Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.449 views

Mulusnya Karpet merah bagi TKA

Sahabat VOA-Islam...

Bila dikatakan Indonesia negeri yang memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, tentu  tiada yang bisa meragukannya.  Lihat saja jumlah penduduk Indonesia per 30 Juni 2016 seperti yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo,  sebanyak 257.912.349 jiwa. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini masih di angka 1,49 persen.  

Maka dalam satu tahun penduduk indonesia bertambah sekitar 4 juta jiwa, sebagaimana dikatakan Kepala BKKBN Pusat dr Surya Chandra. Artinya, di bulan Juli 2018 jumlahnya menjadi sekitar lebih dari 266 juta jiwa (tribunnews.com).  

Tak heran  bila dibandingkan negara-negara anggota ASEAN yang terdiri 10 (sepuluh) negara, negri kita menempati urutan teratas. Tentu wajar pula bila angkatan kerja alias penduduk dengan usia produktif cukup besar di negri zamrud khatulistiwa ini. 

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2017 sebanyak 131,55 juta. Jumlah tersebut naik 6,11 juta dibanding Agustus 2016 dan naik 3,03 persen atau 3,88 juta dibanding Februari 2016. 

Sayangnya pada tahun 2017 juga telah terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 10.000 orang menjadi 7,04 juta orang pada Agustus 2017 dari Agustus 2016 sebesar 7,03 juta orang. Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, pertambahan jumlah  pengangguran tersebut disebabkan oleh peningkatan jumlah angkatan kerja di Indonesia.

"Setahun terakhir, pengangguran bertambah 10.000 orang menjadi 7,04 juta di Agustus 2017," ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017).(tempo.com).

Namun ibarat petir di siang bolong, alih-alih memberikan solusi mengatasi pengangguran anak negeri, pemerintah justru menggelar karpet merah menyambut tenaga kerja asing.

Tepatnya Rabu, 4/4/2018,  Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Dengan tanpa tedeng aling-aling Perpres  ini dari awal justru ditujukan untuk mempermudah tenaga kerja asing (TKA) masuk ke Indonesia. 

Di bawah bayang-bayang 7,04 juta warga yang butuh pekerjaan, pemerintah berdalih terbitnya Perpres  adalah untuk peningkatan investasi dan perbaikan ekonomi nasional. Lebih jauh dalam perpres ini disebutkan, setiap pemberi kerja TKA yang menggunakan TKA harus memiliki rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) yang disahkan menteri atau pejabat yang ditunjuk.

Namun, pemberi kerja TKA tidak wajib memiliki RPTKA untuk mempekerjakan TKA yang merupakan: Pemegang saham yang menjabat anggota direksi atau anggota dewan komisaris pada  pemberi kerja TKA, pegawai diplomatik dan konsuler pada perwakilan negara asing, dan TKA pada jenis pekerjaan yang dibutuhkan pemerintah.  

Bahkan untuk pekerjaan yang bersifat darurat dan mendesak, menurut perpres ini, pemberi kerja TKA dapat mempekerjakan TKA dengan mengajukan permohonan pengesahan RPTKA kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk paling lama hanya dua hari kerja setelah TKA  terlanjur bekerja.

Walhasil dengan perpres ini kedatangan TKA disambut hangat kedatangannya bagaikan tamu agung. Padahal masih tertera jelas dalam UUD 1945 pasal 27 ayat (2), "tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan". 

Dengan kata lain merupakan kewajiban bagi negara untuk memfasilitasi warga negaranya sendiri untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Pada gilirannya lumrah bila banyak pihak kemudian mempertanyakan kebijakan ini.  

Bagaimana mungkin melapangkan jalan bagi TKA sementara tak sedikit tenaga kerja dalam negeri yang membutuhkan? Demikian salah satu kritik yang datang dari Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Daulay terkait penerbitan Peraturan Presiden No. 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

"Saya khawatir, justru kemudahan bagi masuknya mereka malah berdampak negatif. Termasuk keterbatasan kemampuan pemerintah dalam melakukan pengawasan. Bisa saja, orang-orang yang masuk itu juga diiringi dengan masuknya barang-barang ilegal, termasuk narkoba," kata Saleh melalui keterangan tertulis, Jumat (6/4/2018) (kompas. com). Sungguh kekhawatiran yang cukup beralasan.

