Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.473 views

[Story Hamka-3] Hamka: Cara dan Guru Menulisnya

Oleh: Roni Tabroni*

Hamka yang masih remaja sudah terbiasa dengan perjalanan jauh seorang diri. Ketika panggilannya masih Abdul Malik (bahkan hanya Malik saja), kecintaan terhadap ilmu begitu tinggi.

Yang membedakan Malik dengan ayahnya Haji Rosul terletak pada metode belajar. Malik tidak suka denga belajar yang hanya di dalam ruangan dengan metode ceramah (monolog).

Malik sejak kecil selalu ingin mengeksplorasi ilmu, berdiskusi, dan belajar secara dinamis. Bahkan pada Malik sangat suka belajar secara otodidak, menghabiskan waktu dengan membaca di Bibliografi (perpustakaan).

Baginya cara pengajara yang dilakukan di Tawalib atau Surau terlalu kolot baginya. Setelah melalui dinamika yang cukup alot, suatu saat Malik ingin mencari pengalaman lebih dan wawasan yang berbeda dengan yang sedang diajarkan di Padangpanjang.

Jawa adalah pilihan Malik untuk menuntut ilmu sekaligus pengalaman baru itu. Walaupun jaraknya sangat jauh, namun Haji Rasul mengijinkan karena anaknya ini sudah terbiasa perjalanan jauh (oleh Haji Rosul, Malik juga disebut si bujang jauh).

Namun, perjalanan kali ini Haji Rasul merekomendasikan Malik untuk berangkat bersama dengan sodagar kaya Marah Intan yang juga akan berangkat ke Yogyakarta untuk kepentingan bisnis.

Haidar Musyafa dalam novel “Biografi Hamka” mencatat bahka keberangkatan Malik ke Yogyakarta merupakan pilihan Haji Rasul agar Malik disana bertemu pamannya yang bernama Ja’far Amrullah. Awalnya Malik ingin melakukan perjalanannya ke Pekalongan untuk menemui iparnya Sutan Mansur.

Sesampainya di Yogyakarta, Malik langsung diberikan pencerahan oleh pamannya tentang bermacam-macam perkumpulan (organisasi) yang sedang berkembang di Jawa. Dua di antara perkumpulan itu adalah Syarikat Islam dan Muhammadiyah.

Narasi peradaban Jawa yang disampaikan pamannya itu membuat Malik semakin bergairah. Tidak sabar rasanya Malik ingin segera dipertemukan dengan tokoh Muhammadiyah dan SI.

Kekaguman pertama ketika Malik mengikuti majelis yang menghadirkan tokoh puncak SI yaitu HOS Tjokroaminoto. Malik begitu terkesima dengan pidatonya. Di hari yang lain pamannya juga membawa Malik bertemu dengan tokoh Muhammadiyah Ki Bagoes Hadikoesoemo. Darinya malik terkagum-kagum dengan cita-cita luhur dan perjuangan Muhammadiyah yang mengambil jalur pendidikan, sosial dan kebudayaan.

Di tahun 1925, di usianya yang masih 17 tahun, Malik dengan bangga mendaftar menjadi anggota SI dan Muhammadiyah. Setiap hari Malik turut aktif mendalami ilmu dari tokoh-tokoh dua organisasi Islam ini. Sejak saat itu pula, selain belajar agama, Malik pun mendalami keterampilan berpidato. Sedikit demi sedikit kemampuan pidato Malik semakin terasah, hingga dianggap mahir untuk ukuran orang seusianya.

Namun, dalam pengamatan Malik, ada satu metode dakwah yang belum bisa dilakukannya yaitu menulis. Sedangkan saat itu Muhammadiyah sudah punya Majalah. Banyak juga para pengurus SI dan Muhammadiyah yang menulis di media-media lokal. Tapi Malik merasa dirinya tidak bisa melakukannya.

Sadar kekurangannya, Malik memberanikan diri untuk diajari menulis oleh Tjokro. Tetapi tokoh sentra SI yang hebat orasinya itu justru merekomendasikan Malik untuk belajar menulis dan Jurnalistiknya di Bandung.

