Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.496 views

Berharap Semua Kritik Menjadi Keripik

Oleh: Ary H 

(Pengelola FP Mudah Nulis, Mentor Kelas Opini di Akademi Menulis Kreatif)

Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menilai bahwa jika nantinya Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) disahkan oleh DPR dan pemerintah, akan berpotensi berat terhadap tindakan menyampaikan ekspresi.

Managing Director ICJR, Erasmus Napitupulu mengatakan RKUHP bisa memidanakan Ketua BEM UI Zaadit Taqwa yang memberi 'kartu kuning' pada presiden. Dia bisa terjerat Pasal 263 ayat 1. Pasal tersebut berbunyi: Setiap orang yang di muka umum menghina presiden atau wakil presiden, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV. (Republika.co.id, 4/2/2018).

Erasmus menjelaskan bahwa secara historis pasal ini disebut sebagai pasal lesse majeste. Dalam arti, pasal ini dahulunya berfungsi untuk melindungi martabat keluarga kerajaan Belanda. Sehingga maksud dari Pasal ini adalah menempatkan kepala negara tidak bisa diganggu gugat atau tidak boleh dikritik, yang sebelumnya diatur dalam pasal 134 KUHP. Apabila pemimpin diposisikan sebagai sosok sempurna dan anti kritik, semakin nyata-lah apa yang pernah disampaikan oleh Bung Fadly Zon, bahwa rezim ini sedang belajar menjadi seorang diktator.

Padahal jika kita berpikir tentang demokrasi yang diperdagangkan ke dunia Islam dengan polesan keindahan. Sistem tersebut senantiasa digambarkan sebagai antitesis dari kediktatoran. Seolah, ketika suatu negara tidak menganut demokrasi maka dipastikan menganut diktatorisme. Karena dalam demokrasi, rakyat dipandang berperan sangat banyak dalam menentukan sebuah keputusan. Rakyat bisa melakukam kritik terhadap berbagai hal yang berdampak akan menyengsarakan mereka.

Hal ini juga menjadi bukti bahwa kediktatoran terjadi bukan semata karena anti demokrasi. Bahkan dalam pemerintahan demokrasi pun bisa melahirkan kediktatoran. Apalagi jika pemimpin negara tersebut memerintah secara otoriter/tirani dan menindas rakyatnya. Meskipun biasanya seorang diktator meraih kekuasaan dengan cara kudeta, tetapi ada pula diktator yang naik tahta secara demokratis seperti Adolf Hitler.

Kediktatoran justru terjadi bukan karena tiadanya peran rakyat, namun terbelenggunya aspirasi rakyat. Keterbelengguan ini bisa saja terjadi karena ketergantungan rakyat terhadap rezim yang ada. Semisal ketika rezim yang 'kongkalikong' dengan para kapitalis besar mampu mengendalikan negara.

Sehingga berbagai opini serta akses sumber daya alam pun dikuasainya. Kondisi seperti ini bisa mengantarkan pada suatu kekuasaan mutlak yang membuat rakyat bisu untuk berpendapat. Atau bisa jadi, opini rakyat kritis dibungkam atau dikecilkan sedangkan opini penguasa dibesar-besarkan. Apalagi ketika legislatif berfungsi hanya sebagai stempel berbagai keputusan eksekutif. Lengkaplah sudah kebisuan rakyat.

Berbeda dengan sistem demokrasi, Islam telah mengajarkan sebuah mekanisme kontrol sosial masyarakat terhadap pemimpinnya. Dan yang paling utama adalah adanya standar acuan yang jelas dalam menilai apakah penguasa ini berlaku zalim ataukah tidak, yakni hukum syara. Bahkan ketika syariah memandang bahwa penguasa telah nyata menyimpang dari Al Quran dan As Sunnah maka rakyat berhak menurunkannya.

