Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.465 views

Wawancara Susno Duaji : Apakah Mengungkap Kebenaran Perlu Dihukum?

Jakarta (voa-islam.com) - Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji kembali membuat geger. Setelah insiden 'Cicak-Buaya', sampai kasus Bibit-Chandra, Susno muncul di persidangan Antasari Azhar.

Kesaksian Susno yang dinilai meringankan Antasari dianggap menyudutkan institusi yang membesarkannya. Tapi Susno membantah. Dia hanya mengungkap kebenaran setelah selama ini dikorbankan.

"Apakah seorang jenderal mengungkap suatu kebenaran yang diwajibkan hukum positif dan agama perlu dihukum?" kata Susno dalam wawancara dengan detikcom, Kamis (7/1/2010) malam.

Berikut wawancara dengan Susno Duadji, yang diselingi sejumlah keterangan off the record.

Kesaksian Anda di sidang Antasari mengejutkan. Apa motivasinya?

Saya warga negara Indonesia, mereka (pengacara) sudah mengirim surat terkait kesaksian istri Wiliardi (Novarina) yang menyebut nama saya, bahwa saya pernah memanggil mereka dan mengatakan mereka (Wiliardi) dijamin tidak dipecat. Keterangan itu harus diluruskan benar atau tidak. Kemudian saya diundang sebagai saksi, sebagai warga negara harus datang.

Kemudian tidak ada aturan di kepolisian, di undang-undang manapun yang mengharuskan saya meminta izin sebagai saksi.

Termasuk izin Kapolri?

Ya tidak ada. Saya ini bintang tiga, jenderal, tahu mana yang benar dan salah. Saya tahu aturan kepolisian itu. Kalau polisi melarang anggotanya bersaksi, nggak usah jenderal, sersan saja, itu melanggar HAM. Masa dilarang bersaksi? Itu kan lucu.

Nanti masyarakat Indoensia bilang apa, katanya polisi refomis. Saya tidak mengatasnamakan institusi, itu pribadi.

Saya sebagai warga negara Indonesia, sebagai jenderal masih aktif, saya marah kepada jenderal yang bicara polisi tidak boleh bilang begitu, harus izin.

Dan saya lebih marah ada jenderal yang mempersoalkan izin, bukan mempersoalkan materi. Kapan majunya, saya lebih marah ada jenderal yang bilang, jenderal yang mancing-mancing.

Keterangan Bapak dinilai menjelekkan institusi Polri dan mengganggu proses penyidikan Polri?

Bagian mana yang menyerang? Polisi kan merekam, saya merekam polisi kan juga ada. Kalimat mana yang menyerang? Kita tidak boleh buru-buru mengatakan menyerang. Apa yang saya sampaikan tadi di bawah sumpah loh. Saksinya Tuhan. Kalau saya bohong, saya dilaknat. Kalau saya mengarang dan berbohong itu di mana?

Anda dituding melanggar kode etik?

Kode etik yang mana? Kode etik itu luas sekali. Itulah statemen yang tidak boleh terjadi. Kan malu di depan masyarakat, jenderalnya tahu mana yang baik dan buruk, kok mempersoalkan hal ini. Apa tidak malu sama orang?

Polisi, hakim, jaksa, pengacara itu kan penegak hukum. Dan terdakwa bukan musuh. Ini demi keadilan, kalau salah ya salah, kalau benar ya benar. Terdakwa itu bukan musuh polisi, hakim, dan jaksa.

Tapi kemudian jaksa yang mempersoalkan baju, kalau orang tidak bersalah ya harus dibebaskan. Jangan sampai yang tidak bersalah dihukum.

Konsekuensi dari Polri siap menghadapi?

Saya yakin polisi tidak akan memberikan sanksi apapun. Kalau polisi menghukum saya, justru masyarakat urusannya. Polisi mengatakan reformasi, tidak boleh main kasus dan harus netral. Jadi kalau misalnya warganya, anak buahnya memberikan keterangan sebagai saksi mana mungkin memberikan sanksi. Kalau memberikan sanksi dapat dipertanyakan

Keterangan Anda seolah-olah menelanjangi proses penyidikan kasus Antasari dan kemudian Anda dicap membangkang Kapolri?

