Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.714 views

Menuntaskan Reformasi

Oleh: Fauzan Irfan

(Presiden BEM Rema UPI, Kordinator BEM SI Jawa Barat)

Dua puluh tahun yang lalu (21 Mei 1998 – 21 Mei 2018), telah terjadi peristiwa bersejarah bagi Republik ini. bukan sebatas peristiwa runtuhnya rezim yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

Tetapi sebagai peristiwa yang memiliki semangat memperbaruhi tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, agar sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945, baik dalam bidang ekonomi, politik, dan hukum. Peristiwa itu kita sebut REFORMASI.

Reformasi adalah alternatif metode perubahan sosial yang bijak dan menjadi jalan lunak dalam mentransformasi kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Karena pada definisinya, Gerald E Caiden menjelaskan apa yang disebut sebagai Reformasi, “The artifical inducement of administrative transformation against resistance.” Reformasi merupakan perubahan terencana (planned change) atau perubahan yang di persiapkan secara sengaja/diinginkan (intended change).

Perubahan terencana menandakan adanya persiapan yang matang menyangkut sumber daya, sistem, instrumen dengan prasayarat adanya visi, misi, dan sasaran yang hendak tercapai secara terukur. Jadi, peristiwa Reformasi ini merupakan akumulasi dari keresahan panjang antar generasi dari setiap entitas bangsa, dan memuncak pada mei 1998.

Saya juga ingin menegaskan bahwa Reformasi bukanlah sebuah momentum yang terjadi pada tanggal 21 Mei 1998. Lebih jauh dari itu, yaitu sebagai sebuah “Era” baru dalam kehidupan berbangsa kita. kalau kita menjadikan Reformasi sebagai momentum, kita akan terjebak pada kegiatan yang sifat nya seremonial, dan jika Reformasi sebagai sebuah Era, kita memiliki tanggung jawab Moral dan Intelektual untuk mengawal nya sampai visi dan semangat Reformasi itu sendiri tercapai.

FILOSOFIS REFORMASI

Reformasi di perjuangkan dengan ongkos yang amat mahal yaitu dengan mengorbankan banyak pikiran, waktu, energi, bahkan mengorbankan nyawa sekalipun. Dan bukan hanya untuk menuntaskan 6 tuntutan Reformasi ; 1)Supremasi Hukum, 2. Pemberantasan KKN, 3. Adili Presiden Soeharto dan Kroninya, 4. Amandemen Konstitusi, 5. Pencabutan dwi fungsi ABRI, 6. Otonami daerah seluas-luasanya.

Tetapi lebih jauh dari itu. Yaitu ingin menghadirkan dan menyeimbangkan antara Kesejahteraan Rakyat dan Kebebasan Berdemokrasi. Atau bahasa lainnya, ingin mengganti Rezim Otoriter menjadi rezim yang Demokratis. Demokrasi menjadi sistem yang di dambakan, dan ouput dari sistem demokrasi adalah Kesejahteraan Rakyat.

Kalau kita telisik lebih jauh , Reformasi ini semangat nya juga merupakan antitesa dari Orde Lama dan Orde baru. Waktu orde lama, kita merasakan Kebebasan berdemokrasi, tetapi kita tidak merasakan kesejahteraan. Disebabkan karena;Inflasi yang sangat tinggi, adanya blokade ekonomi oleh belanda sejak november 1945, ekploitasi besar-besaran di massa penjajahan dan kondisi lain nya.

Orde Baru lahir sebagai antitesa Orde Lama dengan membawa narasi “Trilogi Pembangunan” yaitu 1. Stabilitas Nasional yang dinamis, 2. Pertumbuhan Ekonomi tinggi, dan 3. Pemerataan Pembangunan dan hasil-hasil nya. namun ongkos mahal dari Narasi pembangunan itu adalah mengikisnya kebebasan berdemokrasi pada Orde Baru. Kita seperti burung dalam sangkar, “Kenyang perutnya tapi di batasi dalam berbicara”.

Pemerintah memonopoli pembicaraan publik dan menghukumi pikiran Rakyat. Karena itu Orde Reformasi hadir dengan membawa semangat menyeimbangkan antara Kesejahteraan Rakyat dan Kebebsan Berdemokrasi. dan itu sesungguhnya filosofis dari Reformasi.

REFORMASI TAK BERDAULAT

Secara umum filosofis maupun tuntutan Reformasi relatif sudah di jalankan, namun secara spesifik dan maksimal tentu belum. Dalam Hal kebebasan berdemokrasi, sudah seharusnya di zaman Reformasi sesuai dengan Amanat UUD 1945 pasal 28E bahwa “setiap orang berhak atas kebebasan untuk berkumpul, berserikat, dan mengeluarkan pendapat”.

Namun hari ini, dengan ada nya Perpu Ormas, UU MD3, RKUHP Pasal Penghinaan Presiden menjadi celah untuk membungkam pikiran dan hak demokrasi masyarakat. Hal ini di kuatkan dengan laporan dari South East Asia Freedom of Ekspression Network (SAFE Net) bahwa telah terjadi 61 kasus pelanggaran hak berkumpul dan berekspresi di Indonesia.

Dalam hal supremasi hukum, masih terdapat kasus pelanggaran HAM yang sedang dan ringan yang belum terselesaikan. Seperti kasus penembakan Mahasiswa Universitas Trisakti  danTragedi Semanggi, Kasus Munir, dan yang terdekat adalah penyiraman air keras kepada novel baswedan yang sampai saat ini belum di ketahui siapa pelakunya. Ini menandakan Indonesia belum menempatkan supremasi hukum di lembaga peradilannya.

