Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
3.188 views

Menggugat Pers Anti Islam!

Oleh: Umar Syarifudin  

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menginginkan media massa bersikap independen. Ia juga mendukung Dewan Pers yang berencana menertibkan media yang selama ini melakukan pemberitaan yang tidak benar. "Ini harus ditertibkan, jangan sampai masyarakat tidak peduli lagi terhadap media lantaran ulah media sendiri," kata Zulkifli Hasan dalam rilis, Senin.Sebelumnya, Dewan Pers menerima sebanyak 750 pengaduan dari masyarakat terkait media massa selama 2016, 90 persen dari pengaduan tersebut untuk media arus utama dan sisanya media abal-abal. "Sebagian besar dari masyarakat, nomor dua dari birokrasi," ujar Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo di Jakarta, Rabu (4/1). (republika.co.id 10/1/17)

Catatan Kritis

Ada udang di balik batu kondisi pers saat ini. Di tengah derasnya arus informasi, media menjadi mesin propaganda dan hegemoni.  Hal ini disengaja untuk menciptakan satu opini besar demi memalingkan rakyat dari fakta sebenarnya. Konglomerasi yang terjadi pada media pun semakin menunjukan bahwa kebenaran itu bersifat nisbi. Uang dan kepentingan di atas segalanya. Meski berjuluk media kredibel, namun terkadang pemberitaannya miring. Apalagi jika digunakan untuk menyerang Islam dan umatnya. Ideologi kapitalisme telah menjadi simbol media.

Simbol kapitalisme yang paling menonjol adalah media massa. Mayoritas orang mendapatkan pandangannya terhadap dunia dari kacamata media. Kita akan sangat sulit melawan begitu gencarnya opini yang diciptakan secara linear dan tidak ada satu pembanding. Kalau kita mencari sesuatu dan melemparkan satu counter opini saja, habis-habisan dibabat. Kita menghadapi satu leburan isu yang terus menerus secara berkesinambungan disampaikan kepada publik.Demokrasi selalu menerapkan kebebasan berekspresi tebang pilih.       

Ketika dicermati secara seksama, media massa nasional tidak dimiliki oleh satu entitas yang homogen (monolitik) yang memiliki agenda yang sama dalam menyebarkan pandangannya. Sebaliknya, ada beberapa faksi yang saling bersaing untuk meningkatkan jumlah audiensnya dan mencapai nilai komersial. Terkonsentrasinya jumlah kepemilikan terhadap media menghasilkan sistem yang bekerja untuk mempromosikan sekulerisme dan nilai-nilai komersial. Kita akan bisa membaca kecenderungan pemberitaan media massa dewasa ini. Pendangkalan informasi bisa kita lihat sebagai kecenderungan umum yang dilakukan oleh media massa. Pemilihan berita-beritanya dilakukan atas pertimbangan mengganggu kepentingan pemilik modal atau tidak, sesuai kebutuhan pasar atau tidak. Pasar menjadi kuasa dan segalanya.

...Di tengah derasnya arus informasi, media menjadi mesin propaganda dan hegemoni.  Hal ini disengaja untuk menciptakan satu opini besar demi memalingkan rakyat dari fakta sebenarnya...

Media massapragmatis, harus "menawarkan diri" kepada pembaca serta pemasang iklan untuk mempertahankan kehidupannya. Untuk itu, dilakukanlah kompromi-kompromi. Berita sudah tidak murni sebagai informasi innocent, melainkan sudah mengalami polesan promotif, baik dari pengusaha bahkan politisi dan merembes ke selebritas. Sisi lemah ini kemudian dijadikan alat oleh siapa pun, termasuk untuk membuat orang tak dikenal menjadi terkenal, bahkan untuk menjadikan mereka seolah sebagai "pahlawan".

Seseorang yang tadinya bukan apa-apa tiba-tiba bisa meroket namanya di kancah politik, misalnya, lebih karena kemampuannya "mendekati" media massa untuk membangun citra dirinya. Ranah politik praktis di Indonesia dengan karakteristiknya yang hingar-bingar, tak memerlukan kedalaman berpikir, sangat membuka peluang hadirnya tokoh-tokoh dadakan seperti itu.

