Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
31.414 views

Dosa Syirik Masih Bisa Diampuni Jika Pelakunya Bertaubat Sebelum Mati

Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Syirik merupakan dosa yang sangat besar dan bentuk kezaliman yang paling sangat terhadap Allah Ta'ala. Bagaimana tidak, makhluk yang lemah, senantiasa butuh kepada rizki Allah, tidak kuasa atas hidup dan matinya sendiri disamakan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala sang pencipta semua makhluk, pemberi rizki, menghidupkan dan mematikan mereka, dan Maha kuasa atas segala sesuatu.

Seorang musyrik menyamakan sesuatu yang tidak memiliki kekuasaan atas apapun jua dengan Dzat yang semua urusan berada ditangan-Nya. Menyamakan orang fakir dari segala sisi dengan Zat yang Mahakaya dari berbagai sisi. Menyamakan yang tidak memberikan rizki sedikitpun dengan Zat yang telah menciptakan apa yang menjadi rizki bagi manusia dan menganugerahkan semua itu kepadanya. Maka adakah kezaliman yang lebih dahsyat dari ini?

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar." (QS. Luqman: 13)

Sehingga patutlah jika orang-orang musyrik dihinakan di neraka dan bertengkar sendiri dengan apa yang mereka jadikan sekutu bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka: "Demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam." (QS. Al-Syu'ara': 96-98)

Begitu kurang ajarnya tindakan syirik, maka sangat wajar jika Allah ancam keras pelaku kemusyrikan dengan terhapus semua amal shalihnya, tidak diberi ampunan, haram masuk surga, dan pasti kekal di neraka.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun." (QS. Al-Maidah: 72)

إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ باللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.  Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. Al-Nisa': 48)

Perlu dipahami, kedua ayat di atas yang menerangkan ancaman perbuatan syirik berlaku di akhriat. Yakni orang yang bertemu Allah Ta'ala dengan membawa dosa syirik dan belum bertaubat darinya, maka ia tidak akan disucikan, tidak diampuni dosa dan kesalahannya, dan diharamkan atasnya masuk surga sehingga ia kekal di neraka.

Maka siapa yang saat ia mati masih membawa dosa syirik dan tidak bertaubat darinya sebelum wafatnya, maka ia tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah telah haramkan ampunan bagi dosa syirik yang pelakunya tidak bertaubat sebelum meninggalnya. Hal ini berbeda, -sebagaimana disebutkan pada ayat yang kedua- dengan dosa selain syirik yang dibawa mati pelakunya, ia berada di bawah Masyi-Ah (kehendak) Allah. Artinya, jika Allah berkenan maka akan mengampuninya, dan jika berkehendak lain akan menyiksanya sesuai dengan banyaknya dosanya lalu akan mengelurkannya dari neraka dan memasukkannya ke dalam surga. Sehingga tempat singgah terakhirnya adalah di surga. Ini berlaku bagi seorang Muwahhid yang mati membawa dosa yang tingkatannya di bawah syirik.

Adakah Taubat Bagi Pelaku Kesyirikan?

Seseorang yang telah terjerumus ke dalam kesyirikan lalu sadar akan kesalahannya dan besarnya dosa yang telah diperbuat, ia tidak boleh berputus asa dari ampunan dan taubat Allah Ta'ala, "Karena sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.  Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.  Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Zumar: 53)

Ayat ini berbicara tentang pelaku dosa dalam hukum dunia, sebagai kabar gembira bagi pelaku maksiat bahwa ia masih memiliki kesempatan untuk diampuni dosa jika bertaubat sebelum wafat. Bukan hanya dosa yang kategorinya maksiat saja, bahkan syirik pun masih ada kesempatan mendapat ampunan jika bertaubat sebelum wafat. Karena Allah menyebutkan, "Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya."

Perlu dicamkan, ayat ini tidak berlaku di akhirat. Karena jika diterapkan demikian pastinya akan membatalkan sejumlah nash Al-Qur'an dan sunnah yang berisi ancaman terhadap dosa syirik yang dibawa mati. Ia juga akan menggugat kesepakatan umat, tidak ada ampunan bagi pelaku dosa syirik pada hari kiamat di mana ia belum bertaubat darinya saat masih di dunia. Jika ayat ini dibawa kepada hukum akhirat, maka batallah keyakinan kaum muslimin bahwa surga tidak dimasuki kecuali oleh jiwa muslimah atau mukminah. Maka sesatlah pemahaman orang yang membawa QS. Al-Zumar: 53 ini kepada hukum di akhirat.

Dalil Adanya Taubat Bagi Pelaku Kesyirikan   

Pelaku kesyirikan masih memiliki kesempatan untuk dihapuskan dosanya selama ia masih hidup, yakni dengan bertaubat darinya sebelum wafat. Hal ini dikuatkan oleh beberapa nash Al-Qur'an dan Sunnah Shahihah, antara lain:

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهاً آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً . يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً  إِلاَّ مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُوراً رَحِيماً

"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Furqan: 68-70)

Ayat di atas sangat jelas menunjukkan adanya ampunan Allah Ta'ala bagi semua dosa, sampai syirik, selama ia bertaubat sebelum wafat. Bahkan ayat menerangkan keutamaan besar bagi mereka yang bertaubat, yakni diganti keburukannya dengan kebaikan.

