Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.529 views

Benarkah DPR Mewakili Suara Rakyat?

Oleh: Nelsa Kurnia 

(Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga)  

Perppu Ormas semakin banyak menuai penolakan publik. Aksi penolakanpun terjadi di berbagai daerah, di Jakarta ratusan ormas yang mengatasnamakan Aliansi ormas dan umat islam jabodetabek menggelar unjuk rasa aksi damai 218 didepan gedung DPR untuk mendesak anggota dewan membatalkan Perppu Ormas.

Sementara di  Medan ratusan massa dari sejumlah ormas islam melakukan long march dari Masjid Agung Medan hingga Gedung DPRD Sumut dan melakukan orasi di gedung wakil rakyat itu pada jum’at 18/8 sore. Ribuan massa dari FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) turut melakukan aksi pada sabtu 23/9 di sisi timur Tugu Pahlawan, jantung kota Surabaya.

Pada hari Jumat, 29 September 2017 selepas shalat Jum’at 150 ribu umat Islam dari berbagai ormas Islam yang berasal dari berbagai daerah kembali berkumpul di depan Gedung DPR RI dan sekitar  Senanyan.  Delegasi Aksi 299 sempat melakukan audiensi di dalam Gedung DPR RI, Audiensi ini memperoleh hasil 4 Frasksi DPR akan tolak Perppu, salah satunya adalah Fraksi Gerindra yang menegaskan sikapnya terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) yaitu akan menolak Perppu menjadi Undang-Undang di DPR. Gerindra menolak lantaran aturan-aturan di dalam Perppu dinilai malah membuat kegaduhan baru.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli zon mengatakan bahwa perppu tersebut  bertentangan dengan UUD45 khususnya kebebasan berserikat dan berkumpul, selain itu dasar-dasar penerbitan Perppu pada Juli lalu juga tak memiliki justifikasi yang kuat. Salah satunya, kata dia, tak ada kegentingan yang memaksa. Selain itu Gerindra juga bakal menjalin komunikasi dengan fraksi lain untuk menolak Perppu Ormas. Pasalnya, sudah ada beberapa fraksi yang memiliki pandangan yang sama dengan Gerindra, seperti PKS, Demokrat, dan PAN.

Aksi 299 mendapat  dukung berbagai Kalangan, di Parepare Sekitar 1200 warga nonton bareng (nobar) Film G30/S PKI, Kamis (28/9/2017) di Gedung Islamic Center Parepare, Sulsel. Nobar tersebut diselenggarakan Forum Peduli Umat (FPU) Kota Parepare sebagai bentuk dukungan terhadap Aksi 299:  Menolak Perppu Ormas No. 2 Tahun 2017 dan Menolak Kebangkitan PKI (Partai Komunis Indonesia). Sebelumnyapun sempat viral video ajakan mahasiswa untuk mengikuti aksi 299 di Jakarta yang dipelopori oleh mahasiswa UHO dan beberapa mahasiswa dari IAIN Kendari pada beberapa waktu silam.

Sayangnya birokrasi kampus IAIN secara spontan memberikan hukuman kepada para mahasiswa yang masuk dalam pembuatan video viral tersebut tanpa alasan yang jelas.  Ancaman sanksi berat bagi mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Sulawesi Tenggara oleh pihak rektorat karena mengikuti Aksi 299 apalagi dengan  mengenakan jas almamater dan divideokan, dinilai sebagai bentuk menghalangi hak konstitusional untuk menyatakan pendapat di muka umum.

Menurut Ketua Koalisi Advokat Penjaga Islam Ahmad Khozinuddin penyaluran aspirasi mahasiswa dalam melaksanakan hak konstitusionalnya, baik dengan cara mengikuti ulama terjun dalam Aksi Bela Islam 411, Aksi Bela Islam 212, Aksi Bela Islam 299, dan/atau berbagai aksi bela Islam lainnya, tidak boleh dihalangi atau dikebiri oleh siapapun, baik atas nama pribadi, institusi, apalagi jika diatasnamakan kampus yang menjunjung tinggi Tri Dharma Pendidikan.

