Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
41.792 views

Menjawab Murtadin Ma'had NII Al Zaytun (2): Kristen Agama Damai Islam Agama Perang?

Selain memberikan kesaksian di tabloid rohani Kristen, Saifuddin Abraham juga mengumbar alasan-alasan murtad dari Islam dan beralih menjadi penginjil Kristen dalam buku biografinya. Dalam buku testimoni 138 halaman yang ditulisnya, bekas ustadz Ma’had NII Al-Zaytun asal Bima NTB ini bercerita bahwa salah satu alasan dia meninggalkan Islam dan beralih menjadi Kristen, karena menurutnya Islam mengajarkan perang dan radikalisme, sedangkan Kristen tidak mengajarkan perang sama sekali. Menurutnya, ayat-ayat perang dalam Al-Qur’an yang memperbolehkan untuk membunuh orang kafir di mana saja mereka berada. Tiga ayat yang dimaksud adalah Al-Baqarah 191, At-Taubah 5, At-Taubah 29. Terhadap ayat-ayat ini, Saifuddin berkomentar menantang:

“Saya tidak menemukan ayat dengan fi’il amar (kata perintah) dalam Alkitab yang secara gamblang menyuruh membunuh orang, dan juga tidak menemukan ayat dalam kitab Tripitaka atau kitab Wedha perintah yang sama. Ini harus menjadi perhatian para ulama dan pendeta untuk membimbing umat dengan arif, penuh toleran dan damai.” (hlm. 35-36).

Menuding Islam sebagai agama sadis yang menyuruh umatnya untuk membunuh orang Kristen secara biadab sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur'an, adalah sebuah pembodohan dan pembohongan agama. Karena ayat-ayat yang berbicara dalam konteks perang terhadap kafir harbi (orang kafir yang melakukan permusuhan) ini hanya berlaku dalam situasi perang, tidak dalam kondisi damai.

Dalam peperangan, teori apapun pasti menyatakan boleh bahkan wajib mengangkat senjata untuk melawan dan memerangi musuh yang zalim dan terlebih dahulu melakukan penyerangan dan pembunuhan. Jadi, tidak ada yang aneh dalam syariat perang yang diajarkan Al-Qur'an.

Saifuddin masuk Kristen karena menganggapnya sebagai agama kasih yang jauh dari perang dan pembunuhan. Sehingga ia berani berkata lantang: “Saya tidak menemukan ayat dengan fi’il amar (kata perintah) dalam Alkitab yang secara gamblang menyuruh membunuh orang.”

....Saifuddin tidak paham Bibel. Ayat perang yang sangat buas justru diperagakan dengan kalimat sadis 'Bunuhlah dan tumpaslah'...

Pernyataan ini membuktikan bahwa Saifuddin sangat tidak paham terhadap Alkitab (Bibel), kitab suci barunya. Dalam Bibel, ayat perang yang sangat buas justru diperagakan oleh Tuhan. Dengan kalimat sadis “Bunuhlah dan tumpaslah,” Tuhan Yang Maha Kasih dalam Bibelnya Saifuddin juga mengeluarkan fi’il amar untuk menumpas habis semua penduduk dan makhluk bernyawa, sampai punah tanpa belas kasihan sama sekali:

“Majulah ke negeri Merataim, majulah menyerangnya dan menyerang penduduk Pekod! Bunuhlah dan tumpaslah mereka, demikianlah firman Tuhan, lakukanlah tepat seperti yang Kuperintahkan!” (Yeremia 50:21).

”Karena Tuhan yang menyebabkan hati orang-orang itu menjadi keras, sehingga mereka berperang melawan orang Israel, supaya mereka ditumpas, dan jangan dikasihani, tetapi dipunahkan, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa” (Yosua 11:20).

”Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kau biarkan hidup apa pun yang bernafas, melainkan kau tumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu(Ulangan 20:16-17, baca selengkapnya ayat 1-20).

Bahkan sekedar untuk membalaskan dendam Israel kepada orang Amalek, Tuhan dalam Bibel mengeluarkan perintah (dengan fi’il amar) untuk membunuh dan menumpas seluruh rakyat dan binatang ternak tanpa ada belas kasihan sedikitpun, baik laki-laki, perempuan, anak balita, maupun binatang ternak (1 Samuel 15: 1-11).

...Sekedar untuk membalaskan dendam, Tuhan dalam Bibel mengeluarkan perintah untuk membunuh dan menumpas seluruh rakyat dan binatang ternak tanpa belas kasihan....

Di ayat lain Tuhan memerintahkan Yosua untuk melakukan membantai semua penduduk, membunuh semua makhluk yang bernafas, menjarah harta dan membakar kota (Yosua 11:6-15).

