Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
16.935 views

Doa Memohonkan Ampunan Bagi Orang Tua

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

"Ya Tuhan kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapakku serta orang-orang mukmin yang laki-laki dan perempuan pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." (QS. Ibrahim: 41)

Dalam doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim ini terdapat tiga permintaan ampunan; yaitu permintaan ampun untuk diri sendiri, kedua orang tua, dan untuk kaum mukminin dan mukminat pada hari dihisabnya manusia untuk dibalas sesuai amal-amal mereka.

Seluruh permintaan Nabi Ibrahim ini dikabulkan oleh Allah kecuali doanya untuk bapaknya yang kafir dan memusuhi Allah 'Azza wa Jalla.

Menurut Ibnu Katsir rahimahullah, doa Nabi Ibrahim untuk kedua orang tuanya ini dipanjatkan sebelum ada perintah dari Allah untuk berlepas diri dari bapaknya.

Sebagian keterangan disebutkan, doanya ini dipanjatkan ketika keduanya sudah tiada. Sebelumnya Nabi Ibrahim berjanji akan memintakan ampun untuk ayahnya setelah mengusirnya karena tidak terima dengan dakwah Nabi Ibrahim yang dianggap menghina berhala-berhala yang dipertuhankannya. Lalu Ibrahim berkata pada bapaknya, "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku." (QS. Maryam: 47)

Syaikh Asy Syinqithi rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya, "Allah Ta'ala menerangkan dalam ayat yang mulia ini bahwa Ibrahim memintakan ampunan (maghfirah) untuk kedua orang tuanya, sedangkan dalam ayat lain bahwa permohonan ampunan untuk ayahnya ini sebelum dia mengetahui bahwa dia adalah musuh Allah. ketika tahu, maka Ibrahim berlepas diri darinya, sebagaimana firmanNya,

وَمَا كَانَ استغفار إِبْرَاهِيمَ لأَبِيهِ إِلاَّ عَن مَّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ للَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ

"Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya." (QS. Ibrahim: 114)

Bahkan dalam ayat lain, Allah menyatakan sikap Nabi Ibrahim mendoakan orang tuanya yang musyrik dan kafir tidak layak dicontoh, "Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia . . . . kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah"." (QS. Al Mumtahanah: 4)

Bahkan dalam ayat lain, Allah menyatakan sikap Nabi Ibrahim mendoakan orang tuanya yang musyrik dan kafir tidak layak dicontoh,

Kenapa tidak boleh mendoakan orang tua yang musyrik atau kafir?

Sesungguhnya doa seorang mukmin untuk sesamanya yang beriman adalah bermanfaat, di antaranya memohonkan ampun untuknya. Allah