Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.310 views

[Story Hamka-3] Hamka: Cara dan Guru Menulisnya

Oleh: Roni Tabroni*

Hamka yang masih remaja sudah terbiasa dengan perjalanan jauh seorang diri. Ketika panggilannya masih Abdul Malik (bahkan hanya Malik saja), kecintaan terhadap ilmu begitu tinggi.

Yang membedakan Malik dengan ayahnya Haji Rosul terletak pada metode belajar. Malik tidak suka denga belajar yang hanya di dalam ruangan dengan metode ceramah (monolog).

Malik sejak kecil selalu ingin mengeksplorasi ilmu, berdiskusi, dan belajar secara dinamis. Bahkan pada Malik sangat suka belajar secara otodidak, menghabiskan waktu dengan membaca di Bibliografi (perpustakaan).

Baginya cara pengajara yang dilakukan di Tawalib atau Surau terlalu kolot baginya. Setelah melalui dinamika yang cukup alot, suatu saat Malik ingin mencari pengalaman lebih dan wawasan yang berbeda dengan yang sedang diajarkan di Padangpanjang.

Jawa adalah pilihan Malik untuk menuntut ilmu sekaligus pengalaman baru itu. Walaupun jaraknya sangat jauh, namun Haji Rasul mengijinkan karena anaknya ini sudah terbiasa perjalanan jauh (oleh Haji Rosul, Malik juga disebut si bujang jauh).

Namun, perjalanan kali ini Haji Rasul merekomendasikan Malik untuk berangkat bersama dengan sodagar kaya Marah Intan yang juga akan berangkat ke Yogyakarta untuk kepentingan bisnis.

Haidar Musyafa dalam novel “Biografi Hamka” mencatat bahka keberangkatan Malik ke Yogyakarta merupakan pilihan Haji Rasul agar Malik disana bertemu pamannya yang bernama Ja’far Amrullah. Awalnya Malik ingin melakukan perjalanannya ke Pekalongan untuk menemui iparnya Sutan Mansur.

Sesampainya di Yogyakarta, Malik langsung diberikan pencerahan oleh pamannya tentang bermacam-macam perkumpulan (organisasi) yang sedang berkembang di Jawa. Dua di antara perkumpulan itu adalah Syarikat Islam dan Muhammadiyah.

Narasi peradaban Jawa yang disampaikan pamannya itu membuat Malik semakin bergairah. Tidak sabar rasanya Malik ingin segera dipertemukan dengan tokoh Muhammadiyah dan SI.

Kekaguman pertama ketika Malik mengikuti majelis yang menghadirkan tokoh puncak SI yaitu HOS Tjokroaminoto. Malik begitu terkesima dengan pidatonya. Di hari yang lain pamannya juga membawa Malik bertemu dengan tokoh Muhammadiyah Ki Bagoes Hadikoesoemo. Darinya malik terkagum-kagum dengan cita-cita luhur dan perjuangan Muhammadiyah yang mengambil jalur pendidikan, sosial dan kebudayaan.

Di tahun 1925, di usianya yang masih 17 tahun, Malik dengan bangga mendaftar menjadi anggota SI dan Muhammadiyah. Setiap hari Malik turut aktif mendalami ilmu dari tokoh-tokoh dua organisasi Islam ini. Sejak saat itu pula, selain belajar agama, Malik pun mendalami keterampilan berpidato. Sedikit demi sedikit kemampuan pidato Malik semakin terasah, hingga dianggap mahir untuk ukuran orang seusianya.

Namun, dalam pengamatan Malik, ada satu metode dakwah yang belum bisa dilakukannya yaitu menulis. Sedangkan saat itu Muhammadiyah sudah punya Majalah. Banyak juga para pengurus SI dan Muhammadiyah yang menulis di media-media lokal. Tapi Malik merasa dirinya tidak bisa melakukannya.

Sadar kekurangannya, Malik memberanikan diri untuk diajari menulis oleh Tjokro. Tetapi tokoh sentra SI yang hebat orasinya itu justru merekomendasikan Malik untuk belajar menulis dan Jurnalistiknya di Bandung.