Rasulullah Saw pun telah menjadikan beberapa shahabat sebagai representasi umat dalam menyampaikan pendapat. Rasulullah sering bermusyawarah dengan mereka untuk menerima berbagai masukan yang bersifat teknis dan cara. Semisal ketika Rasulullah Saw bermusyawarah untuk menghadapi perang Badar. Rasulullah mengoreksi keputusannya dan mengambil masukan dari Hubab bin Mundzir r.a.  Begitu pula ketika menghadapi pasukan Ahzab. Yang pada akhirnya, Rasulullah Saw mengambil pendapat Salman Al Farisi untuk membuat Parit di luar kota Madinah.

Ketika diangkat menjadi Khalifah, Abu Bakar Ashiddiq r.a. berkata “Amma ba’du, wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah diangkat sebagai pemimpin kalian meski aku bukan yang terbaik di antara kalian. Jika aku berbuat baik, dukunglah saya. Sebaliknya jika aku berbuat salah, luruskanlah saya." Sungguh beliau telah mengikuti pemimpin mulia sebelumnya, yakni Rasulullah Saw dalam mengurusi rakyatnya. Bersedia menerima kritikan, saran dan masukan untuk diluruskan ketika melakukan kesalahan.

Pernah suatu ketika Amirul Mukminin Umar bin Al Khaththab r.a. hendak berpidato di hadapan rakyatnya. Sebelum beliau berbicara, berdirilah seseorang lalu berbicara lantang. "Wahai Amirul Mukminin, aku tidak akan mendengarkan ucapanmu sebelum engkau menjelaskan kepada kami tentang pakaian yang engkau kenakan!"

Rupanya, orang tersebut memperhatikan jubah yang dipakai oleh Umar. Karena sebelumnya setiap kaum muslim pernah mendapatkan pembagian kain yang sama dari negara. Namun ukuran kain pembagian tersebut tidak mungkin mencukupi untuk dibuat sebuah jubah. Mengapa bagian Amirul Mukminin bisa menjadi sebuah jubah? Bisa jadi, Amirul mukminin melebihkan ukuran kain khusus untuk dirinya. Dan jika demikian, berarti Umar telah berlaku tidak adil terhadap rakyatnya.

Umar r.a. pun mendengarkan secara seksama permohonan rakyatnya. Kemudian beliau menjelaskan bahwa Abdullah bin Umar r.a. telah memberikan bagian kainnya kepadanya, sehingga beliau bisa membuat jubah dari dua bagian kain tersebut. Sang penanya pun memahaminya, lalu Amirul Mukminin pun melanjutkan pidatonya.

Umar pun pernah meralat keputusannya tentang mahar setelah diprotes oleh seorang muslimah. Umar berkata bahwa perempuan itu benar dan beliau salah.

Meskipun sistem kepemimpinan dalam Islam tidak mengenal periodisasi berkala. Artinya, selama pemimpin itu amanah menjalankan hukum Islam serta tidak melanggar syarat-syarat pokok pemimpin dalam Islam, maka ia tetap bisa menjadi pemimpin. Namun Islam memiliki mekanisme supaya mencegah pemimpinnya menjadi diktator.

Hal tersebut terjadi karena acuan kritikannya jelas, yakni hukum syariah. Adapun dalam sistem demokrasi, kritik menjadi pedas hanya ketika berselisih kepentingan atau kepentingannya tak diakomodir. Ketika kepentingannya sudah diakomodir maka kritik pedas pun menjadi 'keripik manis pedas' yang asyik dinikmati bersama-sama. Ataukah memang rezim berharap semua kritik menjadi keripik? Wallahu a'lamu bishshowwaab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
Jelang Muktamar, Pengurus Wilayah dan Daerah Pemuda Muhammadiyah Disatroni Polisi

Jelang Muktamar, Pengurus Wilayah dan Daerah Pemuda Muhammadiyah Disatroni Polisi

Selasa, 16 Oct 2018 09:21

Maksiat Mengundang Bencana!