Maka mutlak diperlukan solusi tuntas untuk mengurai masalah ini.  Berharap pada aturan buatan manusia seringkali hanya menuai kekecewaan.  Karena galibnya manusia di sepanjang masa bisa berubah sudut pandang dan kepentingannya.  Hal yang seharusnya adalah kewajiban - yang tak bisa ditawar-tawar- negara terhadap warga negara,  sekarang seolah tak lagi demikian.  Berbeda dengan Islam.  

Syariatnya datang dari Zat Yang Maha Pencipta segala makhluq. Zat Yang Maha Mengetahui kebutuhan hamba-hambaNya hingga syariat tersebut tak lekang oleh zaman. 

Berlaku di segala kondisi.  Terkait solusi terhadap masalah pekerjaan,  sejak dulu telah dicontohkan oleh Rasul saw saat di Madinah menjalankan roda pemerintahan. 

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Anas bin Malik ra,  Suatu ketika ada seorang pengemis dari kalangan Anshar datang meminta-minta kepada Rasulullah SAW. Lalu beliau bertanya kepada pengemis tersebut, “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?” Pengemis itu menjawab, “Tentu, saya mempunyai pakaian yang biasa dipakai sehari-hari dan sebuah cangkir.” Rasul lalu berkata, “Ambil dan serahkan ke saya!” Pengemis itupun pulang mengambil satu-satunya cangkir miliknya dan kembali lagi pada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian menawarkan cangkir itu kepada para sahabat, “Adakah di antara kalian yang ingin membeli ini?” Seorang sahabat menyahut, “Saya beli dengan satu dirham.” 

\Rasulullah SAW menawarkannya kembali, “Adakah di antara kalian yang ingin membayar lebih?” Lalu ada seorang sahabat yang sanggup membelinya dengan harga dua dirham.  Rasulullah SAW memberikan dua dirham itu kepada si pengemis lalu menyuruhnya menggunakan uang itu untuk membeli makanan untuk keluarganya dan sisa uangnya digunakan untuk membeli kapak.

Rasullulah SAW berkata, “Carilah kayu sebanyak mungkin dan juallah, selama dua minggu ini aku tidak ingin melihatmu.” Sambil melepas kepergiannya Rasulullah SAW pun memberinya uang untuk ongkos. Dua minggu kemudian pengemis itu datang kembali menghadap Rasulullah SAW sambil membawa uang sepuluh dirham hasil dari penjualan kayu.

Demikianlah Rasul saw menyelesaikan masalah seorang yang mengemis karena tak memiliki pekerjaan.  Mencontoh beliau dalam hal ini saja pastinya belum bisa menyelesaikan masalah seluruhnya.   Karena yang diperintahkan bagi kita adalah mengambil Islam secara kaffah. Firman Allah swt, "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208). 

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Allah ta’ala berfirman menyeru para hamba-Nya yang beriman kepada-Nya serta membenarkan rasul-Nya untuk mengambil seluruh ajaran dan syari’at; melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan sesuai kemampuan mereka.” (Tafsir Ibn Katsir 1/335).  Wallahu a'lam. [syahid/voa-islam.com]

Dela Nusa, praktisi pendidikan

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
HTS Tolak Serahkan Senjata dan Mundur dari Zona Demiliterisasi di Idlib Suriah

HTS Tolak Serahkan Senjata dan Mundur dari Zona Demiliterisasi di Idlib Suriah

Senin, 15 Oct 2018 20:15

Qatar Desak Saudi Ungkap Nasih 4 Warga Mereka yang 'Dihilangkan Paksa' oleh Riyadh

Qatar Desak Saudi Ungkap Nasih 4 Warga Mereka yang 'Dihilangkan Paksa' oleh Riyadh

