Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
52.574 views

KH Said Aqil Siradj, Sampeyan Muslim?

By: Wildan Hasan
Direktur WH Foundation

Saat ini kita dibuat tercengang-cengang dengan sepak terjang Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA, Ketua Umum PBNU yang melontarkan berbagi tuduhan keji kepada umat Islam. Namun ternyata perilaku nyeleneh bak pendekar mabok ini bukan hanya sekarang saja terjadi. Tulisan ini hanya sekedar mengumpulkan remah-remah yang bertebaran di internet terkait sepak terjang KH Said Aqil Siradj. Sebelumnya mari kita mengenal KH Said Aqil Siradj lebih dekat dengan membaca sedikit curiculum vitaenya.

Nama : Prof Dr KH Said Agil Siradj
Nama lengkap : Said Aqil Siradj
Tempat dan tanggal lahir: Cirebon, 03 Juli 1953
Nama istri : Nur Hayati Abdul Qodir
Nama Anak: 1. Muhammad Said Aqil, Nisrin Said Aqil, Rihab Said Aqil, Aqil Said Aqil

Pendidikan Formal

  1. S1 Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982.
  2. S2 Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987.
  3. S3 University of Umm al-Qura, jurusan Aqidah / Filsafat Islam, lulus 1994

Pendidikan Non-Formal

  1. Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek Cirebon
  2. Hidayatul Mubtadi’en Pesantren Lirboyo Kediri (1965-1970)
  3. Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (1972-1975)

Pengalaman Organisasi

  1. Sekertaris PMII Rayon Krapyak Yogyakarta (1972-1974)
  2. Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Mekkah (1983-1987)
  3. Wakil Katib ‘aam PBNU (1994-1998)
  4. Katib ‘aam PBNU (1998-1999)
  5. Penasihat Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (Gandi) (1998)
  6. Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) (1998-sekarang)
  7. Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI (1998-sekarang)
  8. Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 (1998)
  9. Ketua TGPF Kasus pembantaian Dukun Santet Banyuwangi (1998)
  10. Penasehat PMKRI (1999-sekarang)
  11. Ketua Panitia Muktamar NU XXX di Lirboyo Kediri (1999)
  12. Anggota Kehormatan MATAKIN (1999-2002)
  13. Rais Syuriah PBNU (1999-2004)
  14. Ketua PBNU (2004-sekarang)

Profesional Kegiatan

  1. Tim ahli bahasa indonesia dalam surat kabar harian Al-Nadwah Mekkah (1991)
  2. Dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) (1995-1997)
  3. Dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1995-sekarang)
  4. Wakil Direktur Universitas Islam Malang (Unisma) (1997-1999)
  5. MKDU penasihat fakultas di Universitas Surabaya (Ubaya) (1998-sekarang)
  6. Wakil ketua dari lima tim penyusun rancangan AD / ART PKB (1998)
  7. Komisi member (1998-1999)
  8. Dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo Kediri (1999 – sekarang)
  9. Majelis Permusyawaratan Rakyat anggota fraksi yang mewakili NU (1999-2004)
  10. Lulusan Unisma direktur (1999-2003)
  11. Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) (2001-sekarang)
  12. Dosen pascasarjana ST Ibrahim Maqdum Tuban (2003-sekarang)
  13. UNU Dosen lulusan Universitas NU Solo (2003-sekarang)
  14. Lulusan Unisma dosen (2003-sekarang)
  15. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2010-2015

(sumber: http://majelisfathulhidayah.wordpress.com/2010/04/13/profil-profil-said-agil-siradj-ketua-umum-pengurus-besar-nahdlatul-ulama-pbnu-2010-2015/).

Sampeyan Muslim?

Berikut fakta sepak terjang KH. Said Aqil Siradj yang terekam media dan bisa membuat kita menimbang-nimbang apakah bisa kita mengajukan pertanyaan “Kyai Said, sampeyan muslim?

1. Kyai Said mengutuk ‘kekerasan’ yang dilakukan oleh umat Islam, dekat dan mesra dengan kelompok minoritas (non muslim dan penganut aliran sesat), mendoakan keselamatan untuk penganjur kesesatan Ulil Abshar Abdalla dedengkot JIL yang sekarang nyaman di ketiak partai penguasa dan dekat atau menjadi bagian dari kelompok pengidap penyakit SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme). (sumber: http://wahidinstitute.org/Berita/Detail/?id=295/hl=id/KH_Said_Aqil_Siradj_Jangan_Ragu_Dengan_PBNU).

