Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.262 views

Negara Menjadi Pilar Besar Pemutus Mata Rantai LGBT

Sahabat VOA-Islam...

LGBT (Lesbian Gay Bisexual and Transgender) merupakan isu yang akhir-akhir ini semakin mencuat ke permukaan, menjadi bahan diskusi yang tidak pernah selesai dari berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda. Perempuan berperilaku seperti lelaki dan sebaliknya.

Perempuan memiliki orientasi seksual pada sesamanya, lelakipun demikian, Operasi transgender (pergantian jenis kelamin) pun kemudian didengungkan sebagai bagian dari hak yang tidak bisa ditawar. Barangkali masih dipandang menjijikkan bagi sebagian besar masyarakat, namun dengan gerakan mereka yang masif dalam mengkampanyekan faham, mau tidak mau upaya untuk membendung pun juga harus lebih besar. Terlebih pergeseran cara memandang perilaku mereka pun turun mendobrak keberanian mereka untuk percaya diri tampil di tengah masyarakat.

Penyebab dari LGBT hingga sekarang masih debatable, penelitian yang ada pun cenderung subyektif dalam menilai dan menyimpulkan riset mereka sehingga menimbulkan bias sekaligus menjadi metode pembenaran bagi mereka yang berkepentingan di dalamnya. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa LGBT bukan termasuk mental illness (penyakit mental) dan beberapa memasukkannya ke dalam kategori mental illness.

Seorang pskiater dari Kolombia, Dr. Robert Spitzer, pada tahun 1973 menjadi salah satu pejuang dalam mengeluarkan LGBT dari salah satu daftar penyakit kelainan mental. Namun seiring berjalannya waktu, pada tahun 2003 ia mempublikasikan hasil penelitiannya yang mencengangkan. Penelitiannya terhadap 200 homo yang sudah diterapi menunjukkan keberhasilan dalam perubahan orientasi seksual. Dengan kata lain, LGBT adalah salah satu kelainan yang tidak bersifat permaneh dan bisa disembuhkan.

LGBT pun bukan masalah genetik. Jikalau benar demikian, maka para pegiat LGBT memiliki masalah congenital (kelainan genetik) yang dibawa semenjak lahir. Namun, menurut pakar spesialis dan ahli syaraf, Dr. Taruna Ikrar, M.D. M.Pharm, PhD. Division Neurobiology University of Califorrnia mengatakan bahwa struktur kromosom mereka normal, seperti kebanyakan laki-laki dan perempuan kebanyakan. Dia juga menambahkan bahwa struktur otak makro laki-laki, perempuan dan pegiat LGBT pun tidak memiliki perbedaan sama sekali. Jadi hipotesis paling mendekati sempurna untuk penyebab LGBT adalah mental dan persepsi yang mengubah cara mereka berperilaku.

Dalam pandangan agama manapun, LGBT merupakan kemasiatan besar karena sudah melawan kodrat manusia itu sendiri. Dalam Islam khususnya, LGBT bukanlah kelainan yang baru dialami manusia di era milenial ini. Kitab Al-Quran pun mengabadikan kisah ini menjadi kisah yang dahysat. Ini artinya, bentuk kemaksiatan ini sudah mulai ada ribuan abad sebelum masehi. Kaum nabi Luth menjadi sumber pelajaran berharga bagi manusia saat ini betapa kelainan ini akan merebak tidak sekedar pada satu komunitas,  namun bisa lebih besar lagi. Nabi Luth a.s tidak pernah lengah mengingatkan, meski pada akhirnya kaum Nabi Luth tetap tak bergeming dan memilih untuk bahagia dalam perbuatan kejinya.

“Sesungguhnya kamu mendatangi kaum laki-laki untuk melepaskan nafsumu, bukan kepada wanita, kamu adalah kaum yang melampaui batas” (Al-A’raf : 81).

 

Hukum Islam; Salah Satu Pemutus Mata Rantai LGBT

Berdasarkan teori perubahan perilaku, Bandura dalam Social Foundations of Thoughts and Action menjelaskan bahwa perilaku manusia setidaknya dipengaruhi dua hal utama, personal factors dan environmental factors. Personal factors mencakup persepsi seseorang terhadap sesuatu. An-Nabhani dalam Kitab Nidhamul Islam pun menjelaskan sederhana bagaimana besarnya faktor personal, khususnya persepsi terhadap penilaian sesuatu sehingga ketika berkeinginan mengubah perilaku seseorang mutlak memperbarui cara berpikirnya. Sementara faktor lingkungan – teman, orang tua, tetangga, sistem sosial – menjadi pendukung atas faktor personal.

Beraninya kaum LGBT mengakui eksistensinya merupakan evaluasi bersama. Personal factors di negara ini yang sedang bermasalah ataukah environmental  -nya yang tengah bermasalah. Masalah LGBT merupakan tanggung jawab bersama; individu yang saling mengingatkan, sistem sosial yang tegas terhadap keberadaan mereka dan negara yang menindak setiap pelakunya.