Malik sempat heran, megapa belajar tulis-menulis harus ke Bandung? Tjokro menjelaskan bahwa di Bandung ada tokoh pembaharu Islam yang pandai menulis. Kepadanyalah Malik harus berguru.

Besok harinya, Malik beserta kader SI yang lain bertolak ke Bandung menggunakan kereta. Setelah tiba distasiun Bandung, Malik dijemput para pemuda menaiki mobil, meluncur ke sebuah rumah yang beralamat di Jl. Lengkong Besar No. 90 Bandung.

Tiba di rumah yang cukup luas itu, Malik disambut seorang pemuda yang mengenalkan dirinya Mohammad Natsir. Kemudian di Bandung pula Malik berkenalan dengan A. Hasan.
Natsir dan A. Hasan dikenal sebagai pemuka agama dengan corak pembaharuan yang aktif berdakwah selain di atas mimbar, juga lewat tulisan (media).

Di Bandung, A. Hasan, selain menyusun berbagai buku, juga menerbitkan sebuah majalah Islam yaitu Pembela Islam. Dalam melakukan dakwah bi al qalam nya, A. Hasan seringkali melakukan sendiri, mulai dari menulid, mencetak, sampai mengedarkannya.

Di tempat inilah Malik yang kemudian dikenal sebagai Hamka yang super produktif ini belajar ilmu menulis dan jurnalistik. Malik dilatih secara konsep dan teknis. Dipaksa untuk menulis sebuah tulisan, namun gagal. Diulangi lagi, diulang lagi dan lagi. Hingga tulisan kesepuluh, Natsir menyatakan tulisan Malik dianggap layak untuk diterbitkan.

Setelah dianggap cukup mendapatkan ilmu menulis dan jurnalistiknya, Malik kembali ke Yogyakarta. Namun beberapa saat kemudian Malik kembali ke Padangpanjang, untum membantu ayahnya berdakwah di sana.

Di tenga kesibukannya berdakwah dan menuntut ilmu di Padangpanjang, Malik punya cita-cita untuk naik haji. Karena tidak mau merepotkan ayahnya, Malik harus mengumpulkan uang sendiri. Selain bekerja, Malik kemudian sering menulis di beberapa media di Yogyakarta dan media di Bandung. Honor tulisannya terus ditabung.

Dua keterampilan (pidato dan menulisnya) diamalka dengan membuat sekolah pidato di Padangpanjang. Semua orang yang sedang berpidato itu kontennya dicatat oleh Malik. Maka dari catatan-catatan itulah lahir buku pertamanya yaitu buku kumpulan pidato.

Langkah kecil Malik dalam mengumpulkan isi pidato dari teman-temannya itu menjadi pertanda perjuangan Islam yang tidak luput dari kegiatan menulisnya.

Langkah kecil Malik ini juga mengingatkan kita pada cara berfikir tentang arti proses yang berangkat dari keinginan kuat. Karena dari cara sederhana itulah kemudian Malik yang populer sebagai Hamka melahirkan 115 buku bahkan Musyafa menyebutnya 120 buku yang terus dibaca dan diamalkan bukan hanya di tanah air, tetapi juga di berbagai negera lain. Termasuk tafsir al-Azhar yang fenomenal itu. [syahid/voa-islam.com]

*) Penulis adalah Dosen Prodi Ilmu Komunikasi USB YPKP, UIN SGD Bandung dan Pengurus MPI PP Muhammadiyah

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Benarkah Presiden Jokowi Seperti Umar Bin Khattab?

Benarkah Presiden Jokowi Seperti Umar Bin Khattab?

