Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.980 views

Reksadana Syariah, Pilihan Menarik Berinvestasi

Oleh: Reni Marlina (Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI)

Perkembangan sektor keuangan di Indonesia semakin hari semakin mengalami kemajuan. Semakin modern suatu peradaban ekonomi semakin besar peran pasar keuangan di kehidupan masyarakat.

Masyarakat semakin hari semakin paham akan pasar keuangan, mengerti tentang resiko, kemudian akan semakin berani memasuki area beresiko. Salah satu non perbankan dalam dunia keuangan yaitu pasar modal syariah.

Pasar Modal Syariah berkembang secara luas bukan karena permintaan institusional, namun oleh permintaan ritel atau dari orang-orang kaya yang memiliki surplus dana yang cukup besar dan menginginkannya dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah (De Ramos, 2009). Pasar modal syariah ini akan menjadi penunjang bagi masyarakat untuk melakukan investasi.

Pasar modal syariah menyerap dana baik dari dalam ataupun luar negeri. Salah satu produk keuangan Syariah berkembang melalui pasar modal adalah Reksa Dana Syariah atau Islamic Equity Fund. Reksa Dana sendiri merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi.

Dikutip dari republika, data statistik reksadana syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana syariah mencapai 38,25 persen (ytd) pada Agustus 2017 dibandingkan posisi Desember 2016. Pertumbuhan tersebut di atas NAB reksadana konvensional yang naik 25,54 persen (ytd) pada periode yang sama.

NAB reksadana syariah pada Desember 2016 tercatat sebesar Rp 14,91 triliun meningkat menjadi Rp 20,62 triliun pada Agustus 2017. Di samping itu, jumlah produk reksadana syariah juga tercatat mengalami peningkatan dari 136 produk pada Desember 2016 menjadi 160 produk per Agustus 2017. Jika dibandingkan 2010, jumlah produk reksadana syariah hanya 48 produk, dan total NAB sebesar Rp 5,22 triliun.

Meski demikian, perkembangan reksadana syariah masih jauh jika dibandingkan dengan produk reksadana konvensional. Total NAB reksadana konvensional per Agustus 2017 tercatat sebesar Rp 406,54 triliun, naik 25,54 persen (ytd) dibandingkan Rp 323,83 triliun pada Desember 2016.

Indonesia dengan mayoritas masyarakat muslim, tentunya menginginkan investasi terhadap suatu produk yang sesuai dengan tuntutan syariah. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan aktivitas ekonomi (muamalah) dengan cara yang benar dan baik, serta melarang penimbunan barang, atau membiarkan harta (uang) tidak produktif, sehingga aktivitas ekonomi yang dilakukan dapat meningkatkan ekonomi umat.

Fatwa DSN MUI No: 20/DSN-MUI/IX/2000 menyebutkan bahwa reksa dana syariah adalah reksa dana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip syariat Islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai pemilik harta dengan manajer investasi sebagai wakil, maupun antara manajer investasi sebagai wakil dengan pengguna investasi.

Adapun ciri-ciri dari reksa dana syariah adalah reksa dana syariah menginvestasikan dana yang berhasil dihimpunnya ke dalam saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Selain tidak boleh melakukan transaksi yang bersifat spekulatif, harus bersih dari unsur non halal, juga menerapkan prinsip kehati-hatian.

Hubungan antara investor dan perusahaan pun tidak didasarkan pada transaksi yang berbasis bunga, tetapi didasarkan pada sistem mudārabah. Reksa dana syariah tidak boleh melakukan investasi dengan tingkat nisbah utangnya lebih besar dari modalnya Agar segala aktivitasnya tidak keluar dari prinsip syariah maka reksa dana syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.

Dalam mekanisme kerja yang terjadi di reksadana ada tiga pihak yang terlibat dalam pengelolaannya yaitu pertama, Manajer investasi sebagai pengelola investasi. Manajer investasi ini bertanggungjawab atas kegiatan investasi, yang meliputi analisa dan pemilihan jenis investasi, mengambil keputusankeputusan investasi, memonitor pasar investasi, dan melakukan tindakantindakan yang dibutuhkan untuk kepentingan investor. Kedua, Bank kustodian adalah bagian dari kegiatan usaha suatu bank yang bertindak sebagai penyimpan kekayaan (safe keeper) serta administrator reksadana.

