Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS

Kaidah - Kaidah Halal dan Haram (2)

Kaidah Ketujuh
Menurut pendapat yang shahih, setiap binatang yang diperintahkan untuk dibunuh maka dagingnya haram dimakan.

Dapat difahami, setiap binatang yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dibunuh tanpa disembelih sesuai ketentuan syariat, maka dagingnya haram dimakan. Karena seandainya diperbolehkan mengambil manfaat dengan mengonsumsi dagingnya, tentu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memerintahkan untuk membunuhnya semata.

Imam an-Nawawi berkata, “binatang yang diperintahkan untuk dibunuh, maka dagingnya haram untuk dimakan.”

Kaidah Kedelapan

Menurut pendapat yang shahih, setiap binatang yang dilarang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dibunuh, maka dagingnya haram dimakan. Karena, jika binatang tersebut halal tentu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melarang membunuhnya. Seperti semut, lebah madu, burung hud-hud, burung shurad, dan lainnya.

Al-Khaththabi berkata, “Setiap binatang yang dilarang untuk dibunuh itu dikarenakan salah satu dari dua sebab; karena kehormatan jiwanya seperti manusia, atau yang kedua karena haram dagingnya, seperti burung shurad, hud-hud, dan sejenisnya.

Kaidah Kesembilan
Setiap binatang yang hidup di laut halal dimakan, baik ditemukan dalam kondisi hidup atau setelah menjadi bangkai.
Berdasarkan nash al-Qur’an:

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ

Dihalalkan bagi kamu binatang buruan dan makanan (yang berasal) dari laut.” (QS. Al-Maidah: 96)

هُوَ الطَّهُوْرُ مَآؤُهُ، اَلْحِلُّ مَيْتُتُهُ

“laut itu suci airnya dan halal bangkainya.” (HR. Ahmad)

Ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa semua binatang laut itu halal tanpa ada pengecualian.

Kaidah Kesepuluh

Diperbolehkan memakan semua jenis burung laut.Imam Qatadah berkata: “Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat dalam masalah ini.” akan tetapi harus disembelih dahulu, karena dia bisa hidup di darat dan di laut. Para ulama tidak mengecualikan kaidah ini kecuali Laqlaq (burung bangau) karena ia memakan ular. Sebagaimana yang akan dijelaskan nanti, Insya Allah.

Kaidah Kesebelas
Tidak boleh memakan semua binatang dan burung yang memakan bangkai, meskipun binatang dan burung tersebut tidak memiliki kuku tajam atau taring.

Semua binatang dan burung pemakan bangkai adalah haram, karena buruknya sumber makanan mereka. Sehingga, semua keburukan makanan yang mereka makan ini mengalir ke dalam daging orang yang memakannya. Kita dilarang memakan semua itu karena telah mengharamkan segala yang buruk kepada kita, berdasarkan firmanNya:

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. Al-A’raf: 157)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga memerintahkan kita membunuh lima macam binatang, baik dalam keadaan berihram atau tidak, salah satunya adalah burung gagak, karena burung gagak pemakan bangkai.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga melarang kita memakan Jallalah (binatang yang sering memakan kotoran). Kalau jallalah saja dilarang, lalu bagaimana dengan binatang yang sepanjang hidupnya memakan bangkai dan najis?.

Kaidah Keduabelas
Semua serangga haram dimakan, seperti kumbang, lalat, jangkrik, kalajengking, ular, cicak, dan semisalnya. Karena semua itu termasuk binatang yang buruk.

Syaikh as-Sanqity rahimahullah berkata, ”naluri yang sehat tidak mungkin bisa menikmati binatang-binatang yang buruk ini, apalagi memandangnya sebagai sesuatu yang baik. Bila ada orang Arab yang memakan serangga-serangga ini, hal semata-mata dikarenakan mereka dalam kondisi kelaparan.”

Penulis berkata, ”para ulama memberikan pengecualian pada beberapa serangga, antara lain biawak dan jerboa (sejenis tikus).”

Kaidah Ketigabelas
Binatang yang lahir dari kawin silang antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan, maka daging binatang tersebut haram dimakan.

Ditetapkan hal itu, karena aspek bahayanya dikedepankan daripada aspek kehalalannya. Contoh: bighal yang merupakan hasil perkawinan antara keledai dan kuda.

