Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.733 views

Benarkah DPR Mewakili Suara Rakyat?

Oleh: Nelsa Kurnia 

(Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga)  

Perppu Ormas semakin banyak menuai penolakan publik. Aksi penolakanpun terjadi di berbagai daerah, di Jakarta ratusan ormas yang mengatasnamakan Aliansi ormas dan umat islam jabodetabek menggelar unjuk rasa aksi damai 218 didepan gedung DPR untuk mendesak anggota dewan membatalkan Perppu Ormas.

Sementara di  Medan ratusan massa dari sejumlah ormas islam melakukan long march dari Masjid Agung Medan hingga Gedung DPRD Sumut dan melakukan orasi di gedung wakil rakyat itu pada jum’at 18/8 sore. Ribuan massa dari FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) turut melakukan aksi pada sabtu 23/9 di sisi timur Tugu Pahlawan, jantung kota Surabaya.

Pada hari Jumat, 29 September 2017 selepas shalat Jum’at 150 ribu umat Islam dari berbagai ormas Islam yang berasal dari berbagai daerah kembali berkumpul di depan Gedung DPR RI dan sekitar  Senanyan.  Delegasi Aksi 299 sempat melakukan audiensi di dalam Gedung DPR RI, Audiensi ini memperoleh hasil 4 Frasksi DPR akan tolak Perppu, salah satunya adalah Fraksi Gerindra yang menegaskan sikapnya terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) yaitu akan menolak Perppu menjadi Undang-Undang di DPR. Gerindra menolak lantaran aturan-aturan di dalam Perppu dinilai malah membuat kegaduhan baru.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli zon mengatakan bahwa perppu tersebut  bertentangan dengan UUD45 khususnya kebebasan berserikat dan berkumpul, selain itu dasar-dasar penerbitan Perppu pada Juli lalu juga tak memiliki justifikasi yang kuat. Salah satunya, kata dia, tak ada kegentingan yang memaksa. Selain itu Gerindra juga bakal menjalin komunikasi dengan fraksi lain untuk menolak Perppu Ormas. Pasalnya, sudah ada beberapa fraksi yang memiliki pandangan yang sama dengan Gerindra, seperti PKS, Demokrat, dan PAN.

Aksi 299 mendapat  dukung berbagai Kalangan, di Parepare Sekitar 1200 warga nonton bareng (nobar) Film G30/S PKI, Kamis (28/9/2017) di Gedung Islamic Center Parepare, Sulsel. Nobar tersebut diselenggarakan Forum Peduli Umat (FPU) Kota Parepare sebagai bentuk dukungan terhadap Aksi 299:  Menolak Perppu Ormas No. 2 Tahun 2017 dan Menolak Kebangkitan PKI (Partai Komunis Indonesia). Sebelumnyapun sempat viral video ajakan mahasiswa untuk mengikuti aksi 299 di Jakarta yang dipelopori oleh mahasiswa UHO dan beberapa mahasiswa dari IAIN Kendari pada beberapa waktu silam.

Sayangnya birokrasi kampus IAIN secara spontan memberikan hukuman kepada para mahasiswa yang masuk dalam pembuatan video viral tersebut tanpa alasan yang jelas.  Ancaman sanksi berat bagi mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Sulawesi Tenggara oleh pihak rektorat karena mengikuti Aksi 299 apalagi dengan  mengenakan jas almamater dan divideokan, dinilai sebagai bentuk menghalangi hak konstitusional untuk menyatakan pendapat di muka umum.

Menurut Ketua Koalisi Advokat Penjaga Islam Ahmad Khozinuddin penyaluran aspirasi mahasiswa dalam melaksanakan hak konstitusionalnya, baik dengan cara mengikuti ulama terjun dalam Aksi Bela Islam 411, Aksi Bela Islam 212, Aksi Bela Islam 299, dan/atau berbagai aksi bela Islam lainnya, tidak boleh dihalangi atau dikebiri oleh siapapun, baik atas nama pribadi, institusi, apalagi jika diatasnamakan kampus yang menjunjung tinggi Tri Dharma Pendidikan.