Apakah seorang jenderalnya mengungkap suatu kebenaran yang diwajibkan hukum positif dan agama akan dihukum. Biar masyarakat menilai.

Ada sinyalemen kesaksian Anda merupakan balas dendam kepada Kapolri karena nonjob?

Saya tidak ada rasa balas dendam, tidak ada rasa kecewa. Sudah lama saya mau mundur sebagai polisi. Saya diserang sebulan lalu, saya mau mundur. Saya diserang media massa, apa yang saya lakukan tidak benar. Saya tidak sanggup, mau mundur dilarang. Keliru kalau dicap balas dendam.

Tiba-tiba diumumkan kepada publik mutasi saya. Kenapa mutasi Susno nonjob diumumkan? Itu saya dipermalukan, apa mutasi diumumkan. Mutasi biasa-biasa saja. Saya minta keluar dari jabatan, saya minta keluar dari polisi. Caranya mau pensiun boleh, tidak pensiun boleh.

Saya tidak menyalahkan orang di dalam. Saya menyalahkan diri saya, kenapa saya masuk ke situ (Mabes Polri).

Jadi Anda merasa pencopotan itu karena dikorbankan?

Saya merasa dikorbankan kalau diumumkan. Kalau permintaan Susno sendiri itu lain. Apalagi saat itu saya mau pulang ke kampung mau lebaran, tapi kemudian ada yang bilang o Pak Susno ini dicopot, nonjob, saya malu.

Dikorbankan dalam konteks apa?

Tim 8 itu nuntut merekomendasi saya nonjob dan sebagainya, karena saya merekayasa kasus KPK. Masyakat menuduh saya begitu, tetapi saya jelaskan kepada mereka, bagaimana saya bisa merekayasa? Saya tidak menangani kasus ini (Bibit-Chandra).

Saya benci kepada orang yang tidak mau berbicara di Mabes Polri, mestinya ngomong, salah kalau Susno merekayasa. Susno itu tidak terlibat. Selesai urusan. Saya mau orang bertanggung jawab seperti itu. Kalau saya didiamkan saja, berarti saya diumpankan. Yang bertanggung jawab terjadi masalah itu ya enak-enakan.

Saya tidak diberi tanggung jawab atas masalah itu, kecuali diperintahkan bertemu Anggoro, itu saya diperintahkan. Justru itu dibesarkan dari dalam, itu dibesar-besarkan. Itu namanya rezeki yag bersih dikasihkan ke mulut macan.

Sekarang masyarakat tahu, Susno begitu posisinya. Apa saya dilarang membuka ini? Kemudian disebut berkhianat. Apa saya dilarang, menilainya darimana. Apa salah susno menyampaikan kebenaran? Apa bisa dinilai Susno berkhianat? Apakah Susno pengkhianat, silakan dinilai.

Jadi bisa dinilai pahlawan di Indonesia itu orang yang perkataannya dan ucapannya berbeda.

Ada bukti otentik tanda tangan Anda terkait penyidikan kasus tersebut?

Itu pengawasan, jadi ditandatangani itu pengawasan. Itu tugas yang benar. Pengawas penyidik itu tugasnya penyidik benar.

Saya katakan ada tim, tugasnya mencari motif dan akhirnya tim gagal. Kemudian karena gagal saya mau dikorbankan. Ngamuk saya. Tapi yang disampaikan Aritonang (Kadiv Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang), jangan teriak-teriak Susno dipecat. Karena permintaan pengacara itu mulia, dan saya menjadi pengawas agar tidak melenceng.

Jadi kasus Antasari dipaksakan?

Saya tidak mau komentar, paling tidak apa yang saya jelaskan membuka mata.

Pengusutan ditangani Wakabareskrim dan Kapolri?

