Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.293 views

2019, Siapa Yang Menang?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Berulangkali saya dapat pertanyaan: pilpres 2019, siapa yang akan menang? Baru kali ini saya agak sulit menjawab. Kedua Paslon punya peluang menang. Kok bisa? Bukankah elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di atas Prabowo-Sandi? Betul. Tapi, masih ada empat bulan. Dalam empat bulan, semua kemungkinan bisa terjadi.

Kenapa saya sulit menjawab? Pertama, waktu masih cukup lama. Tapi bukan itu alasan utamanya. Soal waktu, itu hanya variabel sekunder. Kedua, variabel yang tersedia pada Paslon hampir semuanya lemah. Gak ada yang menonjol dan kuat untuk dijadikan penentu kemenangan.

Jokowi-Ma'ruf sementara unggul. Tapi, tiga bulan ini elektabilitasnya cenderung turun. Apa faktornya? Pertama, kesulitan ekonomi. Rakyat sudah mulai ngeluh soal harga kebutuhan pokok. Mereka tak peduli berapa harga dolar. Yang mereka tahu berapa harga kebutuhan pokok. Susah, mereka teriak. Fakta ini yang membuat elektabilitas Jokowi turun. Kedua, soal komunikasi politik. Paslon dan timnya Jokowi-Ma'ruf sering blunder. Ma'ruf Amin bilang Oktober mobil Esemka diproduksi. Ternyata meleset. Tidak hanya itu, pola menyerang Ma'ruf Amin ikut berkontribusi terhadap turunnya elektabilitas.

Begitu juga dengan Jokowi. Pola pencitraan yang di tahun 2014 jadi "brand", tak lagi banyak berpengaruh. Framing kesuksesan infrastruktur berhadapan dengan banyak kegagalan pemerintah. Belum lagi narasi Jokowi yang juga mulai tak terkontrol. Kata "sontoloyo", "genderuwo" dan "tabok" adalah bukti lemahnya komunikasi politik Jokowi.

Di sisi lain, kerja keras Prabowo-Sandi yang blusukan ke pesantren, pedagang kecil, mall, pabrik-pabrik dan pelosok-pelosok desa seolah mulai menyentuh hati rakyat. Kampanye model ini tampaknya cukup efektif. Elektabilitas Prabowo-Sandi naik signifikan. Belum lagi kekuatan umat yang mulai terkonsolidasi secara militan, terutama pasca Reuni 212. Kita akan lihat sebesar apa signifikansi Reuni 212 terhadap elektabilitas Prabowo-Sandi? Juga bagaimana mesin politik umat terkonsolidasi. Di Pilgub Jawa Tengah dan Jawa Barat terbukti signifikan. Melihat jumlah yang hadir di reuni 212 2 Desember lalu, spirit dan militansi umat sepertinya memberi harapan.

Ada satu hal yang tetap harus dijaga oleh tim Prabowo-Sandi. Apa itu? Cara berkomunikasi Prabowo. Karakter Prabowo yang polos, apa adanya dan ceplas-ceplos, sering memancing tim lawan untuk menggorengnya. "Tampang Boyolali" adalah salah satunya. Meski tidak separah Jokowi-Ma'ruf. Tapi jika pola komunikasi semacam ini tidak dikontrol, akan berpotensi menghambat laju kenaikan elektabilitas Prabowo-Sandi.

Bagaimana soal visi, misi dan program kedua paslon? Ini bukan variabel penentu kemenangan. Ironis ya? Begitulah adanya. Kecuali bagi sebagian kecil kaum berpendidikan dan masyarakat perkotaan. Kalah menang lebih banyak ditentukan oleh citra dan cara bicara Paslon. Begitulah kualitas demokrasi kita. Baru selevel itu.

Demokrasi yang cenderung abai dan sepi dari eksplorasi visi, misi dan gagasan disebabkan pertama, menguatnya pragmatisme politik yang mendominasi seluruh ruang demokrasi. Kedua, melemahnya fungsi pers sebagai social and power control, balancing dan educating. Ketiga, absennya kaum intelektual. Tampak sekali, demokrasi kita berjalan ke arah yang makin tersesat. Itulah faktanya.