Tanpa banyak komentar, semua orang bisa melihat dalam ayat-ayat Bibel tersebut Tuhan memerintahkan (dengan fi’il amar) untuk membuang belas kasihan dalam membunuh dan menumpas seluruh penduduk yang bernyawa baik manusia dewasa, wanita, anak balita maupun binatang. Membaca  ayat-ayat Bibel tersebut, sungguh terlalu bila Saifuddin tidak tercelikkan matanya, dan keukeuh meyakini Tuhan Bibel tidak pernah menyuruh orang untuk membunuh.

Situasi ini berbeda dengan konsep Islam yang membolehkan memerangi kafir harbi dengan sepenuh etika dan aturan kemanusiaan yang tidak boleh dilanggar, antara lain: tidak boleh berlebih-lebihan dan melampaui batas (Qs. Al-Baqarah 190); dilarang melakukan penyiksaan, mutilasi, mengorbankan anak-anak, dan membunuh orang di rumah ibadah (HR  Muslim).

Alasan Saifuddin meninggalkan Islam lalu beralih menjadi Kristen dengan alasan Islam mengajarkan radikal sedangkan Kristen mengajarkan kasih, adalah alasan yang keliru bahkan terbalik. Dengan kata lain, Saifuddin murtad karena pemahaman yang keliru dan terbalik.

....Saifuddin murtad karena pemahaman yang keliru dan terbalik...

Saifuddin Abraham harus merenung dan berpikir ulang dengan hati nurani yang jernih terlepas dari berbagai keinginan, nafsu kedagingan dan iming-iming duniawi. Karena fakta sejarah maupun teologis, justru bertolak-belakang dengan alasan yang dijadikan alasan Abraham untuk pindah agama.

Semoga dengan fakta-fakta yang terungkap dalam artikel ini, Saifuddin bisa mengambil ibrah. Jika tidak, maka benarlah firman Allah dalam surat Hud 24, bahwa perbandingan golongan kafir dan golongan mukmin itu seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan mendengar. Tidakkah Saifuddin mengambil pelajaran daripada perbandingan itu? [Tim Fakta/Sabili]

Baca artikel terkait:

  1. Awas!! Ada Misi Kristen di Pesantren NII Al-Zaytun (1)
  2. Pendeta Masuk Ma'had NII Al-Zaytun, Ustadz pun Murtad Masuk Kristen
  3. Jawaban untuk Penginjil Murtad Mantan Ustadz Ma'had NII Al-Zaytun (1)
  4. Menjawab Murtadin Ma'had NII Al Zaytun (2): Kristen Agama Damai Islam Agama Perang?

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Christology lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Mukena Bordir Mewah Harga Murah

Sambut Ramadhan dengan mukena bordir berkualitas, nyaman, adem dan harga terjangkau. Reseller welcome!
http://mukenariri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Kecelakaan, Lidahnya Sobek Butuh Biaya Operasi 5 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Anak Mujahid Kecelakaan, Lidahnya Sobek Butuh Biaya Operasi 5 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Lidah Fauzan sobek 2 cm karena terjatuh dari sepeda. Harus segera dioperasi dengan biaya Rp 5 juta. Ayahnya mujahid aktivis nahi munkar dan dakwah tauhid waljihad sedang kesulitan ekonomi....

Sekujur Tubuh Khubaib Melepuh Tersiram Air Panas Saat Ayah dan Ibunya Shalat. Ayo Bantu.!!

Sekujur Tubuh Khubaib Melepuh Tersiram Air Panas Saat Ayah dan Ibunya Shalat. Ayo Bantu.!!

Bocah ini tersiram air teh mendidih hingga 50 persen tubuhnya melepuh. Selama 6 hari ia hanya dirawat di rumah hingga lukanya membusuk....

Bantuan 3,5 Juta Rupiah Diserahkan, Balita Hidrosefalus Mulai Jalani Pengobatan. Ayo Bantu.!!!

Bantuan 3,5 Juta Rupiah Diserahkan, Balita Hidrosefalus Mulai Jalani Pengobatan. Ayo Bantu.!!!

Amanah donasi 3,5 juta rupiah sudah disalurkan untuk biaya pengobatan Sofia. Balita malang ini bisa melanjutkan pengobatan hydrocephalus, tapi masih butuh bantuan pengobatan rutin...