Selasa, 19 Feb 2019 20:00

India Tuduh Badan Intelijen Pakistan Terlibat Serangan Bom Mematikan di Khas

India Tuduh Badan Intelijen Pakistan Terlibat Serangan Bom Mematikan di Khas

Selasa, 19 Feb 2019 18:15

Perdana Menteri Imran Khan: Pakistan Siap Membalas Jika Diserang India

Perdana Menteri Imran Khan: Pakistan Siap Membalas Jika Diserang India

Selasa, 19 Feb 2019 17:45

Tak ingin Pasar Dikuasai Asing, Pemuda Sukses Ini Disebut Sandi

Tak ingin Pasar Dikuasai Asing, Pemuda Sukses Ini Disebut Sandi

Selasa, 19 Feb 2019 16:41

Hacker Retas Perusahaan dan Badan Pemerintah AS Setelah Amerika Mundur dari Perjanjian Nuklir

Hacker Retas Perusahaan dan Badan Pemerintah AS Setelah Amerika Mundur dari Perjanjian Nuklir

Selasa, 19 Feb 2019 14:45

Kritisi Greenpeace Indonesia ke Capres 2019

Kritisi Greenpeace Indonesia ke Capres 2019

Selasa, 19 Feb 2019 14:41

Pilih Capres Berkualitas dengan Penilaian Konsep Membangun Negara

Pilih Capres Berkualitas dengan Penilaian Konsep Membangun Negara

Selasa, 19 Feb 2019 12:41

Tagar #JokowiBohongLagi Menggema di Jagad Twitter

Tagar #JokowiBohongLagi Menggema di Jagad Twitter

Selasa, 19 Feb 2019 11:53

Mahasiswi Hindu Pun Tolak RUU PKS

Mahasiswi Hindu Pun Tolak RUU PKS

Selasa, 19 Feb 2019 09:59

Banyak Sebut Data Tak Akurat Saat Debat, Jokowi Diminta untuk Klarifikasi

Banyak Sebut Data Tak Akurat Saat Debat, Jokowi Diminta untuk Klarifikasi

Selasa, 19 Feb 2019 09:39

Prabowo Nasionalis dan Patriot

Prabowo Nasionalis dan Patriot

Senin, 18 Feb 2019 20:51

Cara Sederhana 6 Langkah Mendidik Adab Anak

Cara Sederhana 6 Langkah Mendidik Adab Anak

Senin, 18 Feb 2019 20:35

Pizza Diva Halal Hadir 4 Rasa baru, Raih Rp. 20 Jutaan/bulan

Pizza Diva Halal Hadir 4 Rasa baru, Raih Rp. 20 Jutaan/bulan

Senin, 18 Feb 2019 19:10

Tiap Hari Ikuti Praktek Quranic Quantum Healing bersama Abi Khadijah

Tiap Hari Ikuti Praktek Quranic Quantum Healing bersama Abi Khadijah

Senin, 18 Feb 2019 18:54

Sandi Memastikan Ini jika Terpilih

Sandi Memastikan Ini jika Terpilih

Senin, 18 Feb 2019 18:51

Pakistan Tarik Pulang Dubesnya dari India di Tengah Meningkatnya Ketegangan Atas Kashmir

Pakistan Tarik Pulang Dubesnya dari India di Tengah Meningkatnya Ketegangan Atas Kashmir

Senin, 18 Feb 2019 18:05

Masya Allah, Ini 10 Manfaat Ajaib 'Quranic Quantum Healing', Tanpa Obat, Operasi, Jin dan Dukun!

Masya Allah, Ini 10 Manfaat Ajaib 'Quranic Quantum Healing', Tanpa Obat, Operasi, Jin dan Dukun!

Senin, 18 Feb 2019 18:03

Debat Pilpres: Prabowo Menyerang, Jokowi Bertahan

Debat Pilpres: Prabowo Menyerang, Jokowi Bertahan

Senin, 18 Feb 2019 18:03

Jokowi di Mata Dahnil dalam Debat Bikin Kejut

Jokowi di Mata Dahnil dalam Debat Bikin Kejut

Senin, 18 Feb 2019 18:01

Komitmen Prabowo dan Rasa Sesal Simak Kata-kata Jokowi

Komitmen Prabowo dan Rasa Sesal Simak Kata-kata Jokowi

Senin, 18 Feb 2019 18:01


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X