Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.482 views

Menteri Pengutangan

Oleh: Edy Mulyadi*

Tahukah anda bahwa sampai akhir tahun silam jumlah utang Indonesia kian dekat saja ke Rp. 4.000 triliun? Tidak percaya? Simak saja data Ditjen Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan. Sampai akhir November 2017, total utang Indonesia mencapai US$291,7 miliar atau setara dengan Rp3.929 triliun.

Angka ini belum termasuk utang baru yang dibuat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) awal Desember tahun lalu. Utang dalam bentuk penerbitan global bond itu jumlahnya lumayan jumbo, US$4 miliar. Ada tiga seri global bond yang diterbitkan, masing-masing bertenor 5, 10, dan 30 tahun. Dengan kurs tengah Bank Indonesia hari ini (09/01/18) Rp13.248/US$, maka nilai utang baru itu mencapai Rp53,71 triliun. Dengan demikian, total utang Indonesia sampai akhir tahun lalu adalah Rp3.983 triliun. Benar-benar nyaris Rp4.000 triliun!

Utang Indonesia itu dalam dua jenis instrumen, pinjaman dan Surat Berharga Negara (SUN). Data DJPPR tersebut juga menunjukkan komposisi SUN mencapai Rp3.193 triliun atau 81% dari total utang. Nah, dari jumlah itu kepemilikan investor asing pada SUN mencapai Rp851 triliun. Angka ini naik Rp220 triliun dari posisi awal Januari tahun silam.

Data tersebut menunjukkan fakta, bahwa surat utang Indonesia yang diterbitkan Sri memang menggiurkan. Tingginya imbal hasil atawa yield  utang pemerintah itulah yang jadi magnet bagi para pengelola dana asing. Mereka pun jadi bersemangat memarkirkan dananya di sini.

Hingga kini, imbal hasil SUN rata-rata masih di atas 6%. Tentu saja, ini jauh lebih gurih ketimbang surat utang serupa yang diterbitkan sejumlah negara ‘pesaing’. China, misalnya, menawarkan yield  4,03%. Apalagi kalau dibandingkan dengan Amerika, Korsel dan Singapura yang masing-masing 2,48%, 2,51%, dan 2,34%, angkanya terpaut jauh. Sedangkan lawan Filipina (5,79%) dan Vietnam (5,25) saja, imbal hasil surat utang kita masih lebih jangkung.

 

Investment grade

Tingginya yield  surat utang Indonesia sejatinya sangat mengherankan. Apalagi sejak beberapa waktu lalu, peringkat utang kita sudah masuk dalam level layak investasi alias investment grade. Artinya, persepsi risiko investasi di negeri ini juga kian turun.

Pada 21 Desember 2017, Lembaga pemeringkat internasional yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang jangka panjang Indonesia menjadi BBB dengan outlook stabil. Posisi ini satu tingkat di atas batas bawah level layak investasi (BBB-). Posisi BBB menjadi posisi tertinggi yang berhasil disabet Indonesia pasca krismon 1998. Kondisi ini sekaligus memantapkan posisi Indonesia sebagai negara layak investasi yang diraih sejak 2011.

Menurut Fitch, Indonesia punya daya tahan dari guncangan eksternal dalam beberapa tahun terakhir. Indikatornya, kebijakan nilai tukar rupiah yang lebih fleksibel yang berujung pada naiknya cadangan devisa sebesar 31% sejak 2013. Selain itu, Pemerintah juga dinilai cukup disiplin membatasi arus keluar modal asing di tengah situasi ekonomi global yang bergejolak.

Ganjaran berupa naiknya peringkat itu juga disebabkan reformasi struktural di tubuh pemerintah. Langkah tersebut mampu mendongkrak peringkat kemudahan berusaha ke level 72 atau naik 37 peringkat.

Sayangnya, berbagai prestasi yang diapresiasi pihak asing itu tidak kunjung menaikkan tingkat percaya diri Pemerintah. Sikap minder tadi ditandai dengan terus membuat utang baru berbunga mahal. Begitulah Sri, si pejuang neolib sejati. Dia memang sejak lama dikenal doyan ngutang dengan iming-iming bunga supertinggi.