Sejatinya masyarakat berharap DPR bisa bersikap sejalan aspirasi publik untuk menolak perppu ormas yang nyata membahayakan karena memberangus sikap kritis dan dakwah Islam. Melalui Perppu ini, Pemerintah dapat secara sepihak menuduh, menetapkan, sekaligus memberi sanksi kepada Ormas yang dipandang melanggar dan bertentangan dengan Pancasila tanpa melalui proses pengadilan.

Misalnya kalau ada yang menyampaikan ajaran Islam seperti ajaran haramnya pemimpin wanita, atau haramnya pemimpin kafir, bisa dikenakan pasal menyebarkan permusuhan, dan bisa langsung ditindak tanpa pengadilan.  Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Profesor Suteki menilai bahwa Perppu Nomor 2 Tahun 2017 atau Perppu Ormas menjadikan Pemerintah berpotensi melakukan tindakan represif dan kesewenang-wenangan terhadap ormas yang dianggap sebagai lawan rezim pemerintah yang berkuasa.

Umat Islam bersama Ulama, Habib, Tokoh, Mahasiswa dan ormas Islam sudah mengumandangkan perang dg ketidakadilan Perpu ormas anti Islam. Namun masih banyak pihak di DPR (khususnya partai pemerintah) seolah tidak memperhatikan aspirasi masyarakat dan cenderung membela kepentingan pemerintah tanpa peduli benar dan salahnya sebuah kebijakan. Ketua Fraksi Partai Hanura DPR Nurdin Tampubolon menyatakan bahwa Hanura jelas menyetujui terbitnya Perppu Ormas. 

Sementara menurut Sekretaris Fraksi Hanura DPR Dadang Perppu itu diperlukan sebagai dasar untuk menghadapi Ormas-ormas yang berpotensi membahayakan persatuan dan kesatuan negara.Dia pun berkeyakinan, semua fraksi di DPR sejatinya menyetujui Perppu Ormas dijadikan UU. Di  sela acara Diklat Partai Golkar, Jakarta, Jumat (8/9). Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan harapannya agar  DPR mendukung pemerintah, karena  menurutnya urgensi DPR untuk mendukung.

Fenomena ini seharusnya menyadarkan publik bahwa DPR dalam sistem demokrasi sulit dan bahkan mustahil bersikap adil, menjalankan fungsinya mengoreksi pemerintah dan menjadi sarana perwujudan aspirasi publik. Kalau betul mewakili kepentingan publik, betul mewakili suara rakyat, seharusnya tidak timbang-timbang lagi kepentingan partainya, koalisinya dengan pemerintah.  

Berbeda dengan sistem islam meski penguasa memiliki otoritas melegalisasi (tabbani) suatu penafsiran hukum, tetapi dia sendiri dibatasi oleh kompetensinya, diawasi para qadhi dan dikontrol oleh tingkat kesadaran politik masyarakat,  dimana aspek kebijakan yang berkaitan dengan keahlian dan strategi diserahkan pada ahlinya dan menjunjung tinggi kebenaran, tegas dalam koreksi terhadap kebijakan yang menyimpang dan mengakomodir seluruh harapan publik atas sikap dan kebijakan pemerintah dalam mengurus Negara.

Sudah selayaknya MK dan DPR menindaklanjuti aspirasi penolakan Perppu yang banyak disuarakan rakyat, dengan menetapkan kebijakan dan/atau keputusan menolak Perppu Ormas dan kepada segenap komponen umat dan bangsa, marilah bersama-sama untuk serius dan sungguh-sungguh, melibatkan diri dalam aktivitas dakwah untuk mengontrol roda kekuasaan agar berjalan di atas rel Qur’an dan Sunnah. Agar Negeri ini dinaungi berkah, menjadi negeri yang baldatun, thoyyibatun, warobbun ghoffur[syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
Penyelidik Turki Periksa Hutan Belgrad di Istanbul Terkait Lenyapnya Jamal Khashoggi

Penyelidik Turki Periksa Hutan Belgrad di Istanbul Terkait Lenyapnya Jamal Khashoggi

