Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.371 views

Hegemoni Deradikalisasi Kampus hingga Maraknya Islam Moderat

Oleh: Winda Sari (Mahasiswi)

Radikalisme,  bukanlah hal baru yang pernah didengar. Radikalisme saat ini bukan ditujukan kepada orang atau kelompok yang brutal bertindak dengan kekerasan melainkan ditujukan kepada orang atau kelompok yang jiwa dan ruh islamnya kuat sekali.

Sarang radikalisme yang dianggap sebagai ancaman adalah perguruan tinggi. Bagaimana tidak. Perubahan itu kebanyakan di mulai dari gerakan pemuda termasuk mahasiswa. Terutama mahasiswa yang vocal terhadap penegakan syariah Islam.

Seperti yang sudah dikatakan di atas, bahwa saat ini radikalisme disandangkan pada orang atau kelompok yang getol terhadap perjuangan tegaknya syariah, jiwa dan ruh islamnya kuat dan apabila ini melekat dalam pemikiran mahasiswa tentu mahasiswa akan terus menyuarakan tegaknya penerapan syariah. Hal inilah yang ditakuti oleh rezim, sehingga hal seperti itu perlu dilakukan penanganan di perguruan tinggi untuk menangkal radikalisme ini.

Tindakan yang dilakukan oleh rezim adalah penangkalan paham radikal di perguruan tinggi. Penangkalan paham radikal di perguruan tinggi merupakan rapat yang dihadiri oleh sejumlah rektor perguruan tinggi di Indonesia. Rapat ini digelar oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan hasil bahwa pihak universitas sepakat akan membangun komunikasi yang baik dengan BIN dan BNPT. (detiknews)

Berdasarkan hal tersebut, perguruan tinggi ditakuti sebagai tempat perkembangbiakan radikalisme. Padahal yang mereka sebut sebagai radikal adalah pihak yang menginginkan kemuliaan tegak di muka bumi ini, yaitu penerapan syariah Islam secara sempurna (kaffah).

Penerapan syariah Islam secara sempurna inilah yang menjadi monster bagi rezim. Dinggap anti pancasila, anti NKRI. Padahal apa yang dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang memperjuangkan tegaknya penerapan syariah Islam sempurna ini merupakan bentuk cinta tanah air karena ingin tanah air ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur, bukan tempat asing menanamkan modalnya lalu mengeruk sumber daya alam di dalamnya, bukan pula tempat bersarangnya Islam moderat.

Termasuk juga dalam diri mahasiswa, mahasiswa dulu dapat menumbangkan rezim Soeharto karena kekritisan mereka. Tidak jauh beda dengan sekarang, pengalaman merupakan guru yang paling berharga. Belajar dari kisah reformasi di mana mahasiswa mempunyai kekuatan untuk menumbangkan rezim, begitu pula dengan sekarang tapi konteksnya berbeda.

Sekarang ini banyak mahasiswa yang sudah mulai melek politik, sadar bahwa politik saat ini kotor, ditambah dengan pemimpinnya yang suka pencitraan. Maka dari itu banyak mahasiswa yang turut serta memperjuangkan tegaknya penerapan syariah Islam secara sempurna (kaffah).

Oleh rezim, hal ini ditakuti karena bisa jadi dapat menumbangkan rezim saat ini. Maka dari itu, terus digencarkan kuliah kebangsaan, pihak kampus juga harus punya jaringan atau hubungan dengan BIN dan BNPT, dll.

Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi kalau tidak di rezim anti kebangkitan Islam. Sedangkan pada masa kejayaan Islam, penerapan syariah Islam secara sempurna merupakan hal yang sangat dibanggakan.

Tidak seperti sekarang ini yang justru dianggap membahayakan. Pengaruh untuk membungkam mahasiswa ataupun masyarakat pejuang syariah Islam didapatkan dari pemikiran barat yang telah menjamur. Barat datang membawa sejumlah ide-ide sesatnya, seperti Islam moderat.

Dengan segala macam cara barat terus meyakinkan kepada penguasa di negeri ini bahwa Islam moderat inilah yang baik, sedangkan yang memperjuangkan penerapan syariah Islam secara sempurna itu yang membahayakan, radikal, bahkan anti pancasila.

Sesungguhnya, yang membahayakan itu adalah Islam moderat. Islam moderatlah yang harus ditangani dan ditumbangkan. Bukan malah diterima dengan tangan lebar. Islam moderat yang akan menjadi pemecah belah bangsa, budaya asing yang buruk dan kufur pun akan mudah masuk dan meracuni pemikiran masyarakat termasuk mahasiswa dan pemuda.

Masuknya Islam moderat yang merupakan ide barat tidak lain dikarenakan liberalisasi di Indonesia. Liberalisme yang sesungguhnya jalan masuk Islam moderat.

Liberalisme membuka pintu bagi Islam moderat, ditambah lagi dengan kondisi negeri yang seperti saat ini, Islam moderat justru semakin membabi buta pemikiran masyarakat. Menganggap Islam moderat sebagai jalan tengah yang paling toleran. Padahal, Islam moderat sebagai akibat dari liberalisasilah yang yang membahayakan negara.