Senin, 15 Oct 2018 20:05

MUI-Kominfo Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Gadget

MUI-Kominfo Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Gadget

Senin, 15 Oct 2018 18:55

Rumah DP Nol Rupiah Terealisasi, Fahira Idris Puji Anies Baswedan

Rumah DP Nol Rupiah Terealisasi, Fahira Idris Puji Anies Baswedan

Senin, 15 Oct 2018 18:48

DPRD Pangandaran Desak Pelaku LGBT Direhabilitasi

DPRD Pangandaran Desak Pelaku LGBT Direhabilitasi

Senin, 15 Oct 2018 18:35

Notaris Muslim Indonesia Terjun ke Wilayah Bencana Palu

Notaris Muslim Indonesia Terjun ke Wilayah Bencana Palu

Senin, 15 Oct 2018 17:50

Pejabat Taliban: AS Setuju Untuk Bahas Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Pejabat Taliban: AS Setuju Untuk Bahas Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Senin, 15 Oct 2018 12:35

Inggris, Prancis dan Jerman Desak Saudi Beri Tanggapan Rinci Atas Hilanngya Jamal Khashoggi

Inggris, Prancis dan Jerman Desak Saudi Beri Tanggapan Rinci Atas Hilanngya Jamal Khashoggi

Senin, 15 Oct 2018 11:18

Jebakan Sekularisme Melalui Media Digital

Jebakan Sekularisme Melalui Media Digital

Senin, 15 Oct 2018 10:59

Kemampuan Jokowi Menghibur: Ekonomi Meroket dan Tawa IMF

Kemampuan Jokowi Menghibur: Ekonomi Meroket dan Tawa IMF

Senin, 15 Oct 2018 10:45

Mukerwil Ke-1 Dewan Dakwah Aceh Siap Hadapi Tantangan Dakwah

Mukerwil Ke-1 Dewan Dakwah Aceh Siap Hadapi Tantangan Dakwah

Senin, 15 Oct 2018 10:07

Bantuan untuk Desa Terisolir di Donggala

Bantuan untuk Desa Terisolir di Donggala

Senin, 15 Oct 2018 09:51

Kepastian Perbaikan BPJS Kesehatan di tangan Prabowo-Sandi

Kepastian Perbaikan BPJS Kesehatan di tangan Prabowo-Sandi

Senin, 15 Oct 2018 09:45

Saudi Ancam Balas Sanksi yang Lebih Keras jika Dihukum atas Kasus Jamal Khasoggi

Saudi Ancam Balas Sanksi yang Lebih Keras jika Dihukum atas Kasus Jamal Khasoggi

Ahad, 14 Oct 2018 21:45

Saham Saudi Terjun Bebas Setelah Trump Ancam Beri Hukuman Berat Terkait Hilangnya Kashoggi

Saham Saudi Terjun Bebas Setelah Trump Ancam Beri Hukuman Berat Terkait Hilangnya Kashoggi

Ahad, 14 Oct 2018 21:25

Netanyahu Ancam Beri 'Pukulan Sangat Kuat' Kepada Hamas Jika Serangan Tidak Berhenti

Netanyahu Ancam Beri 'Pukulan Sangat Kuat' Kepada Hamas Jika Serangan Tidak Berhenti

Ahad, 14 Oct 2018 20:43

Mantan Anggota DPR sebut Pasal Ini Ada Konsep Komunisme

Mantan Anggota DPR sebut Pasal Ini Ada Konsep Komunisme

Ahad, 14 Oct 2018 16:31

Amien Rais Diperiksa terkait Ratna Sarumpaet, Ka'ban: Terlalu Mengada-ngada

Amien Rais Diperiksa terkait Ratna Sarumpaet, Ka'ban: Terlalu Mengada-ngada

Ahad, 14 Oct 2018 15:31

Kritik Tajam Fadli terkait Pidato Jokowi di hadapan IMF

Kritik Tajam Fadli terkait Pidato Jokowi di hadapan IMF

Ahad, 14 Oct 2018 14:31

Pembatalan Seminar di UGM, Dua Aktivis Singgung Orba

Pembatalan Seminar di UGM, Dua Aktivis Singgung Orba

Ahad, 14 Oct 2018 13:31


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X