Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.483 views

Rupiah Kejepit, Ekonomi Semakin Sulit

Oleh: Sri Nurhayati, S.Pd.I (Pengisi Keputrian SMAT Krida Nusantara)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami keterpurukan. Sejak tahun 2015 lalu nilai tukar rupiah mengalami penurunan dan tidak mampu menembus angka Rp. 10.000 per dolar AS, seperti yang pernah diramalkan dan dijanjikan pada saat kampanye penguasa.

Tapi tahun 2018 ini nilai tukar rupiah justru berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) terus terjun hingga menembus di level RP. 14.084 per dolar AS.(kompas.com).

Terpuruknya nilai tukar rupiah akan mempengaruhi kondisi ekonomi negeri ini. Berbagai kalangan pasti akan mengalami pengaruhnya, baik kalangan pengusaha, investor, pelaku indusrti dan kebijakan Negara. Namun pada akhirnya yang paling terpengaruh dari dampak penurunan rupiah ini dan yang menderita adalah rakyat kecil.

Apalagi para ekonom menyatakan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa berpengaruh pada harga kebutuhan pokok terutama menjelang lebaran nanti. Hal ini pasti akan sangat berat dirasakan oleh masyarakat terutama rakyat kecil.

 

Faktor Penyebab Melemahnya Nilai Rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah sudah diprediksi sebelum, dengan melihat ekspertasi pasar terhadap kenaikan bunga acuan bank sentral As, Fed Fund (FFR) sebanyak tiga hingga empat kali pada tahun ini. Namun menurut Direktur Eksekutif di Institute for Development or Economics dan Finance (Indef) Enny Sri Hartati, meski pelemahan nilai tukar rupiah ini terprediksi, namun kurang diantisipasi. (bbc.com)

Adapun penyebab melemahnya nilai tukar rupiah, menurut Dr. Arim Nasim dalam sebuah tulisannya ‘Dibalik Gejolak Rupiah’, penyebab terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar merupakan konsekuensi logis atas penerapan sistem kapitalis yang menjadikan uang sebagai komoditas. Akibatnya, nilai mata uang naik-turun mengikuti hukum permintaan dan penawaran.

Pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS adalah karena permintaan atau kebutuhan akan dolar AS di dalam negeri meningkat, sementara supply-nya tetap bahkan menurun. Akibatnya nilai tukar rupiah semakin turun.

Permintaan terhadap dolar yang tinggi, tidak terlepas karena defisitnya traksaksi berjalan, yakni impor lebih banyak dibandingkan ekspor. Selain itu, terus meningkatnya aliran keluar modal asing dari dalam negeri terutama yang berasal dari pasar saham dan dana obligasi.

Hal ini juga menjadikan permintaan terhadap dolar tinggi. Ditambah pula dengan politik anggaran Negara (APBN) kita yang tergantung pada utang luar negeri. Sehingga utang ini semakin menambah kebutuhan atau permintaan terhadap dolar.

Terus terjepitnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dapat menggangu kestabilan ekonomi, sehingga menjadi ekonomi kita semakin sulit. Dampak yang akan muncul adalah mahalnya barang-barang yang mengandung komponen impor. Sedangkan di Indonesia sendiri banyak industri yang masih mengandalkan bahan baku dari luar negeri, termasuk industri kecil-menengah.

Kondisi ini akan membuat para pelaku usaha bingung karena membeli bahan dengan mata uang dolar, tetapi dalam penjualannya menggunakan mata uang rupiah.

Pelemahan nilai tukar ini akhirnya akan menambah jumlah kemiskinan dan pengangguran. Karena harga barang mengalami kenaikan, sementara penghasilan tetap atau bahkan berkurang. Ditambah lagi adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). Alhasil angka kriminalitas dan permasalahan sosial lainnya akan meningkat.

 

Ketangguhan Sistem Ekonomi Islam dalam Menjaga Kestabilan Ekonomi

Semakin terjepitnya nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadikan ekonomi kita semakin sulit. Hal ini tidak lain akibat dari penerapan sistem ekonomi kapitalis. Sistem ekonomi kapitalis telah terbukti menimbulkan krisis yang berulang.