Bantuan Biaya Persalinan Sudah Diserahkan,  Istri Mujahid Aktivis Nahi Munkar Pulang ke Rumah

Bantuan Biaya Persalinan Sudah Diserahkan, Istri Mujahid Aktivis Nahi Munkar Pulang ke Rumah

Sepekan usai operasi persalinan caesar, Ummi Keysan dan bayinya membaik dan diizinkan pulang meninggalkan rumah sakit. Amanah bantuan dari donatur IDC telah diserahkan. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

Latest News
Ini Penjelasan Felix Siauw Soal Pembubaran Pengajian oleh Polisi di Malang

Ini Penjelasan Felix Siauw Soal Pembubaran Pengajian oleh Polisi di Malang

Ahad, 30 Apr 2017 23:47

RZ Bagikan 1000 Hijab di Surabaya

RZ Bagikan 1000 Hijab di Surabaya

Ahad, 30 Apr 2017 23:26

Islam Datang Sebagai Penyelamat dan Pemersatu

Islam Datang Sebagai Penyelamat dan Pemersatu

Ahad, 30 Apr 2017 23:15

Pengajian Felix Siauw di Malang Dibubarkan Polisi Atas Desakan Ormas

Pengajian Felix Siauw di Malang Dibubarkan Polisi Atas Desakan Ormas

Ahad, 30 Apr 2017 23:05

Mualaf Michael Cummings: Kemenangan Trump adalah Jalanku Menemukan Islam

Mualaf Michael Cummings: Kemenangan Trump adalah Jalanku Menemukan Islam

Ahad, 30 Apr 2017 22:50

Dapat Ancaman Pembunuhan dari Warga Surabaya, Fahira Idris dan Fadli Zon Bereaksi

Dapat Ancaman Pembunuhan dari Warga Surabaya, Fahira Idris dan Fadli Zon Bereaksi

Ahad, 30 Apr 2017 22:48

Pejabat MUI: Jangan Biarkan Penista dapat Hak Hidup dan Tumbuh Subur di Indonesia

Pejabat MUI: Jangan Biarkan Penista dapat Hak Hidup dan Tumbuh Subur di Indonesia

Ahad, 30 Apr 2017 22:35

Karangan Bunga Ahok Capai 7 Ribu Lebih, Damin Sada Tolak Sampahnya Dibuang ke Bekasi

Karangan Bunga Ahok Capai 7 Ribu Lebih, Damin Sada Tolak Sampahnya Dibuang ke Bekasi

Ahad, 30 Apr 2017 22:25

Teknologi Tanpa Edukasi

Teknologi Tanpa Edukasi

Ahad, 30 Apr 2017 21:50

Indonesia Darurat Sekulerisme

Indonesia Darurat Sekulerisme

Ahad, 30 Apr 2017 21:14

Misteri Cita-Cita Kartini

Misteri Cita-Cita Kartini

Ahad, 30 Apr 2017 21:05

Natalius Pigai: Mereka Bukan Islam Radikal, Saya yang Katolik Saja Dipercaya

Natalius Pigai: Mereka Bukan Islam Radikal, Saya yang Katolik Saja Dipercaya

Ahad, 30 Apr 2017 21:03

Tuntutan Hukuman ke Ahok Dinilai Bergeser dari Tuntutan Awal, Ini Penjelasannya

Tuntutan Hukuman ke Ahok Dinilai Bergeser dari Tuntutan Awal, Ini Penjelasannya

Ahad, 30 Apr 2017 20:35

Pasca Pilkada Jakarta, Bagaimana Teka-tekinya?

Pasca Pilkada Jakarta, Bagaimana Teka-tekinya?

Ahad, 30 Apr 2017 20:32

 9 Tentara Yaman Tewas atau Terluka dalam Serangan Pejuang Al-Qaidah di Provinsi Lahj

9 Tentara Yaman Tewas atau Terluka dalam Serangan Pejuang Al-Qaidah di Provinsi Lahj

Ahad, 30 Apr 2017 20:15

MUI Sumbar: Seruan Menag Multi Tafsir, Pesan Sponsor Lebih Kental

MUI Sumbar: Seruan Menag Multi Tafsir, Pesan Sponsor Lebih Kental

Ahad, 30 Apr 2017 20:02

Ratusan Masa Anti-Muslim Tutup Paksa 2 Sekolah Islam di Yangon Myanmar

Ratusan Masa Anti-Muslim Tutup Paksa 2 Sekolah Islam di Yangon Myanmar

Ahad, 30 Apr 2017 19:15

Jubir FPI Bantah Kabar Habib Rizieq Melarikan Diri ke Arab Saudi karena Diteror

Jubir FPI Bantah Kabar Habib Rizieq Melarikan Diri ke Arab Saudi karena Diteror

Ahad, 30 Apr 2017 19:01

Rezim Jokowi, Rezim yang Ingin Satukan Pemahaman & Ada Tirani oleh Minoritas

Rezim Jokowi, Rezim yang Ingin Satukan Pemahaman & Ada Tirani oleh Minoritas

Ahad, 30 Apr 2017 18:35

Seorang Tentara AS Tewas Akibat Ledakan Bom Islamic State (IS) di Mosul

Seorang Tentara AS Tewas Akibat Ledakan Bom Islamic State (IS) di Mosul

Ahad, 30 Apr 2017 18:05


Mukena bordir mewar harga murah
Must Read!
X

Jum'at, 28/04/2017 16:59

Imam Qunut Shubuh, Makmum Ikut Qunut?