Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.221 views

Arah Stigma Intoleransi

Oleh: Yons Achmad*

(voa-islam.com), Intoleransi memang fakta. Masih ada di negeri ini. Tapi, ketika stigma intoleransi disematkan kepada kelompok tertentu, maka justru akan muncul persoalan baru.   Contoh kasus. Terkait dengan penyerangan di Gereja St. Lidwina, Bedog, Jogjakarta, harian Kompas (12/2/18) menulis di halaman mukanya “ Intoleransi: Usut Tuntas Motif Penyerangan dan Tegakkan Hukum”. 

Saya sedikit berpikir, kenapa Kompas merasa perlu untuk menulis kata “Intoleransi” dalam judulnya? Artinya, dalam peristiwa itu, disematkan ada pelaku yang tidak toleran. Siapa pelaku intoleran itu? Padahal, dalam sebuah peristiwa misalnya kekerasan, bisa jadi hanya kriminal biasa, tidak ada sangkut pautnya dengan  upaya  sistematis mengganggu  ibadah umat tertentu. Tapi, apa boleh buat, yang terjadi Kompas menuliskan demikian.

Tentang stigma intoleransi, ada kisah lain. Karyawan sebuah toko kue di Makasar menolak konsumen menuliskan  ucapan natal pada kue pesanannya.  Langsung saja, ramai-ramai orang menstigmanya sebagai contoh praktik intoleransi. Lengkap dengan tuduhan diskriminatif  dan sebuah bentuk pelanggaran Undang-Undang Perlindungan  Konsumen.  Padahal mungkin, sang pemilik dan karyawan hanya ingin menjalankan prinsip dalam agamannya.

Toh dalam Islam, bisnis tak sekadar bisnis, ada prinsip-prinsip tertentu yang harus dipegang. Tak seperti bisnis “Sekuler” yang apapun dilakukan, termasuk riba yang diperbolehkan. Jadi, alih-alih mengolok sang pemilik toko kue, kenapa tak protes sistem riba yang sangat tidak toleran dengan  umat Islam? Di mana dalam Islam riba hukumnya jelas. Haram.

Seorang ibu berhijab di Trans Jakarta  diolok-olok netizen tertentu.  Konon kabarnya, sang ibu menolak  tawaran duduk di sebelah orang yang memberi tawaran hanya karena berkata “Saya muslim”.

Lalu isu pun digoreng abis. Diceritakan bahwa sang ibu menduga yang memberi tawaran orang non muslim.  Itu berita yang viral di media sosial.  Atas  kabar di media sosial itu,  BBC Indonesia  (5/2/18) menurunkan beritanya, “Saat Duduk Bersebelahan di Trans Jakarta Harus Seagama”.

Padahal, kita tahu, berita viral media sosial  itu hanya pengakuan sepihak orang tertentu yang membuat cerita. Kita tak tahu persis fakta sebenarnya. Sama ketika seseorang puas mengolok-olok anak muda yang difoto viral tak mau memberikan tempat duduk kepada  ibu-ibu yang  gendong anak. Padahal faktanya, memang sang ibu tidak mau duduk karena sedang menenangkan anaknya yang menangis. Tapi, dengan serampangan netizen mudah berikan stigma tertentu.

Itu sebabnya, seperti saya katakan di awal.  Sangat berbahaya memberikan stigma intoleransi kepada individu apalagi kelompok  bahkan umat tertentu.  Alih-alih meredamkam suasana. Yang terjadi bisa memunculkan persoalan baru.  Satu dua kali dicap dengan sebutan tertentu mungkin tak masalah. Tapi berkali-kali diberikan cap tertentu, lama-lama tentu saja kan melakukan perlawanan.   Hal ini saya kira juga berlaku bagi media apapun di tanah air.