Berbeda halnya dengan sistem ekonomi Islam yang tergambar dalam sistem keuangan Islam. Sistem keuangannya menunjukkan bagaimana ketangguhan sistem ekonomi Islam yang pernah diterapkan lebih dari 1200 tahun lamanya dan tidak pernah mengalami krisis ekonomi yang signifikan.

Muhammad Shalahuddin SE, MS, (Direktur Pasar Studi Ekonomi Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta) memberikan gambaran  sistem keuangan Islam dalam sebuah tulisannya ‘Sistem Keuangan Islam Global’, dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa sistem keuangan Islam secara komprehensif terdiri dari: 1). Mata uang syar’i berdasarkan emas/perak; 2). Bebas Riba; 3) Bertumpu pada ekonomi sector riil.

Pertama: Sistem ekonomi Islam telah menetapkan bahwa emas dan perak merupakan mata uang bukan yang lain. Mengeluarkan kertas substitusi harus ditopang degan emas dan perak dengan nilai yang sama dan dapat ditukar saat ada permintaan. Sehingga uang kertas negara manapun tidak akan bisa didominasi oleh negara lain. Sebaliknya uang tersebut mempunyai nilai intrinsik yang tetap dan tidak berubah.

Kedua, Sistem keuangan Islam secara tegas melarang riba dana penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh penjualnya. Karena itu, haram menjual barang yang belum menjadi miliknya secara sempurna. Haram memindahtangankan kertas berharga, obligasi dan saham yang dihasilkan dari akad-akad yang batil. Islam juga mengharamkan semua sarana penipuan dan manipulasi yang dibolehkan oleh Kapitalisme dengan klaim kebebasan kepemilikan.

Ketiga, bertumpu pada ekonomi riil. Sistem ekonomi Islam selalu menomorsatukan kebutuhan dan pemberdayaan masyarakat secara riil – bukan sekadar pertumbuhan ekonomi saja – sebagai isu utama yang memerlukan jalan keluar dan penerapan kebijakan.

Masih dalam tulisan yang sama, ketangguhan sistem ekonomi Islam juga terlihat dari: pertama, menggerakan ekonomi riil. Ekonomi Islam tidak mengenal dualisme ekonomi, yaitu sektor riil dan sektor non riil, yang aktivitasnya didominasi oleh praktik pertaruhan terhadap apa yang akan terjadi pada ekonomi riil. Karena itu, ekonomi Islam didasarkan pada ekonomi riil.

Dengan demikian, semua aturan ekonomi Islam memastikan agar perputaran harta kekayaan tetap berputar secara luas. Serta larangan terhadap adanya bunga (riba) bisa dipraktikan dengan melakukan investasi modal disektor ekonomi riil, karena penanaman modal di sektor lain (non-riil, seperti pasar uang maupun pasar modal) dilarang dalam syariah.

Kedua, menciptakan stabilitas keuangan dunia. Dengan diterapkannya sistem keuangan Islam (mata uang Islam dinar dan dirham, larangan riba dan penerapan ekonomi berbasis sektor riil yang melarang spekulatif di pasar keuangan derivatif) akan tercipta stabilitas keuangan dunia.  Setelah lebih dari 14 abad daya beli atau nilai tukar dinar memiliki nilai yang tetap. Hal itu terbukti dengan daya beli 1 dinar pada zaman Rasulullah Saw yang bisa ditukarkan dengan seekor kambing. Pada saat ini pun 1 dinar (4,25 gram) dapat ditukar dengan 1 ekor kambing (1 dinar sekarang sekitar Rp. 2.700.000,-).

Ketiga, tidak mudah diintervensi asing atau mandiri. Negara menetapkan sistem keuangan Islam secara komprehensif, akan melaksanakan politik swasembada: mengurangi (meminimkan) impor, menerapkan strategi subsitusi terhadap barang-barang impor dengan komoditas yang diperlukan di dalam negeri ataupun menjualnya dengan pembayaran dalam bentuk emas atau perak atau dengan mata uang asing yang diperlukan untuk mengimpor barang-barang dan jasa yang dibutuhkan. Sehingga dengan menerapkan sistem keuangan Islam yang komprehensif Negara menjadi kuat dan mandiri. Niscaya hal tersebut akan menjadikan Negara tidak mudah diintervensi oleh pihak asing.  

