AMBON (voa-islam.com) - Peristiwa konflik horisontal di Maluku dari tahun 1999-2002 telah banyak meninggalkan kisah pilu bagi ribuan kaum Muslimin. Mereka yang telah kehilangan keluarga, saudara maupun harta benda akibat kezaliman kaum salibis seakan tak bisa melupakan tragedi berdarah tersebut.
Ada ribuan kisah pilu yang terus dikenang oleh kaum muslimin Maluku dari konflik horisontal berlatar belakang agama tersebut. Salah satunya adalah yang dialami seorang Ibu bernama Enong Sari Al Katiri (37 tahun).
Ia kehilangan suaminya yang menurutnya diduga diculik oleh YonGab (Batalyon Gabungan) sebelas tahun silam tepatnya pada 14 Juni 2001. Suami tercintanya yang bernama Muhammad Abduh Al Katiri yang ketika itu berusia 27 tahun hilang tidak diketahui rimbanya hingga sekarang.
Ibu Enong Sari Al Katiri istri dari Muhammad Abduh Al katiri menuturkan kepada voa-islam.com tentang kronologis bagaimana suaminya menghilang hingga sekarang.
Ia mengungkapkan, setelah penculikan dan pembantaian terhadap pasien, tenaga medis klinik Laskar Jihad Ahlussunnah wal Jama'ah dan beberapa anggota Laskar Jihad oleh YonGab di dusun Ahuru, desa Batu Merah, Ambon pada 14 Juni 2001, suaminya diajak oleh ustadz Soleh salah seorang anggota Laskar Jihad untuk mengambil jenazah korban pembantaian YonGab di dusun Ahuru.
“Suami saya pergi bersama tiga anggota Laskar Jihad untuk mengambil jenazah di Ahuru pada sore hari dan setelah itu tidak kembali," kata Ibu Enong kepada voa-islam.com, Senin (2/6/2012).
Pada saat itu ustadz Soleh meminta tiga orang untuk membantu mengambil jenazah korban pembantaian YonGab, mereka adalah suhirman,Yuswito (keduanya anggota Laskar Jihad) dan Muhammad Abduh Alkatiri.
Ketiganya bersama ustadz Soleh pergi menggunakan mobil menuju dusun Ahuru untuk mengambil jenazah korban pembantaian YonGab. Namun sejak kepergiannya tersebut keempat orang tersebut tidak pernah kembali dan mayatpun tidak pernah ditemukan.
Satu-satunya yang masih tersisa di tempat kejadian di dusun Ahuru adalah mobil yang digunakan oleh keempat orang tersebut. Mobil tersebut dalam keadaan terkunci pintu depan dan pintu belakangnya, namun penumpangnya raib entah kemana.
Hingga kini Muhammad Abduh Al katiri tidak diketahui nasibnya dan jenazahnya pun tidak pernah ditemukan. Ibu dua orang anak ini mengatakan,"saya yakin suami saya bersama tiga temannya telah diculik oleh pasukan YonGab sebab mobil yang dipergunakan suami saya ada di lokasi ditemukannya jenazah korban pembantaian oleh YonGab," tuturnya.
Meskipun telah lebih dari 11 tahun berlalu ternyata tidak mematahkan semangat dan harapan Ibu Enong akan pertemuan dengan suaminya. "saya yakin suatu saat suami saya akan kembali dalam bentuk apapun" ujarnya penuh harap.
Sekilas tentang YonGab
Dalam buku berjudul Tragedi Kebun Cengkeh oleh Ayip syafrudin & Eko Prasetyo yang diterbitkan penerbit Jihad Press, diungkapkan bahwa YonGab adalah Batalyon Gabungan dari pasukan elit TNI seperti Kopasus, Paskhas dan Marinir yang diterjunkan di Ambon untuk mengatasi konflik horisontal. Alih-alih menciptakan keamanan, kedatangan YonGab justru menjadi hantu penebar teror bagi kaum muslimin Ambon.
Berbagai macam tindakan brutal YonGab telah menyebabkan puluhan nyawa kaum muslimin melayang. Beberapa catatan hitam tentang YonGab diantaranya adalah penyerbuan terhadap Hotel Wijaya 2, penyerbuan terhadap pemukiman pengungsi Muslim di Batu Merah dan penyerangan serta penculikan di Klinik Laskar Jihad di kebun cengkeh.
Dari sekian catatan hitam YonGab maka yang paling kelam adalah peristiwa penyerangan dan penculikan terhadap pasien dan tenaga medis di Klinik Laskar Jihad Ahlussunnah wal Jama'ah yang dikenal dengan sebutan Tragedi Kebun cengkeh.
Dalam peristiwa ini para pasukan elit TNI tersebut menculik dan membantai setidaknya 21 orang pasien dan tenaga Medis yang ada di Klinik tersebut. Kedua puluh satu orang tersebut diculik dari klinik dan dari tengah jalan untuk selanjutnya dibawa ke dusun Ahuru desa, Batu merah untuk dieksekusi.
Peristiwa ini menyebabkan kemarahan dari kaum muslimin yang berujung pada perang selama satu hari antara kaum muslimin dengan pasukan YonGab. Dalam perang ini setidaknya ada sekitar 28 anggota pasukan elit TNI tersebut yang tewas dalam perang yang terjadi di daerah Kebun Cengkeh. [Widad/AF]
Dicari distributor untuk Jakarta, Bandung, Semarang, Kudus, Tasik, Solo, dll. Keripik singkong super pedas merek "Sutelo". Hub 08561517027
http://suteloantingantuk.blogspot.com
BARU!! Cara terbaik menikmati manfaat minyak buah merah. Halal dan khasiat adalah fokus kami. Terbuka kesempatan sebagai Agen dan Reseller (dropship)
http://www.biogamma.info
Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com
1000 khasiat MUTIA VCO utk kesehatan anda.
http://www.mutiavco.com
Propolis Melia, Diamond, Nano iTech, Nano Brazilian, herbal terkenal untuk kesehatan dan ikhtiar pengobatan banyak penyakit.
http://propolispropolis.blogspot.com
Peluang usaha islami terbaik 2012, menerima grosir dan eceran
http://www.indoislamicstore.com
IDC menyalurkan amanah aqiqah kepada mujahidin di penjara. Semoga ananda Muhammad Hanif menjadi generasi yang sehat, cerdas, kuat, shalih, dan sukses menjadi mujahid yang istiqamah fisabilillah...
more
Sehubungan perubahan sistem di Bank Muamalat, maka terjadi perubahan nomor rekening IDC menjadi: 34.7000.3005 dan 34.7000.3006 atas nama Infaq Dakwah Center...
more
Setelah opname sepekan di rumah sakit, alhamdulillah kondisi As-Saief sudah membaik. Biaya perawatan balita anak mujahid sudah dilunasi dari dana amanah donatur IDC...
more
Amanah para donatur IDC untuk membantu permodalan keluarga mujahid telah disampaikan kepada Ummu Abdurrahman. Dari usaha home industri menjahit ini, ia berobsesi untuk bisa berinfaq terhadap...
more
Dalam harta yang kita ada hak orang lain. Zakat adalah senyum masa depan fakir miskin. Salurkan zakat, infaq dan sedekah ke program Zakat Cerdas untuk beasiswa Yatim-Dhuafa. Ini bukan zakat biasa!!...
more