2. Kyai Said penjilat penguasa dan mengkhianati suara rakyat dengan mengkritik beberapa tokoh agama yang menuduh pemerintah telah berbohong. (http://nasional.inilah.com/read/detail/1142292/pbnu-sindir-tokoh-lintas-agama-tak-santun)

3. Kyai Said aqidahnya rusak

Berikut kutipan pemikiran Said Aqil Siradj dalam sebuah tulisannya berjudul “Laa Ilaha Ilallah Juga” menurutnya, “Agama yang membawa misi Tauhid adalah Yahudi, Nasrani dan Islam. Ketiga agama tersebut datang dari Tuhan melalui nabi dan rasul pilihan. Yahudi diturunkan melalui Musa, Nasrani diturunkan melalui Isa dan Islam diturunkan melalui nabi Muhammad SAW. Kedekatan ketiga agama samawi yang sampai saat ini dianut manusia semakin tampak jika dilihat dari genealoi ketiga utusan (Musa, Isa, Muhammad) yang bertemu pada Ibrahim. Ketiga agama tersebut mengakui Ibrahim sebagai the Faunding Father’s bagi agama tauhid. Jadi ketiga agama tersebut sama-sama memiliki komitmen untuk menegakkan kalimat tauhid..... dari ketiga macam tauhid diatas(tauhid Rubbubiyah,Uluhiyah dan asma wa sifat), tauhid Kanisah Ortodhoks Syiria (Kristen Orthodox) tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan tauhid Islam……….dst (Menuju Dialog Teologis Kristen Islam karya Bambang Noorsena penganut Kristen Orthodok Syiria). (http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/10/06/16278/koreksi-aqidah-kh-said-aqil-sirajd-jangan-samakan-tauhid-islam-dengan-trinitas-kristen/).

4. Kyai Said melontarkan perkataan kesyirikan.

Kyai Said pernah berkata “Jika seseorang berdoa’a pada batu secara khusyu’ maka Alloh akan mengabulkan do’anya karena kalau tidak terkabul maka Alloh akan sama dengan batu”.

5. Kyai Said berbuat bid’ah

Said Aqil pernah mensponsori dan mengadakan doa bersama antar agama dalam sebuah tema “ Indonesia Berdoa” yang dihadiri beberapa tokoh kafir (non muslim)dan juga beberapa pimpinan NU. Sebuah acara mengada-ada (bid’ah mungkar). Hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasululloh dan para Sahabat. Bahkan tercatat dalam sejarah Rasullulloh, beliau mengadakan Mubahallah (do’a untuk melaknat) dengan tokoh Nashara, bukan do’a untuk mencari keselamatan bersama antara beberapa tokoh agama.

6. Kyai Said pernah mengatakan bahwa “Abdullah bin Saba’ (pimpinan Syiah) dalam masa Rasululloh dan para sahabat tidak pernah ada dan tidak pernah dikenal dalam sejarah Islam”. Dalam hal ini Said Aqil berusaha menutupi dan mendistorsi sejarah Islam. Abdullah bin Saba’ (seorang Yahudi yang masuk Islam kemudian menyimpang dan memimpin Syiah) berusaha dihilangkan oleh Said Aqil dari panggung sejarah Islam Sehingga seolah-olah Yahudi tidak dianggap sebagai musuh dan golongan yang pertama-kali memecah belah dan mengacak-acak Islam.

7. Kyai Said pernah mengakui bahwa dia pernah belajar Agama Syiah dan dia tidak mempermasalahkan sesatnya ajaran Syiah tersebut dan dianggapnya wajar-wajar saja.

8. Kyai Said gemar keluar masuk gereja dan berceramah di sana.

9. Kyai Said pernah mengusulkan agar MUI dibubarkan.

Point 3 sampai 9 dapat dilihat di: http://alislam-pwt.tripod.com/islam__liberal2.htm

10. Kyai Said pendukung ideologi kufur pluralisme

http://www.cathnewsindonesia.com/2011/07/14/nahdlatul-ulama-tetap-komit-pada-pluralisme/

11. Kyai Said simpatisan sekte sesat Syi’ah

Dalam buku Tasawwuf sebagai Kritik Sosial, di antaranya Said Aqil menulis bahwa kehadiran Islam sarat dengan nuansa politis dan Imam Syafi’i dianggap simpatisan Syi’ah. (http://www.syiahindonesia.com/index.php/data-a-fakta/potret-tokoh-syiah/181-dr-said-agil-siradj-mengaku-tak-percaya-syiah-)

12. Kyai Said bergabung dengan partai sekuler yang selalu menghalang-halangi upaya penegakkan syariat Islam di Indonesia. (http://www.riaupos.co.id/berita.php?act=full&id=4140&kat=8).

13. Kyai Said menerima perwakilan GKI Yasmin namun tidak tabayyun kepada Umat Islam Bogor. (http://www.seruu.com/entertainment/tokoh-internasional-/artikel/kh-said-aqil-siradj-walikota-bogor-harus-taat-hukum-dalam-kasus-gki-yasmin)

14. Kyai Said adalah pejuang Hindu, Budha, Kristen dan Konghucu Point ini di atas disimpulkan dari judul KEBHINNEKAAN DAN PLURALISME bab

13 buku TASAWAUF SEBAGAI KRITIK SOSIAL karangan Said Aqil Siroj, tebitan Mizan, September 2006. (