Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
14.869 views

Kenali Beberapa Kesalahan Anda Dalam Mendidik Anak

Semua orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak. Namun dalam perjalanannya seringkali orang tua terjebak dalam kesalahan-kesalahan yang tidak mereka sadari.

Seperti dikutip Ezine, berikut beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua ketika mendidik anak:

1. Ceramah bukan diskusi
Secara psikologis, anak-anak lebih mudah mencerna jika diajak berdiskusi daripada diberi ceramah panjang lebar. Anak-anak senang diperlakukan seperti orang dewasa ketika mereka sedang bertumbuh kembang. Mereka tidak terlalu suka diatur dan dinasihati terlalu sering.

Metode berdiskusi justru bisa membuat anak percaya diri karena dipercaya untuk mengungkapkan pendapat. Selain itu, orang tua juga bisa lebih memahami sisi pandang anak. Siapa tahu, pendapat dari anak tersebut bisa membuka wawasan baru orang tua tentang suatu isu. Apalagi tentang isu-isu yang cepat berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

2. Meremehkan
Saking sibuknya, kadang orang tua sering meremehkan atau menyepelekan perubahan perilaku dari anak. Ketika anak bertumbuh kembang, melihat banyak hal, mempelajari berbagai pengalaman hidup, pelan-pelan kepribadian mereka ikut berubah. Mereka mulai bisa memilih menjadi pribadi seperti apa yang mereka inginkan.

Jangan pernah menyepelekan perubahan sekecil apapun pada anak. Usahakan untuk tetap memiliki waktu bertukar cerita dengang anak Anda. Ketahui apa yang sedang ia inginkan atau ia suka. Tanyakan juga kabar teman sekolah atau teman bermainnya. Berikan perhatian terhadap kegiatannya dan diskusikan lebih jauh tentang hal-hal yang menganggu Anda. Dengan mengenali tanda-tanda perubahan lebih awal, Anda bisa mencegah terjadinya hal-hal buruk pada anak Anda di masa datang.

3. Peraturan dan Batasan
Hal paling umum yang dilakukan orang tua saat mendidik anak adalah mengatur dan memberi batasan. Persepsi umum terhadap hal ini adalah jika anak melanggar peraturan atau batasan maka anak akan diberi hukuman. Hukuman tersebut akan membuatnya belajar tentang kedisiplinan.

Persepsi tersebut tak sepenuhnya salah tapi juga belum tentu baik. Daripada sekadar mengatur dan memberi batasan, Anda bisa memberi pengertian tentang situasi yang dimaksud dan memberi tahu efek baik dan buruknya kepada anak. Dengan begitu, anak bisa belajar mengenali mana hal yang baik dan mana yang buruk dengan sendirinya. Jika demikian, maka Anda tak perlu selalu repot dan keras tentang peraturan karena ia sudah bisa menilai sendiri mana hal yang baik dan buruk.

4. Cita-cita yang Tak Masuk Akal
Banyak orang tua yang membebankan cita-cita pribadinya pada sang anak. Ada juga yang merasa tak mau kalah saing dengan anak tetangga atau saudara. Membebankan cita-cita yang tidak masuk akal bisa membuat anak tertekan. Anak menjadi frustrasi dan bisa berpengaruh buruk terhadap perkembangannya.

Sebaiknya, pelan-pelan kenali bakat dan potensi anak. Amati kegiatannya sehari-hari atau konsultasikan dengan ahli psikologi. Dengan mengetahui bakat dan minat anak, Anda bisa mengukur potensi yang dimiliki dan merencanakan tujuan yang realistis dan membuat anak bersemangat. Dengan mengembangkan potensi dan bakatnya, anak juga akan merasa lebih percaya diri.

5. Selalu menekankan pada kesalahan
Banyak orang tua yang senang menegur keras anak ketika berbuat salah. Hal ini dilakukan dengan harapan anak akan berubah dan tidak mengulangi kesalahannya. Hal tersebut belum tentu sepenuhnya akan berhasil, umumnya anak-anak justru akan semakin bersikap tidak percaya diri dan enggan untuk berubah. Anak-anak juga punya gengsi yang kadang membuat mereka enggan diperintah tanpa ada kesempatan membela diri.

Karena itu, sebaiknya orang tua jangan hanya selalu memfokuskan pada hal-hal yang negatif saja. Jika sang anak melakukan hal yang positif beri ia pujian agar ia termotivasi untuk terus berbuat baik. Jika anak melakukan kesalahan, redakan emosi Anda lalu bicaralah baik-baik dengan anak. Dengarkan sudut pandangnya dan beri masukan agar ia tidak mengulangi hal yang sama.

6. Menyerahkan pada sekolah dan teknologi
Sekolah dan teknologi seperti internet serta televisi memang bisa membantu Anda dalam memberi akses informasi dan pengetahuan pada anak. Tapi jangan serahkan sepenuhnya keingitahuan anak Anda pada sekolah dan internet. Hal-hal yang perlu mereka ketahui tentang obat terlarang, teman yang kurang baik, perilaku negatif, seks, dan permasalahan lainnya sebaiknya diketahui anak lewat orang tua.

Orang tua bisa berdiskusi dengan anak tentang hal-hal tersebut termasuk mengetahui tentang lingkungan pergaulan sang anak. Anak-anak yang sering berdiskusi dengan orang tua tentang hal-hal buruk bisa menurunkan risiko mereka terlibat dalam hal-hal tersebut. Jangan menjadi sosok yang menakutkan bagi anak. Jika ia merasa tidak bisa berbicara dengan Anda, maka ia akan mencari tahu ke sumber lainnya. Tentu Anda tak mau hal itu terjadi bukan?

(Sydh/dtc)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Ustadz Mulyadi tak bisa bekerja dan berdakwah. Dengan kaki membusuk, ia tinggal di rumah petak yang tak layak huni. Biaya hidup, pengobatan dan pendidikan anak-anak di pesantren terus menumpuk...

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Dalam kondisi terpuruk, sang anak patah tangan dan kaki jadi korban tabrak lari. Saat sulit, gereja menawarkan bantuan asal kembali Kristen. Ia butuh dana 19 juta untuk pengobatan dan modal usaha....

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Menjalani vonis 3 tahun penjara karena aktivitas jihad, Abu Umar menjalani operasi usus buntu. Istri dan keenam anaknya yang masih sekolah menumpang di rumah kerabatnya. Ayo Bantu!!!...

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah dua tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker ganas, Ummu Fatimah meninggal dengan baik. Ia menghadap Rabbnya usai sedekah, memohon maaf dan ditalqin dua kalimat syahadat....

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan modal usaha warung makan untuk muallaf Siska Masyitoh telah diserahkan. Mudah-mudahan bisa hidup mandiri dan menatap masa depan dengan mulia tanpa jadi peminta-minta...

Latest News


Must Read!
X