Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS

Sungguh Allah Amat Sayang Kepada Orang Beriman

Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang rahmat-Nya senantiasa kita harapkan. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulillah, Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta keluarga dan para sahabatnya.

Saudaraku, para pembaca yang mulia!

Jika kita orang beriman, maka yakinlah bahwa Allah amat sayang kepada kita. Dia tak ingin mencelakakan hamba-hamba-Nya yang beriman. Bahkan sebaliknya, Dia senantiasa menghendaki kebaikan kepada mereka. Karenanya, Dia perintahkan segala sesuatu yang mendatangkan mashlahat dan kebaikan. Dan Dia larang segala hal yang bisa mendatangkan kerusakan dan kemudharatan terhadap mereka.

Allah Ta'ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (QS. Al-Nisa': 29)

Bukti kasih sayang Allah kepada hamba beriman itu dapat kita temui dalam risalah yang dengannya Allah mengutus Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ

"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka." (QS. Al-A'raf: 157)

Saudara seiman yang dirahmati Allah!

Begitu pula yang ada dalam perintah ibadah shiyam. Bukan Allah ingin menyiksa dan meyakini hamba-Nya dalam menjalankannya. Namun, Allah ingin agar hamba tersebut menjadi insan yang mulia dan menjadi hamba Allah yang sesungguhnya. Oleh sebab itu Allah sebutkan secara gamblang dalam ayat shiyam, tujuannya agar orang-orang beriman menjadi hamba Allah yang bertakwa; La'allakum Tattaquun (agar kalian menjadi orang yang bertakwa). Dan sesungguhnya surga itu disediakan bagi para hamba Allah yang bertakwa.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali Imran: 133)

Saudaraku yang mulia!

Pada hakikatnya, perjalanan hidup kita di dunia ini adalah perjalanan menuju Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam perjalan itu, kita berbuat dan berucap. Dan perbuatan serta ucapan kita tadi terhitung sebagai bagian pekerjaan yang kita haturkan kepada-Nya. Selanjutnya Dia akan memberi balasan dari setiap pekerjaan kita. Jika baik, maka balasannya pun baik pula. Sebaliknya, jika buruk, balasannya juga buruk.

يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ

"Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya." (QS. Al-Insyiqaq: 6)

Saudaraku, kaum muslimin yang mulia!

Idealnya, setiap perkataan dan perbuatan kita itu mendatangnya cinta dan ridha Allah Ta'ala. Dan untuk itulah, Dia menciptakan kita dan memenuhi rizki kita.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Al-Dzariyat: 56) dan makna ibadah, menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah sebuah nama yang mencakup setiap perkataan dan perbuatan, yang dhahir maupun yang batin, yang dicintai dan diridhai Allah.

Dalam redaksi lain yang disebutkan Al-Qur'an, agar kita melakukan yang terbaik untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala.

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

"Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya." (QS. Hud: 7 dan al-Mulk: 2)

Namun, kita sebagai manusia yang dibekali nafsu dan syahwat sering lalai. Banyak dari sikap dan tindakan kita yang lebih menuruti dorongannya, daripada memenuhi tujuan di atas. Begitu juga atmosfir di sekitar kita, banyak yang menjauhkan dari nilai takwa. Tontonan yang beredar lebih banyak mengajak untuk hidup materialistik dan kebebasan. Dengan bumbu kemewahan, seolah hidup wah manjadi satu tujuan yang harus diburu dan dicita-citakan. Semua itu menjadi satu sebab yang memalingkan kita dari menapak jalan menuju cinta ridha-Nya.

Kawan dan orang-orang disekitar lebih banyak mempengaruhi kita dalam keburukan, berhura-hura, nongkrong, dan pengaruh-pengaruh lainnya. Semantara kita sebagai makhluk sosial yang butuk pada pergaulan, lebih mudah terpengaruh kepada sesuatu yang negatif dari pada yang positif. Aturan yang berlaku di negeri ini dan yang berjalan di masyarakat juga begitu, jauh dari aroma takwa dan tunduk pada syariat-Nya. Sehingga kemaksiatan terdukung dengan hebat. Sementara ajakan-ajakan takwa dan menerapkan syariat Allah menjadi momok yang harus ditakuti. Semua itu juga tidak lepas dari sikap phobia para penguasa terhadap syariat Allah Ta'ala.

Maka, saudaraku, amat berat kalau harus menanggung tuntutan dan pertanggungjawaban atas nikmat-nikmat yang Allah berikan. Yang penuh kesadaran kita akui, lebih banyak kita kufuri dari yang kita syukuri. Begitu juga dosa, betapa banyak yang sudah kita kumpulkan. Dan sungguh amat berat kalau kita harus disiksa atas setiap dosa-dosa tersebut. Karenanya kita membutuhkan satu kesempatan untuk mengejar ketertinggalan dalam mengumpulkan pahala dan untuk menghapus dosa-dosa. Dan Allah amat sayang kepada kita, Dia berikan kesempatan mendapatkan Ramadhan di tahun ini, 1432 Hijriyah. Supaya kita bisa mengerjar ketertinggalan-ketertinggalan tadi dan menghapus dosa-dosa yang sudah menumpuk tinggi. Oleh sebab itu, satu iming-iming yang disebutkan dalam hadits al-Syarif adalah dilipatgandakannya amal kebaikan di bulan suci yang penuh berkah ini. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

"Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah 'Azza wa Jalla  berfirman, ‘Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan syahwatnyadan makannya karena Aku’.” (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik Muslim)

