Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
2.192 views

Taliban Masih Tetap Menyerang di Marjah

MARJAH (voa-islam.com): Ledakan bom terus bergemuruh hingga tiga atau empat kali sehari di kota yang pernah menjadi benteng Taliban ini - ini adalah sinyal yang tidak menyenangkan, bahwa kelompok perlawanan tidak menyerah meskipun kehilangan kendali atas kota ini dari pasukan AS dan pasukan Afghanistan sekitar dua minggu lalu.

Minggu ini, Letnan Jenderal Michael L. Oates, mengumumkan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas program Pentagon untuk memerangi bom pinggir jalan, ia mengatakan kepada komite kongres bahwa jumlah bahan peledak rakitan di Afghanistan telah hampir dua kali lipat dari tahun lalu dan "jumlah korban juga meningkat sama. "

Hal yang cukup meresahkan terjadi di Marjah, dimana operasi Amerika di wilayah Taliban di bagian selatan ini disebutkan telah berhasil mendorong Taliban keluar dari area tersebut. Pejuang Taliban memang jadi tersebar, namun mereka tidak meninggalkan pertempuran dan terus menggunakan bom rakitan sebagai senjata pilihan.

Bom baru ditanam setiap malam, namun Marinir mengatakan mereka bisa menemukan dan menjinakkannya. Bom sering ditempatkan di tempat di mana patroli Marinir berhenti di hari sebelumnya, atau pada lubang dari ledakan sebelumnya sehingga tidak nampak mencurigakan.

Sejak AS dan pasukan Afghanistan "menguasai" Marjah sekitar dua minggu lalu, mereka mulai bekerja membangun kepercayaan  masyarakat. Mereka berharap strategi ini akan terbayar dengan lebih banyak info tentang di mana Taliban menanam bom IED.

Tapi proses ini berjalan lambat. Letnan Kolonel Calvert Worth, komandan Batalyon 1, Resimen 6 Marinir, mengatakan pasukannya baru menemukan atau meledakkan lebih dari 120 bom buatan sendiri dalam 30 hari pertama mereka di Marjah.

"Kami telah menemukan sebagian besar dari bom tersebut, kami telah meledakkan beberapa di antaranya," katanya.

Setiap kali marinir bertemu dengan penduduk Marjah, mereka menghasut bahwa bom Taliban menimbulkan ancaman bagi warga sipil Afghanistan di kota lain juga.

"Ini tidak akan menghentikan kami, karena kami akan keluar dan berbicara dengan orang-orang," kata Kapten Carl Havens, komandan Perusahaan Alpha yang memiliki tiga unit kendaraan yang terkena bom dalam seminggu terakhir. "Kami berbicara tentang bagaimana Taliban tidak peduli tentang Anda atau kita."

Namun demikian, fakta bahwa Taliban masih bisa menanam sejumlah bahan peledak yang berfungsi kembali mengingatkan bahwa Taliban masih ada, sehingga sulit untuk meyakinkan warga sipil Afghanistan bahwa Taliban tidak akan pernah kembali berkuasa di sini.

Pada saat Marinir meningkatkan kemampuan mendeteksi bom, Taliban juga mulai beradaptasi dengan taktik Marinir.

Marinir juga menemukan "umpan" bom yang ditanam di tengah jalan. Yang membuat Marinir terpaksa keluar dari kendaraan mereka untuk memastikan kalau bom tersebut palsu. Sedang bom asli ditanam di sepanjang pinggir jalan dengan harapan beberapa dari Marinir mungkin akan berjalan diatasnya, menurut Kapten Michael Woodie, perwira intelijen Alpha Company.

Paling tidak salah satu bom telah dijatuhkan Marinir di dekat sebuah kanal. Lalu seseorang meledakkannya dari jauh, kemungkinan dengan ponsel, ketika kendaraan militer mendekatinya.

"Ada banyak mata dan telinga mengawasi kami," kata Woodie. "Pada saat patroli, ada orang 'mengintip' dari atas atap. Kadang-kadang anda melihat seorang lelaki mengawasi dan menghitung kami. Mereka mengawasi apa yang kami lakukan ketika kami menemukan IED."

Pada hari Kamis, dua kendaraan Mine-Resistant Ambush-Protected - kendaraan berat pengangkut personel lapis baja yang dikenal sebagai MRAPS - terkena bom dalam beberapa jam. Namun tidak ada yang luka parah karena kendaraan ini begitu kuat. Namun tetap saja kendaraan rusak dan perlu diganti.

"Mereka hanya akan mengharapkan kita untuk melakukan hal yang sama," kata Letnan Shawn Miller, pejabat eksekutif Alpha Company. Segera setelah ia berbicara, sebuah bom meledak di sebuah kendaraan milik perusahaan lain.

Dengan Amerika menggunakan kendaraan lapis baja lebih berat, Taliban hanya menanam bom-bom kecil untuk menargetkan patroli jalan kaki non-kendaraan.

Dalam satu serangan pekan ini, sebuah bom penuh dengan pecahan metal meledak di dekat sebuah patroli, melukai beberapa Marinir. Lalu penembak jitu mulai menembaki ke arah Marinir, kata Havens.

"IEDs sangat murah, dan mudah dibuat, itulah mengapa mereka menggunakannya," kata Worth.

[AP News]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

International Jihad lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Hijrah Memeluk Islam, Nurul Hutabarat Menuai Banyak Ujian Hidup. Ayo Bantu!!

Hijrah Memeluk Islam, Nurul Hutabarat Menuai Banyak Ujian Hidup. Ayo Bantu!!

Keputusan masuk Islam disusul ujian yang bertubi-tubi: fitnah, pengasingan, intimidasi, penculikan, dan penodaan kehormatan. Setitik pun ia tak menyesali keputusan jadi muallaf....

Latest News


Must Read!
X