Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
4.385 views

Tata Cara Haji Sesuai Sunah (5)

*Disunahkan bagi jamaah haji untuk wukuf di Arafah diatas kendaraannya, karena Beliau shallawahu ‘alaihi wasallam wukuf diatas untanya (Shahih Sunan Nasa’ie Syaikh Albani), dizaman kita sekarang mobil telah menggantikan tempatnya, maka hendaklah berada diatas mobilnya, kecuali kalau turun dari kendaraan menjadi lebih khusyu’ baginya.

*Tidak boleh meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah sebelum terbenam matahari.

*Apabila matahari terbenam para jamaah haji berangkat ke Muzdalifah dengan tenang dan pelan sambil memperbanyak Talbiyah dalam perjalanan mereka, apabila telah sampai Muzdalifah melaksanakan sholat Maghrib tiga raka’at dan Isya’ dua raka’at dengan jamak, dengan satu adzan dan dua iqomat, dan itu langsung ketika mereka sampai tanpa menunda-nunda( apabila tidak mungkin sampai Muzdalifah sebelum pertengahan malam maka boleh melakukan sholat Maghrib dan Isya’ dalam perjalanan mereka karena kuatir keluar waktu Isya’).

Kemudian para jamaah haji bermalam di Muzdalifah sampai sholat Subuh, kemudian disunahkan setelah sholat untuk wukuf di Masy’aril Haram dengan menghadap Kiblat, memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan, sampai cahaya matahari menyebar [ lihat gambar 6] berdasarkan perbuatan Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam (HR Imam Muslim).

*Dibolehkan bagi yang membawa wanita atau kaum lemah untuk meninggalkan Muzdalifah ke Mina apabila telah berlalu kira-kira dua pertiga malam, berdasarkan perkataan Ibnu Abbas radhiallahu anhuma : ( Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam mengutusku untuk membawa kaum lemah dari Jamak (Muzdalifah)diwaktu malam)(Muttafaqun ‘alaihi)

*Muzdalifah seluruhnya tempat wukuf, tetapi sunahnya wukuf di Masy’aril Haram seperti sebelumnya, berdasarkan sabda Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam: ( Aku wukuf disini dan Muzdalifah seluruhnya tempat wukuf )(HR Imam Muslim).

Kemudian para jamaah haji berangkat ke Mina sambil memperbanyak Talbiyah dalam perjalanan mereka, dengan mempercepat jalan ketika sampai Wadi Muhassir, kemudian menuju Jumratul Kubra ( yaitu Jumratul Aqabah) dan melempar tujuh kerikil ( dengan mengambilnya dari Muzdalifah atau Mina jika memudahkan) setiap kerikil kira-kira sebesar biji kacang kedelai [seperti gambar 8].

Masy’aril Haram : sekarang adalah masjid yang terdapat di Muzdalifah [ seperti dalam gambar 6]

Jama’ : dia adalah Muzdalifah, disebut demikian karena para jamaah haji menjama’ sholat maghrib dan Isya’ ditempat tersebut.

Wadi Muhassir : dia lembah antara Mina dan Muzdalifah [seperti dalam gambar 6] disebut demikian karena gajahnya Abrahah berhenti disitu, ditempat itulah azab diturunkan maka disunahkan untuk berjalan cepat.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah dua tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker ganas, Ummu Fatimah meninggal dengan baik. Ia menghadap Rabbnya usai sedekah, memohon maaf dan ditalqin dua kalimat syahadat....

Kondisi Makin Kritis, Mutia Az-Zahra Istri Mujahid Dilarikan ke RS Muhammadiyah Gombong. Ayo Bantu!!

Kondisi Makin Kritis, Mutia Az-Zahra Istri Mujahid Dilarikan ke RS Muhammadiyah Gombong. Ayo Bantu!!

Sudah tiga hari dirawat di rumah sakit swasta di Banyumas, tapi kondisi Mutia Az-Zahra makin memburuk. IDC memindahkan ke rumah sakit yang lebih bagus di Gombong....

Mutia Az-Zahra, Istri Mujahid Kritis di Rumah Sakit Banyumas. Ayo Bantu!!

Mutia Az-Zahra, Istri Mujahid Kritis di Rumah Sakit Banyumas. Ayo Bantu!!

Karena terlambat penanganan, kondisi istri mujahid ini sangat memprihatinkan: sudah sepekan tidak bisa buang air besar, sesak nafas, HB turun drastis....

Donasi Tahap Pertama Diserahkan, Kondisi Ummu Fatimah Makin Memprihatinkan. Ayo Bantu!!

Donasi Tahap Pertama Diserahkan, Kondisi Ummu Fatimah Makin Memprihatinkan. Ayo Bantu!!

Bantuan tahap pertama pengobatan kanker mulut Ummu Fatimah diserahkan oleh Tim Ruqyah IDC yang ditugaskan menerapi ruqyah sepekan dua kali. Perhatikan foto kondisi terbarunya!!...

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan modal usaha warung makan untuk muallaf Siska Masyitoh telah diserahkan. Mudah-mudahan bisa hidup mandiri dan menatap masa depan dengan mulia tanpa jadi peminta-minta...

Latest News


Must Read!
X

Jum'at, 27/02/2015 14:32

Zionisme Kristen Mencengkram Indonesia