Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.523 views

Aksi Bela Tauhid: Bukti Umat Masih Hidup

Oleh: Aishaa Rahma

Pasca pembakaran bendera yang dilakukan oleh oknum Banser, pada saat pelaksanaan Hari Santri Nasional yang ke 3, (22/10) lalu, rupanya berbuntut panjang. Sikap spontanitas beberapa anggota banser tersebut mengundang kecaman dari berbagai ormas Islam lainnya.

Hingga kini, gelombang Aksi Bela Tauhid, di berbagai kota nampaknya tak juga surut, puncaknya pada Hari  Jumat (2/11), berdasarkan Pantauan detikcom massa bergerak usai salat Jumat. Massa mayoritas bergerak melalui pintu masuk Masjid Istiqlal dekat Gereja Katedral, Jakpus, Jumat (2/11/2018).

Puluhan bahkan ratusan ribu atribut bertuliskan kalimat tauhid menyelemuti Kota Jakarta. Massa mengibarkan bendera-bendera yang dibawa.  Mereka berangkat dengan jiwa jiwa yang terpantik semangat.  Bersatu membela agama yang acapkali dinista, terlebih sejak Banser  membakar bendera berlafadz "Laa ilaa ha ilallah" dengan dalih praduga yang disinyalir merupakan bendera milik salah Satu ormas  (HTI)  yang pada faktanya bukanlah merupakan bendera ormas tersebut, dan dibenarkan oleh MUI.

Dilansir dari TEMPO.CO, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bendera yang dibakar dalam insiden bertuliskan lafadz Tauhid bukan merupakan bendera HTI atau Hizbut Tahrir Indonesia.  "Memang itu tidak ada HTI-nya, jadi itu kalimat tauhid. Kami melihat yang dibakar kalimat tauhid karena tidak ada simbol HTI," kata Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas di gedung MUI Pusat, Jakarta Pusat, pada Selasa, 23 Oktober 2018.

Atas tindakan ceroboh  Banser, kini malah menjadi blunder, masyarakat yang tadinya awam justru ikut mencari tahu tentang kebenaran simbol Islam tersebut. Lagi lagi HTI menjadi sasaran propaganda politik, padahal mantan jubir HTI telah menyatakan bahwa bendera tersebut bukan milik HTI.  Menurut Ismail, bendera yang ada di dalam video pembakaran bendera oleh Banser NU adalah Ar-Rayah. "Jadi itu bukan bendera. Ar-Rayah cirinya tulisan putih dan latar belakang bendera hitam. Ada lagi Al-Liwa tulisan hitam benderanya putih," ucap Ismail kepada Tirto.id hari Selasa (23/10/2018).

Kesadaran masyarakat dengan melek media kini tidak dapat ditangguhkan, HTI hanyalah ormas yang mengenalkan kembali bendera kaum muslimin, Al Liwa Dan Ar royah yang justru harusnya menjadi kebanggaan dan pemersatu Umat Islam.  Ujungnya, aksi pembakaran bendera oleh oknum Banser tersebut telah  menuai balasan dengan aksi pawai akbar lintas ormas di berbagai penjuru kota di Indonesia.  Nampak jelas bahwa ghiroh jihad itu belum luntur dari dada kaum muslimin.

Geliat Umat Muslim yang marah atas pembakaran bendera tersebut tentu saja tak berjalan mulus bak tol suramadu. Ada harga yang perlu dibayar dengan airmata para relawan yang turut andil dalam aksi tersebut. Begitu terpampang nyata, bahwa aksi solidaritas Umat Islam Tak luput dari  jegalan jegalan penguasa. Mulai dari penolakan izin, atau bahkan meremehkan suara Umat Muslim, seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, beliau menilai tidak perlu ada aksi bela tauhid jilid II pada Jumat 2 November 2018 ini. Alasannya, saat ini Indonesia masih dirundung sejumlah bencana. (VIVA.id).

Kerusuhan-kerusuhan juga timbul dibeberapa kota, namun sayangnya aparat melakukan pembiaran atas keonaran yang 'disengaja' terjadi di tengah tengah aksi massa.  Pelarangan berpola initimbul lantaran pihak aparat enggan memberikan pengamanan dengan alasan kekhawatiran suasana tidak kondusif, Ada kejanggalan disini, bagaimana mungkin aparat tau kondisi bakal tidal kondusif?  

Sementara aksi saja belum dimulai. Sebagai penegak hukum sudah pasti mampu memperkirakan massa seperti apa yang hadir dalam aksi damai? Jika dengan mata tertutup saja tentu mudah ditebak, masanya seluruh kaum muslimin! Yang sudah pasti tidak hanya tua,muda,wanita,anak anak, namun siapa saja yang di dadanya tertancap keimanan Islam.