Ampunan dosa juga menjadi primadona yang ditawarkan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya ampunan dosa yang dijanjikan kepada kita dikarenakan kita adalah makhluk yang banyak berbuat dosa. Sedangkan dosa merupakan sebab datangnya berbagai kesulitan, musibah, bencana duniawi dan ukhrawi. Bukankah Allaha telah berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

"Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Al-Syura: 30)

Jadi pada ringkasnya, syariat puasa Ramadhan yang difardhukan kepada kita, kaum mukminin, selama satu bulan penuh adalah untuk kebaikan kita juga. Puasa itu diwajibkan atas kita karena sayangnya Allah kepada kita, bukan karena Allah dengki kepada kita dari bersenang-senang. Begitu juga seharusnya yang kita yakini dari setiap perintah Allah yang tersebut dalam syariat Islam. Semuanya untuk kebaikan kita, kaum mukminin secara khusus, dan juga untuk kehidupan duniawi bagi manusia secara umum. Karena dengan ditegakkannya syariat Allah, keberkahan yang turun dari langit dan yang keluar dari bumi akan melimpah. Kemakmuran dan ketentraman akan dirasakan oleh negeri yang menjalankan keimanan dan ketakwaan kepada Allah 'Azza wa Jalla .

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

"Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96)

Seorang muslim yang yakin, Allah amat sayang kepada mereka, bahwa apa yang Allah tetapkan bagi mereka dari syariat-Nya adalah untuk kebaikan mereka, pasti tidak akan berkata "No" untuk syariat Islam. Bahkan saat diseru kepadanya ucapannya tidak lain adalah sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami patuh).

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Nuur: 51)

Maka mari kita membenarkan akan mulia dan baiknya syariat Allah, lalu kita tunduk dan patuh kepadanya. Karena apa yang Dia tetapkan bagi kita adalah untuk kebaikan kita yang sesungguhnya, baik di dunia maupun di akhirat. Sebab, ALLAH AMAT SAYANG KEPADA KITA, ORANG-ORANG BERIMAN. Wallahu Ta'ala a'lam. [PurWD/voa-islam.coam]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Aqidah lainnya:

+Pasang iklan

Ma'had Aly Baitul Qur'an Wonogiri

Menerima Pendaftaran Mahasantri Baru (Putra-Putri) Tahun Ajaran 2014/2015. Mencetak kader penerus ulama berstandar Hafidzul Quran yang berjiwa dai dan mujahid serta berakhlaq mulia.
http://www.voa-islam.com/ads/baitulquranwonogiri/

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Rumah Dijual di Solo, Cluster Minimalis

Jual rumah minimalis dengan konsep mini-cluster (hanya 9 unit saja). Lokasi di Kartasura, Sukoharjo. Lt 80 m2, Lb 60 m2, SHM. Lokasi Strategis, khusus MUSLIM. Telp/SMS/WA: 081320582868
http://rumahmurahsolo.wordpress.com/

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Mantan Penginjil Harus Operasi Usus Buntu, Butuh Dana 11 Juta. Ayo Bantu!!

Anak Mujahid Mantan Penginjil Harus Operasi Usus Buntu, Butuh Dana 11 Juta. Ayo Bantu!!

Perjalanan rohani Hidayatullah Ong Liong Ju dari penginjil Kristen menjadi aktivis Islam sungguh terjal. Kini ia mendapat ujian dengan musibah penyakit anaknya yang harus dioperasi...

IDC Akan Gelar Pelatihan Nasional Kedokteran Islami untuk Para Istri Mujahidin. Ayo Bantu!!

IDC Akan Gelar Pelatihan Nasional Kedokteran Islami untuk Para Istri Mujahidin. Ayo Bantu!!

Kerasnya ujian hidup tak melemahkan mental para istri mujahidin untuk mandiri dan berdakwah. IDC akan membekali mereka dengan skill Thibbun Nabawi, perlu dana Rp 35 Juta....

Balita Zulfa si Anak Mujahid Sudah Mulai Membaik, Tagihan Mencapai Rp 22 Juta

Balita Zulfa si Anak Mujahid Sudah Mulai Membaik, Tagihan Mencapai Rp 22 Juta

Setelah dirawat inap selama sepuluh hari, kondisi Zulfa sudah membaik. Tagihan yang sudah mencapai Rp 22 juta akan terus meroket, karena belum bisa dipastikan kapan diizinkan pulang....

Pengumuman: Perubahan PIN BBM IDC (Infaq Dakwah Center) yang Baru adalah 2AF8061E

Pengumuman: Perubahan PIN BBM IDC (Infaq Dakwah Center) yang Baru adalah 2AF8061E

Sehubungan dengan upgrade HP Blackberry admin Infaq Dakwah Center, maka dengan ini kami umumkan bahwa PIN BBM IDC yang baru adalah: 2AF8061E...

Ayahnya Diuji Penjara Thaghut, Balita Zulfa Kritis Akibat Infeksi Paru-paru. Ayo Bantu!!!

Ayahnya Diuji Penjara Thaghut, Balita Zulfa Kritis Akibat Infeksi Paru-paru. Ayo Bantu!!!

Saat sang abi menghadapi ujian penjara thaghut karena jihad fisabilillah, balita Zulfa Khanza Sabitah menghadapi ujian tak kalah hebatnya. Ia berjuang melawan masa kritis di rumah sakit....

Latest News




Must Read!
X