Sungguh kita sebagai muslim patut berbangga, karena Islam bukan hanya memiliki aturan terkait ibadah saja. Tetapi Islam memiliki aturan terkait masalah ekonomi yang termasuk kepada aturan muamalah. Namun perlu dipahami sistem ekonomi Islam termasuk di dalamnya sistem keuangannya, tidak bisa dilaksanakan oleh individu atau sekelompok masyarakat saja.

Serta kita pun tidak bisa menerapkan aturan pada Negara kapitalis-sekuler saat ini, karena dia hanya akan menerapkan aturan selain Islam. Hanya ada satu institusi yang akan membawa kita pada ekonomi yang mumpuni, tak lain institusi itu adalah Khilafah yang akan menerapkan Islam bukan hanya aturan ekonominya saja tapi semua aspek kehidupan termasuk di dalamnya politik dan lainnya. Karena aturan Islam tidak bisa hanya sebagian diterapkan dan sebagiannya lagi dicampakkan.

Penerapan Islam secara menyeluruh oleh Khilafah sebagai ajaran Islam yang telah diwariskan oleh Rasulullah Saw kepada kaum muslimin akan mampu membawa negeri kita Indonesia pada kesejahteraan dan menjaga keberlangsungan hidup masyarakatnya yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, agama dan budaya.

Serta akan membawa kita pada kehidupan penuh dengan limpahan keberkahan Allah SWT. Wallahu’alam bi ash-showab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Keluarga Shamima Beghum Akan Lawan Upaya Inggris Cabut Kewarganegaraan Anaknya

Keluarga Shamima Beghum Akan Lawan Upaya Inggris Cabut Kewarganegaraan Anaknya

Sabtu, 23 Feb 2019 14:05

Bagi-bagi Sertifikat di Masjid

Bagi-bagi Sertifikat di Masjid

Sabtu, 23 Feb 2019 11:39

Pasukan Zionis Israel Tembak Mati Remaja Palestina Berusia 12 Tahun di Perbatasan Gaza

Pasukan Zionis Israel Tembak Mati Remaja Palestina Berusia 12 Tahun di Perbatasan Gaza

Sabtu, 23 Feb 2019 11:05

Prancis Klaim Tewaskan Wakil Komandan JINM di Mali Utara

Prancis Klaim Tewaskan Wakil Komandan JINM di Mali Utara

Sabtu, 23 Feb 2019 10:15

Shalat Jum'at dan Politik

Shalat Jum'at dan Politik

Sabtu, 23 Feb 2019 10:07

'Daud' vs 'Jalut'

'Daud' vs 'Jalut'

Sabtu, 23 Feb 2019 09:00

Nak, Adabmu Cerminanku

Nak, Adabmu Cerminanku

Sabtu, 23 Feb 2019 08:40

Soal Wartawan Diintimidasi Saat Liput Malam Munajat 212, Berikut Klarifikasi Panitia

Soal Wartawan Diintimidasi Saat Liput Malam Munajat 212, Berikut Klarifikasi Panitia

Sabtu, 23 Feb 2019 07:39

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Sabtu, 23 Feb 2019 07:02

Soal Politik Uang, Gus Sholah: Ambil Saja, Anggap Sedekah tapi Jangan Pilih Orangnya

Soal Politik Uang, Gus Sholah: Ambil Saja, Anggap Sedekah tapi Jangan Pilih Orangnya

Jum'at, 22 Feb 2019 23:09

Penelitian: Sekolah Islam Tidak Sebar Radikalisme

Penelitian: Sekolah Islam Tidak Sebar Radikalisme

Jum'at, 22 Feb 2019 22:31

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Jum'at, 22 Feb 2019 21:47

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Jum'at, 22 Feb 2019 21:35

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Jum'at, 22 Feb 2019 21:00

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:55

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Jum'at, 22 Feb 2019 20:23

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:04

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jum'at, 22 Feb 2019 19:55

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Jum'at, 22 Feb 2019 17:47

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Jum'at, 22 Feb 2019 17:45


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X