Dari Abu Farwah rahimahullah, dia mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan berkata: "(Ya Rasulullah!) bagaimana menurutmu, jika ada seseorang yang mengerjakan semua perbuatan dosa dan tidak meninggalkan satu perbuatan dosa pun serta tiada keinginan untuk berbuat dosa kecuali ia lakukan. Apakah ada taubat baginya  untuk semua itu?"

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya: "Apakah kamu sudah masuk Islam?"

Ia menjawab, "Adapun saya bersaksi tiada sesembahan yang hak kecuali Allah dan bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah."

Beliau bersabda: "Berbuat baiklah dan tinggalkan perbuatan buruk, maka Allah akan menjadikan semua perbuatan buruk itu sebagai kebaikan bagimu." Ia berkata: "penghianatan dan kejahatanku?" Beliau menjawab: "ya." Ia terus menerus bertakbir hingga tidak terlihat lagi."  (HR. Thabrani)

Hal ini berbeda dengan orang yang memberikan sesembahan kepada selain Allah dan tidak bertaubat darinya hingga wafat. Ia berjumpa dengan Allah dengan membawa dosa syirik tersebut, maka bagiannya adalah, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik." (QS. Al-Nisa': 48)

Adapun Hadits, sangat banyak sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang menjelaskan adanya harapan ampunan bagi pelaku kesyirikan yang bertaubat sebelum wafat. Di antaranya, hadits Qudsi yang dikeluarkan Imam al-Tirmidzi,

يا ابنَ آدم إنَّك لو أَتَيتَني بِقُرابِ الأرضِ خَطايا ، ثمَّ لَقِيتَني لا تُشركُ بي شَيئاً ، لأتيتُكَ بِقُرابها مغفرةً

"Wahai Anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, lalu engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan sesuatu dengan-Ku, pasti Aku akan datangkan kepadamu ampunan sebanyak itu."

Sahabat Jabir Radhiyallahu 'Anhu menuturkan, ada seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu bertanya, "Ya Rasulallah, apa dua hal yang paling menentukan?" Beliau menjawab,

مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللهُ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

"Siapa yang mati sedangkan ia tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga, pasti ia masuk surga. Siapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, pasti masuk neraka." (HR. Muslim)

Sedangkan diketahui, seseorang yang bertaubat dari dosa, ia laksana orang yang tidak melakukan dosa tersebut,

اَلتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ

"Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak berdosa." (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Penutup

Setiap muslim yang menyadari keagungan Tuhan-Nya pastilah akan menganggap besar dosa kesyirikan terhadap Allah, sampaipun syirik kecil. Sehingga ia benar-benar menjauhi kesyirikan, takut kepadanya, berlindung dari terjerumus ke dalamnya, dan meminta ampun atas kesyirikan yang tidak disadarinya. Dan jika pernah terjerumus ke dalamnya, ia bertaubat kepada Allah darinya. Dan siapa yang bertaubat dari salah satu bentuk dosa, maka ia laksana orang yang tak pernah melakukan dosa tersebut. Wallahu Ta'ala a'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Aqidah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Idul Fitri Berbagi Bahagia: Mari Tebar Hadiah Lebaran untuk Penghafal Al-Qur'an di Penjara

Idul Fitri Berbagi Bahagia: Mari Tebar Hadiah Lebaran untuk Penghafal Al-Qur'an di Penjara

Idul Fitri Berbagi Bahagia: menyambut hari raya Idul Fitri berupa pemberian paket hadiah Idul Fitri kepada para aktivis Islam dan peserta program Tahfizhul Al-Qur'an di berbagai penjara....

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada di Berbagai Daerah

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada di Berbagai Daerah

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

Hijrah Meninggalkan Kristen, Muallaf Aisyah Magdalena Diterpa Ujian Bertubi-tubi. Ayo Bantu!!!

Hijrah Meninggalkan Kristen, Muallaf Aisyah Magdalena Diterpa Ujian Bertubi-tubi. Ayo Bantu!!!

Muallaf mantan Katolik ini diterpa ujian hidup yang bertubi-tubi. Berawal dari suaminya kecelakaan dan di-phk, hutang menggunung berjuta-juta. Butuh bantuan 9,5 juta rupiah untuk hijrah dari...

Ramadhan Berbagi Bersama 100 Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan Berbagi Bersama 100 Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan bulan berkah. Ayo dukung program Ramadhan Berbagi: buka puasa bersama, santunan keluarga syuhada dan mujahidin asir dengan anggaran 18 juta rupiah. Ayo Bantu!!...

