Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.176 views

Menyoal Penyederhanaan Listrik

RENCANA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) untuk menyederhanakan penggolongan pelanggan listrik menciptakan pro korntra ditengah masyarakat. Pasalnya masyarakat khawatir jika penyederhanaan ini terjadi dan mereka diminta menaikkan golongan listriknya maka biaya yang dikeluarkan akan semakin banyak, tagihan semakin naik dan sikap konsumtif masyarakat tidak terkontrol. Dari serikat buruh menolak rencana ini.

Emak emak pun siap menjerit jika penyederhanaan dilakukan karena beban keluarga akan semakin tinggi. Sementara itu disisi lain PLN menjanjikan beberapa hal diantaranya abonemen akan tetap, Tarif dasar listrik juga akan tetap, dan penamabahan daya akan digratiskan. Pemerinta dan PT PLN menggodok aturan penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga, agar masyarakat lebih leluasa menggunakan perangkat elektronik.

Rencananya pelanggan non subsidi golongan 900-4.400 Volt Ampere (VA) akan bergabung menjadi satu di 5.500 VA. Sementara golongan 2 yaitu 5500 VA dan 12.400 VA naik jadi 13.000 hingga loss stroom. Apabila masyarakat tidak menambah daya listrik sekarang sesuai program pemerintah maka nanti jika membutuhkan penambahan daya harus bayar dengan harga yang mahal.

Sehingga seolah himbauan ini menekan masyarakat untuk menambah meskipun mereka mengatakan tidak memaksa masyarakat. Kemelut listrik sebenarnya hampir terjadi setiap tahunnya. Tarifnya naik tahun demi tahun dan semakin mencekik rakyat. Memang wacana untuk menyederhanakan golongan listrik ini baru, namun dari dulu masalahnya sama yaitu seputar akibat dan kerugian yang dialami masyarakat dengan kebijakan pemerintah yang semakin berwarna warni.

Kalau kita lihat bagaimana nasib rakyat hari ini, yang pertama pemerataan listrik hingga hari ini belum terjadi, diberbagai pelosok daerah di Indonesia masih banyak yang diliputi kegelapan tanpa adanya penerangan PLN. Akses yang tidak mudah dijangkau. Klise sekali. Salah satu teman saya ada di pelosok Sulawesi hidup belasan tahun tanpa ada aliran listrik PLN.

Penerangan seadanya dari diesel dan sampai hari ini baru ada tiang listriknya saja, belum ada listriknya. Daripada meninggikan golongan listrik dengan alasan agar lebih leluasa menggunakan alat elektronik apakah tidak lebih baik menggunakan dana yang banyak -untuk menggratiskan penambahan daya- itu dialihkan untuk meratakan listrik didaerah pelosok? Ijinkanlah mereka melihat cahaya lampu di malam hari agar nanti juga bisa berkontribusi untuk negeri. Daerah pelosok identik dengan daerah tertinggal karena pemerintah juga meninggalkan dari pengurusannya.

Kemudian masalah kedua, dan ini yang terberat adalah daya beli masyarakat terhadap listrik. Indonesia negeri kaya sumber daya gemah ripah ini menyimpan jutaan penduduk miskin dan menengah kebawah yang terengah-engah memenuhi kebutuhan hidupnya. Bukan hanya kebutuhan sandang pangan papan, tapi lebih miris untuk makan saja susah! Lihat saja banyak kisah berseliweran di media social bagaimana rakyat mati satu demi satu karena tidak bisa memenuhi kebutuhannya yang paling mendasar, tidak bisa makan! Makan saja susah apalagi bayar listrik? DItambah pula bebannya dengan penambahan daya oleh pemerintah, kira kira rakyat mau bayar pakai apa? Daun?

Padahal kebutuhan mendasar pada manusia bukan hanya sandang, pangan, papan saja. Tapi ditambah dengan pendidikan, kesehatan dan keamanan. Ini asasi/ hak mendasar. Bukan bermaksud menolak semua kebijakan pemerintah, tapi tolonglah melihat realita yang terjadi sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap masyarakatnya. Susah memang ketika kita hidup dalam jeratan kapitalisme, listrik pun dikapitalisasi. Dua permasalahan mengenai listrik ini terjadi karena negara tidak optimal dalam meriayah (mengurusi) masalah rakyatnya. Listrikpun dijual belikan, harusnya dengan Negara se-kaya ini listrik yang merupakan kebutuhan mendasar bisa diberikan Cuma-Cuma atau gratis.

Apakah ide gila memberikan listrik gratis? Tentu saja tidak. Dengan syarat Negara memiliki banyak penghasilan. Penghasilan yang banyak bisa diperoleh ketika Negara mengelola dengan baik sumber daya alam dan manusianya. Indonesia memiliki laut yang luas dan kaya, tambang tak terhitung banyaknya, dan manusia manusia yang bisa berdaya dengan pemuda yang sangat banyak.