Dana yang terkumpul dari sekian banyak investor bukan merupakan bagian kekayaan manajer investasi maupun bank kustodian, tetapi milik para investor yang disimpan atas nama reksadana dari bank kustodian. Ketiga, Pelaku (perantara) di pasar modal (broker, underwriter) maupun di pasar uang (bank) dan pengawas yang dilakukan oleh bapepam. (Renaisan, 2005 hal.16).

Di dunia investasi tentunya investor memikirkan tingkat keuntungan atau kerugian terhadap modal yang diinvestasikan. Dalam hal ini reksa dana syariah, memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang ingin berinvestasi namun memiliki kerugian yang rendah atau tingkat likuiditas yang tinggi.

Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan modal rendah juga bisa. Reksa dana syariah dikenal sebagai himpunan banyak pemodal dan dikelola secara professional oleh seorang koki keuangan yang handal dinamakan Manajer Investasi. Sejalan dengan semakin profesionalnya dan handal dalam menentukan produk investasi yang akan ditempatkan oleh manjer investasi tersebut maka akan menghasilkan biaya transaksi yang sangat efisien pula.

Biaya transaksinya akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan investor yang melakukan investasi secara langsung di bursa efek dalam hal ini pasar saham syariah dimana terdapatnya resiko Cutloss. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siapapun orangnya mau modal kecil atau modal besar juga saat ini dapat berinvestasi.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwasannya resiko reksadana itu tergolong rendah, dikarenakan adanya diversifikasi investasi maka hal ini jelas akan memberikan keamanan yang lebih baik bagi para investor dibandingkan dengan investasi yang dilakukan secara individu dan langsung di bursa efek ataupun pasar uang.

Dana investasi yang disetor juga tidak dipegang langsung oleh perusahaan MI tetapi dititipkan pada rekening bank khusus yang dikenal sebagai bank kustodian. [syahid/voa-islam.com]

Reksadana Syariah, Pilihan Menarik Berinvestasi

Penulis : Reni Marlina (Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI)

Perkembangan sektor keuangan di Indonesia semakin hari semakin mengalami kemajuan. Semakin modern suatu peradaban ekonomi semakin besar peran pasar keuangan di kehidupan masyarakat. Masyarakat semakin hari semakin paham akan pasar keuangan, mengerti tentang resiko, kemudian akan semakin berani memasuki area beresiko. Salah satu non perbankan dalam dunia keuangan yaitu pasar modal syariah. Pasar Modal Syariah berkembang secara luas bukan karena permintaan institusional, namun oleh permintaan ritel atau dari orang-orang kaya yang memiliki surplus dana yang cukup besar dan menginginkannya dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah (De Ramos, 2009). Pasar modal syariah ini akan menjadi penunjang bagi masyarakat untuk melakukan investasi. Pasar modal syariah menyerap dana baik dari dalam ataupun luar negeri. Salah satu produk keuangan Syariah berkembang melalui pasar modal adalah Reksa Dana Syariah atau Islamic Equity Fund. Reksa Dana sendiri merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi. Dikutip dari republika data statistik reksadana syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana syariah mencapai 38,25 persen (ytd) pada Agustus 2017 dibandingkan posisi Desember 2016. Pertumbuhan tersebut di atas NAB reksadana konvensional yang naik 25,54 persen (ytd) pada periode yang sama. NAB reksadana syariah pada Desember 2016 tercatat sebesar Rp 14,91 triliun meningkat menjadi Rp 20,62 triliun pada Agustus 2017. Di samping itu, jumlah produk reksadana syariah juga tercatat mengalami peningkatan dari 136 produk pada Desember 2016 menjadi 160 produk per Agustus 2017. Jika dibandingkan 2010, jumlah produk reksadana syariah hanya 48 produk, dan total NAB sebesar Rp 5,22 triliun. Meski demikian, perkembangan reksadana syariah masih jauh jika dibandingkan dengan produk reksadana konvensional. Total NAB reksadana konvensional per Agustus 2017 tercatat sebesar Rp 406,54 triliun, naik 25,54 persen (ytd) dibandingkan Rp 323,83 triliun pada Desember 2016.

