Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.788 views

[Story Hamka-4] Metode Belajar Hamka

Oleh: Roni Tabroni*

Pada dasarnya, sejak kecil Hamka sudah senang belajar. Hanya saja, metode yang diterapkan oleh ayahnya (Haji Rosul) dirasa tidak cocok bagi dirinya.

Sebagai ulama terkemuka di Ranah Minang, Haji Rosul tentu saja wajar jika berharap banyak pada anak pertamanya. Harapan itu terkait dengan penerus dakwah ke depan setelah dirinya tiada.

Untuk mewujudkannya Haji Rosul kemudian mendidik Hamka kecil dengan cara yang diyakininya benar. Hamka dididik dalam pola pengajaran yang cenderung keras. Cara itulah yang diyakini Haji Rosul untuk memastikan anaknya dapat menjadi ulama besar ke depannya.

Pengajaran tentang agama dilakukan secara kompensional dan cendeung doktrinal. Metode itu juga yang diterapkan Haji Rosul ketika mengajar di Surau dan Towalib.

Seperti biasa, siswa di sekolah itu dianggap sebagai peserta didik yang harus menerima ilmu apa adanya. Metode itu minim dialog dan tidak memberikan kebebasan kepada murid-muridnya. Selain doktrin-doktrin yang disampaikan, para siswa juga diwajibkan dengan hafalan-hafalan terkait dengan al-Quran, Hadits, dan pelajaran lainnya.

Entah mengapa, Hamka tidak kerasan dengan metode yang cenderung keras, searah, dan mengandalkan hafalan. Maka resikonya, Hamka selalu jenuh dengan pola pengajaran yang tidak berkembang.

Di sisi lain, Hamka kecil termasuk anak yang suka bermain, bahkan sering lebih jauh tempat mainnya dibanding teman-temannya yang lain. Sayangnya, kesukaan Hamka kecil yang sering bermain itu tidak disukai ayahnya. Maka tidak jarang Hamka dimarahi dan dihukum ayahnya.

Di Towalib, Hamka awalnya ingin memberikan image positif, sebagai anak dari ulama besar sekaligus pendiri sekolah itu. Namun Hamka lagi-lagi tidak bisa mempertahankan sifatnya. Malasnya belajar dengan pola lama membuat Hamka sering kali membolos. Tidak jarang Hamka pulang lebih cepat atau bahkan tidak masuk sama sekali.

Pilihan Hamka kemudian jatuh pada Bibliotek (Perpustakaan) yang dimiliki salahseorang gurunya. Di bibliotek itulah Hamka merasa menemukan dunianya. Rupanya kegiatan membaca lebih disukai Hamka dibanding mendengarkan Syeih berbicara atau menghafal terus-terusan.

Di bibliotek Hamka selahap buku-buku dengan beragam jenis dan tema. Karena tidak oleh dibawa pulang, kegiatan membaca hanya dilakukan di tempat sampai menjelang sore. Setiap hari Hamka melakukan hobi belajarnya itu.

Namun, lama kelamaan, Hamka juga butuh membaca buku ketika sedang di rumah. Walaupun awalnya tetap tidak bisa dipinjam, namun Hamka kemudian merayu pemilik bibliotek. Hamka berjanji untuk menyampul seluruh buku yang ada di sana, dengan syarat mengerjakannya di rumah. Ketika dibawa ke rumah itulah buku-buku itu bisa dibaca juga di rumah pada malam hari.

Membaca buku malam hari ketika di rumah tentu bukan tanpa alasan. Hamka yakin persis jika ayahnya akan marah kalau tahu Hamka membaca buju-buku dari bibliotek. Sebab dalam pandangan ayahnya, Hamka diwajibkan belajar ilmu agama dan belum diizinkan membaca buku-buku umum termasuk buku sastra.

Namun, serapih apapun Hamka menyembunyikan hobinya, akhirnya ketahuan pula. Suatu hari Haji Rosul menemukan Hamka sedang membaca buku yang dipinjamnya itu. Kemudian memarahi Hamka dan dilarang untuk datang kembali ke bibliotek.

Selain hobi membaca, Hamka juga suka mencari pengalaman dengan pergi ke tempat yang jauh. Dalam usia yang masih belasan, Hamka sudah berangkat ke berbagai kota dengan menempuh waktu berhari-hari. Pada zamannya, tentu saja tidak ada kendaraan yang memadai. Kalaupun ada Hamka tidak memili uang untuk itu. Maka perjalanan jauh yang dilakukannya seringkali dengan cara berjalan kaki.

Dengan pengalaman perjalanan yang jauh itu, Hamka telah mengambil pelajaran penting tengang keragaman masyarakat, tentang kodisi sosial dan mengenal berbagai macam karakter orang. Bahkan ketika perjalanannya ke Jogja, Hamka masih berusia 17 tahun.

Pada saat itu, pulau jawa, belum diketahui orang-orang seusianya di Minangkabau. Sedangkan Hamka, sudah tahu keberadaan pulau Jawa dengan segala kemajuannya, lewat buku-buku yang pernah dibacanya. Bahkan Hamka juga berangkat ke Jawa dengan ekspektasi tersendiri, yaitu ingin mengetahui dan belajar tentang berbagai perkumpulan.

Hamka tahu bahwa di pulau Jawa banyak orang pintar dan membuat berbagai perkumpulan. Termasuk Hamka sudah membayangkan bagaimana pesatnya pembangunan di pulau Jawa.

