Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.067 views

Reklamasi dan Dana Nonbujeter; Gusti Allah Mboten Sare

Oleh: Edy Mulyadi*

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berjaya mencitrakan dirinya bersih, tegas, dan keras terhadap koruptor serta sukses membangun Jakarta. Benarkah demikian? Lalu bagaimana dengan berbagai kasus korupsi yang melibatkan namanya. Ada skandal taman BMW di Menteng, Jakpus; kasus RS Sumber Waras; kasus markup bus Trans Jakarta; kasus pembelian lahan milik Pemda DKI di Cengkareng, Jakarta Barat; dan superskandal reklamasi pantai utara Jakarta? Tidakkah di sana ada jejak jelas dari gubernur yang dikenal bermulut jamban itu?

Mungkin sebagian warga Jakarta bisa mengabaikan rentetan kasus hukum itu. Alasannya, hingga saat ini si penista Islam yang dianut mayoritas penduduk Indonesia itu, tidak menjadi tersangka. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, dan Kejaksaan hingga kini belum mengganjar status tersangka kepadanya untuk skandal-skandal tersebut.

Untuk soal ini, ada penjelasannya. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa telah amat lama hukum di negeri ini dipermainkan. Mereka yang menggenggam kekuasaan dan berkocek tebal bisa dengan mudah menyetir hukum. Hukum hanya berlaku bagi orang kecil dan tak berdaya. Sebaliknya  ketika bersinggungan dengan pemilik kekuasaan dan atau kapital, hukum bagai membentur tembok tebal. Terkulai, hancur berkeping-keping.

Jadi, kalau soal stempel tersangka buat Basuki, itu hanya soal waktu saja. Percayalah, tidak ada kebohongan dan kebusukan yang abadi. Kemarin dan saat ini, bisa saja para begal dan pencoleng hukum berakrobat ria. Namun, saatnya pasti tiba, ketika kekuasaan dalam genggaman akan terlepas. Selesai masa jabatan, pensiun, dicopot, atau mati. Saat itulah hukum dan kebenaran akan tegak.

Di luar berbagai kasus hukum tadi, sejatinya ada perilaku Ahok yang tidak kalah bermasalahnya. Dua tahun menjadi Gubernur DKI, dia telah melakukan banyak pelanggaran dalam pengelolaan anggaran. Gubernur yang hobi menggusur warganya dengan bengis itu  berkali-kali menggunakan  dana nonbujeter atau off budget.

Dana nonbujeter adalah instrumen keuangan yang diramu untuk mencari celah prosedur dan mekanisme anggaran resmi. Dalam praktiknya, ia digunakan untuk membiayai berbagai aktivitas, baik legal maupun ekstralegal yang tidak diatur dalam APBN dan atau APBD.  

Praktik ini menabrak prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara sebagaimana diatur dalam UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. Pasal 5 dan 6 UU No. 217/2003 mengamanatkan semua penerimaan yang menjadi hak dan pengeluaran yang menjadi kewajiban negara dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dimasukkan dalam APBN dan APBD. Sedangkan penggunaannya harus melalui persetujuan DPR dan DPRD seperti diatur dalam pasal 3 ayat (8).Dana nonbujeter juga melanggar UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Satu hal yang pasti, dana nonbujeter tidak terjamah aturan pengelolaan keuangan. Praktik dana nonbujeter berakibat pada pengelolaan keuangan yang buruk (bad governance) pada institusi dan perusahaan milik negara.Tidak ada standar kolektivitas dan penggunaan, tidak ada audit, dan tidak ada mekanisme pertanggungjawaban. Singkat kata, dana off budget adalah dana illegal. Itiulah sdebabnya dana nonbujeter telah belasan tahun dilarang karena berpotensi korupsi.

Pada praktik dana nonbujeter, publik tidak dapat mengawasi penerimaa dan penggunaannya. Pasalnya, dana tersebut tidak dapat diaudit oleh negara dan dibahas di DPR/DPRD. Korupsi terjadi saat dana swasta tersebut ternyata mengalir ke kantong pribadi Ahok dan para kroninya. Nah kultur penyelengaraan keuangan negara yang buruk itulah yang banyak dilakukan Ahok.  

Namun bukan Ahok kalau tidak pandai berkelit. Dia justru menjustfikasi perbuatannya dengan mengatakan bisa membangun Jakarta tanpa menggunakan uang APBD. Faktanya, dia banyak menerima setoran dana dari swasta untuk membangun proyek-proyek publik. Lalu, agar tampak legal, dia menjadikan dalih diskresi sebagai tameng.

 

Skandal reklamasi

Rentetan fakta yang mencuat pada kasus reklamasi teluk Jakarta membuktikan hal itu.  Dengan dalih menggunakan hak diskresi, Ahok telah membarter pembangunan fasilitas umum dengan kontribusi tambahan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Muara dari semua tingkahnya itu adalah pengumpulan dana untuk membiaya Pilkada DKI.

Skandal ini mencuat berdasarkan pengakuan Direktur Utama Podomoro Land, Ariesman Widjaja. Kepada penyidik Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), dia menyatakan ada 13 proyek reklamasi milik PT Muara Wisesa Samudra, anak perusahaan Agung Podomoro, yang anggarannya akan dijadikan pengurangan kontribusi tambahan proyek reklamasi. Pengurangan terjadi kalau Agung Podomoro membangun fasilitas umum untuk DKI Jakarta.

