Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.389 views

[Story Hamka-3] Hamka: Cara dan Guru Menulisnya

Oleh: Roni Tabroni*

Hamka yang masih remaja sudah terbiasa dengan perjalanan jauh seorang diri. Ketika panggilannya masih Abdul Malik (bahkan hanya Malik saja), kecintaan terhadap ilmu begitu tinggi.

Yang membedakan Malik dengan ayahnya Haji Rosul terletak pada metode belajar. Malik tidak suka denga belajar yang hanya di dalam ruangan dengan metode ceramah (monolog).

Malik sejak kecil selalu ingin mengeksplorasi ilmu, berdiskusi, dan belajar secara dinamis. Bahkan pada Malik sangat suka belajar secara otodidak, menghabiskan waktu dengan membaca di Bibliografi (perpustakaan).

Baginya cara pengajara yang dilakukan di Tawalib atau Surau terlalu kolot baginya. Setelah melalui dinamika yang cukup alot, suatu saat Malik ingin mencari pengalaman lebih dan wawasan yang berbeda dengan yang sedang diajarkan di Padangpanjang.

Jawa adalah pilihan Malik untuk menuntut ilmu sekaligus pengalaman baru itu. Walaupun jaraknya sangat jauh, namun Haji Rasul mengijinkan karena anaknya ini sudah terbiasa perjalanan jauh (oleh Haji Rosul, Malik juga disebut si bujang jauh).

Namun, perjalanan kali ini Haji Rasul merekomendasikan Malik untuk berangkat bersama dengan sodagar kaya Marah Intan yang juga akan berangkat ke Yogyakarta untuk kepentingan bisnis.

Haidar Musyafa dalam novel “Biografi Hamka” mencatat bahka keberangkatan Malik ke Yogyakarta merupakan pilihan Haji Rasul agar Malik disana bertemu pamannya yang bernama Ja’far Amrullah. Awalnya Malik ingin melakukan perjalanannya ke Pekalongan untuk menemui iparnya Sutan Mansur.

Sesampainya di Yogyakarta, Malik langsung diberikan pencerahan oleh pamannya tentang bermacam-macam perkumpulan (organisasi) yang sedang berkembang di Jawa. Dua di antara perkumpulan itu adalah Syarikat Islam dan Muhammadiyah.

Narasi peradaban Jawa yang disampaikan pamannya itu membuat Malik semakin bergairah. Tidak sabar rasanya Malik ingin segera dipertemukan dengan tokoh Muhammadiyah dan SI.

Kekaguman pertama ketika Malik mengikuti majelis yang menghadirkan tokoh puncak SI yaitu HOS Tjokroaminoto. Malik begitu terkesima dengan pidatonya. Di hari yang lain pamannya juga membawa Malik bertemu dengan tokoh Muhammadiyah Ki Bagoes Hadikoesoemo. Darinya malik terkagum-kagum dengan cita-cita luhur dan perjuangan Muhammadiyah yang mengambil jalur pendidikan, sosial dan kebudayaan.

Di tahun 1925, di usianya yang masih 17 tahun, Malik dengan bangga mendaftar menjadi anggota SI dan Muhammadiyah. Setiap hari Malik turut aktif mendalami ilmu dari tokoh-tokoh dua organisasi Islam ini. Sejak saat itu pula, selain belajar agama, Malik pun mendalami keterampilan berpidato. Sedikit demi sedikit kemampuan pidato Malik semakin terasah, hingga dianggap mahir untuk ukuran orang seusianya.

Namun, dalam pengamatan Malik, ada satu metode dakwah yang belum bisa dilakukannya yaitu menulis. Sedangkan saat itu Muhammadiyah sudah punya Majalah. Banyak juga para pengurus SI dan Muhammadiyah yang menulis di media-media lokal. Tapi Malik merasa dirinya tidak bisa melakukannya.

Sadar kekurangannya, Malik memberanikan diri untuk diajari menulis oleh Tjokro. Tetapi tokoh sentra SI yang hebat orasinya itu justru merekomendasikan Malik untuk belajar menulis dan Jurnalistiknya di Bandung.

Malik sempat heran, megapa belajar tulis-menulis harus ke Bandung? Tjokro menjelaskan bahwa di Bandung ada tokoh pembaharu Islam yang pandai menulis. Kepadanyalah Malik harus berguru.

Besok harinya, Malik beserta kader SI yang lain bertolak ke Bandung menggunakan kereta. Setelah tiba distasiun Bandung, Malik dijemput para pemuda menaiki mobil, meluncur ke sebuah rumah yang beralamat di Jl. Lengkong Besar No. 90 Bandung.