Malik sempat heran, megapa belajar tulis-menulis harus ke Bandung? Tjokro menjelaskan bahwa di Bandung ada tokoh pembaharu Islam yang pandai menulis. Kepadanyalah Malik harus berguru.

Besok harinya, Malik beserta kader SI yang lain bertolak ke Bandung menggunakan kereta. Setelah tiba distasiun Bandung, Malik dijemput para pemuda menaiki mobil, meluncur ke sebuah rumah yang beralamat di Jl. Lengkong Besar No. 90 Bandung.

Tiba di rumah yang cukup luas itu, Malik disambut seorang pemuda yang mengenalkan dirinya Mohammad Natsir. Kemudian di Bandung pula Malik berkenalan dengan A. Hasan.
Natsir dan A. Hasan dikenal sebagai pemuka agama dengan corak pembaharuan yang aktif berdakwah selain di atas mimbar, juga lewat tulisan (media).

Di Bandung, A. Hasan, selain menyusun berbagai buku, juga menerbitkan sebuah majalah Islam yaitu Pembela Islam. Dalam melakukan dakwah bi al qalam nya, A. Hasan seringkali melakukan sendiri, mulai dari menulid, mencetak, sampai mengedarkannya.

Di tempat inilah Malik yang kemudian dikenal sebagai Hamka yang super produktif ini belajar ilmu menulis dan jurnalistik. Malik dilatih secara konsep dan teknis. Dipaksa untuk menulis sebuah tulisan, namun gagal. Diulangi lagi, diulang lagi dan lagi. Hingga tulisan kesepuluh, Natsir menyatakan tulisan Malik dianggap layak untuk diterbitkan.

Setelah dianggap cukup mendapatkan ilmu menulis dan jurnalistiknya, Malik kembali ke Yogyakarta. Namun beberapa saat kemudian Malik kembali ke Padangpanjang, untum membantu ayahnya berdakwah di sana.

Di tenga kesibukannya berdakwah dan menuntut ilmu di Padangpanjang, Malik punya cita-cita untuk naik haji. Karena tidak mau merepotkan ayahnya, Malik harus mengumpulkan uang sendiri. Selain bekerja, Malik kemudian sering menulis di beberapa media di Yogyakarta dan media di Bandung. Honor tulisannya terus ditabung.

Dua keterampilan (pidato dan menulisnya) diamalka dengan membuat sekolah pidato di Padangpanjang. Semua orang yang sedang berpidato itu kontennya dicatat oleh Malik. Maka dari catatan-catatan itulah lahir buku pertamanya yaitu buku kumpulan pidato.

Langkah kecil Malik dalam mengumpulkan isi pidato dari teman-temannya itu menjadi pertanda perjuangan Islam yang tidak luput dari kegiatan menulisnya.

Langkah kecil Malik ini juga mengingatkan kita pada cara berfikir tentang arti proses yang berangkat dari keinginan kuat. Karena dari cara sederhana itulah kemudian Malik yang populer sebagai Hamka melahirkan 115 buku bahkan Musyafa menyebutnya 120 buku yang terus dibaca dan diamalkan bukan hanya di tanah air, tetapi juga di berbagai negera lain. Termasuk tafsir al-Azhar yang fenomenal itu. [syahid/voa-islam.com]

*) Penulis adalah Dosen Prodi Ilmu Komunikasi USB YPKP, UIN SGD Bandung dan Pengurus MPI PP Muhammadiyah

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

Latest News
Kanada Kecam Kematian wartawan Jamal Khashoggi Versi Arab Saudi

Kanada Kecam Kematian wartawan Jamal Khashoggi Versi Arab Saudi

Ahad, 21 Oct 2018 20:59

Beredar Wine Halal di Indonesia, Ini Kata LPPOM MUI

Beredar Wine Halal di Indonesia, Ini Kata LPPOM MUI

Ahad, 21 Oct 2018 15:51

Mark Zuckerberg Didesak Mundur dari Facebook

Mark Zuckerberg Didesak Mundur dari Facebook

Ahad, 21 Oct 2018 15:40

Misteri Meikarta Kembali Terbuka, Ada Apa?