Noam Chomsky dalam bukunya “Kuasa Politik Media” yang mengungkap peran propaganda media massa dalam rekayasa opini public. Para penguasa sebenarnya memiliki tujuan yang kontraproduktif dengan keinginan publik/ rakyat untuk terus melanggengkan kekuasaan. Bahkan Noam Chomsky juga mengatakan bahwa pengusaha media liberal telah mendidik orang-orang bodoh sebagai corong pengusaha dan penguasa. Hipokrasi terang-terangan yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh liberal seperti ini hanyalah bukti lain dari kegagalan sistem sekuler Barat. Termasuk juga menjadii penjelas mengapa semakin banyak umat Islam menolak demokrasi sekuler dan memeluk Islam sebagai sistem yang mampu menentukan masa depan politik, ekonomi, dan sosial mereka.

Menggugat Anti-Islam

Sangatlah penting untuk memahami landasan penopang media sekuler dan akar penyebab kebencian terhadap Islam. Sumber kebencian ini berlandaskan kepentingan ideologis Kapitalisme. Dasar pemikiran ini tidak hanya menolak pengaturan kehidupan oleh tuntunan wahyu tetapi juga berjuang untuk mematikan setiap usaha yang terkait dengan penerapan wahyu. Maka, sekularisme menuntut agar agama dibatasi dalam ranah privat saja. Islam, di lain pihak, sangat menentang ide seperti itu. Islam menuntut bahwa Syariah diterapkan tidak hanya di ranah privat tapi juga di lingkup publik.

Sumber pencitraan Islam yang negatif bersifat Ideologis. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa prinsip dasar Islam berlawanan dengan Kapitalisme. Dengan demikian, bisa dipahami hadirnya jurnalis yang kritis terhadap Islam, yang sekedar mengikuti trend anti-islam, atau yang  bertindak sebagai oportunis. Tidak heran apabila produk jurnalisme yang ada terkesan tidak cerdas dan penuh dengan kebingungan. Tentu saja kita tidak perlu terkejut dengan adanya media yang anti-Islam. Banyak sekali contoh bias media dalam peliputan berita.

Bukan tidak mungkin, dalam percaturan politik nasional, media massa telah dijadikan alat propaganda untuk kepentingan menyerang Syariah Islam dan umat Islam. Isu disebar dan media massa -atas nama kebebasan-melahapnya sebagai sajian berita yang dianggap layak jual. Maka korporasi media lah yang sebenarnya memiliki pengaruh terpenting dalam industri media nasional. Keberadaan opini di Indonesia yang secara umum memang tidak berpihak pada penegakan syariah Islam, akan sangat tidak logis bagi korporasi media manapun untuk mendukung penegakan syariah Islam. Ini semua menunjukkan bahwa tanpa adanya negara, akan sulit sekali untuk membentuk opini nasional.  

Secara praktis muslim harus benar-benar paham tentang Islam. Umat Islam harus berani untuk merepresentasikan Islam secara benar. Mereka harusbekerja memiliki media mereka sendiri sehingga muslim dengan berbagai latarbelakang dan keahlian mampu untuk bersatu membela Islam. Perlu juga diingat bahwa media yang kuat hanya bisa dibangun ketika masyarakat yang berideologis bernaung dibawah panji negara. Khilafah adalah solusi komprehensif untuk menjawab kebohongan media yang dikuasai oleh kaum Kapitalis. Menggugat media anti-Islam dengan terus berjuang mewujudkan kembali Khilafah Rasyidah yang akan menebarkan berkah! (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Saat sang suami di-phk karena sakit jiwa, ia menjadi buruh cuci pakaian dengan gaji satu juta rupiah perbulan. Susah payah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, dan pengobatan...

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Jamaah Ansharusy Syariah Minta Kapolri Hormati Fatwa MUI

Jamaah Ansharusy Syariah Minta Kapolri Hormati Fatwa MUI

Kamis, 19 Jan 2017 11:14

Pejuang Oposisi Suriah Ahar Al-Sham Nyatakan Tidak Akan Ikut Pembicaraan Damai di Astana

Pejuang Oposisi Suriah Ahar Al-Sham Nyatakan Tidak Akan Ikut Pembicaraan Damai di Astana

Kamis, 19 Jan 2017 10:15

Din Syamsuddin Sesalkan Adanya Pernyataan Fatwa MUI Pemicu Instabilitas Nasional

Din Syamsuddin Sesalkan Adanya Pernyataan Fatwa MUI Pemicu Instabilitas Nasional

Kamis, 19 Jan 2017 08:26

Rezim Abdel Fattah Al-Sisi Masukan Legenda Sepak Bola Mesir ke Dalam Daftar Teror

