Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.975 views

[Story Hamka-5] Cara Hamka Memberi Maaf

Oleh: Roni Tabroni*

Dunia sastra tanah air telah mencatat peristiwa memilukan. Pramoedya Ananta Toer pernah menyerang Hamka sesama satrawan karena karya-karyanya terutama buku “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”.

Sayangnya, kritik Pram tidak hanya ditujukan pada pemikiran dan karyanya, tetapi juga terhadap pribadi Hamka. Namun Hamka tidak pernah melakukan perlawan, apalagi menyerang balik.

Bagi Hamka, polemik tentang karya sastra yang dibuatnya harusnya diselesaikan lewat dewan sastra, karena dianggap lebih kompeten untuk melakukan penilaian secara objektif. Sedangkan untuk serangan-serangan Pram yang bersifat pribadi dan dimuat dua media yaitu Harian Rakyat dan Harian Bintang Timur pada tahun 1963 tidak pernah ditanggapinya.

Kedua koran tersebut konon menyerang Hamka berbulan-bulan lamanya, tanpa melakukan tabayyun. Pun tidak ada ruang bagi Hamka untuk melakukan klarifikasi di media yang berafiliasi kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) itu.

Anak Hamka yaitu Irfan Hamka dalam memoar buku “Ayah” menjelaskan, efek hujatan itu tidak hanya pada ayahnya, tetapi juga pada kelurga termasuk dirinya. Sebagai putra Hamka, Irfan mengaku sering disindir guru sastra di sekolahnya. Menurut Irfan, guru sastra yang dekat dengan Lekra itu selalu menanyakan Hamka dengan nada sinis.

Irfan merasa tertekan dan tidak nyaman dengan perlakuan gurunya tersebut. Bahkan selain guru sastra, perlakuan yang sama juga datang dari guru Civic ketika sekolah SMA.

Tetapi, dimata keluarga, Hamka seolah tidak terganggu dengan serangan-serangan dari pihak lain. Hamka selalu beraktivitas seperti biasa, menulis dan terus berdakwah.

Namun, seiring tahun berlalu, Tuhan membuka mata manusia. Di saat Pram akan menikahkan anak pertamanya yang perempuan Astuti, Irfan baru tahu bagaimana lanjutan ceritera kedua tokoh sastra tanah air ini.

Astuti pada suatu waktu datang menemui Hamka dan memperkenalkan diri sebagai putra seorang sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer. Awalnya Hamka kaget, tetapi mengabulkan keinginan Astuti yang saat itu datang membawa calon suaminya yang orang Tionghoa untuk masuk Islam dan belajar agama. Kedatangannya itu aku Astuti karena disuruh oleh ayahnya.

Hamka membaca apa yang dilakukan Pram sebagai bentuk permohonan maaf atas apa yang dilakukannya beberapa waktu ke belakang. Sebagai bentuk pemberian maaf, Hamka pun tidak melakukannya secara verbal tetapi dengan mengabulkan keinginan Pram.

Hamka memang seperti yang diduga Pram. Hamka akan mengislamkan dan mengajari agama kepada calon mantunya Pram. Sedangkan Pram, walaupun berbeda pandangan dalam hal sastra, mengaku dalam hal agama lebih percaya terhadap Hamka.

Begitulah cara orang-orang besar mengajari kita. Boleh berdebat secara pemikiran dan karya, tetapi sikap sebagai orang beragama dan sebangsa tetap dijaga.

Hamka tidak pernah meminta Pram untuk datang meminta maaf secara langsung. Semuanya mengalir begitu saja. Walaupun serangan dilakukan kepada pribadi, Hamka tidak menuntut secara berhadap-hadapan.

Ketika serangan itu bahkan dilakukan di media massa dalam waktu yang cukup lama, Hamka juga tidak menuntut Pram untuk meminta maaf secara terbuka di media yang sama, apalagi sampai berbulan-bulan.

Dengan mempercayakan anaknya belajar agama kepadanya, bagi Hamka itu sudah lebih dari cukup untuk meminta maaf. Jika saja Hamka tidak memaafkan Pram, mana bisa Hamka mengabulkan permintaannya itu.

Kebesaran jiwa Hamka tidak pernah (sejauh ini) ditemukan secara verbal maupun tekstual. Namun perilakunya telah mengajarkan lautan hikmah bagi generasi bangsa ini. Tanpa harus menyerang balik, tanpa harus menuntut permohonan maaf, tanpa hrus dipublikasikan ketika dirinya berbuat baik kepada orang yang pernah menyakiti diri dan keluarganya, Hamka adalah simbol dari keteladanan.

Dan Hamka telah mengajari kita lewat prinsip dan perilakunya, bagaimana cara memberi maaf kepada orang lain tanpa mempermalukan orang yang diberi maaf. [syahid/voa-islam.com]

*) Penulis adalah Dosen Prodi Ilmu Komunikasi USB YPKP, UIN SGD Bandung dan Pengurus MPI PP Muhammadiyah

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Saham 54 Industri Ini Bisa Dikuasai Asing 100 Persen, Ini Reaksi Ekonom

Saham 54 Industri Ini Bisa Dikuasai Asing 100 Persen, Ini Reaksi Ekonom

Senin, 19 Nov 2018 10:37

Kuwait Usir Bloger Kontroversial Israel Ben Tzion

Kuwait Usir Bloger Kontroversial Israel Ben Tzion

Senin, 19 Nov 2018 10:05

Taliban Adakan Pembicaraan Dengan Utusan AS di Qatar

Taliban Adakan Pembicaraan Dengan Utusan AS di Qatar

Senin, 19 Nov 2018 09:00

Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Ahad, 18 Nov 2018 23:57

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Ahad, 18 Nov 2018 21:54

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Ahad, 18 Nov 2018 21:30

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Ahad, 18 Nov 2018 21:00

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Ahad, 18 Nov 2018 20:35

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Ahad, 18 Nov 2018 16:49

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Ahad, 18 Nov 2018 14:00

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ahad, 18 Nov 2018 13:35

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Ahad, 18 Nov 2018 12:58

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Ahad, 18 Nov 2018 12:35

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Ahad, 18 Nov 2018 11:35

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Ahad, 18 Nov 2018 10:35

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

Sabtu, 17 Nov 2018 18:15

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Sabtu, 17 Nov 2018 17:30

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 Nov 2018 15:00

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sabtu, 17 Nov 2018 11:02

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X