Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
62.417 views

Jawaban untuk Penginjil Murtad Mantan Ustadz Ma'had NII Al-Zaytun (1)

Setelah pindah agama Kristen tahun 2006, Ustadz Saifuddin Ibrahim berganti nama menjadi Ev Saifuddin Abraham. Profesi di Ma’had NII Al-Zaytun sebagai pengajar Al-Qur'an, Hadits, Akidah, Akhlak dan Sejarah Kebudayaan Islam yang sudah digeluti selama enam tahun sejak 1999 pun ditinggalkan. Kini ia beralih profesi menjadi penginjil Kristen.

Dalam tabloid rohani Kristen, Saifuddin menuangkan salah satu alasannya kenapa dia murtad meninggalkan Islam. Berikut petikannya:

“Salah satu alasan mengapa iman saya menjadi tawar, karena ada ajaran kitab suci (Al-Qur’an, pen.) yang memperkenankan mencabut nyawa orang lain atas nama agama. Ajaran ini bertolak belakang dengan ajaran Alkitab (Bibel) yang mengajarkan kasih dan pengampunan.... Sebaliknya, saya belum pernah melihat orang Kristen atau Yahudi melakukan aksi bunuh diri, membakar tempat ibadah umat lain, atau membunuh orang yang menentang Alkitab. Tidak ada aksi balas dendam” (tabloid Reformata, hlm. 26).

Kesaksian ini masih patut diuji, benarkah Kristen tidak ada kekerasan, pembunuhan dan bersih dari aksi berdarah? Untuk menjawabnya, mari kita telaah kembali pidato Mayjen (Pur) Theo Sjafei di hadapan aktivis gereja yang direkam dan disebarluaskan dalam kaset. Dalam ceramah yang beredar luas di Kupang menjelang Tragedi 30 November 1998 itu, Theo Sjafei menyimpulkan, “Jadi sebetulnya sejarah kekristenan itu juga bukan sejarah yang bersih dari darah.”

Pernyataan Theo Sjafei ini didasarkan pada fakta-fakta sejarah, ketika Portugis yang membawa Katolik tiba di Indonesia, mereka berhadapan dengan raja-raja kerajaan Islam yang menguasai Nusantara. Maka terjadilah pertempuran-pertempuran antara Portugis (Katolik) melawan para raja (Islam). Portugis menganggap perang ini sebagai pertempuran suci, perang Suci untuk menyebarkan agama Kristen, di samping misi merebut rempah-rempah. Tahun 1512 Malaka ditaklukkan oleh Portugis.

Akhir tahun 1590-an Belanda datang ke nusantara dengan membawa misi Protestan. Mereka pun berhadapan dengan Katolik Portugis, dan menganggap Portugis yang Katolik itu sebagai musuhnya. Mereka pun membantai Portugis. “Lima belas ribu orang Katolik, orang asli pribumi Katolik di Ambon, mereka habiskan dalam 1 malam,” ujar Theo Sjafei.

Jika Saifuddin dan jemaatnya ingin data lebih lengkap, bacalah sejarah gereja dengan cermat. Ketika timbul dua aliran Kristen, yakni Unitarian dan Trinitarian. Kelompok Unitarian dipelopori oleh Iranaeus, Tertulianus, Origenes, Diodorus, Lucianus dan Arius yang gigih menolak doktrin Trinitas dan berpegang teguh pada ajaran tauhid dan peribadatan sesuai dengan ajaran Yesus. Sedangkan Trinitarian memegang teguh doktrin Trinitas.

Untuk meredam perbedaan pendapat dua kelompok tersebut, maka Kaisar Konstantin mengadakan kongres yang dikenal dengan Konsili Nicea tahun 325 M yang dihadiri oleh 2.048 utusan dari berbagai negeri untuk menetapkan konsep ketuhanan dan Injil yang dianggap sah. Karena konsili berpihak kepada kelompok Trinitarian, maka para tokoh Unitarian ditangkapi, disiksa dan dibunuh dengan tuduhan "aliran sesat."

Sebagai tindak lanjutnya, pada tahun 395 M Kaisar Theodosius membentuk institusi gereja Kristen yang dikenal dengan Inkuisisi (Inquisition). Inkuisisi adalah institusi hukum kepuasan yang dibentuk untuk memberantas kaum heretic, kekuatan magic dan kekuatan yang dianggap berbahaya. Inkuisisi memiliki kekuasaan yang tak terbatas. Siapapun yang dianggap berbahaya ditangkap dan dijatuhi hukuman yang berat: digantung, dibakar hidup-hidup, dibunuh pelan-pelan, giginya dicabut satu persatu, kulitnya dikelupas, dst. Beberapa tokoh Unitarian yang mati tragis karena mempertahankan ideologi Tauhid antara lain: Iraneus, Origenes, Lucianus, Arius, Nestorius, Discorus dan Benjamin.

Pembunuhan dan penyiksaan terus berlanjut hingga zaman pencerahan Eropa. Tahun 1142 gereja membakar hidup-hidup Abelard, seorang filosof dan tokoh Kristen di Prancis. Tahun 1415 di Spanyol dibakar 31.000 orang yang menentang gereja. Tahun 1416 gereja membakar John Hus dan Jerome sampai mati di Bohemia.