Rezim Abdel Fattah Al-Sisi Masukan Legenda Sepak Bola Mesir ke Dalam Daftar Teror

Kamis, 19 Jan 2017 08:15

Sekjen GUIB: Bentengi Akidah Ummat Untuk Indonesia Berdaulat

Sekjen GUIB: Bentengi Akidah Ummat Untuk Indonesia Berdaulat

Kamis, 19 Jan 2017 07:48

Jama'ah Ansharusy Syari'ah: FPI adalah Ikon Perlawanan Terhadap Kedzaliman

Jama'ah Ansharusy Syari'ah: FPI adalah Ikon Perlawanan Terhadap Kedzaliman

Kamis, 19 Jan 2017 06:36

Pemuda Aceh Ikuti Kursus Ketrampilan Produktif

Pemuda Aceh Ikuti Kursus Ketrampilan Produktif

Kamis, 19 Jan 2017 05:24

Lindsay Lohan dan Hikmah dari Rumor tentang Keislamannya

Lindsay Lohan dan Hikmah dari Rumor tentang Keislamannya

Rabu, 18 Jan 2017 23:50

Kriminalisasi Terhadap Ulama adalah Pelecehan Terhadap Islam

Kriminalisasi Terhadap Ulama adalah Pelecehan Terhadap Islam

Rabu, 18 Jan 2017 23:00

37 Milisi Pro-Pemerintah Mali Tewas dalam Serangan Bom Jibaku di Kamp Militer di Gao

37 Milisi Pro-Pemerintah Mali Tewas dalam Serangan Bom Jibaku di Kamp Militer di Gao

Rabu, 18 Jan 2017 21:30

Dokter Pakistan yang Bantu AS Temukan Syaikh Usamah Tidak Akan Dibebaskan dari Penjara

Dokter Pakistan yang Bantu AS Temukan Syaikh Usamah Tidak Akan Dibebaskan dari Penjara

Rabu, 18 Jan 2017 20:35

Framing Anti-Ahok Sebagai Intoleran, MUI: Media Lakukan Kekerasan Verbal

Framing Anti-Ahok Sebagai Intoleran, MUI: Media Lakukan Kekerasan Verbal

Rabu, 18 Jan 2017 19:37

Din Syamsuddin: Umat Islam Selalu Dipojokkan, Berbahaya Bagi Ketahanan Nasional

Din Syamsuddin: Umat Islam Selalu Dipojokkan, Berbahaya Bagi Ketahanan Nasional

Rabu, 18 Jan 2017 18:23

Soal Isu Hoax, Rocky Gerung: Rezim Sedang Panik

Soal Isu Hoax, Rocky Gerung: Rezim Sedang Panik

Rabu, 18 Jan 2017 17:49

Anggota DPR: Lima Kali Pergantian Presiden, Fatwa MUI Tidak Pernah Dipersoalkan Pemerintah

Anggota DPR: Lima Kali Pergantian Presiden, Fatwa MUI Tidak Pernah Dipersoalkan Pemerintah

Rabu, 18 Jan 2017 16:32

Dalam Sehari Pejuang Oposisi dan Islamic State (IS) Tewaskan 5 Jenderal Assad di 2 Front Terpisah

Dalam Sehari Pejuang Oposisi dan Islamic State (IS) Tewaskan 5 Jenderal Assad di 2 Front Terpisah

Rabu, 18 Jan 2017 16:15

Habib Rizieq: Ada Gerakan Siluman untuk Kriminalisasi Petinggi GNPF-MUI

Habib Rizieq: Ada Gerakan Siluman untuk Kriminalisasi Petinggi GNPF-MUI

Rabu, 18 Jan 2017 15:40

Guru Sekolah di Idlib Suriah Jadikan Peti Bekas Tempat Roket jadi Meja Belajar

Guru Sekolah di Idlib Suriah Jadikan Peti Bekas Tempat Roket jadi Meja Belajar

Rabu, 18 Jan 2017 15:00

Kompolnas Imbau Kapolda Jawa Barat Keluar dari GMBI

Kompolnas Imbau Kapolda Jawa Barat Keluar dari GMBI

Rabu, 18 Jan 2017 14:14

Salah Ketik Laporan, Polisi Dicecar Hakim dan Jaksa dalam Sidang Kasus Penodaan Agama

Salah Ketik Laporan, Polisi Dicecar Hakim dan Jaksa dalam Sidang Kasus Penodaan Agama

Rabu, 18 Jan 2017 13:13


Must Read!
X