Sejatinya masyarakat berharap DPR bisa bersikap sejalan aspirasi publik untuk menolak perppu ormas yang nyata membahayakan karena memberangus sikap kritis dan dakwah Islam. Melalui Perppu ini, Pemerintah dapat secara sepihak menuduh, menetapkan, sekaligus memberi sanksi kepada Ormas yang dipandang melanggar dan bertentangan dengan Pancasila tanpa melalui proses pengadilan.

Misalnya kalau ada yang menyampaikan ajaran Islam seperti ajaran haramnya pemimpin wanita, atau haramnya pemimpin kafir, bisa dikenakan pasal menyebarkan permusuhan, dan bisa langsung ditindak tanpa pengadilan.  Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Profesor Suteki menilai bahwa Perppu Nomor 2 Tahun 2017 atau Perppu Ormas menjadikan Pemerintah berpotensi melakukan tindakan represif dan kesewenang-wenangan terhadap ormas yang dianggap sebagai lawan rezim pemerintah yang berkuasa.

Umat Islam bersama Ulama, Habib, Tokoh, Mahasiswa dan ormas Islam sudah mengumandangkan perang dg ketidakadilan Perpu ormas anti Islam. Namun masih banyak pihak di DPR (khususnya partai pemerintah) seolah tidak memperhatikan aspirasi masyarakat dan cenderung membela kepentingan pemerintah tanpa peduli benar dan salahnya sebuah kebijakan. Ketua Fraksi Partai Hanura DPR Nurdin Tampubolon menyatakan bahwa Hanura jelas menyetujui terbitnya Perppu Ormas. 

Sementara menurut Sekretaris Fraksi Hanura DPR Dadang Perppu itu diperlukan sebagai dasar untuk menghadapi Ormas-ormas yang berpotensi membahayakan persatuan dan kesatuan negara.Dia pun berkeyakinan, semua fraksi di DPR sejatinya menyetujui Perppu Ormas dijadikan UU. Di  sela acara Diklat Partai Golkar, Jakarta, Jumat (8/9). Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan harapannya agar  DPR mendukung pemerintah, karena  menurutnya urgensi DPR untuk mendukung.

Fenomena ini seharusnya menyadarkan publik bahwa DPR dalam sistem demokrasi sulit dan bahkan mustahil bersikap adil, menjalankan fungsinya mengoreksi pemerintah dan menjadi sarana perwujudan aspirasi publik. Kalau betul mewakili kepentingan publik, betul mewakili suara rakyat, seharusnya tidak timbang-timbang lagi kepentingan partainya, koalisinya dengan pemerintah.  

Berbeda dengan sistem islam meski penguasa memiliki otoritas melegalisasi (tabbani) suatu penafsiran hukum, tetapi dia sendiri dibatasi oleh kompetensinya, diawasi para qadhi dan dikontrol oleh tingkat kesadaran politik masyarakat,  dimana aspek kebijakan yang berkaitan dengan keahlian dan strategi diserahkan pada ahlinya dan menjunjung tinggi kebenaran, tegas dalam koreksi terhadap kebijakan yang menyimpang dan mengakomodir seluruh harapan publik atas sikap dan kebijakan pemerintah dalam mengurus Negara.

Sudah selayaknya MK dan DPR menindaklanjuti aspirasi penolakan Perppu yang banyak disuarakan rakyat, dengan menetapkan kebijakan dan/atau keputusan menolak Perppu Ormas dan kepada segenap komponen umat dan bangsa, marilah bersama-sama untuk serius dan sungguh-sungguh, melibatkan diri dalam aktivitas dakwah untuk mengontrol roda kekuasaan agar berjalan di atas rel Qur’an dan Sunnah. Agar Negeri ini dinaungi berkah, menjadi negeri yang baldatun, thoyyibatun, warobbun ghoffur[syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Latest News
Rusia Kembali Veto Resolusi Senjata Kimia Suriah