Kembali soal menang-kalah, Januari, atau maksimal Pebruari, baru bisa diraba. Jika selisih suara kedua Paslon di bawah empat persen, maka diprediksi Jokowi-Ma'ruf kalah. Prabowo-Sandi yang akan menjadi pemenang. Bagaimana menganalisisnya? Selisih di bawah empat persen, berarti elektabilitas Jokowi-Ma'ruf anjlok. Turun bebas. Sementara Prabowo-Sandi naik drastis. Waktu tersisa dua bulan cukup untuk menyalip. Kalau sudah begitu, maka donatur, media dan dukungan luar negeri hampir pasti berbalik. Akan ada gelombang pendukung yang meninggalkan Jokowi-Ma'ruf. Dan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf akan semakin terjun bebas. Situasi ini akan memicu kepanikan. Semakin panik, maka akan semakin produktif menciptakan blunder politik.

Jika media saat ini, meminjam istilahnya Rocky Gerung, "terpaksa" berperan jadi humas kekuasaan, maka bulan Pebruari bisa berbalik, dan akan sangat kritis terhadap kekuasaan. Sandera dan tekanan tak lagi mempan.

Begitu juga rakyat yang anti rezim. Mereka akan semakin berani, berenergi dan menguatkan konsolidasi untuk melakukan perlawanan politik yang lebih massif. Termasuk mereka yang selama ini merasa jadi korban sandera, intimidasi, persekusi dan kriminalisasi. Akan ada akumulasi kekecewaan yang berubah jadi konsolidasi politik yang sangat kuat perlawanannya. Boleh jadi, saat itu akan terjadi "eforia" perlawanan. Mirip Pilgub DKI 2017 silam.

Jika eksodus pemilih terjadi, maka partai politik kemungkinan akan ikut beradaptasi. Sejumlah parpol pendukung Jokowi diprediksi akan membelot. Tidak akan menyatakan tarik dukungan. Cukup mereka kampanye: "Pilih Prabowo-Sandi dan caleg kami". Lalu caleg-caleg Golkar, PKB dan PPP memasang baliho, mendampingkan  fotonya dengan gambar Prabowo-Sandi.  Ini bisa terjadi jika elektabilitas kedua capres-cawapres sudah berimbang.

Tapi, jika selisih suara antara kedua Paslon kisaran sepuluh persen, sulit bagi Prabowo-Sandi mengejarnya. Peluang kalah akan lebih besar. Waktu tersisa dua bulan tak cukup untuk melampauinya. Kecuali ada peristiwa besar yang bisa membalik situasi. Itu sangat kecil kemungkinannya.

Namun jika selisih Paslon kisaran empat sampai lima persen, persaingan akan sangat ketat. Maka faktor kemenangan akan ditentukan oleh pertama, debat kandidat. Kedua, siapa yang paling bisa mengontrol blunder. Ketiga, sejauh mana konsolidasi umat pendukung Prabowo-Sandi bisa mengoptimalkan mesin politiknya. Keempat, bagaimana citra Sandi dan program ekonominya mampu menarik simpatik pemilih. Kelima, seefektif apa Jokowi menggunakan fasilitas dan akses kekuasaan untuk mengambil suara pemilih.

Tanda-tanda bahwa Jokowi tergoda untuk menggunakan alat kekuasaan sudah mulai "terindikasi". Peran aparat dan birokrat sudah bisa dibaca. Terkini, viral video seorang bupati di Jawa Barat berkampanye di hadapan seluruh camat, lurah, ketua RW dan ketua RT. Meski publik sudah memprediksi sebelumnya bahwa ini akan terjadi. Bagaimana para simpatisan dan pendukung Prabowo-Sandi mengontrol ini, akan sangat berpengaruh. Selain kontrol terhadap DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan proses pencoblosan. Jika upaya yang dianggap sebagai "kecurangan" selalu bisa dikontrol, ini akan jadi faktor pengamanan suara bagi Prabowo-Sandi.

Belum terjawab juga ya? Sudah dibilang: tunggu Januari, atau paling telat Pebruari. Gak sabaran amat! [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 11/12/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Umat Islam Bali Kembali Semarakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Umat Islam Bali Kembali Semarakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Senin, 22 Apr 2019 02:24

Lembaga Survei Ditentang karena Berpolitik

Lembaga Survei Ditentang karena Berpolitik

Senin, 22 Apr 2019 01:45

Samakah Perlakuan Dunia Jika Masjid Al-Aqsa Terbakar Sebagaimana Notre Dame!?

