Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.467 views

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Oleh: Roni Tabroni

Paradok sejarah terkadang membuat bingung para ahli warisnya. Ketiadaan menjadi menarik dibicarakan karena problem kejujuran dari para pelakunya dalam memotret sebuah realita.

Tidak terlalu lasut jika orang beranggapan bahwa sejarah merupakan rangakain ceritera para pemenang. Sedangkan pecundang atau musuh yang ada di seberang akan bersusah payah memahat kisahnya sendiri di bawah ancama sebuah rezim yang siap membungkam kapan saja.

Para sejarawan yang jujur pasti akan kesal dengan kondisi ini. Sebab narasi peradaban tidak mungkin dipenggal berdasarkan kepentingan subjektif. Keberadaan unsur politik dalam merangkai narasi yang bersambung tidak elok jika harus terputus karena tabrakan dengan keinginan sang "bapak".

Dalam skala global seorang sejarawan kenamaan dari Irak Jawwad Ali begitu menyesalkan, ketika tahu bahwa betapa miskinnya kita karena tidak memiliki litelatur dan bukti sejarah yang komprehensif tengang apa yang sebut Jahiliah. Ali dalam buku "Sejarah Arab Sebelum Islam" jilid pertamanya begitu kecewa, mengapa para sejarawan dahulu begitu tidak pedulinya tentang ceritera Jahiliah. Termasuk sejarawan Islam.

Bahkan secara umum, kita pun tidak memiliki catatan dan referensi yang cukup untuk mengenal masyarakat Jahiliah. Hanya karena disebut abad kegelapan, maka begitu naifnya masyarakat Arab pun tidak mau mencatatkannya. Sebuah subjektifitas keagamaan yang berlebihan karena merasa sejak datang Islam lah sebuah peradaban patut dipelajari.

Bahkan jika kita buka buku "History of the Arabs" yang ditulis Philip K. Kitti, kita pun sulit menemukan sejarah Jahiliah. Buku yang hampir mencapai 1000 halaman ini nihil untuk mencatatakan sebuah penggalan sejarah yang harusnya ada. Maka Jawwad Ali menyebutnya sebagai "Sejarah Jahiliah yang Diabaikan". Untuk itu Ali menyerukan untuk mencatatkannya lagi semaksimal mungkin sebagai pelajaran begi manusia di bumi ini.

Kekosongan sejarah berawal dari subjektifitas para pencatatanya untuk mengabaikan sebuah peristiwa atau penggalan ceritera secara sengaja. Yang dirugikan sebenarnya bukan hanya bagi para pelakunya, tetapi juga para ahli waris peradaban, karena tidak dapat menginputnya dalam memori mereka tentang peristiwa yang terjadi di masa lampau.

Maka penyesalan kita atas tenggelamnya pers nasional dalam peristiwa 212, merupakan kepedulian atas warisan sejarah itu. Pers nasional (kecuali satu-dua) begitu abai terhadap salah satu value dalam berita yaitu keluar biasaan. Terlalu mencolok untuk menutup mata publik dari peristiwa yang sangat transparan ini.

Abad informasi yang lebih mendekatkan mata dan telinga publik, kemudian setiap peristiwa dapat dilihat bak aquarium, tidak ada yang bisa ditutp-tutupi. Maka keengganan pers nasional dalam mengabarkan sebuah peristiwa yang luar biasa merupakan pengecualian dari semua teori dan praktek jurnalisme tanah air.

Berkumpulnya manusia di satu titik dengan jumlah jutaan (apapaun tujuannya) merupakan sebuah peristiwa yang luar biasa. Jumlah manusia sebesar itu sudah lebih dari cukup untuk "memfatwakan" teori jurnalistik bahwa itu layak menjadi berita utama.

Seorang dosen jurnalistik akan terpukul dengan ilmunya sendiri jika mengatakan itu tidak layak baik jadi berita. Terlebih jika kumpulan orang banyak itu melakukan hal yang inspiratif dan tidak biasa. Sebab umumnya orang menyampaikan pendapat dalam jumlah puluhan saja, sudah "seksi" bagi para pencari berita.

Husnudzonnya, saya yakin bahwa di antara jutaan manusia di bilangan monas dan sekitarnya di sana bertaburan wartawan dalam dan luar begeri. Mereka adalah wartawan cetak, elektronik dan online. Di sana juga banyak wartawan yang sudah memenuhi kualifikiasi wartawan muda, madya, maupun utama. Walaupun awalnya sebagian tidak bermaksud meliput, ketika melihata kenyataan di lapangan, seorang wartawan instingnya langsung on. Apalagi yang dengan sengaja akan hadir dan merekam peristiwa yang menakjubkan itu.

Sayangnya, dalam tradisi media maenstream, juru warta (yang ada di lapangan) bukanlah penentu apakah berita itu naik atau tidak. Mereka pun belum tentu memiliki daya paksa terhadap redaktur terlebih kepada Pimrednya bahwa apa yang diliputnya harus menjadi bagian dari kabar yang akan dinikmati pembaca atau pemirsa.

Maka di sini kita harus paham bahwa kerja kolektif dalam struktur kerja media maenstream tetap berlaku. Jika salah satu bagian tidak merestui peristiwa 212 itu jadi berita, maka wartawan menulis pakai tinda darah pun, berita itu tidak akan naik. Apalagi jika sang pemilik sudah tidak merestui, jika tim redaksi tidak mau ambil resiko dengan karir jurnalistiknya maka dia akan memasukkan berita itu ke laci meja atau lemari es. Tidak ada yang dikabarkan dan semuanya dingin saja, seolah-olah tidak ada peristiwa apapun.