Jum'at, 19 Oct 2018 21:05

Pejuang Oposisi Serang Wilayah yang Dikuasai Pasukan Pemerintah di Kota Alppo

Pejuang Oposisi Serang Wilayah yang Dikuasai Pasukan Pemerintah di Kota Alppo

Jum'at, 19 Oct 2018 20:45

LPPOM MUI Kembali Gelar Pameran Halal Internasional di Smesco

LPPOM MUI Kembali Gelar Pameran Halal Internasional di Smesco

Jum'at, 19 Oct 2018 20:39

Ulama Terkemuka Inggris Syaikh Anjem Choudary Dibebaskan dari Penjara

Ulama Terkemuka Inggris Syaikh Anjem Choudary Dibebaskan dari Penjara

Jum'at, 19 Oct 2018 16:15

Sesat Pikir Intoleransi

Sesat Pikir Intoleransi

Jum'at, 19 Oct 2018 14:39

Sempat Masuk Ke Dalam Tanah yang Terbelah, Ini Cerita Korban Gempa di Balaroa

Sempat Masuk Ke Dalam Tanah yang Terbelah, Ini Cerita Korban Gempa di Balaroa

Jum'at, 19 Oct 2018 14:18

Relatif Kondusif Dua Pekan Pasca Gempa Palu, Insiden Jarah Sempat Terjadi di Pelabuhan

Relatif Kondusif Dua Pekan Pasca Gempa Palu, Insiden Jarah Sempat Terjadi di Pelabuhan

Jum'at, 19 Oct 2018 14:02

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

Jum'at, 19 Oct 2018 10:17

Racun LGBT Ancam Generasi

Racun LGBT Ancam Generasi

Jum'at, 19 Oct 2018 09:56

Indonesia Darurat Maksiat, Saatnya Bertobat

Indonesia Darurat Maksiat, Saatnya Bertobat

Jum'at, 19 Oct 2018 00:07

Azab Allah untuk Kaum Sodom, Akankah Terulang?

Azab Allah untuk Kaum Sodom, Akankah Terulang?

Kamis, 18 Oct 2018 23:53

Penyusup Taliban Tembak Mati Salah Satu Jenderal Paling Berpengaruh di Afghanistan

Penyusup Taliban Tembak Mati Salah Satu Jenderal Paling Berpengaruh di Afghanistan

Kamis, 18 Oct 2018 22:30

Serangan Udara AS Secara Keliru Targetkan Militan Komunis Kurdi di Deir Al-Zor

Serangan Udara AS Secara Keliru Targetkan Militan Komunis Kurdi di Deir Al-Zor

Kamis, 18 Oct 2018 21:45

Fahri Hamzah Respon Keluhan Jokowi Soal BPJS Kesehatan dan Singgung KIS

Fahri Hamzah Respon Keluhan Jokowi Soal BPJS Kesehatan dan Singgung KIS

Kamis, 18 Oct 2018 18:39

Untuk ‘’Wong Cilik’’ Anies Menata Jakarta

Untuk ‘’Wong Cilik’’ Anies Menata Jakarta

Kamis, 18 Oct 2018 18:00

Letnan Saudi Diduga Terlibat Kasus Hilangnya Jamal Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan Mobil

Letnan Saudi Diduga Terlibat Kasus Hilangnya Jamal Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan Mobil

Kamis, 18 Oct 2018 17:45

Istighfar Menangkal Datangnya Bencana

Istighfar Menangkal Datangnya Bencana

Kamis, 18 Oct 2018 14:29

Penjaga Masjid Kuno, Selamat Dari Terjangan Tsunami

Penjaga Masjid Kuno, Selamat Dari Terjangan Tsunami

Kamis, 18 Oct 2018 13:00

Kasus Hilangnya Khashoggi: Penyidik Turki Kembali Lakukan Penggeledahan di Konsulat Saudi

Kasus Hilangnya Khashoggi: Penyidik Turki Kembali Lakukan Penggeledahan di Konsulat Saudi

Kamis, 18 Oct 2018 11:30

Kasus Suap Meikarta, Budayawan Bekasi : Mereka Kena Balasan

Kasus Suap Meikarta, Budayawan Bekasi : Mereka Kena Balasan

Kamis, 18 Oct 2018 09:05


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X