Ketiganya mejadi pilar dalam mengubah point of view dari pelaku LGBT serta mencegah meluasnya gaya hidup yang salah pada masyarakat. Mengingat bahwa faktor lingkungan menjadi faktor paling besar yang mempengaruhi keberadaan mereka, maka negara mutlak memiliki sikap yang tegas terhadap gerakan Pelangi (LGBT) ini, yakni dengan memberi sanksi tegas. Dengan berkaca pada hukum Islam, maka Gerakan Pelangi ini menjadi satu kejahatan yang tdiak bisa ditelorir.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah; pelaku dan objeknya." HR. Abu Daud no.4462 dan Tirmidzi no.1456 dan Ibnu Majah 2561 dan Ahmad. Syaikh al-Albani menerangkan bahwa hadits itu Hasan Shahih 

Tentu saja tindakan tegas ini menjadi opsi terakhir setelah upaya pengubahan secara personal , baik itu nasihat dan ancaman sudah tidak berlaku. Tidak bisa dilakukan oleh seorang individu, namun harus dilakukan oleh orang yang memiliki wewenang di dalamnya. Karena itu, eksistensi gerakan mereka bergantung pada bagaimana negara mepersepsikan keberadaan status mereka. Negara menjadi penentu terakhir hukuman terbaik bagi mereka.

Tentu tak sekedar hukuman, namun juga ancaman bagi mereka yang ingin melalukan. Dengan begini, rantai pelangi akan terputus. Berbeda hal jika negara abai dan tidak mau tahu. Publik pun terus dibuat bertanya-tanya akankan negara ini bersikap tegas pada mereka atau justru menutup mata atas keberadaan mereka?

Tidak beranikah negara ini setegas Somalia yang menghukum mati para pelakunya? Wallahu ‘alam bi ash-shawwab. [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Meyra Kris Hartanti, S.K.M, Ibu Rumah Tangga dan Praktisi Kesehatan

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Kamis, 18 Jul 2019 22:33

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Kamis, 18 Jul 2019 22:26

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Kamis, 18 Jul 2019 21:18

Kelompok Bersenjata Culik Anggota Parlemen Libya di Benghazi

Kelompok Bersenjata Culik Anggota Parlemen Libya di Benghazi

Kamis, 18 Jul 2019 20:26

Mantan PM Pakistan Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Mantan PM Pakistan Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Kamis, 18 Jul 2019 20:17

Wow! 21.000 Orang dari 162 Negara Mendaftar dalam Lomba Hapalan Al-Qur'an dan Adzan di Arab Saudi

Wow! 21.000 Orang dari 162 Negara Mendaftar dalam Lomba Hapalan Al-Qur'an dan Adzan di Arab Saudi

Kamis, 18 Jul 2019 20:15

Ini Poin-poin Penting Hasil Rakornas Bidang Infokom MUI 2019

Ini Poin-poin Penting Hasil Rakornas Bidang Infokom MUI 2019

Kamis, 18 Jul 2019 19:53

Pejuang Islamic State Penggal 4 Orang Mata-mata Pasukan Keamanan di Sinai Utara

Pejuang Islamic State Penggal 4 Orang Mata-mata Pasukan Keamanan di Sinai Utara

Kamis, 18 Jul 2019 19:15

Rusia Terjunkan Pasukan Khusus ke Idlib untuk Bantu Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir Oposisi

Rusia Terjunkan Pasukan Khusus ke Idlib untuk Bantu Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir Oposisi

Kamis, 18 Jul 2019 18:15

Pemimpin Senior Hamas Sebut Hubungan Mereka dengan Rezim Suriah Telah Putus Sejak 2012

Pemimpin Senior Hamas Sebut Hubungan Mereka dengan Rezim Suriah Telah Putus Sejak 2012

Kamis, 18 Jul 2019 17:15

Gerakan Bersenjata di Sudan: Deklarasi Politik Tidak Akan Mencapai Perdamaian

Gerakan Bersenjata di Sudan: Deklarasi Politik Tidak Akan Mencapai Perdamaian

Kamis, 18 Jul 2019 16:15

Pengamat: Idealnya Partai Pendukung Prawobo Menjadi Oposisi Pemerintah

Pengamat: Idealnya Partai Pendukung Prawobo Menjadi Oposisi Pemerintah

Kamis, 18 Jul 2019 15:27

AS 'Depak' Turki dari Program Jet Tempur F-35 Setelah Ankara Terima Rudal S-400 Rusia

AS 'Depak' Turki dari Program Jet Tempur F-35 Setelah Ankara Terima Rudal S-400 Rusia

Kamis, 18 Jul 2019 14:45

Drama MRT dan ''Undertable Transaction''

Drama MRT dan ''Undertable Transaction''

Kamis, 18 Jul 2019 14:05

Partai Pendukung Prabowo-Sandi Sebaiknya jadi Oposisi dan Siapkan Pemimpin untuk 5 Tahun Mendatang

Partai Pendukung Prabowo-Sandi Sebaiknya jadi Oposisi dan Siapkan Pemimpin untuk 5 Tahun Mendatang

Kamis, 18 Jul 2019 13:30

Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kamis, 18 Jul 2019 06:38

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Kamis, 18 Jul 2019 05:33

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Kamis, 18 Jul 2019 04:47

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kamis, 18 Jul 2019 03:56

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Kamis, 18 Jul 2019 02:51


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X