Indonesia dengan mayoritas masyarakat muslim, tentunya menginginkan investasi terhadap suatu produk yang sesuai dengan tuntutan syariah. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan aktivitas ekonomi (muamalah) dengan cara yang benar dan baik, serta melarang penimbunan barang, atau membiarkan harta (uang) tidak produktif, sehingga aktivitas ekonomi yang dilakukan dapat meningkatkan ekonomi umat. Fatwa DSN MUI No: 20/DSN-MUI/IX/2000 menyebutkan bahwa reksa dana syariah adalah reksa dana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip syariat Islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai pemilik harta dengan manajer investasi sebagai wakil, maupun antara manajer investasi sebagai wakil dengan pengguna investasi. Adapun ciri-ciri dari reksa dana syariah adalah reksa dana syariah menginvestasikan dana yang berhasil dihimpunnya ke dalam saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Selain tidak boleh melakukan transaksi yang bersifat spekulatif, harus bersih dari unsur non halal, juga menerapkan prinsip kehati-hatian. Hubungan antara investor dan perusahaan pun tidak didasarkan pada transaksi yang berbasis bunga, tetapi didasarkan pada sistem mudārabah. Reksa dana syariah tidak boleh melakukan investasi dengan tingkat nisbah utangnya lebih besar dari modalnya Agar segala aktivitasnya tidak keluar dari prinsip syariah maka reksa dana syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.

Dalam mekanisme kerja yang terjadi di reksadana ada tiga pihak yang terlibat dalam pengelolaannya yaitu pertama, Manajer investasi sebagai pengelola investasi. Manajer investasi ini bertanggungjawab atas kegiatan investasi, yang meliputi analisa dan pemilihan jenis investasi, mengambil keputusankeputusan investasi, memonitor pasar investasi, dan melakukan tindakantindakan yang dibutuhkan untuk kepentingan investor. Kedua, Bank kustodian adalah bagian dari kegiatan usaha suatu bank yang bertindak sebagai penyimpan kekayaan (safe keeper) serta administrator reksadana. Dana yang terkumpul dari sekian banyak investor bukan merupakan bagian kekayaan manajer investasi maupun bank kustodian, tetapi milik para investor yang disimpan atas nama reksadana dari bank kustodian. Ketiga, Pelaku (perantara) di pasar modal (broker, underwriter) maupun di pasar uang (bank) dan pengawas yang dilakukan oleh bapepam. (Renaisan, 2005), hal. 16

Di dunia investasi tentunya investor memikirkan tingkat keuntungan atau kerugian terhadap modal yang diinvestasikan. Dalam hal ini reksa dana syariah, memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang ingin berinvestasi namun memiliki kerugian yang rendah atau tingkat likuiditas yang tinggi. Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan modal rendah juga bisa. Reksa dana syariah dikenal sebagai himpunan banyak pemodal dan dikelola secara professional oleh seorang koki keuangan yang handal dinamakan Manajer Investasi. Sejalan dengan semakin profesionalnya dan handal dalam menentukan produk investasi yang akan ditempatkan oleh manjer investasi tersebut maka akan menghasilkan biaya transaksi yang sangat efisien pula. Biaya transaksinya akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan investor yang melakukan investasi secara langsung di bursa efek dalam hal ini pasar saham syariah dimana terdapatnya resiko Cutloss. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siapapun orangnya mau modal kecil atau modal besar juga saat ini dapat berinvestasi. Seperti yang sudah dijelaskan bahwasannya resiko reksadana itu tergolong rendah, dikarenakan adanya diversifikasi investasi maka hal ini jelas akan memberikan keamanan yang lebih baik bagi para investor dibandingkan dengan investasi yang dilakukan secara individu dan langsung di bursa efek ataupun pasar uang. Dana investasi yang disetor juga tidak dipegang langsung oleh perusahaan MI tetapi dititipkan pada rekening bank khusus yang dikenal sebagai bank kustodian.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Fadli Zon Ungkap Tanda-tanda Kekalahan Jokowi

Fadli Zon Ungkap Tanda-tanda Kekalahan Jokowi

Rabu, 20 Feb 2019 08:47

Menangkan Prabowo-Sandi, Ulama Resmikan Posko Koppasandi

Menangkan Prabowo-Sandi, Ulama Resmikan Posko Koppasandi

Rabu, 20 Feb 2019 08:20

Bak Kacang Lupa Kulitnya, Kampanye Jokowi di Pilgub DKI Dibiayai dari Keuntungan Lahan Prabowo

