Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.932 views

Rohingya Kembali Didera Nestapa

Oleh : Hasni Tagili, M. Pd*

Etnis minoritas Muslim Rohingyatak kunjung membaik keadaannya di Myanmar. Konflik sosial terus berlangsung. Padahal, kondisi ini sudah bergulir bertahun-tahun lamanya. Tak terhitung, puluhan ribu muslim Rohingya menjadi korban kebengisan rezim.

Genosida Lagi

Dilansir dari voa-islam.com, 25/10/2018,peristiwa genosida masih berlangsung terhadap muslim Rohingya Myanmar. Sebuah tim pencari fakta PBB mengatakannya, Rabu (24/10/2018), ketika mereka mempresentasikan sebuah laporan di Dewan Keamanan menyerukan agar masalah ini dirujuk ke Pengadilan Pidana Internasional.

Marzuki Darusman, ketua Misi Pencari Fakta PBB di Myanmar, mengatakan pada konferensi pers bahwa di luar pembunuhan massal, konflik termasuk pengucilan dari populasi yang ditargetkan, pencegahan kelahiran, dan perpindahan luas di kamp-kamp, ”Ini adalah genosida yang sedang berlangsung,” kata Darusman.

Laporan 444 halaman misi pencarian fakta itu pertama kali dipublikasikan bulan lalu. Ia menyerukan kepada dewan untuk merujuk situasi Myanmar ke Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag, atau untuk menciptakan pengadilan kriminal internasional ad hoc, seperti yang dilakukan dengan bekas Yugoslavia.

Di lain pihak, pemerintah Myanmar sendiri menolak temuan misi PBB itu. Bahkan, Panglima militer Myanmar, Min Aung Hlaing, memperingatkan campur tangan asing termasuk pemimpin dunia di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menyeret-nyeret dirinya untuk bertanggung jawab atas kekerasan terhadap etnis Rohingya tahun lalu (Tribunnews.com, 25/09/2018).

Dalam komentarnya terhadap laporan misi pencarian fakta PBB bulan ini, Min Aung Hlaing mengatakan Myanmar punya kedaulatan sendiri atas semua kebijakannya.Untuk itu PBB tidak perlu untuk ikut campur dalam urusan internal negara agar tidak menyebabkan kesalahpahaman.

Ya, sejauh ini, militer Myanmar memang selalu membantah telah melakukan kejahatan. Mereka bersikukuh bahwa operasi militer yang dilakukan adalah untuk membasmi pemberontakan Rohingya. Padahal, tanda-tanda genosida jelas terlihat, walaupun pemerintah Myanmar kerap kali membantahnya.

Tahapan Genosida

Menurut situs berita PBB, UN Dispatch, Myanmar telah memenuhi delapantahapan genosida yang ditetapkan Genocide Watch.Di antara delapan langkah genosida tersebut meliputi, pertama klasifikasi dan kedua simbolisasi. Menurut Genocide Watch, klasifikasi dan simbolisasi adalah langkah awal genosida yaitu membedakan antara “kita dan mereka”, mempromosikan perbedaan, bukannya persamaan.

Ketiga, dehumanisasi. Dehumanisasi adalah meniadakan sifat kemanusiaan terhadap sebuah golongan. Mereka dianggap hama, penyakit, yang harus dipinggirkan.Keempat, terorganisir. Genosida selalu dilakukan secara terorganisir, biasanya digawangi oleh pemerintah. Dalam beberapa kasus, pemerintah menggunakan militan untuk membersihkan etnis agar lepas dari tanggung jawab.

Kelima, polarisasi. Polarisasi adalah pemisahan yang ekstrem antara sebuah kelompok dengan kelompok lainnya. Propaganda pemisahan ini didengungkan dengan nyaring, berupa pelarangan menikah dengan mereka atau bahkan berinteraksi.

Keenam, persiapan. Dalam langkah persiapan, calon korban genosida diidentifikasi dan dipisahkan berdasarkan etnis atau agama mereka. Daftar orang-orang yang akan mati dibuat. Menurut Genocide Watch, dalam langkah ini, mereka dikumpulkan di tempat kumuh, kamp konsentrasi, atau di wilayah miskin sumber daya agar mati kelaparan.

Ketujuh, pemusnahan. Di tahap pemusnahan, genosida dilakukan. Genocide Watch menggunakan kata “pemusnahan” karena bagi pelaku genosida mereka tidak sedang membantai atau membunuh, tapi memusnahkan hama karena korban dianggap bukan manusia.

Kedelapan, penyangkalan. Genocide Watch mengatakan bahwa pelaku genosida menggali kuburan massal, membakar mayat-mayat, coba menutupi bukti dan mengintimidasi saksi mata. Mereka membantah telah melakukan kejahatan, malah menyalahkan para korban(Kumparan.com, 4/09/2018).