Yang melakukan Kapolda Metro, kemudian ada tim yang dibentuk dan saya tidak tahu apa itu, dan saya tidak perlu tahu.

Opini publik melihat Anda menjelek-jelekkan Polri karena sakit hati?

Saya ini orang yang cinta sama polisi. Kalau ada jenderal polisi ingin memperbaiki polisi supaya benar itu untuk memperbaiki atau menjelek-jelekkan?

Bagaimana kalau Anda dipanggil Kapolri terkait kesaksian Anda?

Saya yakin Kapolri tidak mungkin memanggil, saya yakin. Saya jenderal dan kalau Kapolri memanggi saya, maka lain perkatan lain perbuatan karena Kapolri menyebut reformis. Saya percaya Kapolri akan memberikan dorongan semangat. Saya membantu supaya beliau memperbaiki polisi.

Kalau memanggil dan menegur mana mungkin. Kita lihat saja nanti apa beliau berbeda apa yang dikatakan dengan yang dilaksanakan. Saya membantu membenahi Bareskrim.

Belum ada kontak dari Polri setelah kesaksian itu?

Saya katakan 100 persen Kapolri tidak akan menegur saya, saya katakan yang benar. Saya khawatirkan jenderal-jenderal yang tidak reformis. Kapolri mana mungkin, atau ada kemungkinan, ya kalau begitu diragukan beliau reformis.

Anda yakin langkah Anda akan diterima?

Diterima atau tidak biar waktu yang menentukan. Kita tidak berubah kalau kita tidak melakukan. Yang lemah berdoa saja. Saya belum pernah menyesali jabatan saya dicopot.

Anda kabarnya benar pernah marah-marah di rumah Kapolri karena urusan suatu hal, sekitar 1 bulan lalu?

Betul saya marah pencopotan saya diumumkan, baru sekali itu diumumkan oleh Kadiv Humas, kenapa? Yang lain dimutasi tapi tidak diumukan.

Saya saat itu marah tapi saya tidak ketemu.

Kabarnya Anda memukul ajudan Kapolri juga?

Nggak dewasa itu namanya saya kalau begitu. Saya enggaklah, saya ini penakut, tetapi itu juga tidak ada kaitan dengan jabatan

Bukannya karena meminta posisi Wakapolri?

Kenapa saya diributkan, saya meminta mundur bukan dari jabatan, tapi dari polisi.

Omong-omong di belakang Bapak siapa, Kok berani sekali sama Polri?

Allah.

Bukannya ada dukungan politisi?

Tidak, saya didukung Allah. Ibu saya mengajarkan saya kalau benar benar, kalau tidak ya tidak. (detik)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Dalam usia dua tahun sudah menderita komplikasi lahir batin. Lahir tanpa belaian sang ayah, ia mengidap penyakit jantung, pengecilan otak, gangguan pernafasan dan paru-paru. Ia sudah dioperasi...

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

Latest News
Memberi Nama Anak Tidak Harus di Hari Ketujuh

Memberi Nama Anak Tidak Harus di Hari Ketujuh

Jum'at, 28 Jul 2017 16:35

Wartawan Inggris Jhon Cantlie yang Ditawan IS Dilaporkan Telah Meninggal di Mosul

Wartawan Inggris Jhon Cantlie yang Ditawan IS Dilaporkan Telah Meninggal di Mosul

Jum'at, 28 Jul 2017 16:35

Presiden Boneka Rusia Ramzan Kadyrov Sesumbar Siap Turun Jabatan untuk Lindungi Al-Aqsa

Presiden Boneka Rusia Ramzan Kadyrov Sesumbar Siap Turun Jabatan untuk Lindungi Al-Aqsa

Jum'at, 28 Jul 2017 15:05

Bangun Negara, Gerindra: Perpektif Islam Kelola SDA, Ekonomi Liberal dengan Utang

Bangun Negara, Gerindra: Perpektif Islam Kelola SDA, Ekonomi Liberal dengan Utang