Sesungguhnya pula, tidak ada yang lebih memuliakan manusia selain Islam. Maka dari itu, penerapan syariah Islam secara sempurna ini sangat diperlukan agar ummat terjaga. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama. Mari berqurban ke pesantren, penjara, dakwah pedalaman, kampung muallaf dan rawan pemurtadan....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Meski Mengandung Babi, Karena Alasan Darurat MUI Fatwakan Mubah Penggunaan Vaksin MR

Meski Mengandung Babi, Karena Alasan Darurat MUI Fatwakan Mubah Penggunaan Vaksin MR

Senin, 20 Aug 2018 22:35

Ada Agenda Apa Dibalik Islam Nusantara?

Ada Agenda Apa Dibalik Islam Nusantara?

Senin, 20 Aug 2018 22:11

2 Biarawan Didakwa Melakukan Pembunuhan Uskup Senior Kristen Koptik Mesir

2 Biarawan Didakwa Melakukan Pembunuhan Uskup Senior Kristen Koptik Mesir

Senin, 20 Aug 2018 22:00

Sejumlah Pasukan Assad Tewas dalam Bentrokan dengan Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Al-Bukamal

Sejumlah Pasukan Assad Tewas dalam Bentrokan dengan Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Al-Bukamal

Senin, 20 Aug 2018 21:31

Anggota Dinasti Saud Lebih Kaya 16 Kali Lipat dari Keluarga Kerajaan Inggris

Anggota Dinasti Saud Lebih Kaya 16 Kali Lipat dari Keluarga Kerajaan Inggris

Senin, 20 Aug 2018 21:15

Puluhan Ribu Warga Suriah di Turki Kembali ke Negaranya untuk Merayakan Idul Adha

Puluhan Ribu Warga Suriah di Turki Kembali ke Negaranya untuk Merayakan Idul Adha

Senin, 20 Aug 2018 21:00

Hari Raya, Kenapa Berbeda Antara Arab dan Indonesia?

Hari Raya, Kenapa Berbeda Antara Arab dan Indonesia?

Senin, 20 Aug 2018 19:48

Jika Menjadi Presiden, Benarkah Prabowo tak Lupakan Ulama?

Jika Menjadi Presiden, Benarkah Prabowo tak Lupakan Ulama?

Senin, 20 Aug 2018 18:27

Bagaimana Kudeta Gagal di Turki Berimbas pada Suriah

Bagaimana Kudeta Gagal di Turki Berimbas pada Suriah

Senin, 20 Aug 2018 18:00

Kinerja Jokowi Soal HAM bukan Buruk, tapi Gagal

Kinerja Jokowi Soal HAM bukan Buruk, tapi Gagal

Senin, 20 Aug 2018 17:27

Urutan Keutamaan Hewan Kurban

Urutan Keutamaan Hewan Kurban

Senin, 20 Aug 2018 17:16

Ikuti PELATIHAN Dakwah digital MASJID di Masjid Pondok Indah

Ikuti PELATIHAN Dakwah digital MASJID di Masjid Pondok Indah

Senin, 20 Aug 2018 16:20

Pidato Jokowi Soal Ini untuk Kepentingan Pilpres

Pidato Jokowi Soal Ini untuk Kepentingan Pilpres

Senin, 20 Aug 2018 15:27

Kopdar Cinta Bengkel Hati, Tingkatkan Ukhuwah Pelajar dan Pemuda

Kopdar Cinta Bengkel Hati, Tingkatkan Ukhuwah Pelajar dan Pemuda

Senin, 20 Aug 2018 15:00

Habib Rizieq: FPI Harus Terus Amar Makruf Nahi Munkar

Habib Rizieq: FPI Harus Terus Amar Makruf Nahi Munkar

Senin, 20 Aug 2018 14:50

Fahri Hamzah: HRS Negarawan, Kenapa Para Pejabat ingin Mengkriminalisasinya?

Fahri Hamzah: HRS Negarawan, Kenapa Para Pejabat ingin Mengkriminalisasinya?

Senin, 20 Aug 2018 14:27

Tak Kunjung Tetapkan Bencana Nasional untuk Lombok, Para Ini Tokoh Bereaksi

Tak Kunjung Tetapkan Bencana Nasional untuk Lombok, Para Ini Tokoh Bereaksi

Senin, 20 Aug 2018 13:27

Pembelajaran Qurban untuk Anak

Pembelajaran Qurban untuk Anak

Senin, 20 Aug 2018 11:12

Milad FPI ke 20, Mardani Doakan FPI Tetap Istiqomah Menjaga Umat dan Bangsa

Milad FPI ke 20, Mardani Doakan FPI Tetap Istiqomah Menjaga Umat dan Bangsa

Senin, 20 Aug 2018 10:55

Presiden Afghanistan Umumkan Gencatan Senjata dengan Taliban Selama Idul Adha

Presiden Afghanistan Umumkan Gencatan Senjata dengan Taliban Selama Idul Adha

Senin, 20 Aug 2018 09:15


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X