Kaidah Keempatbelas

Tigas sebab keharaman seekor binatang.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyimpulkan sebab-sebab diharamkannya suatu binatang dalam tiga kategori:

  1. faktor sifat buas yang terkandung dalam jiwa binatang yang diharamkan. Maka jika binatang yang buas seperti ini dikonsumsi oleh manusia niscaya tubuhnya akan tumbuh berkembang dari daging binatang yang buas ini. Selanjutnya, sifat orang yang menkonsumsinya akan buas seperti sifat binatang yang dimakannya. Wallahu a’lam
  2. faktor buruknya makanan yang dimakan oleh binatang yang diharamkan. Maka burung pemakan bangkai haram dimakan.
  3. faktor terakhir, adalah karena binatang yang bersangkutan memang termasuk binatang yang buruk, seperti serangga.


Kaidah Kelimabelas
Dalam keadaan terpaksa semua binatang yang diharamkan tersebut boleh dimakan.

Berdasarkan firman Allah,

فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah: 3)

Batasan terpaksa disini adalah saat seseorang menjadi terancam jiwanya jika dia tidak memakannya. Maka hendaklah orang semacam ini memakan binatang-binatang yang diharamkan tersebut sebatas dia mampu menyingkirkan resiko kematian yang akan menimpanya, dan hendaklah jangan lebih dari itu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, ”Hikmah diperbolehkannya memakan binatang-binatang yang diharamkan pada saat terpaksa adalah karena kemaslahatan menjaga diri agar tidak terancam jiwanya lebih diprioritaskan daripada menghindari bahaya yang terkandung dalam binatang yang buruk.” Washallallahu 'alan Nabi wa aalihi wa shahbih walhamdulillah rabbil 'alamin

Tamat . . .

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Ma'had Aly Baitul Qur'an Wonogiri

Menerima Pendaftaran Mahasantri Baru (Putra-Putri) Tahun Ajaran 2014/2015. Mencetak kader penerus ulama berstandar Hafidzul Quran yang berjiwa dai dan mujahid serta berakhlaq mulia.
http://www.voa-islam.com/ads/baitulquranwonogiri/

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Paket Umroh Ramadhan bersama Rabbani Tour

Mulai dari $1.650 paket umroh reguler. Paket Umroh Ramadhan (awal, Nuzululul Quran, dan Idul Fitri). Tersedia juga Umroh Plus Eropa, Cairo Mesir, Turki, Al-Aqsa, dan Dubai.
http://www.rabbanitour.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Mantan Penginjil Harus Operasi Usus Buntu, Butuh Dana 11 Juta. Ayo Bantu!!

Anak Mujahid Mantan Penginjil Harus Operasi Usus Buntu, Butuh Dana 11 Juta. Ayo Bantu!!

Perjalanan rohani Hidayatullah Ong Liong Ju dari penginjil Kristen menjadi aktivis Islam sungguh terjal. Kini ia mendapat ujian dengan musibah penyakit anaknya yang harus dioperasi...

IDC Akan Gelar Pelatihan Nasional Kedokteran Islami untuk Para Istri Mujahidin. Ayo Bantu!!

IDC Akan Gelar Pelatihan Nasional Kedokteran Islami untuk Para Istri Mujahidin. Ayo Bantu!!

Kerasnya ujian hidup tak melemahkan mental para istri mujahidin untuk mandiri dan berdakwah. IDC akan membekali mereka dengan skill Thibbun Nabawi, perlu dana Rp 35 Juta....

Balita Zulfa si Anak Mujahid Sudah Mulai Membaik, Tagihan Mencapai Rp 22 Juta

Balita Zulfa si Anak Mujahid Sudah Mulai Membaik, Tagihan Mencapai Rp 22 Juta

Setelah dirawat inap selama sepuluh hari, kondisi Zulfa sudah membaik. Tagihan yang sudah mencapai Rp 22 juta akan terus meroket, karena belum bisa dipastikan kapan diizinkan pulang....

Pengumuman: Perubahan PIN BBM IDC (Infaq Dakwah Center) yang Baru adalah 2AF8061E

Pengumuman: Perubahan PIN BBM IDC (Infaq Dakwah Center) yang Baru adalah 2AF8061E

Sehubungan dengan upgrade HP Blackberry admin Infaq Dakwah Center, maka dengan ini kami umumkan bahwa PIN BBM IDC yang baru adalah: 2AF8061E...

Ayahnya Diuji Penjara Thaghut, Balita Zulfa Kritis Akibat Infeksi Paru-paru. Ayo Bantu!!!

Ayahnya Diuji Penjara Thaghut, Balita Zulfa Kritis Akibat Infeksi Paru-paru. Ayo Bantu!!!

Saat sang abi menghadapi ujian penjara thaghut karena jihad fisabilillah, balita Zulfa Khanza Sabitah menghadapi ujian tak kalah hebatnya. Ia berjuang melawan masa kritis di rumah sakit....

Latest News




Must Read!
X