Tanggal 27 Oktober 1553, Michael Serveteus, dokter paru-paru ahli Injil dibakar pelan-pelan sehingga meronta-ronta dan berteriak-teriak kesakitan selama dua jam lalu mati tragis. Dokter ini dibakar karena menulis buku De Trinitas Erroribus (Kesalahan Trinitas). Di Nederland, ribuan orang dipotong lehernya pada tahun 1568.

Nama-nama tenar Martin Cellarius, Ludwig Hoetzer, Louis Socianus, George Blandrata beserta ribuan pengikutnya di Hongaria, Gregory Pauli, Francis David, dan masih banyak lagi menjadi korban kebiadaban Inkuisisi yang menegakkan doktrin Trinitas.

Pertikaian berdarah dalam internal Kristiani ini sesuai dengan sindiran Al-Qur’an:

“Dan di antara orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya kami orang-orang Nasrani, ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat...” (Qs. Al-Ma’idah 14).

Saifuddin mengklaim masuk Kristen karena Kristen adalah agama Kasih dengan bukti tidak ada kekerasan dan pembunuhan terhadap sesama manusia. Padahal sejarah gereja berkata lain, bahwa perkembangan Kristen tidak bersih dari darah dan pembantaian. Lantas, apakah Saifuddin akan meninggalkan Kristen karena bukan agama Kasih, ataukah tetap Kristen dengan mengingkari kebenaran sejarah, padahal dia adalah seorang guru sejarah? bersambung [Tim Fakta/Sabili]

Baca artikel terkait:

  1. Awas!! Ada Misi Kristen di Pesantren NII Al-Zaytun (1)
  2. Pendeta Masuk Ma'had NII Al-Zaytun, Ustadz pun Murtad Masuk Kristen
  3. Jawaban untuk Penginjil Murtad Mantan Ustadz Ma'had NII Al-Zaytun (1)
  4. Menjawab Murtadin Ma'had NII Al Zaytun (2): Kristen Agama Damai Islam Agama Perang?

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Christology lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Panduan SEO Lengkap: SEO Linking Guide

Panduan komprehensif tentang teknik SEO ninja dan penjelasan menyeluruh tentang SEO, plus bonus Ultimate On Page & Link Building Manual. Agar website anda jadi no.1 di Google.
http://produk.syamsulalam.net/sl/seo-linking-guide/

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Aktivis Masjid Ditangkap Densus, Keluarganya Butuh Biaya Hidup dan Sekolah, Ayo Bantu!!

Aktivis Masjid Ditangkap Densus, Keluarganya Butuh Biaya Hidup dan Sekolah, Ayo Bantu!!

Hanya bermodal mesin jahit, Ummu Zakiya harus berjuang sendiri menafkahi dan menyekolahkan ketiga putrinya. Suaminya ditangkap Densus dengan tuduhan anggota Mujahidin Indonesia Barat...

Cut Masyitah, Ustadzah Muda Menderita Komplikasi Jantung, Ginjal dan Liver. Ayo Bantu!!

Cut Masyitah, Ustadzah Muda Menderita Komplikasi Jantung, Ginjal dan Liver. Ayo Bantu!!

Dai muda asal Aceh ini tidak bisa berdakwah lagi. Ia hanya bisa terbaring di ICU karena komplikasi jantung bocor, gangguan liver dan ginjal. Anak didik dan jamaah merindukan kehadirannya...

Bayi Nabil Mujahid Sudah Sehat, Donasi Rp 12 Juta Sudah Disalurkan

Bayi Nabil Mujahid Sudah Sehat, Donasi Rp 12 Juta Sudah Disalurkan

Setelah dirawat inap sepuluh hari, bayi Nabil Mujahid diizinkan pulang karena sudah sehat. Biaya persalinan dan pengobatan sebesar Rp 12.716.492,- dilunasi dari infaq para donatur IDC...

Ikrimah Anak Mujahid Sembuh dari DBD & Meningitis, Donasi Rp 12 Juta Telah Disalurkan

Ikrimah Anak Mujahid Sembuh dari DBD & Meningitis, Donasi Rp 12 Juta Telah Disalurkan

Setelah opname selama 5 hari, Ikrimah diperbolehkan pulang karena sudah sembuh. Total tagihan Rp 12.876.045,- dilunasi dari infaq donatur IDC....

Zakat & Infaq Cerdas: Salurkan Zakat dan Infaq untuk Beasiswa Yatim-Dhuafa

Zakat & Infaq Cerdas: Salurkan Zakat dan Infaq untuk Beasiswa Yatim-Dhuafa

Dalam harta yang kita ada hak orang lain. Zakat adalah senyum masa depan fakir miskin. Salurkan zakat, infaq dan sedekah ke program Zakat Cerdas untuk beasiswa Yatim-Dhuafa. Ini bukan zakat biasa!!...

Latest News


Must Read!
X