Jum'at, 28 Jul 2017 11:49

Syuhada Al-Qaryatain Tinggalkan Koalisi Pimpinan AS Setelah Dilarang Perangi Rezim Assad

Syuhada Al-Qaryatain Tinggalkan Koalisi Pimpinan AS Setelah Dilarang Perangi Rezim Assad

Jum'at, 28 Jul 2017 11:30

Negara Kapitalis Sengaja Berikan Utang agar dapat Cengkram Indonesia Lebih Kuat

Negara Kapitalis Sengaja Berikan Utang agar dapat Cengkram Indonesia Lebih Kuat

Jum'at, 28 Jul 2017 10:49

[VIDEO] Syariat Islam tidak Toleran? Simak Penjelasan Gubernur Ini

[VIDEO] Syariat Islam tidak Toleran? Simak Penjelasan Gubernur Ini

Jum'at, 28 Jul 2017 09:56

Utang Jokowi Setara Lima Tahun SBY, Gerindra: Negara Darurat Utang

Utang Jokowi Setara Lima Tahun SBY, Gerindra: Negara Darurat Utang

Jum'at, 28 Jul 2017 09:49

10.000 Tentara AS Bunuh Diri Antara tahun 2004 hingga 2009

10.000 Tentara AS Bunuh Diri Antara tahun 2004 hingga 2009

Jum'at, 28 Jul 2017 09:15

Inilah Nasehat Syaikh Khalid Al Hamudi kepada Santri AFKN

Inilah Nasehat Syaikh Khalid Al Hamudi kepada Santri AFKN

Jum'at, 28 Jul 2017 09:11

Subyektivitas Negara melalui Perppu No. 2/2017 Mulai Makan

Subyektivitas Negara melalui Perppu No. 2/2017 Mulai Makan "Korban"

Jum'at, 28 Jul 2017 08:49

Menristek Dikti dan Menpora Dinilai Lakukan Persekusi terhadap Anggota HTI

Menristek Dikti dan Menpora Dinilai Lakukan Persekusi terhadap Anggota HTI

Jum'at, 28 Jul 2017 07:47

Ikut Cara Pikir Ekonomi Komprador, Rizal Ramli: RI Hancur ikut IMF

Ikut Cara Pikir Ekonomi Komprador, Rizal Ramli: RI Hancur ikut IMF

Jum'at, 28 Jul 2017 06:47

Melindungi Anak dari Kekerasan, Dimulai dari Mana?

Melindungi Anak dari Kekerasan, Dimulai dari Mana?

Kamis, 27 Jul 2017 22:47

Jangan Labil, Sabar Hadapi Ujian

Jangan Labil, Sabar Hadapi Ujian

Kamis, 27 Jul 2017 22:34

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman 3 Pejuang Palestina Pembunuh 2 Polisi Israel di Al-Aqsa

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman 3 Pejuang Palestina Pembunuh 2 Polisi Israel di Al-Aqsa

Kamis, 27 Jul 2017 22:05

Perpppu Pembubaran Ormas yang  Dianggap Radikal, Mencerminkan Rezim Anti Islam?

Perpppu Pembubaran Ormas yang Dianggap Radikal, Mencerminkan Rezim Anti Islam?

Kamis, 27 Jul 2017 21:18

Substansi Pokok Cederai Hak Individu dan Hak Berserikat, HIMI Persis Tolak Perppu 2/2017

Substansi Pokok Cederai Hak Individu dan Hak Berserikat, HIMI Persis Tolak Perppu 2/2017

Kamis, 27 Jul 2017 21:10

Bullying: Efek Terkikisnya Akidah Anak Bangsa

Bullying: Efek Terkikisnya Akidah Anak Bangsa

Kamis, 27 Jul 2017 21:04

Politisi: Sehari Jokowi Utang 1,1 Trilyun, Program Bangun Utang?

Politisi: Sehari Jokowi Utang 1,1 Trilyun, Program Bangun Utang?

Kamis, 27 Jul 2017 20:59


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X