Di Jogja Hamka berkenalan dengan tokoh-tokoh Sarekat Islam dan Muhammadiyah. Bagi Hamka, aktif di organisasi jauh lebih menantang. Cara belajar yang lebih dinamis, Hamka merasa lebih nyaman. Bahkan selain menjadi anggota SI dan Muhammadiyah, di Jogja Hamka juga belajar pidato, ternasuk belajar menulis kepada pendiri Persis A. Hasan di Bandung.

Awalnya, Haji Rosul sebagai ulama terkemuka dan disegani, menganggap anaknya sejak kecil termasuk anak yang membangkang. Sangat dihawatirkan Hamka kecil tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Rupanya, Hamka memiliki cita-cita yang sama dengan ayahnya. Termasuk Hamka sangat memperhatikan amanat ayahnya untuk melanjutkan perjuangan dakwah ayah dan kakeknya.

Namun, di akhir, Haji Rosul kemudian menjadi tahu bahwa ini hanya perbedaan metode belajar saja. Sebab pada akhirnya Hamka pun menjadi pendakwah kondang dan menjadi kebanggan ayahnya itu. [syahid/voa-islam.com]

*) Penulis adalah Dosen Prodi Ilmu Komunikasi USB YPKP, UIN SGD Bandung dan Pengurus MPI PP Muhammadiyah

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Israel Tahan 900 Warga Palestina di Yerusalem Sejak Awal 2019, Sepertiganya Anak-anak

Israel Tahan 900 Warga Palestina di Yerusalem Sejak Awal 2019, Sepertiganya Anak-anak

Sabtu, 20 Jul 2019 22:00

HCS Sebut Mesir, UEA dan Prancis Dukung Serangan Baru Haftar ke Ibukota Libya Tripoli

HCS Sebut Mesir, UEA dan Prancis Dukung Serangan Baru Haftar ke Ibukota Libya Tripoli

Sabtu, 20 Jul 2019 21:15

India dan Filipina Minta Iran Bebaskan Awak Kapal Warga Negara Mereka yang Ditangkap IRGC

India dan Filipina Minta Iran Bebaskan Awak Kapal Warga Negara Mereka yang Ditangkap IRGC

Sabtu, 20 Jul 2019 20:45

Pejuang AQAP Tewaskan 5 Tentara Pemerintah Yaman di Wilayah Mudiya Abyan

Pejuang AQAP Tewaskan 5 Tentara Pemerintah Yaman di Wilayah Mudiya Abyan

Sabtu, 20 Jul 2019 20:30

AS akan Kerahkan Pasukan ke Arab Saudi

AS akan Kerahkan Pasukan ke Arab Saudi

Sabtu, 20 Jul 2019 19:46

Inggris Peringatkan Kapal-kapal Tidak Masuki Selat Hormuz

Inggris Peringatkan Kapal-kapal Tidak Masuki Selat Hormuz

Sabtu, 20 Jul 2019 19:15

Iran Sita Kapal Tanker Minyak Inggris di Selat Hormuz

Iran Sita Kapal Tanker Minyak Inggris di Selat Hormuz

Sabtu, 20 Jul 2019 18:57

Pemilu Bersejarah Sedang Berlangsung di Bekas Distrik Suku Pakistan

Pemilu Bersejarah Sedang Berlangsung di Bekas Distrik Suku Pakistan

Sabtu, 20 Jul 2019 18:45

Drone Tak Dikenal Serang Markas MIlisi Syiah Irak Hashd al-Sha'abi

Drone Tak Dikenal Serang Markas MIlisi Syiah Irak Hashd al-Sha'abi

Sabtu, 20 Jul 2019 17:35

AILA: Berkebaya Itu Pilihan, Bagi Muslimah yang Paling Penting Ikut Perintah Allah Menutup Aurat

AILA: Berkebaya Itu Pilihan, Bagi Muslimah yang Paling Penting Ikut Perintah Allah Menutup Aurat

Sabtu, 20 Jul 2019 17:19

Pelecahan Hukum

Pelecahan Hukum

Sabtu, 20 Jul 2019 14:25

Bau Otoriter

Bau Otoriter

Sabtu, 20 Jul 2019 13:21

Bahaya UU ITE di Depan Mata, Pegiat: Lagi Pada Sadar?

Bahaya UU ITE di Depan Mata, Pegiat: Lagi Pada Sadar?

Sabtu, 20 Jul 2019 13:07

Sah, Inilah 3 Bentuk Kurban Untuk yang Sudah Wafat

Sah, Inilah 3 Bentuk Kurban Untuk yang Sudah Wafat

Sabtu, 20 Jul 2019 13:00

Anies, Icon Kerakyatan dan Ke-Indonesiaan

Anies, Icon Kerakyatan dan Ke-Indonesiaan

Sabtu, 20 Jul 2019 12:54

TransJakarta Buatan Cina, Kemanakah Kini?

TransJakarta Buatan Cina, Kemanakah Kini?

Sabtu, 20 Jul 2019 12:07

Waspadai Pelangi Buatan Manusia dalam Simbol Sexual Menyimpang

Waspadai Pelangi Buatan Manusia dalam Simbol Sexual Menyimpang

Sabtu, 20 Jul 2019 11:20

Fahri Hamzah: Bahayanya Kekuasaan di Tangan Orang Dungu

Fahri Hamzah: Bahayanya Kekuasaan di Tangan Orang Dungu

Sabtu, 20 Jul 2019 11:07

Suap Menyuap dan Korupsi sebagai Akarnya

Suap Menyuap dan Korupsi sebagai Akarnya

Sabtu, 20 Jul 2019 10:07

Film Dua Garis Biru, Potret Buram Tontonan Zaman Now

Film Dua Garis Biru, Potret Buram Tontonan Zaman Now

Sabtu, 20 Jul 2019 05:44


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X