Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.179 views

2019, Siapa Yang Menang?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Berulangkali saya dapat pertanyaan: pilpres 2019, siapa yang akan menang? Baru kali ini saya agak sulit menjawab. Kedua Paslon punya peluang menang. Kok bisa? Bukankah elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di atas Prabowo-Sandi? Betul. Tapi, masih ada empat bulan. Dalam empat bulan, semua kemungkinan bisa terjadi.

Kenapa saya sulit menjawab? Pertama, waktu masih cukup lama. Tapi bukan itu alasan utamanya. Soal waktu, itu hanya variabel sekunder. Kedua, variabel yang tersedia pada Paslon hampir semuanya lemah. Gak ada yang menonjol dan kuat untuk dijadikan penentu kemenangan.

Jokowi-Ma'ruf sementara unggul. Tapi, tiga bulan ini elektabilitasnya cenderung turun. Apa faktornya? Pertama, kesulitan ekonomi. Rakyat sudah mulai ngeluh soal harga kebutuhan pokok. Mereka tak peduli berapa harga dolar. Yang mereka tahu berapa harga kebutuhan pokok. Susah, mereka teriak. Fakta ini yang membuat elektabilitas Jokowi turun. Kedua, soal komunikasi politik. Paslon dan timnya Jokowi-Ma'ruf sering blunder. Ma'ruf Amin bilang Oktober mobil Esemka diproduksi. Ternyata meleset. Tidak hanya itu, pola menyerang Ma'ruf Amin ikut berkontribusi terhadap turunnya elektabilitas.

Begitu juga dengan Jokowi. Pola pencitraan yang di tahun 2014 jadi "brand", tak lagi banyak berpengaruh. Framing kesuksesan infrastruktur berhadapan dengan banyak kegagalan pemerintah. Belum lagi narasi Jokowi yang juga mulai tak terkontrol. Kata "sontoloyo", "genderuwo" dan "tabok" adalah bukti lemahnya komunikasi politik Jokowi.

Di sisi lain, kerja keras Prabowo-Sandi yang blusukan ke pesantren, pedagang kecil, mall, pabrik-pabrik dan pelosok-pelosok desa seolah mulai menyentuh hati rakyat. Kampanye model ini tampaknya cukup efektif. Elektabilitas Prabowo-Sandi naik signifikan. Belum lagi kekuatan umat yang mulai terkonsolidasi secara militan, terutama pasca Reuni 212. Kita akan lihat sebesar apa signifikansi Reuni 212 terhadap elektabilitas Prabowo-Sandi? Juga bagaimana mesin politik umat terkonsolidasi. Di Pilgub Jawa Tengah dan Jawa Barat terbukti signifikan. Melihat jumlah yang hadir di reuni 212 2 Desember lalu, spirit dan militansi umat sepertinya memberi harapan.

Ada satu hal yang tetap harus dijaga oleh tim Prabowo-Sandi. Apa itu? Cara berkomunikasi Prabowo. Karakter Prabowo yang polos, apa adanya dan ceplas-ceplos, sering memancing tim lawan untuk menggorengnya. "Tampang Boyolali" adalah salah satunya. Meski tidak separah Jokowi-Ma'ruf. Tapi jika pola komunikasi semacam ini tidak dikontrol, akan berpotensi menghambat laju kenaikan elektabilitas Prabowo-Sandi.

Bagaimana soal visi, misi dan program kedua paslon? Ini bukan variabel penentu kemenangan. Ironis ya? Begitulah adanya. Kecuali bagi sebagian kecil kaum berpendidikan dan masyarakat perkotaan. Kalah menang lebih banyak ditentukan oleh citra dan cara bicara Paslon. Begitulah kualitas demokrasi kita. Baru selevel itu.

Demokrasi yang cenderung abai dan sepi dari eksplorasi visi, misi dan gagasan disebabkan pertama, menguatnya pragmatisme politik yang mendominasi seluruh ruang demokrasi. Kedua, melemahnya fungsi pers sebagai social and power control, balancing dan educating. Ketiga, absennya kaum intelektual. Tampak sekali, demokrasi kita berjalan ke arah yang makin tersesat. Itulah faktanya.

Kembali soal menang-kalah, Januari, atau maksimal Pebruari, baru bisa diraba. Jika selisih suara kedua Paslon di bawah empat persen, maka diprediksi Jokowi-Ma'ruf kalah. Prabowo-Sandi yang akan menjadi pemenang. Bagaimana menganalisisnya? Selisih di bawah empat persen, berarti elektabilitas Jokowi-Ma'ruf anjlok. Turun bebas. Sementara Prabowo-Sandi naik drastis. Waktu tersisa dua bulan cukup untuk menyalip. Kalau sudah begitu, maka donatur, media dan dukungan luar negeri hampir pasti berbalik. Akan ada gelombang pendukung yang meninggalkan Jokowi-Ma'ruf. Dan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf akan semakin terjun bebas. Situasi ini akan memicu kepanikan. Semakin panik, maka akan semakin produktif menciptakan blunder politik.

