Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.290 views

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Oleh: Roni Tabroni

Paradok sejarah terkadang membuat bingung para ahli warisnya. Ketiadaan menjadi menarik dibicarakan karena problem kejujuran dari para pelakunya dalam memotret sebuah realita.

Tidak terlalu lasut jika orang beranggapan bahwa sejarah merupakan rangakain ceritera para pemenang. Sedangkan pecundang atau musuh yang ada di seberang akan bersusah payah memahat kisahnya sendiri di bawah ancama sebuah rezim yang siap membungkam kapan saja.

Para sejarawan yang jujur pasti akan kesal dengan kondisi ini. Sebab narasi peradaban tidak mungkin dipenggal berdasarkan kepentingan subjektif. Keberadaan unsur politik dalam merangkai narasi yang bersambung tidak elok jika harus terputus karena tabrakan dengan keinginan sang "bapak".

Dalam skala global seorang sejarawan kenamaan dari Irak Jawwad Ali begitu menyesalkan, ketika tahu bahwa betapa miskinnya kita karena tidak memiliki litelatur dan bukti sejarah yang komprehensif tengang apa yang sebut Jahiliah. Ali dalam buku "Sejarah Arab Sebelum Islam" jilid pertamanya begitu kecewa, mengapa para sejarawan dahulu begitu tidak pedulinya tentang ceritera Jahiliah. Termasuk sejarawan Islam.

Bahkan secara umum, kita pun tidak memiliki catatan dan referensi yang cukup untuk mengenal masyarakat Jahiliah. Hanya karena disebut abad kegelapan, maka begitu naifnya masyarakat Arab pun tidak mau mencatatkannya. Sebuah subjektifitas keagamaan yang berlebihan karena merasa sejak datang Islam lah sebuah peradaban patut dipelajari.

Bahkan jika kita buka buku "History of the Arabs" yang ditulis Philip K. Kitti, kita pun sulit menemukan sejarah Jahiliah. Buku yang hampir mencapai 1000 halaman ini nihil untuk mencatatakan sebuah penggalan sejarah yang harusnya ada. Maka Jawwad Ali menyebutnya sebagai "Sejarah Jahiliah yang Diabaikan". Untuk itu Ali menyerukan untuk mencatatkannya lagi semaksimal mungkin sebagai pelajaran begi manusia di bumi ini.

Kekosongan sejarah berawal dari subjektifitas para pencatatanya untuk mengabaikan sebuah peristiwa atau penggalan ceritera secara sengaja. Yang dirugikan sebenarnya bukan hanya bagi para pelakunya, tetapi juga para ahli waris peradaban, karena tidak dapat menginputnya dalam memori mereka tentang peristiwa yang terjadi di masa lampau.

Maka penyesalan kita atas tenggelamnya pers nasional dalam peristiwa 212, merupakan kepedulian atas warisan sejarah itu. Pers nasional (kecuali satu-dua) begitu abai terhadap salah satu value dalam berita yaitu keluar biasaan. Terlalu mencolok untuk menutup mata publik dari peristiwa yang sangat transparan ini.

Abad informasi yang lebih mendekatkan mata dan telinga publik, kemudian setiap peristiwa dapat dilihat bak aquarium, tidak ada yang bisa ditutp-tutupi. Maka keengganan pers nasional dalam mengabarkan sebuah peristiwa yang luar biasa merupakan pengecualian dari semua teori dan praktek jurnalisme tanah air.

Berkumpulnya manusia di satu titik dengan jumlah jutaan (apapaun tujuannya) merupakan sebuah peristiwa yang luar biasa. Jumlah manusia sebesar itu sudah lebih dari cukup untuk "memfatwakan" teori jurnalistik bahwa itu layak menjadi berita utama.

Seorang dosen jurnalistik akan terpukul dengan ilmunya sendiri jika mengatakan itu tidak layak baik jadi berita. Terlebih jika kumpulan orang banyak itu melakukan hal yang inspiratif dan tidak biasa. Sebab umumnya orang menyampaikan pendapat dalam jumlah puluhan saja, sudah "seksi" bagi para pencari berita.