Pertanyaannya, apakah membela agama dan memperjuangkan syariah adalah sebuah kesalahan? Dimana mitos kebebasan berpendapat jika aparat tidak berlaku sebagai payung pelindung masyarakat?  Nampak jelas, apa saja bentuk aspirasi dari rakyat yang melawan atau mengusik kepentingan domain penguasa, maka saat ini tidak berlaku lagi Negara hokum.  Melainkan sebuah Negara berdasarkan kekuasaan. yang sangat  mudah ditunggangi oleh  berbagai kepentingan, dan hal tersebut adalah lonceng kematian bagi rakyat yang sejatinya sudah kehilanganan pelindung hukum.

 

Iman dan ukhuwah : kekuatan yang ditakuti

Sungguh Buya Hamka pernah berkata “Jika diam saat agamamu dihina, gantilah bajumu dengan kain kafan”. Kalimat ini benarlah adanya.  Seorang yang beriman, hatinya hidup.  Dia akan punya rasa cemburu  (ghiroh) yang merupakan konsekunsi dari imannya kepada Islam.  Dan sebaliknya, jika dia anteng melihat penodaan agama berdalih kebencian pada salah satu ormas, dikhawatirkan hatinya telah mati. Imannya telah sirna, terbawa arus propaganda  dan fitnah yang didukung kekuasaan yang ada. Ya, bagaimana bisa dikatakan beriman ketika mereka membakar sebuah bendera yang di atasnya tertulis lafaz tauhid ?

Iman memang harus dibangun dengan kesadaran dan pemahaman yang kuat.  Tak bisa hanya didoktrin.  Sehingga siapa pun dia tak mudah disetir atau diarahkan untuk mebenci sebuah bendera yang –kebetulan- telah begitu sering disosialisasikan oleh suatu ormas sebagai Panji Rasul. Ar Royah (hitam) atau al Liwa’(putih).

Tak cukup masalah itu, dengan iman pula harusnya ukhuwah (Islamiyah) harus diutamakan. Biasakan bertabayyun dan mau duduk berdiskusi, jika ada perbedaan pendapat di tengah umat.  Ya tak beradab, jika main bully dan persekusi pihak yang berseberangan dengannya. Apalagi sampai main bakar dan ancaman tembak di tempat. Duh..

Tapi kejadian ini justru membuat umat Islam semakin cerdas menyikapi fakta yang ada. Tak mudah terhasut oleh propaganda jahat yang dihembuskan oleh para pembenci dakwah syariah kaffah. Mereka bisa membedakan mana yang benar-benar ikhlas berjuang untuk umat dan mana yang menjerumuskan.  Lihat saja seruan ABT 211 misalnya, yang dihadiri ribuan peserta.  Seolah ingin menunjukkan inilah kekuatan kami. Jika kami bersatu di bawah panji yang mulia ini, siapa yang bisa kalahkan? Maashaa Allah.

Perasaan bersatu karena iman ini harus terus dipupuk dan ditingkatkan, dengan adanya proses penyadaran dan pembinaan umat yang konsisten.Sesuai dengan metode dakwah Rasul, dengan membangun opini umum yang benar.  Hal ini menjawab seruan Allah : “ Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat, yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung. “ (TQS. Ali Imron : 104)

Kini,  dakwah pemikiran mulai menampakkan hasilnya. Perlahan tapi pasti, pintu kebangkitan umat mulai terlihat.  Ini adalah awal kesadaran masyarakat untuk mau berhukum kepada Islam Kaffah.  Melanjutkan kembali kehidupan Islam yang pernah menjadi peradaban gemilang selama berabad-abad lamanya.  

Allah SWT berfirman:  “Kamu adalah umat yang terbaik  (khairu ummah) yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (TQS. Ali Imron: 110). [syahid/voa-islam.com]

********

*Penulis adalah Pegiat Sekolah Bunda Sholiha, Malang

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Sabtu, 16 Feb 2019 11:33

Save The Children: 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun Akibat Perang

Save The Children: 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun Akibat Perang

Sabtu, 16 Feb 2019 09:35

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Jum'at, 15 Feb 2019 21:00

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Jum'at, 15 Feb 2019 20:18

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Jum'at, 15 Feb 2019 19:45

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Jum'at, 15 Feb 2019 09:47

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Jum'at, 15 Feb 2019 00:22

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Kamis, 14 Feb 2019 23:00

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Kamis, 14 Feb 2019 22:45

Menuduh Hoax

Menuduh Hoax

Kamis, 14 Feb 2019 22:38

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Kamis, 14 Feb 2019 21:15

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Kamis, 14 Feb 2019 20:14

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Kamis, 14 Feb 2019 20:07

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Kamis, 14 Feb 2019 19:56

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Kamis, 14 Feb 2019 19:45

Ujaran Kebencian

Ujaran Kebencian

Kamis, 14 Feb 2019 19:36

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

Kamis, 14 Feb 2019 17:15

X Files

X Files

Kamis, 14 Feb 2019 17:00

Yang Gaji Kamu Siapa?

Yang Gaji Kamu Siapa?

Kamis, 14 Feb 2019 15:20

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Kamis, 14 Feb 2019 14:20


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X