Samakah Perlakuan Dunia Jika Masjid Al-Aqsa Terbakar Sebagaimana Notre Dame!?

Senin, 22 Apr 2019 00:30

Lembaga Survei Merusak Demokrasi?

Lembaga Survei Merusak Demokrasi?

Ahad, 21 Apr 2019 23:45

Hari Kartini, Narasi Feminisme dan Upaya Pengaburan Sejarah

Hari Kartini, Narasi Feminisme dan Upaya Pengaburan Sejarah

Ahad, 21 Apr 2019 23:13

Tidak Ada Tertulis di UU Polisi Pegang Salinan C1

Tidak Ada Tertulis di UU Polisi Pegang Salinan C1

Ahad, 21 Apr 2019 22:45

IS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Serangan di Kementerian Komunikasi Afghanistan di Kabul

IS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Serangan di Kementerian Komunikasi Afghanistan di Kabul

Ahad, 21 Apr 2019 22:15

Demokrasi dan Kebobrokan Pemilu Seharga 25 Triliun

Demokrasi dan Kebobrokan Pemilu Seharga 25 Triliun

Ahad, 21 Apr 2019 21:45

Kosovo Pulangkan 110 Warganya dari Zona Perang Suriah

Kosovo Pulangkan 110 Warganya dari Zona Perang Suriah

Ahad, 21 Apr 2019 21:45

Sebut Idiot Ahmad Dhani Dipenjara, Bagaimana dengan Istri Andre Taulany yang Sebut Sinting?

Sebut Idiot Ahmad Dhani Dipenjara, Bagaimana dengan Istri Andre Taulany yang Sebut Sinting?

Ahad, 21 Apr 2019 21:07

Pihak Berwenang Sudan Tahan Anggota Partai Presiden Terguling Omar Al-Bashir

Pihak Berwenang Sudan Tahan Anggota Partai Presiden Terguling Omar Al-Bashir

Ahad, 21 Apr 2019 21:00

Politisi Demokrat Gelorakan People Power

Politisi Demokrat Gelorakan People Power

Ahad, 21 Apr 2019 20:45

Fahri ke Lembaga Survei: Jangan Ikut Tendang Bola

Fahri ke Lembaga Survei: Jangan Ikut Tendang Bola

Ahad, 21 Apr 2019 19:45

Polisi Baca UU, bukan Baca Politik

Polisi Baca UU, bukan Baca Politik

Ahad, 21 Apr 2019 18:45

Menipu Pilpres 2019 dengan Software Lama

Menipu Pilpres 2019 dengan Software Lama

Ahad, 21 Apr 2019 18:45

Ustaz Yusuf Mansur Potong Foto Kolase Dirinya dengan UAS dan Aa Gym

Ustaz Yusuf Mansur Potong Foto Kolase Dirinya dengan UAS dan Aa Gym

Ahad, 21 Apr 2019 18:24

Safari Dakwah Ustaz Rifky Ja’far Bin Thalib  di Bali, Bedah Tema “Kesalahan Penuntut Ilmu”

Safari Dakwah Ustaz Rifky Ja’far Bin Thalib di Bali, Bedah Tema “Kesalahan Penuntut Ilmu”

Ahad, 21 Apr 2019 17:55

Sebut Prabowo Sinting, Istri Komedian Andre Taulany Dilaporkan Polisi

Sebut Prabowo Sinting, Istri Komedian Andre Taulany Dilaporkan Polisi

Ahad, 21 Apr 2019 16:42

Pakistan Minta Iran Tindak Gerilyawan yang Berada di Balik Pembunuhan 14 Orang di Baluchistan

Pakistan Minta Iran Tindak Gerilyawan yang Berada di Balik Pembunuhan 14 Orang di Baluchistan

Ahad, 21 Apr 2019 15:45

137 Orang Tewas Akibat Ledakan di Hotel-hotel Kelas Atas dan Gereja di Sri Lanka

137 Orang Tewas Akibat Ledakan di Hotel-hotel Kelas Atas dan Gereja di Sri Lanka

Ahad, 21 Apr 2019 15:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X