Jika media saat ini, meminjam istilahnya Rocky Gerung, "terpaksa" berperan jadi humas kekuasaan, maka bulan Pebruari bisa berbalik, dan akan sangat kritis terhadap kekuasaan. Sandera dan tekanan tak lagi mempan.

Begitu juga rakyat yang anti rezim. Mereka akan semakin berani, berenergi dan menguatkan konsolidasi untuk melakukan perlawanan politik yang lebih massif. Termasuk mereka yang selama ini merasa jadi korban sandera, intimidasi, persekusi dan kriminalisasi. Akan ada akumulasi kekecewaan yang berubah jadi konsolidasi politik yang sangat kuat perlawanannya. Boleh jadi, saat itu akan terjadi "eforia" perlawanan. Mirip Pilgub DKI 2017 silam.

Jika eksodus pemilih terjadi, maka partai politik kemungkinan akan ikut beradaptasi. Sejumlah parpol pendukung Jokowi diprediksi akan membelot. Tidak akan menyatakan tarik dukungan. Cukup mereka kampanye: "Pilih Prabowo-Sandi dan caleg kami". Lalu caleg-caleg Golkar, PKB dan PPP memasang baliho, mendampingkan  fotonya dengan gambar Prabowo-Sandi.  Ini bisa terjadi jika elektabilitas kedua capres-cawapres sudah berimbang.

Tapi, jika selisih suara antara kedua Paslon kisaran sepuluh persen, sulit bagi Prabowo-Sandi mengejarnya. Peluang kalah akan lebih besar. Waktu tersisa dua bulan tak cukup untuk melampauinya. Kecuali ada peristiwa besar yang bisa membalik situasi. Itu sangat kecil kemungkinannya.

Namun jika selisih Paslon kisaran empat sampai lima persen, persaingan akan sangat ketat. Maka faktor kemenangan akan ditentukan oleh pertama, debat kandidat. Kedua, siapa yang paling bisa mengontrol blunder. Ketiga, sejauh mana konsolidasi umat pendukung Prabowo-Sandi bisa mengoptimalkan mesin politiknya. Keempat, bagaimana citra Sandi dan program ekonominya mampu menarik simpatik pemilih. Kelima, seefektif apa Jokowi menggunakan fasilitas dan akses kekuasaan untuk mengambil suara pemilih.

Tanda-tanda bahwa Jokowi tergoda untuk menggunakan alat kekuasaan sudah mulai "terindikasi". Peran aparat dan birokrat sudah bisa dibaca. Terkini, viral video seorang bupati di Jawa Barat berkampanye di hadapan seluruh camat, lurah, ketua RW dan ketua RT. Meski publik sudah memprediksi sebelumnya bahwa ini akan terjadi. Bagaimana para simpatisan dan pendukung Prabowo-Sandi mengontrol ini, akan sangat berpengaruh. Selain kontrol terhadap DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan proses pencoblosan. Jika upaya yang dianggap sebagai "kecurangan" selalu bisa dikontrol, ini akan jadi faktor pengamanan suara bagi Prabowo-Sandi.

Belum terjawab juga ya? Sudah dibilang: tunggu Januari, atau paling telat Pebruari. Gak sabaran amat! [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 11/12/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Sabtu, 16 Feb 2019 11:33

Save The Children: 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun Akibat Perang

Save The Children: 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun Akibat Perang

Sabtu, 16 Feb 2019 09:35

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Jum'at, 15 Feb 2019 21:00

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Jum'at, 15 Feb 2019 20:18

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Jum'at, 15 Feb 2019 19:45

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Jum'at, 15 Feb 2019 09:47

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Jum'at, 15 Feb 2019 00:22

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Kamis, 14 Feb 2019 23:00

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Kamis, 14 Feb 2019 22:45

Menuduh Hoax

Menuduh Hoax

Kamis, 14 Feb 2019 22:38

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Kamis, 14 Feb 2019 21:15

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Kamis, 14 Feb 2019 20:14

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Kamis, 14 Feb 2019 20:07

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Kamis, 14 Feb 2019 19:56

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Kamis, 14 Feb 2019 19:45

Ujaran Kebencian

Ujaran Kebencian

Kamis, 14 Feb 2019 19:36

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

Kamis, 14 Feb 2019 17:15

X Files

X Files

Kamis, 14 Feb 2019 17:00

Yang Gaji Kamu Siapa?

Yang Gaji Kamu Siapa?

Kamis, 14 Feb 2019 15:20

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Kamis, 14 Feb 2019 14:20


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Rabu, 13/02/2019 07:14

Impian Rakyat Tol Gratis, Mungkinkah?