Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.132 views

[Story Hamka-2] Menulis Ala Hamka

Oleh: Roni Tabroni*

Puncak cobaan yang dihadapi Hamka dalam perjuangan dakwahnya adalah ketika harus mendekam di jeruji besi.

Fitnah kejam yang dialamatkan pihak lain memaksanya harus tinggal dalam kesempitan ruang selama dua tahun lebih. Bahkan tanpa pengadilan, Soekarno yang sahabat Hamka sendiri, tega menjebloskannya dengan alasan yang tidak jelas.

Selama 1964-1966, Hamka menjalani hukuman untuk sebuah tuduhan yang tidak ada faktanya. Sadar bahwa dirinya difitnah, Hamka memilih mengikuti apa kemauan polisi walaupun itu pahit. Itulah saat dimana Hamka harus tega menyaksikan tetesan air mata istrinya yang biasanya selalu tegar.

Di saat yang sempit tersebut Hamka menemukan hikmah yang istimewa. Rush misalnya menemukan rasa syukur Hamka dibalik penderitaannya itu. Setidaknya Hamka dengan hidup di penjara, merasa mendapat anugerah karena yang pertama terhindar dari fitnah politik dan hiruk pikuk kemelut G30S/PKI, kedua Hamka dapat melakukan aktivitas menulis dengan menamatkan tafsir al-Azhar.

Tafsir inilah yang kemudian disebut sebagai karya terbesar Hamka dalam sepanjang hayatnya. Sebuah karya yang Hamka sendiri mengakui, belum tentu bisa diselesaikannya jika dalam kondisi normal. Sebab menulis tafsir setebal itu, diperlukan keluangan waktu, keheningan suasana, kehusyuan ibadah, dan kesempatan yang cukup.

Di saat orang mensikapi tahanan sebagai bencana, Hamka justru menemukan cahaya. Di tempat itulah Hamka menemukan kesempatan berharganya, sejak beberapa hari menjadi tahanan dan mendapat kebijakan dari petugas untuk membawa beberapa bahan bacaan ke dalam penjara.

Hamka yang secara fisik terpenjara, tetapi hati dan fikirannya sangat bebas. Imajinasinya mengembara ke alam tak terbatas. Kemudian "memanggil" kembali seluruh memori dan kemampuan intelektualnya, setelah tidak kurang 15 hari diinterogasi siang dan malam.

Walaupun jumlah waktu tahanannya tidak menemukan angka yang pasti, Hamka tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Maka di ujungnya kita akan menemukan fakta yang mungkin bagi sebagian orang dianggap kebetulan, setelah karya tafsirnya selesai, Hamka kemudian dibebaskan tanpa syarat oleh Orde Baru.

Selepas dari penjara, Hamka kemudian menyunting kembali tulisan tafsirnya, di teliti secara detail, dan di edit lagi hingga dianggap final.

Tafsir al-Azhar merupakan satu dari 115 buku yang beliau tulis. Jumlah yang mencengangkan, karena masih terhampar ratusan artikel atau tulisan lain di berbagai media massa baik yang dikelola sendiri maupun orang lain.

Namun, keterampilan menulis Hamka tidak tiba-tiba. Hamka sudah belajar menulis sejak usia belia. Ketika Hamka kecil sering menyewa buku di kampung halamannya, dia suka menuliskan kembali apa yang sudah dibacanya. Semakin banyak buku yang dibaca, maka semakin sering dia menulis.

Ketika beranjak remaja, Hamka sudah belajar menyadur pesan-pesan dari para penceramah. Maka Hamka sejak remaja sudah memiliki karya berupa kumpulah khutbah. Karena kecintaannya terhadap sastra, terutama pantun-pantun yang senantiasa dibaca dan didengarnya, Hamka kemudian mulai menyusun berbagai ceritera dan roman.

Aktivitas menulis Hamka terus diasah tidak kenal waktu. M. Yunan Nasution misalnya pernah bersaksi bahwa Hamka adalah penulis hebat. Kecepatan menulisnya di atas rata-rata orang lain. Ketika sama-sama di Pedoman Masyarakat, Hamka selalu menulis dengan cepat dan baik.

Untuk mengikat setiap gagasannya, Hamka tidak segan-segan menuliskan setiap apa yang dia pikirkan pada setiap bidang atau kertas yang dia temui. Bahkan, jika tidak ada kertas yang memadai, Hamka bisa mencoretkan idenya pada bungkus rokok.

Namun, dari sejumlah karya Hamka yang terhampar itu, Rush menemukan benang merah yang sangat penting. Hamka sesungguhnya sedang mencoba melakukan narasi besar untuk membangun sebuah peradaban yang luhur.

Maka tidak aneh jika setiap goresan penanya, yang diciptakan mulai belia hingga akhir hidupnya, merupakan karya abadi yang tidak pernah bosan untuk dibaca.

Tlisan-tulisan Hamka terus dibaca dan tidak memgenal usang. Maka tidak aneh jika kita membuka kembali lembaran-lembaran majalahnya, membaca-baca kembali buku-bukunya, yang dibuat puluhan tahun lalu, tetapi tetap segar, menggairahkan intelektual dan menyejukan rohani. [syahid/voa-islam.com]

*) Penulis adalah Dosen Prodi Ilmu Komunikasi USB YPKP, UIN SGD Bandung dan Pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Jum'at, 22 Feb 2019 21:47

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Jum'at, 22 Feb 2019 21:35

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Jum'at, 22 Feb 2019 21:00

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:55

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Jum'at, 22 Feb 2019 20:23

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:04

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jum'at, 22 Feb 2019 19:55

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Jum'at, 22 Feb 2019 17:47

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Jum'at, 22 Feb 2019 17:45

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Jum'at, 22 Feb 2019 17:00

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Jum'at, 22 Feb 2019 16:45

Misteri 'Earpice'

Misteri 'Earpice'

Jum'at, 22 Feb 2019 16:42

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Jum'at, 22 Feb 2019 16:21

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Jum'at, 22 Feb 2019 16:15

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Jum'at, 22 Feb 2019 14:50

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Jum'at, 22 Feb 2019 14:21

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Jum'at, 22 Feb 2019 12:21

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Jum'at, 22 Feb 2019 11:38

[VIDEO] Caleg PDIP Joget di Atas Sajadah, FUI: Jangan Pilih Mereka

[VIDEO] Caleg PDIP Joget di Atas Sajadah, FUI: Jangan Pilih Mereka

Jum'at, 22 Feb 2019 10:50

Prabowo-Sandi dan Mimpi Taklukan Piala Dunia

Prabowo-Sandi dan Mimpi Taklukan Piala Dunia

Jum'at, 22 Feb 2019 10:21


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 19/02/2019 09:59

Mahasiswi Hindu Pun Tolak RUU PKS