Depok, 13 Februari 2018

*Kolumnis. Pengamat media. Founder Kanet Indonesia

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Pilkada 2018, Potret Diskoneksi Ummat dan Partai Politik

Pilkada 2018, Potret Diskoneksi Ummat dan Partai Politik

Senin, 19 Feb 2018 23:58

Menjadi Pribadi Muslim yang Kuat dan Berpengaruh

Menjadi Pribadi Muslim yang Kuat dan Berpengaruh

Senin, 19 Feb 2018 22:46

27 Tewas dalam Serangan Pimpinan UEA terhadap Posisi Al-Qaidah di Yaman

27 Tewas dalam Serangan Pimpinan UEA terhadap Posisi Al-Qaidah di Yaman

Senin, 19 Feb 2018 22:45

LGBT Perusak Generasi, Dalih Hak Asasi

LGBT Perusak Generasi, Dalih Hak Asasi

Senin, 19 Feb 2018 22:40

Turki Akan Perangi Pasukan Suriah Jika Mereka Masuki Afrin

Turki Akan Perangi Pasukan Suriah Jika Mereka Masuki Afrin

Senin, 19 Feb 2018 22:31

Umat Islam dan Bahasa Arab

Umat Islam dan Bahasa Arab

Senin, 19 Feb 2018 22:30

Aliansi Pecinta Haromain Demo di Kedubes Iran Tolak Internasionalisasi Penyelenggaraan Ibadah H

Aliansi Pecinta Haromain Demo di Kedubes Iran Tolak Internasionalisasi Penyelenggaraan Ibadah H

Senin, 19 Feb 2018 22:26

Laporan: Dua Faksi Pemberontak Suriah Bentuk Aliansi Baru untuk Perangi HTS

Laporan: Dua Faksi Pemberontak Suriah Bentuk Aliansi Baru untuk Perangi HTS

Senin, 19 Feb 2018 22:17

Gerakan Umat Mencari Fajar, Sebuah Evaluasi Massal Awal Waktu Shalat di Indonesia

Gerakan Umat Mencari Fajar, Sebuah Evaluasi Massal Awal Waktu Shalat di Indonesia

Senin, 19 Feb 2018 18:39

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Senin, 19 Feb 2018 14:47

[VIDEO] Anies Baswedan dicegah Paspamres Saat Persija Juara Piala Presiden? INI jawaban Gerindra

[VIDEO] Anies Baswedan dicegah Paspamres Saat Persija Juara Piala Presiden? INI jawaban Gerindra

Senin, 19 Feb 2018 13:25

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

Senin, 19 Feb 2018 13:24

Tutup dengan Gaya Mesra Jokowi-Anies di GBK, Pengamat: Mana Bisa Kenyataan lawan Pencitraan

Tutup dengan Gaya Mesra Jokowi-Anies di GBK, Pengamat: Mana Bisa Kenyataan lawan Pencitraan

Senin, 19 Feb 2018 13:11

Lapor ke Pemerintah tanpa Adanya Cacat, Pakar Komunikasi: Asal Bapak Senang

Lapor ke Pemerintah tanpa Adanya Cacat, Pakar Komunikasi: Asal Bapak Senang

Senin, 19 Feb 2018 13:11

Jangan Selesaikan secara Politik jika Menyinggung Agama (Islam) adalah Permasalahannya

Jangan Selesaikan secara Politik jika Menyinggung Agama (Islam) adalah Permasalahannya

Senin, 19 Feb 2018 12:11

Forjim Ajak Mahasiswa Lombok Dakwah Lewat Media

Forjim Ajak Mahasiswa Lombok Dakwah Lewat Media

Senin, 19 Feb 2018 11:58

Mengapa jika Ada Masalah Politik, Ulama malah Diundang ke Istana? Ini Kata Pakar Komunikasi

Mengapa jika Ada Masalah Politik, Ulama malah Diundang ke Istana? Ini Kata Pakar Komunikasi

Senin, 19 Feb 2018 11:11

Pakar Komunikasi Politik: Ikhlasnya Ulama dan Umara dapat Dilihat dari Wajahnya

Pakar Komunikasi Politik: Ikhlasnya Ulama dan Umara dapat Dilihat dari Wajahnya

Senin, 19 Feb 2018 10:11

Suara Hati Anak Negeri

Suara Hati Anak Negeri

Senin, 19 Feb 2018 07:59

Saatnya Media Bongkar Pencitraan

Saatnya Media Bongkar Pencitraan

Senin, 19 Feb 2018 01:24


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X