Rusia Kembali Veto Resolusi Senjata Kimia Suriah

Sabtu, 18 Nov 2017 16:39

Al-Azhar dan Darul Iftaah Batasi Ulama yang Bisa Berfatwa di Televisi

Al-Azhar dan Darul Iftaah Batasi Ulama yang Bisa Berfatwa di Televisi

Sabtu, 18 Nov 2017 16:28

Kanada Desak Myanmar Laksanakan Resolusi PBB untuk Rakhine

Kanada Desak Myanmar Laksanakan Resolusi PBB untuk Rakhine

Sabtu, 18 Nov 2017 16:25

(Video) Jawaban Dubes Saudi Terkait Fatwa Mufti Saudi Hamas Teroris

(Video) Jawaban Dubes Saudi Terkait Fatwa Mufti Saudi Hamas Teroris

Sabtu, 18 Nov 2017 16:12

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Sabtu, 18 Nov 2017 10:42

Perjuangan Mahasiswa Tidak Akan Pernah Mati

Perjuangan Mahasiswa Tidak Akan Pernah Mati

Sabtu, 18 Nov 2017 10:41

Apa Hubungannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Meikarta?

Apa Hubungannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Meikarta?

Sabtu, 18 Nov 2017 10:11

Menyoal Penyederhanaan Listrik

Menyoal Penyederhanaan Listrik

Sabtu, 18 Nov 2017 09:33

Keadilan yang Hilang

Keadilan yang Hilang

Sabtu, 18 Nov 2017 08:14

Gejala Adanya Motif Lain dari Infrastruktur, Politisi: Saya Tak Curiga Nasionalismenya Jokowi, tapi

Gejala Adanya Motif Lain dari Infrastruktur, Politisi: Saya Tak Curiga Nasionalismenya Jokowi, tapi

Sabtu, 18 Nov 2017 08:11

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Jum'at, 17 Nov 2017 22:13

Pengadilan Jerman Izinkan Maskapai Kuwait Airways Tolak Angkut Warga Israel

Pengadilan Jerman Izinkan Maskapai Kuwait Airways Tolak Angkut Warga Israel

Jum'at, 17 Nov 2017 21:00

Menimbang Dua Putusan Pengadilan Buni Yani dengan Ahok

Menimbang Dua Putusan Pengadilan Buni Yani dengan Ahok

Jum'at, 17 Nov 2017 20:30

Israel Luncurkan Aplikasi Smartphone Penghancuran Masjid Al-Aqsa, Menggantinya dengan Kuil Suci

Israel Luncurkan Aplikasi Smartphone Penghancuran Masjid Al-Aqsa, Menggantinya dengan Kuil Suci

Jum'at, 17 Nov 2017 20:17

Biaya Dipertanyakan, Proyek Ini Akhirnya Berpotensi Kuat Terganggu

Biaya Dipertanyakan, Proyek Ini Akhirnya Berpotensi Kuat Terganggu

Jum'at, 17 Nov 2017 20:13

MUI Tolak Aliran Kepercayaan Dicantumkan pada Kolom Agama KTP

MUI Tolak Aliran Kepercayaan Dicantumkan pada Kolom Agama KTP

Jum'at, 17 Nov 2017 19:24

Di Solo Ada Sekitar 11 Ribu Penghayat Aliran Kepercayaan, Pemkot Lakukan Pendataan Ulang

Di Solo Ada Sekitar 11 Ribu Penghayat Aliran Kepercayaan, Pemkot Lakukan Pendataan Ulang

Jum'at, 17 Nov 2017 18:54

Dipaksakan, Pemerintahan Jokowi Diprediksi akan Kehabisan Nafas menjelang Pemilu

Dipaksakan, Pemerintahan Jokowi Diprediksi akan Kehabisan Nafas menjelang Pemilu

Jum'at, 17 Nov 2017 18:13

Sebut Takbir Bukti Teroris, Wakil Ketua MPR: Pakailah Akal Sehat, Tarik Ucapan dan Minta Maaflah

Sebut Takbir Bukti Teroris, Wakil Ketua MPR: Pakailah Akal Sehat, Tarik Ucapan dan Minta Maaflah

Jum'at, 17 Nov 2017 16:13

Ini Kejanggalan Kecelakaan Lalin Setnov Menurut Tokoh Muda Golkar

Ini Kejanggalan Kecelakaan Lalin Setnov Menurut Tokoh Muda Golkar

Jum'at, 17 Nov 2017 15:00


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X