Tiba di rumah yang cukup luas itu, Malik disambut seorang pemuda yang mengenalkan dirinya Mohammad Natsir. Kemudian di Bandung pula Malik berkenalan dengan A. Hasan.
Natsir dan A. Hasan dikenal sebagai pemuka agama dengan corak pembaharuan yang aktif berdakwah selain di atas mimbar, juga lewat tulisan (media).

Di Bandung, A. Hasan, selain menyusun berbagai buku, juga menerbitkan sebuah majalah Islam yaitu Pembela Islam. Dalam melakukan dakwah bi al qalam nya, A. Hasan seringkali melakukan sendiri, mulai dari menulid, mencetak, sampai mengedarkannya.

Di tempat inilah Malik yang kemudian dikenal sebagai Hamka yang super produktif ini belajar ilmu menulis dan jurnalistik. Malik dilatih secara konsep dan teknis. Dipaksa untuk menulis sebuah tulisan, namun gagal. Diulangi lagi, diulang lagi dan lagi. Hingga tulisan kesepuluh, Natsir menyatakan tulisan Malik dianggap layak untuk diterbitkan.

Setelah dianggap cukup mendapatkan ilmu menulis dan jurnalistiknya, Malik kembali ke Yogyakarta. Namun beberapa saat kemudian Malik kembali ke Padangpanjang, untum membantu ayahnya berdakwah di sana.

Di tenga kesibukannya berdakwah dan menuntut ilmu di Padangpanjang, Malik punya cita-cita untuk naik haji. Karena tidak mau merepotkan ayahnya, Malik harus mengumpulkan uang sendiri. Selain bekerja, Malik kemudian sering menulis di beberapa media di Yogyakarta dan media di Bandung. Honor tulisannya terus ditabung.

Dua keterampilan (pidato dan menulisnya) diamalka dengan membuat sekolah pidato di Padangpanjang. Semua orang yang sedang berpidato itu kontennya dicatat oleh Malik. Maka dari catatan-catatan itulah lahir buku pertamanya yaitu buku kumpulan pidato.

Langkah kecil Malik dalam mengumpulkan isi pidato dari teman-temannya itu menjadi pertanda perjuangan Islam yang tidak luput dari kegiatan menulisnya.

Langkah kecil Malik ini juga mengingatkan kita pada cara berfikir tentang arti proses yang berangkat dari keinginan kuat. Karena dari cara sederhana itulah kemudian Malik yang populer sebagai Hamka melahirkan 115 buku bahkan Musyafa menyebutnya 120 buku yang terus dibaca dan diamalkan bukan hanya di tanah air, tetapi juga di berbagai negera lain. Termasuk tafsir al-Azhar yang fenomenal itu. [syahid/voa-islam.com]

*) Penulis adalah Dosen Prodi Ilmu Komunikasi USB YPKP, UIN SGD Bandung dan Pengurus MPI PP Muhammadiyah

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Selasa, 11 Dec 2018 14:12

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Selasa, 11 Dec 2018 14:01

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Selasa, 11 Dec 2018 13:27

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Selasa, 11 Dec 2018 12:27

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

Selasa, 11 Dec 2018 11:35

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

Selasa, 11 Dec 2018 11:27

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Senin, 10 Dec 2018 21:13

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Senin, 10 Dec 2018 20:13

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Senin, 10 Dec 2018 19:30

Memasuki Tahun Politik, KH Aceng Tegaskan Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah Islam

Memasuki Tahun Politik, KH Aceng Tegaskan Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah Islam

Senin, 10 Dec 2018 19:06

SIPRI: AS Kuasai 57 Persen Penjualan Senjata Dunia Tahun Lalu, Rusia No 2

SIPRI: AS Kuasai 57 Persen Penjualan Senjata Dunia Tahun Lalu, Rusia No 2

Senin, 10 Dec 2018 18:45

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Terkait Islamic State dan Abu Sayyaf

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Terkait Islamic State dan Abu Sayyaf

Senin, 10 Dec 2018 17:30

Persis Komitmen untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

Persis Komitmen untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

Senin, 10 Dec 2018 15:10

2 Senapan Mesin Milik Israel Hilang di Perbatasan dengan Libanon

2 Senapan Mesin Milik Israel Hilang di Perbatasan dengan Libanon

Senin, 10 Dec 2018 14:05

Menlu Saudi Tegaskan Tidak Akan Ekstradisi Para Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi

Menlu Saudi Tegaskan Tidak Akan Ekstradisi Para Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi

Senin, 10 Dec 2018 10:00

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Senin, 10 Dec 2018 00:27

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Ahad, 09 Dec 2018 21:15

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Ahad, 09 Dec 2018 20:45

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Ahad, 09 Dec 2018 20:09

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

Ahad, 09 Dec 2018 07:53


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X