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
Warga Etnis Tionghoa Protes Azan di Masjid, Tanjungbalai Rusuh

Warga Etnis Tionghoa Protes Azan di Masjid, Tanjungbalai Rusuh

Sabtu, 30 Jul 2016 13:45

HTI Memandang Pemerintah Erdogan

HTI Memandang Pemerintah Erdogan

Sabtu, 30 Jul 2016 13:05

Islamic State (IS) Eksekusi 20 Orang di Mosul Karena Bersekongkol dengan Musuh Khilafah

Islamic State (IS) Eksekusi 20 Orang di Mosul Karena Bersekongkol dengan Musuh Khilafah

Sabtu, 30 Jul 2016 10:05

PM Yildirim Binali Klaim Militer Turki Telah Bersih dari Unsur Terkait Organisasi Teroris Fetullah

PM Yildirim Binali Klaim Militer Turki Telah Bersih dari Unsur Terkait Organisasi Teroris Fetullah

Sabtu, 30 Jul 2016 08:00

Sekutumu Harimaumu

Sekutumu Harimaumu

Sabtu, 30 Jul 2016 01:30

BNPT dan Polisi Tidak Bisa Diandalkan Memberantas Teroris jika Acuhkan Masyarakat Setempat

BNPT dan Polisi Tidak Bisa Diandalkan Memberantas Teroris jika Acuhkan Masyarakat Setempat

Jum'at, 29 Jul 2016 19:47

Sebab Isu Teroris Digaungkan, Muslim Indonesia Dikenal sebagai Gembong Teroris Terbesar di Dunia

Sebab Isu Teroris Digaungkan, Muslim Indonesia Dikenal sebagai Gembong Teroris Terbesar di Dunia

Jum'at, 29 Jul 2016 17:47

5 Tentara AS Terluka dalam Pertempuran Melawan Pejuang Islamic State (IS) di Nangarhar

5 Tentara AS Terluka dalam Pertempuran Melawan Pejuang Islamic State (IS) di Nangarhar

Jum'at, 29 Jul 2016 16:45

Korps Pemuda Ini Curiga Isu Teroris justru Dihembuskan oleh Oknum Tertentu

Korps Pemuda Ini Curiga Isu Teroris justru Dihembuskan oleh Oknum Tertentu

Jum'at, 29 Jul 2016 15:47

Poin Kemenangan Atas Gugatan Reklamasi Apa akan Sia-sia Paska Luhut Menjadi Menko Maritim?

Poin Kemenangan Atas Gugatan Reklamasi Apa akan Sia-sia Paska Luhut Menjadi Menko Maritim?

Jum'at, 29 Jul 2016 11:47

Pemuda Muhammadiyah: Boleh Jadi Isu Terorisme dan ISIS adalah by Desain

Pemuda Muhammadiyah: Boleh Jadi Isu Terorisme dan ISIS adalah by Desain

Jum'at, 29 Jul 2016 09:47

Kisah Mualaf Brenden Coetzee: Perjalanan dari Kristen, Pagan, Buddha dan Bermuara di Islam

Kisah Mualaf Brenden Coetzee: Perjalanan dari Kristen, Pagan, Buddha dan Bermuara di Islam

Jum'at, 29 Jul 2016 09:02

Turki Minta Jerman Ekstrasidi Para Jaksa dan Hakim Terkait Jaringan Fetullah Gulen

Turki Minta Jerman Ekstrasidi Para Jaksa dan Hakim Terkait Jaringan Fetullah Gulen

Jum'at, 29 Jul 2016 08:16

Dosen Pernah Bincang, Santoso hanya Melawan Oknum dan Pelanggar HAM, Kok Disebut Teroris?

Dosen Pernah Bincang, Santoso hanya Melawan Oknum dan Pelanggar HAM, Kok Disebut Teroris?

Jum'at, 29 Jul 2016 07:47

Putuskan Hubungan dengan Al-Qaidah, JN Bubar dan Berganti Jadi Jabhat Fatah Al-Sham

Putuskan Hubungan dengan Al-Qaidah, JN Bubar dan Berganti Jadi Jabhat Fatah Al-Sham

Jum'at, 29 Jul 2016 05:57

Rekomendasi Penindakan Teroris oleh Polri Dipertanyakan Muhammadiyah

Rekomendasi Penindakan Teroris oleh Polri Dipertanyakan Muhammadiyah

Jum'at, 29 Jul 2016 05:47

Anak SMP Dicurigai Teroris, Pemuda Muhammadiyah Sebut Polri Ingkari Teori Perkembangan Manusia

Anak SMP Dicurigai Teroris, Pemuda Muhammadiyah Sebut Polri Ingkari Teori Perkembangan Manusia

Kamis, 28 Jul 2016 23:47

Soal Santoso, Humas Polri: Silahkan Saja Dianggap Pahlawan

Soal Santoso, Humas Polri: Silahkan Saja Dianggap Pahlawan

Kamis, 28 Jul 2016 21:47

Polri Sebut Tujuan Islam Kaffah sebagai Indikasi Tindakan Terorisme?

Polri Sebut Tujuan Islam Kaffah sebagai Indikasi Tindakan Terorisme?

Kamis, 28 Jul 2016 19:47

95 Persen Warga Turki Percaya Fetulleh Gulen Dibalik Upaya Kudeta Gagal 15 Juli

95 Persen Warga Turki Percaya Fetulleh Gulen Dibalik Upaya Kudeta Gagal 15 Juli

Kamis, 28 Jul 2016 18:00


Must Read!
X