Hubungan akrab Ahok dan Airesman dengan Agung Podomoro Grupnya terekam jelas pada sejumlah kasus lain. Pada penggusuran kawasan kumuh Kali Jodo, Jakarta Barat, misalnya, Ariesman mengaku menggelontorkan dana Rp6 miliar.  Ahok juga mengakui sering memanfaatkan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan itu untuk membangun rusun, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), jalan layang non-tol Pluit, gedung parkir Polda Metro Jaya, hingga reklamasi pantai utara Jakarta.

Begitu dekatnya Ahok-Airesman, hingga Ahok sering dijuluki Gubernur Agung Podomoro. Hebatnya lagi, dia sama sekali tidak keberatan bahkan bangga dengan julukan itu.

Anehnya, begitu mengetahui Ariesman menyerahkan diri ke KPK, Ahok langsung menyatakan selama ini Pemprov DKI tidak punya kerja sama dengan PT Agung Podomoro dalam Proyek Reklamasi. Padahal, publik tahu bahwa PT Muara Wisesa Samudra adalah anak usaha Agung Podomoro. Dan, Airesman adalah Dirut Podomoro.

Beredarnya video Ahok, Airesman dan sejumlah petinggi perusahaan pengembang saat menandatangani perjanjian terkait reklamasi, sekali lagi jadi bukti adanya kongkalikong gubernur yang sok bersih ini dalam skandal korupsi reklamasi.  Di video beralamat https://www.youtube.com/watch?v=XLZ1bArgJww itu bahkan ada ucapan yang secara eksplisit mengaitkan kontribusi para pengembang tadi  dengan ‘sumbangan’ bagi si petahana pada Pilkada DKI.

Sedikitnya ada dua hal yang bisa dipersoalkan dari video tersebut. Pertama, Ahok berdalih diskresi penggunaan uang pengembang itu digunakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) di DKI. Faktanya justru menunjukkan ada kaitan langsung kontribusi pengembang dengan biaya pemenangan Pilkada.

Kedua, kalau pun dana kontribusi tambahan tadi digunakan untuk membangun Fasos dan Fasum, bagaimana cara penghitungannya? Misalnya, pembangunan Rusun oleh pengembang,  bagaimana kita bisa tahu biaya Rusun itu, katakanlah, Rp100 milliar? Dari mana angka itu muncul? Siapa yang menjamin bahwa biaya yang dikeluarkan benar sebesar itu? Siapa pula yang menjamin bahwa Rp100 miliar itu seluruhnya digunakan untuk membangun Rusun dan tidak ada yang bocor serta mengalir ke kantong pihak-pihak tertentu?

 

Grand corruption

Skandal reklamasi dengan kasus-kasus derivatifnya termasuk korupsi besar atawa grand corruption. Saat jumpa pers di gedung KPK, 1 April 2016 silam, Wakil Ketua KPK Laode Syarif menyatakan, tertangkapnya M.Sanusi dan Ariesman mengindikasikan Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta sarat dengan banyak kepentingan yang melibatkan legislatif dan eksekutif.

“Dan yang paling penting lagi, ini contoh yang sempurna dimana korporasi mempengaruhi kebijaksanaan publik. Bisa dibayangkan kalau semua kebijakan publik dibuat bukan atas dasar kepentingan rakyat, melainkan  hanya demi kepentingan tertentu atau Korporasi tertentu,” ujar Laode.

Sebenarnya terlampau banyak jurus tipu-tipu Ahok untuk pencitraan sebagai sosok yang bersih. Skandal reklamasi hanyalah salah satu saja yang terungkap dengan telanjang ke hadapan publik. Kalau hingga kini aparat hukum belum juga menyentuh dia, itu karena ada kekuasaan besar yang terus membela dan melindunginya.

Tapi percayalah, pada saatnya kebenaran akan terungkap. Orang Jawa bilang, Gusti Allah mboten sare. [syahid/voa-islam.com]

*)Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

Sabtu, 24 Feb 2018 05:45

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Jum'at, 23 Feb 2018 20:25

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jum'at, 23 Feb 2018 20:15

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Jum'at, 23 Feb 2018 18:10

[VIDEO] Ma'idaturrahmah 23 Februari berbagi hidangan kepada 130 Dhuafa

[VIDEO] Ma'idaturrahmah 23 Februari berbagi hidangan kepada 130 Dhuafa

Jum'at, 23 Feb 2018 17:55

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

Jum'at, 23 Feb 2018 17:24

Tabligh Akbar ''Keajaiban Hafidz Al-Qur'an'' di Pondok Ngruki, AYO HADIR!!

Tabligh Akbar ''Keajaiban Hafidz Al-Qur'an'' di Pondok Ngruki, AYO HADIR!!

Jum'at, 23 Feb 2018 16:50

Tabligh Akbar & Launching Pelatihan 100 Ribu Guru Al-Qur'an

Tabligh Akbar & Launching Pelatihan 100 Ribu Guru Al-Qur'an

Jum'at, 23 Feb 2018 14:18


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X