Bak Kacang Lupa Kulitnya, Kampanye Jokowi di Pilgub DKI Dibiayai dari Keuntungan Lahan Prabowo

Rabu, 20 Feb 2019 08:00

Pejabat Eropa Tolak Seruan Trump untuk Pulangkan Jihadis Asing yang Ditangkap di Suriah

Pejabat Eropa Tolak Seruan Trump untuk Pulangkan Jihadis Asing yang Ditangkap di Suriah

Selasa, 19 Feb 2019 22:05

Benarkah Presiden Jokowi Seperti Umar Bin Khattab?

Benarkah Presiden Jokowi Seperti Umar Bin Khattab?

Selasa, 19 Feb 2019 20:00

India Tuduh Badan Intelijen Pakistan Terlibat Serangan Bom Mematikan di Khasmir

India Tuduh Badan Intelijen Pakistan Terlibat Serangan Bom Mematikan di Khasmir

Selasa, 19 Feb 2019 18:15

Perdana Menteri Imran Khan: Pakistan Siap Membalas Jika Diserang India

Perdana Menteri Imran Khan: Pakistan Siap Membalas Jika Diserang India

Selasa, 19 Feb 2019 17:45

Tak ingin Pasar Dikuasai Asing, Pemuda Sukses Ini Disebut Sandi

Tak ingin Pasar Dikuasai Asing, Pemuda Sukses Ini Disebut Sandi

Selasa, 19 Feb 2019 16:41

Hacker Retas Perusahaan dan Badan Pemerintah AS Setelah Amerika Mundur dari Perjanjian Nuklir

Hacker Retas Perusahaan dan Badan Pemerintah AS Setelah Amerika Mundur dari Perjanjian Nuklir

Selasa, 19 Feb 2019 14:45

Kritisi Greenpeace Indonesia ke Capres 2019

Kritisi Greenpeace Indonesia ke Capres 2019

Selasa, 19 Feb 2019 14:41

Pilih Capres Berkualitas dengan Penilaian Konsep Membangun Negara

Pilih Capres Berkualitas dengan Penilaian Konsep Membangun Negara

Selasa, 19 Feb 2019 12:41

Tagar #JokowiBohongLagi Menggema di Jagad Twitter

Tagar #JokowiBohongLagi Menggema di Jagad Twitter

Selasa, 19 Feb 2019 11:53

Mahasiswi Hindu Pun Tolak RUU PKS

Mahasiswi Hindu Pun Tolak RUU PKS

Selasa, 19 Feb 2019 09:59

Banyak Sebut Data Tak Akurat Saat Debat, Jokowi Diminta untuk Klarifikasi

Banyak Sebut Data Tak Akurat Saat Debat, Jokowi Diminta untuk Klarifikasi

Selasa, 19 Feb 2019 09:39

Prabowo Nasionalis dan Patriot

Prabowo Nasionalis dan Patriot

Senin, 18 Feb 2019 20:51

Cara Sederhana 6 Langkah Mendidik Adab Anak

Cara Sederhana 6 Langkah Mendidik Adab Anak

Senin, 18 Feb 2019 20:35

Pizza Diva Halal Hadir 4 Rasa baru, Raih Rp. 20 Jutaan/bulan

Pizza Diva Halal Hadir 4 Rasa baru, Raih Rp. 20 Jutaan/bulan

Senin, 18 Feb 2019 19:10

Tiap Hari Ikuti Praktek Quranic Quantum Healing bersama Abi Khadijah

Tiap Hari Ikuti Praktek Quranic Quantum Healing bersama Abi Khadijah

Senin, 18 Feb 2019 18:54

Sandi Memastikan Ini jika Terpilih

Sandi Memastikan Ini jika Terpilih

Senin, 18 Feb 2019 18:51

Pakistan Tarik Pulang Dubesnya dari India di Tengah Meningkatnya Ketegangan Atas Kashmir

Pakistan Tarik Pulang Dubesnya dari India di Tengah Meningkatnya Ketegangan Atas Kashmir

Senin, 18 Feb 2019 18:05


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X