Maksiat Mengundang Bencana!

Selasa, 16 Oct 2018 09:14

[VIDEO] FPI Evakuasi Jenazah Kristiani Korban Gempa-Tsunami Palu

[VIDEO] FPI Evakuasi Jenazah Kristiani Korban Gempa-Tsunami Palu

Selasa, 16 Oct 2018 08:40

Acara Berbau LGBT di Magelang Digagalkan FPI

Acara Berbau LGBT di Magelang Digagalkan FPI

Selasa, 16 Oct 2018 05:24

Duka Rakyat Palu Masih Pilu

Duka Rakyat Palu Masih Pilu

Selasa, 16 Oct 2018 05:12

 Kebangkitan Ideologi dan Penerapannya

Kebangkitan Ideologi dan Penerapannya

Senin, 15 Oct 2018 23:00

Penanganan Pasca Bencana yang Carut Marut, Bukti Pemerintah Gagal

Penanganan Pasca Bencana yang Carut Marut, Bukti Pemerintah Gagal

Senin, 15 Oct 2018 22:45

Kehidupan yang Fana

Kehidupan yang Fana

Senin, 15 Oct 2018 22:30

Terobos Bandara, Preman Projo Hadang Dan Persekusi Kedatangan Habib Hanif Alatas Dan Habib Bahar

Terobos Bandara, Preman Projo Hadang Dan Persekusi Kedatangan Habib Hanif Alatas Dan Habib Bahar

Senin, 15 Oct 2018 22:10

Dewan Dakwah Aceh Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

Dewan Dakwah Aceh Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

Senin, 15 Oct 2018 21:50

Dugaan Phobia dan Fitnah pada Simbol Tauhid dari Sekelompok Santri dan Mahasiswa

Dugaan Phobia dan Fitnah pada Simbol Tauhid dari Sekelompok Santri dan Mahasiswa

Senin, 15 Oct 2018 21:27

HTS Tolak Serahkan Senjata dan Mundur dari Zona Demiliterisasi di Idlib Suriah

HTS Tolak Serahkan Senjata dan Mundur dari Zona Demiliterisasi di Idlib Suriah

Senin, 15 Oct 2018 20:15

Qatar Desak Saudi Ungkap Nasih 4 Warga Mereka yang 'Dihilangkan Paksa' oleh Riyadh

Qatar Desak Saudi Ungkap Nasih 4 Warga Mereka yang 'Dihilangkan Paksa' oleh Riyadh

Senin, 15 Oct 2018 20:05

MUI-Kominfo Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Gadget

MUI-Kominfo Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Gadget

Senin, 15 Oct 2018 18:55

Rumah DP Nol Rupiah Terealisasi, Fahira Idris Puji Anies Baswedan

Rumah DP Nol Rupiah Terealisasi, Fahira Idris Puji Anies Baswedan

Senin, 15 Oct 2018 18:48

DPRD Pangandaran Desak Pelaku LGBT Direhabilitasi

DPRD Pangandaran Desak Pelaku LGBT Direhabilitasi

Senin, 15 Oct 2018 18:35

Notaris Muslim Indonesia Terjun ke Wilayah Bencana Palu

Notaris Muslim Indonesia Terjun ke Wilayah Bencana Palu

Senin, 15 Oct 2018 17:50

Pejabat Taliban: AS Setuju Untuk Bahas Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Pejabat Taliban: AS Setuju Untuk Bahas Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Senin, 15 Oct 2018 12:35

Inggris, Prancis dan Jerman Desak Saudi Beri Tanggapan Rinci Atas Hilanngya Jamal Khashoggi

Inggris, Prancis dan Jerman Desak Saudi Beri Tanggapan Rinci Atas Hilanngya Jamal Khashoggi

Senin, 15 Oct 2018 11:18

Jebakan Sekularisme Melalui Media Digital

Jebakan Sekularisme Melalui Media Digital

Senin, 15 Oct 2018 10:59


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X