Husnudzonnya, saya yakin bahwa di antara jutaan manusia di bilangan monas dan sekitarnya di sana bertaburan wartawan dalam dan luar begeri. Mereka adalah wartawan cetak, elektronik dan online. Di sana juga banyak wartawan yang sudah memenuhi kualifikiasi wartawan muda, madya, maupun utama. Walaupun awalnya sebagian tidak bermaksud meliput, ketika melihata kenyataan di lapangan, seorang wartawan instingnya langsung on. Apalagi yang dengan sengaja akan hadir dan merekam peristiwa yang menakjubkan itu.

Sayangnya, dalam tradisi media maenstream, juru warta (yang ada di lapangan) bukanlah penentu apakah berita itu naik atau tidak. Mereka pun belum tentu memiliki daya paksa terhadap redaktur terlebih kepada Pimrednya bahwa apa yang diliputnya harus menjadi bagian dari kabar yang akan dinikmati pembaca atau pemirsa.

Maka di sini kita harus paham bahwa kerja kolektif dalam struktur kerja media maenstream tetap berlaku. Jika salah satu bagian tidak merestui peristiwa 212 itu jadi berita, maka wartawan menulis pakai tinda darah pun, berita itu tidak akan naik. Apalagi jika sang pemilik sudah tidak merestui, jika tim redaksi tidak mau ambil resiko dengan karir jurnalistiknya maka dia akan memasukkan berita itu ke laci meja atau lemari es. Tidak ada yang dikabarkan dan semuanya dingin saja, seolah-olah tidak ada peristiwa apapun.

Kejengkelan kita terhadap minimnya media nasional dalam memberitakan peristiwa 212 bukan hanya menjadi kenaifan jagat jurnalistik tanah air, tetapi juga menjadi problem sejarah yang serius.

Apapun alasannya, mengabaikan peristiwa bersejarah akan disesali kemudian hari. Bahkan bisa jadi generasi mendatang mencaci kita yang tidak mencatatkan perjalanan sejarahnya dengan baik, karena akhirnya mereka kehilangan rantai sejarah yang seharusnya tersambung.

Bagaimanapun reuni 212 tidak bisa dipisahkan dengan peristiwa ke belakang dan ke depannya. Dalam konteks inilah mungkin kita sedih dengan dunia pers hari ini, karena kerja jurnalistik didasarkan pada suka dan tidak suka, tidak dilandasi pada fungsinya itu sendiri.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Sabtu, 16 Feb 2019 11:33

Save The Children: 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun Akibat Perang

Save The Children: 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun Akibat Perang

Sabtu, 16 Feb 2019 09:35

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Jum'at, 15 Feb 2019 21:00

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Jum'at, 15 Feb 2019 20:18

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Jum'at, 15 Feb 2019 19:45

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Jum'at, 15 Feb 2019 09:47

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Jum'at, 15 Feb 2019 00:22

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Kamis, 14 Feb 2019 23:00

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Kamis, 14 Feb 2019 22:45

Menuduh Hoax

Menuduh Hoax

Kamis, 14 Feb 2019 22:38

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Kamis, 14 Feb 2019 21:15

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Kamis, 14 Feb 2019 20:14

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Kamis, 14 Feb 2019 20:07

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Kamis, 14 Feb 2019 19:56

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Kamis, 14 Feb 2019 19:45

Ujaran Kebencian

Ujaran Kebencian

Kamis, 14 Feb 2019 19:36

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

Kamis, 14 Feb 2019 17:15

X Files

X Files

Kamis, 14 Feb 2019 17:00

Yang Gaji Kamu Siapa?

Yang Gaji Kamu Siapa?

Kamis, 14 Feb 2019 15:20

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Kamis, 14 Feb 2019 14:20


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X