Tapi yang dilakukan justru menjual kepada asing dan asheng. Sibuk menawarkan sumber daya alamnya yang seharusnya bisa dikelola sendiri dengan prinsip kemandirian ekonomi. Indonesia bisa memajukan sector ekonomi real dan tidak bingung dengan investasi merugikan atau pejualan asset negeri. Yang terburuk adalah penguasa sibuk untuk menutupi kesalahan, pencitraan, korupsi tiada henti dan bergelut dengan kepentingan korporasi. Walhasil Indonesia hanya memunguti remah remah kapitalisme global dan malah bebani masyarakat dengan pajak pajak pajak! *

 

Masyithoh Zahrodien

Kota Malang, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Mushalla di Pelosok Butuh Biaya Renovasi 20 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Mushalla di Pelosok Butuh Biaya Renovasi 20 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini sudah sangat rapuh dan tidak layak, harus direnovasi total. Mari sisihkan harta, amal jariyah, pahalanya terus mengalir tak terbatas umur, bonus property abadi di Surga...

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Latest News
Dukung Aksi Bela Palestina, Tabligh Akbar Ustadz Farid Okbah Ditunda

Dukung Aksi Bela Palestina, Tabligh Akbar Ustadz Farid Okbah Ditunda

Jum'at, 15 Dec 2017 11:00

Mudrick Sangidu Tantang Jokowi Putus Hubungan Diplomatik dengan AS dan Deportasi Warganya

Mudrick Sangidu Tantang Jokowi Putus Hubungan Diplomatik dengan AS dan Deportasi Warganya

Jum'at, 15 Dec 2017 09:41

DDII Keluarkan Resolusi Jihad Pertahankan Al-Quds

DDII Keluarkan Resolusi Jihad Pertahankan Al-Quds

Jum'at, 15 Dec 2017 09:35

AILA: Putusan MK Suburkan Gerakan Anti Moral dan Agama

AILA: Putusan MK Suburkan Gerakan Anti Moral dan Agama

Jum'at, 15 Dec 2017 09:23

VIDEO: Pilkada Serentak, Ulama Serukan Pilih Pemimpin yang Berpihak kepada Islam

VIDEO: Pilkada Serentak, Ulama Serukan Pilih Pemimpin yang Berpihak kepada Islam

Jum'at, 15 Dec 2017 09:04

PAUD; Pendidikan Anak Usia Dini dan

PAUD; Pendidikan Anak Usia Dini dan "Anak Usia Dewasa"

Jum'at, 15 Dec 2017 08:57

Sebarkan Agama ke Umat Islam, 4 Misionaris Hampir Dihajar Warga

Sebarkan Agama ke Umat Islam, 4 Misionaris Hampir Dihajar Warga

Jum'at, 15 Dec 2017 08:40

Al-Shabaab Serang Akademi Pelatihan Polisi Somalia, 17 Petugas Tewas 20 Terluka

Al-Shabaab Serang Akademi Pelatihan Polisi Somalia, 17 Petugas Tewas 20 Terluka

Kamis, 14 Dec 2017 22:25

Hamas: Negara Israel Tidak Ada, Tidak Bisa Miliki Ibukota Sendiri

Hamas: Negara Israel Tidak Ada, Tidak Bisa Miliki Ibukota Sendiri

Kamis, 14 Dec 2017 22:03

MSF Perkiraan 6700 Muslim Rohingya Tewas di Rakhine Myanmar hanya Dalam Tempo Sebulan

MSF Perkiraan 6700 Muslim Rohingya Tewas di Rakhine Myanmar hanya Dalam Tempo Sebulan

Kamis, 14 Dec 2017 21:08

Gelar Seminar Lecehkan Alquran, Rektor UIN Sumut Diminta Mundur

Gelar Seminar Lecehkan Alquran, Rektor UIN Sumut Diminta Mundur

Kamis, 14 Dec 2017 12:51

Kokam dan Banser Akan Apel Akbar Bersama di Yogyakarta

Kokam dan Banser Akan Apel Akbar Bersama di Yogyakarta

Kamis, 14 Dec 2017 12:09

Mahasiswa dan Pemuda Solo Kecam Trump

Mahasiswa dan Pemuda Solo Kecam Trump

Kamis, 14 Dec 2017 11:43

Indonesia Perlu Dorong Sidang Majelis Umum PBB untuk Bela Palestina

Indonesia Perlu Dorong Sidang Majelis Umum PBB untuk Bela Palestina

Kamis, 14 Dec 2017 11:05

Hanafi Rais: Pemerintah Seharusnya Serukan Boikot Produk AS

Hanafi Rais: Pemerintah Seharusnya Serukan Boikot Produk AS

Kamis, 14 Dec 2017 10:38

Peti Mati Donald Trump Diarak Pakai Becak

Peti Mati Donald Trump Diarak Pakai Becak

Kamis, 14 Dec 2017 08:26

Innalillahi, AM Fatwa Berpulang

Innalillahi, AM Fatwa Berpulang

Kamis, 14 Dec 2017 07:04

My Teacher is My Hero (Bagian 2-Selesai)

My Teacher is My Hero (Bagian 2-Selesai)

Kamis, 14 Dec 2017 04:55

Keong Sawah Pengganti Daging Sapi, Inikah Solusi?

Keong Sawah Pengganti Daging Sapi, Inikah Solusi?

Rabu, 13 Dec 2017 23:33

Palang Merah Internasional: Kehidupan 'Terhenti' di Rakhine Myanmar

Palang Merah Internasional: Kehidupan 'Terhenti' di Rakhine Myanmar

Rabu, 13 Dec 2017 22:45


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X