Kejengkelan kita terhadap minimnya media nasional dalam memberitakan peristiwa 212 bukan hanya menjadi kenaifan jagat jurnalistik tanah air, tetapi juga menjadi problem sejarah yang serius.

Apapun alasannya, mengabaikan peristiwa bersejarah akan disesali kemudian hari. Bahkan bisa jadi generasi mendatang mencaci kita yang tidak mencatatkan perjalanan sejarahnya dengan baik, karena akhirnya mereka kehilangan rantai sejarah yang seharusnya tersambung.

Bagaimanapun reuni 212 tidak bisa dipisahkan dengan peristiwa ke belakang dan ke depannya. Dalam konteks inilah mungkin kita sedih dengan dunia pers hari ini, karena kerja jurnalistik didasarkan pada suka dan tidak suka, tidak dilandasi pada fungsinya itu sendiri.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Umat Islam Bali Kembali Semarakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Umat Islam Bali Kembali Semarakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Senin, 22 Apr 2019 02:24

Lembaga Survei Ditentang karena Berpolitik

Lembaga Survei Ditentang karena Berpolitik

Senin, 22 Apr 2019 01:45

Samakah Perlakuan Dunia Jika Masjid Al-Aqsa Terbakar Sebagaimana Notre Dame!?

Samakah Perlakuan Dunia Jika Masjid Al-Aqsa Terbakar Sebagaimana Notre Dame!?

Senin, 22 Apr 2019 00:30

Lembaga Survei Merusak Demokrasi?

Lembaga Survei Merusak Demokrasi?

Ahad, 21 Apr 2019 23:45

Hari Kartini, Narasi Feminisme dan Upaya Pengaburan Sejarah

Hari Kartini, Narasi Feminisme dan Upaya Pengaburan Sejarah

Ahad, 21 Apr 2019 23:13

Tidak Ada Tertulis di UU Polisi Pegang Salinan C1

Tidak Ada Tertulis di UU Polisi Pegang Salinan C1

Ahad, 21 Apr 2019 22:45

IS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Serangan di Kementerian Komunikasi Afghanistan di Kabul

IS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Serangan di Kementerian Komunikasi Afghanistan di Kabul

Ahad, 21 Apr 2019 22:15

Demokrasi dan Kebobrokan Pemilu Seharga 25 Triliun

Demokrasi dan Kebobrokan Pemilu Seharga 25 Triliun

Ahad, 21 Apr 2019 21:45

Kosovo Pulangkan 110 Warganya dari Zona Perang Suriah

Kosovo Pulangkan 110 Warganya dari Zona Perang Suriah

Ahad, 21 Apr 2019 21:45

Sebut Idiot Ahmad Dhani Dipenjara, Bagaimana dengan Istri Andre Taulany yang Sebut Sinting?

Sebut Idiot Ahmad Dhani Dipenjara, Bagaimana dengan Istri Andre Taulany yang Sebut Sinting?

Ahad, 21 Apr 2019 21:07

Pihak Berwenang Sudan Tahan Anggota Partai Presiden Terguling Omar Al-Bashir

Pihak Berwenang Sudan Tahan Anggota Partai Presiden Terguling Omar Al-Bashir

Ahad, 21 Apr 2019 21:00

Politisi Demokrat Gelorakan People Power

Politisi Demokrat Gelorakan People Power

Ahad, 21 Apr 2019 20:45

Fahri ke Lembaga Survei: Jangan Ikut Tendang Bola

Fahri ke Lembaga Survei: Jangan Ikut Tendang Bola

Ahad, 21 Apr 2019 19:45

Polisi Baca UU, bukan Baca Politik

Polisi Baca UU, bukan Baca Politik

Ahad, 21 Apr 2019 18:45

Menipu Pilpres 2019 dengan Software Lama

Menipu Pilpres 2019 dengan Software Lama

Ahad, 21 Apr 2019 18:45

Ustaz Yusuf Mansur Potong Foto Kolase Dirinya dengan UAS dan Aa Gym

Ustaz Yusuf Mansur Potong Foto Kolase Dirinya dengan UAS dan Aa Gym

Ahad, 21 Apr 2019 18:24

Safari Dakwah Ustaz Rifky Ja’far Bin Thalib  di Bali, Bedah Tema “Kesalahan Penuntut Ilmu”

Safari Dakwah Ustaz Rifky Ja’far Bin Thalib di Bali, Bedah Tema “Kesalahan Penuntut Ilmu”

Ahad, 21 Apr 2019 17:55

Sebut Prabowo Sinting, Istri Komedian Andre Taulany Dilaporkan Polisi

Sebut Prabowo Sinting, Istri Komedian Andre Taulany Dilaporkan Polisi

Ahad, 21 Apr 2019 16:42

Pakistan Minta Iran Tindak Gerilyawan yang Berada di Balik Pembunuhan 14 Orang di Baluchistan

Pakistan Minta Iran Tindak Gerilyawan yang Berada di Balik Pembunuhan 14 Orang di Baluchistan

Ahad, 21 Apr 2019 15:45

137 Orang Tewas Akibat Ledakan di Hotel-hotel Kelas Atas dan Gereja di Sri Lanka

137 Orang Tewas Akibat Ledakan di Hotel-hotel Kelas Atas dan Gereja di Sri Lanka

Ahad, 21 Apr 2019 15:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X