Dalam hal Kesejahteraan Rakyat, tentu kita merasakan hari ini daya beli masyarakat menurun, hal yang di tegaskan oleh Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Muhamad Faisal “Proporsi pendapatan yang di belanjakan pada kuartal I-2018 menurun menjadi 64,1 persen. Lebih rendah dari periode yang sama pada tahun lalu, dimana proporsi pendapatan yang di belanjakan berada di angkat 65,2 %”.

Belum lagi Kurs Rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika, yaitu di angka Rp.14.200 per dolas AS yang dapat menganggu stabilitas ekonomi Indonesia.

Maraknya produk impor pun mempengaruhi kondisi petani Indonesia. Dan yang hangat dewasa ini adalah marak nya Tenaga Kerja Asing yang menyerbu Indonesia, menjadi luka yang dalam bagi kesejahteraan Rakyat Indonesia. Karena TKA ini bukan hanya mereka yang memiliki spesialisasi, namun juga TKA Kasar yang pendapatanya melebih tenaga kerja dari Indonesia.

Dalam UUD 1945 pasal 27 di jelaskan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”, namun hari ini kita melihat masih banyak Buruh yang mengeluh terkait kesejahteraan nya, dan juga Guru Honorer yang kesejahteraan nya sampai hari ini belum di perhatikan secara serius.

Berdasarkan penjelasan di atas bahwa Amanat Reformasi yang menjajaki 20 tahun usia nya memang sudah relatif di jalankan , namun belum berdaulat. Kita masih belum bisa berdiri di kaki sendiri, masih tergantung kepentingan asing dan masih belum mampu mensejahterahkan rakyat secara maksimal.

MENUNTASKAN REFORMASI

Amanat Reformasi dan juga Amanat Kemerdekaan bangsa ini, menjadi tanggung jawab bersama semua elemen. Terkhusus anak-anak muda sebagai generasi baru Indonesia. Anak-anak muda yang telah menunaikan sebagaian dari tugas sejarah, sekarang harus segera kembali mengkonsolidasikan diri, mencabut pesimisme pada kondisi, dan segera mematangkan diri secara dini, kemudian berkata dengan yakin kepada bangsa ini :

Tuntaskan Reformasi!

Percepat Alih Generasi!

Wujudkan Kedaulatan NKRI!

Mungkin memang harus seperti ini kejadianya; bahwa sejarah menghendaki kita melangkah lebih cepat untuk menyelamatkan bangsa ini. kita harus kembali penuhi jalanan.

Tanpa mengurangi rasa hormat, barangkali merupakan dosa untuk mengutuk kegelapan ini. maka biarkalah sedikit memaksakan diri kita kepada mereka para penguasa sembari berkata; beri kami lebih banyak kesempatan untuk terlibat, dan izinkan kami anak-anak muda untuk menuntaskan Reformasi ini! [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Di dalam harta kita terdapat hak orang lain, maka wajib hukumnya bagi umat Islam untuk mengeluarkan zakat. Di dalam zakat itu ada senyum masa depan fakir miskin yatim dan dhuafa....

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Latest News
Kenapa e-KTP Kelebihan Cetak? Ada Penggelembungan Data?

Kenapa e-KTP Kelebihan Cetak? Ada Penggelembungan Data?

Rabu, 12 Dec 2018 22:31

Berkali-kali Kasus Tercecernya e-KTP

Berkali-kali Kasus Tercecernya e-KTP

Rabu, 12 Dec 2018 21:31

31 Juta DPT, Politisi: Pemilu 2019 Terduga tidak Jujur

31 Juta DPT, Politisi: Pemilu 2019 Terduga tidak Jujur

Rabu, 12 Dec 2018 20:31

Seorang Pengacara di Mesir Ditangkap Karena Kenakan 'Rompi Kuning' yang Dilarang

Seorang Pengacara di Mesir Ditangkap Karena Kenakan 'Rompi Kuning' yang Dilarang

Rabu, 12 Dec 2018 19:00

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Setujui Pertukaran 15.000 Lebih Tahanan

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Setujui Pertukaran 15.000 Lebih Tahanan

Rabu, 12 Dec 2018 18:15

Laporan: UEA Gelontorkan Uang dalam Jumlah Besar untuk Memata-matai Warganya

Laporan: UEA Gelontorkan Uang dalam Jumlah Besar untuk Memata-matai Warganya

Rabu, 12 Dec 2018 17:15

Jaksa Malaysia Ajukan Tuduhan Korupsi Baru pada Mantan PM Najib Razak

Jaksa Malaysia Ajukan Tuduhan Korupsi Baru pada Mantan PM Najib Razak

Rabu, 12 Dec 2018 16:15

Serangan Taliban ke Pemerintah Afghanistan Tidak Kendor Meski Meningkatnya Tekanan dari AS

Serangan Taliban ke Pemerintah Afghanistan Tidak Kendor Meski Meningkatnya Tekanan dari AS

Rabu, 12 Dec 2018 15:20

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Rabu, 12 Dec 2018 11:46

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Selasa, 11 Dec 2018 22:22

Reuni 212 dan Tsunami Media

Reuni 212 dan Tsunami Media

Selasa, 11 Dec 2018 22:21

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Selasa, 11 Dec 2018 22:15

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

Selasa, 11 Dec 2018 21:29

Enough Pak Jokowi!

Enough Pak Jokowi!

Selasa, 11 Dec 2018 21:20

Toleransi Salah Kaprah

Toleransi Salah Kaprah

Selasa, 11 Dec 2018 20:18

Raja Kodok dan Ular

Raja Kodok dan Ular

Selasa, 11 Dec 2018 19:17

Tahun Kegelapan Media

Tahun Kegelapan Media

Selasa, 11 Dec 2018 18:49

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

Selasa, 11 Dec 2018 17:18

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Selasa, 11 Dec 2018 16:15

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Selasa, 11 Dec 2018 14:17


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X