadz Abubakar Baasyir

Jum'at, 05 Feb 2016 18:59

Membumikan Ekonomi Islam

Membumikan Ekonomi Islam

Jum'at, 05 Feb 2016 17:35



Must Read!
X