Mengurai Kisruh

Sejatinya, dibalik tragedi Rohingya ini, terbukti adanya upaya genosida etnis yang kental dengan motif politis dan agama. Sayangnya, semua itu ditutup rapat-rapat dengan dalih takut menjadi provokasi. Kemudian, diserulah dengan lantang oleh media bahwa ini konflik kemanusiaan.

Tokoh-tokoh politik pun serentak mengatakan bahwa tragedi Rohingya bukan tragedi agama. Sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid. Ia mengatakan, “Sebaiknya masyarakat tidak terjebak dalam melihat isu kekerasan terhadap warga Rohingya sebagai konflik antara Islam dan Buddha.” Hal tersebut, menurut Yenny, justru akan menimbulkan polemik di dalam negeri (Kompas.com, 06/09/2017).

Genosida ini praktis terus terulang. Pemimpin  di negeri- negeri  Muslim dan dunia menutup mata, tidak dapat berbuat apa-apa.  Hanya mengecam dan mengutuk tanpa ada tindakan nyata untuk menghentikan dan menghukum pelakunya.

Wajar, jangankan penguasa Muslim, PBB lewat Lembaga Mahkamah Pidana International (ICC) pun tidak berdaya. Direktur Amnesty International,  Usman Hamid mengatakan, “Kecil kemungkinan untuk membawa ke ICC, sebab Myanmar bukan anggota ICC.” (Cnnindonesia.com, 15/09/2017).

Maka, berharap keadilan pada ICC untuk menghukum pelaku genosida terhadap kaum Muslim Rohingya terwujud, ibarat mimpi di siang bolong.

Solusi Fundamental

Permasalahan utama,  terus terulangnya genosida pada kaum Muslim karena ketiadaan Daulah Islam.  Hal ini membuat hukum-hukum Allah tidak bisa ditegakkan secara kaffah (menyeluruh). Padahal tugas dan kewajiban daulah Islam adalah menerapkan syariat Islam.

Tugas memerangi orang-orang yang menentang Islam dan melindungi perbatasan kaum Muslim, agar tidak ada celah bagi musuh untuk merusak kehormatan dan menumpahkan darah kaum Muslim. Adalah salah satu dari sepuluh tugas yang harus dilakukan oleh seorang khalifah (Al-Mawardi, Al-ahkan As-sultoniyah, hlm. 23).

Rasulullah telah  mengingatkan akan pentingnya menjaga jiwa manusia.  Dalam hadis  Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Sesungguhnya kehancuran dunia ini tidak ada artinya bagi Allah dibandingkan dengan mati seorang muslim.” (HR.Tirmidzi)

Sebagaimana Khalifah Al-mu’tashim yang menjawab panggilan seorang wanita yang dilecehkan kehormatannya oleh orang-orang Romawi. Beliau  mengirim pasukan  untuk menaklukan kota Ammuriah (Turki) demi menghukum pelakunya. Maka orang-orang kafir tidak berani melecehkan dan menumpahkan  darah kaum Muslim karena ketegasan para khalifah dalam menjaga dan melindungi warga negaranya. Termasuk mengakhiri segala bentuk kezaliman dan genosida terhadap kaum muslim. Bukan hanya Rohingya, melainkan juga Palestina, Suriah, Irak dan lain-lain.Wallahua’lambisshawab. (rf/voa-islam.com)

Penulis adalah Praktisi Pendidikan Konawe

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Jum'at, 15 Feb 2019 21:00

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Jum'at, 15 Feb 2019 20:18

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Jum'at, 15 Feb 2019 19:45

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Jum'at, 15 Feb 2019 11:33

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Jum'at, 15 Feb 2019 09:47

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Jum'at, 15 Feb 2019 00:22

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Kamis, 14 Feb 2019 23:00

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Kamis, 14 Feb 2019 22:45

Menuduh Hoax

Menuduh Hoax

Kamis, 14 Feb 2019 22:38

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Kamis, 14 Feb 2019 21:15

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Kamis, 14 Feb 2019 20:14

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Kamis, 14 Feb 2019 20:07

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Kamis, 14 Feb 2019 19:56

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Kamis, 14 Feb 2019 19:45

Ujaran Kebencian

Ujaran Kebencian

Kamis, 14 Feb 2019 19:36

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

Kamis, 14 Feb 2019 17:15

X Files

X Files

Kamis, 14 Feb 2019 17:00

Yang Gaji Kamu Siapa?

Yang Gaji Kamu Siapa?

Kamis, 14 Feb 2019 15:20

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Kamis, 14 Feb 2019 14:20

Sebentar Lagi Takmir Masjid Agung Semarang Disebut ‘Orang Prabowo’

Sebentar Lagi Takmir Masjid Agung Semarang Disebut ‘Orang Prabowo’

Kamis, 14 Feb 2019 12:07


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X