Rakyat boleh saja ketar-ketir terhadap terus menggunungnya jumlah utang Pemerintah. Tapi, rakyat bisa apa? Lha wong para pakar yang juga berteriak-teriak soal ini tetap diabaikan. Bahkan, anggota DPR yang terhormat yang bolak-balik kasih warning pun dicueikin. Anjing menggonggong, kafilah berlalu.

Itulah mungkin sebabnya teman saya bilang, Indonesia perlu punya Menteri Pengutangan. Alasannya, kata dia, supaya Indonesia lebih rajin dan khusyuk membuat utang baru. Terus dan terus. Makin besar utangnya, makin tinggi bunganya, makin happy majikan neolibnya. Soal bagaimana harus membayar, itu perkara lain. Lagi pula, sang menteri kan sudah tidak menjabat lagi. Jadi dia bisa bersikap EGP, emang gue pikirin!

Kecuali, ini kecuali ya, Presiden Jokowi segera menyadari bahaya yang bakal menimpa negeri karena jeratan utang. Lagipula, utang bukan satu-satunya cara untuk membangun negeri. Ada banyak cari lain yang bisa ditempuh. Yang dibutuhkan cuma menteri yang kreatif menciptakan kebijakan-kebijakan terobosan. Bukan menteri yang bisanya cuma sibuk membuat utang baru, menaikkan pajak, dan menjual aset/BUMN. [syahid/voa-islam.com]

*Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Kamis, 25 Apr 2019 23:02

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Kamis, 25 Apr 2019 22:38

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Kamis, 25 Apr 2019 21:48

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Kamis, 25 Apr 2019 21:23

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Kamis, 25 Apr 2019 20:01

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

Kamis, 25 Apr 2019 20:00

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

Kamis, 25 Apr 2019 19:48

Pasukan Haftar Tewaskan Enam Migran Gelap di Libya

Pasukan Haftar Tewaskan Enam Migran Gelap di Libya

Kamis, 25 Apr 2019 19:40

Ketua BPN: Pemilu 2019 Paling Jelek

Ketua BPN: Pemilu 2019 Paling Jelek

Kamis, 25 Apr 2019 19:30

KPU yang Seharusnya Mikir

KPU yang Seharusnya Mikir

Kamis, 25 Apr 2019 19:01

Prabowo kepada Pendukungnya: Kita Jangan Lengah!

Prabowo kepada Pendukungnya: Kita Jangan Lengah!

Kamis, 25 Apr 2019 19:00

Kapal TNI Dilengkapi Cat Anti Deteksi Radar

Kapal TNI Dilengkapi Cat Anti Deteksi Radar

Kamis, 25 Apr 2019 18:37

Biro Kontra-Terorisme Israel Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Sri Lanka

Biro Kontra-Terorisme Israel Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Sri Lanka

Kamis, 25 Apr 2019 18:30

Rizal Ramli ke Mahfud MD: Status KPU seperti Boeing 737 MAX 8

Rizal Ramli ke Mahfud MD: Status KPU seperti Boeing 737 MAX 8

Kamis, 25 Apr 2019 18:01

Sedikitnya 11 Tentara Suriah Tewas dalam Serangan HTS di Barat Laut Hama

Sedikitnya 11 Tentara Suriah Tewas dalam Serangan HTS di Barat Laut Hama

Kamis, 25 Apr 2019 17:44

Said Didu Tak Ingin Mahfud MD Dimanfaatkan KPU

Said Didu Tak Ingin Mahfud MD Dimanfaatkan KPU

Kamis, 25 Apr 2019 17:01

Jokowi vs People Power

Jokowi vs People Power

Kamis, 25 Apr 2019 16:05

Bukan Perang tapi Banyak yang Mati

Bukan Perang tapi Banyak yang Mati

Kamis, 25 Apr 2019 16:01

3 Anggota Dewan Militer Sudan Mengundurkan Diri Setelah Mencapai Kesepakatan dengan Demonstran

3 Anggota Dewan Militer Sudan Mengundurkan Diri Setelah Mencapai Kesepakatan dengan Demonstran

Kamis, 25 Apr 2019 15:15

AS Dukung Jenderal Pemberontak Khalifa Haftar Serang ibukota Libya Tripoli

AS Dukung Jenderal Pemberontak Khalifa Haftar Serang ibukota Libya Tripoli

Kamis, 25 Apr 2019 14:30


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X