Misteri Meikarta Kembali Terbuka, Ada Apa?

Ahad, 21 Oct 2018 15:35

Peran Wanita Sebagai Ibu Pencetak Generasi Peradaban

Peran Wanita Sebagai Ibu Pencetak Generasi Peradaban

Ahad, 21 Oct 2018 15:30

Sobat Muda, Yuk Bangkit! Jannah Menunggumu!

Sobat Muda, Yuk Bangkit! Jannah Menunggumu!

Ahad, 21 Oct 2018 15:02

Nyali KPK Diragukan di bawah Kepemimpinan Jokowi

Nyali KPK Diragukan di bawah Kepemimpinan Jokowi

Ahad, 21 Oct 2018 14:45

Dahnil Singgung Janji Jokowi Soal Ekonomi

Dahnil Singgung Janji Jokowi Soal Ekonomi

Ahad, 21 Oct 2018 13:45

BPJS Kesehatan Menjadi Perhatian Prabowo-Sandi

BPJS Kesehatan Menjadi Perhatian Prabowo-Sandi

Ahad, 21 Oct 2018 12:45

Dua Komika Diduga Lakukan Penistaan Agama, MUI: Laporkan Saja

Dua Komika Diduga Lakukan Penistaan Agama, MUI: Laporkan Saja

Ahad, 21 Oct 2018 07:35

[Stroy Hamka-6] Yang Membuat Hamka Berbeda

[Stroy Hamka-6] Yang Membuat Hamka Berbeda

Ahad, 21 Oct 2018 06:00

Imam Qunut Shubuh, Makmum Ikut Mengaminkan?

Imam Qunut Shubuh, Makmum Ikut Mengaminkan?

Sabtu, 20 Oct 2018 23:15

Bikin Video Masak Daging Babi Campur Kurma dan Madu, Dua Komika Ini Disebut Lakukan Penistaan Agama

Bikin Video Masak Daging Babi Campur Kurma dan Madu, Dua Komika Ini Disebut Lakukan Penistaan Agama

Sabtu, 20 Oct 2018 21:16

SOHR: Islamic State Bebaskan 6 dari 27 Sandera Druze yang Mereka Tawan di Sweida Suriah

SOHR: Islamic State Bebaskan 6 dari 27 Sandera Druze yang Mereka Tawan di Sweida Suriah

Sabtu, 20 Oct 2018 19:45

Rusia Klaim Tewaskan 88.000 Pejuang Oposisi sejak Mulai Intervensi di Suriah 2015

Rusia Klaim Tewaskan 88.000 Pejuang Oposisi sejak Mulai Intervensi di Suriah 2015

Sabtu, 20 Oct 2018 18:16

Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS Tewaskan 30 Lebih Warga Sipil di Deir Al-ZOr

Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS Tewaskan 30 Lebih Warga Sipil di Deir Al-ZOr

Sabtu, 20 Oct 2018 17:15

Saudi Pecat Jenderal Tingkat Atas Setelah Akui Khashoggi Tewas di Konsulat Istanbul

Saudi Pecat Jenderal Tingkat Atas Setelah Akui Khashoggi Tewas di Konsulat Istanbul

Sabtu, 20 Oct 2018 16:15

Jumlah LGBT di Tasikmalaya Ribuan, Almumtaz Serukan Masyarakat dan Aparat Aktif Penanganan

Jumlah LGBT di Tasikmalaya Ribuan, Almumtaz Serukan Masyarakat dan Aparat Aktif Penanganan

Sabtu, 20 Oct 2018 15:32

Dosa Sebab Datangnya Bencana

Dosa Sebab Datangnya Bencana

Sabtu, 20 Oct 2018 14:42

GNPF Ulama Bogor Ajak Waspadai LGBT

GNPF Ulama Bogor Ajak Waspadai LGBT

Sabtu, 20 Oct 2018 12:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X