Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS

Khutbah Idul Fitri: Menghidupkan Hati Pasca Idul Fitri

Oleh: Al-Ustadz Ahmad Salimin Dani MA

الله اكبر. الله اكبر. الله اكبر. الله اكبر. الله اكبر . الله اكبر . الله اكبر.

الله اكبر كلّما هلّ هلال وابدر. الله اكبر كلّما صام صائم وأفطر. وكلّما أطعام القانع المعتر. الله اكبر الله اكـــــبر الله اكـــــبر . لا اله الا الله والله اكـــــبر الله اكـــــبر و لله الحمد.

الحمد لله الّذى سهّل للعباد طر يق العبادة ويسّر .ووفّاهم اجور أعمالهم من خز ائن جوده الّتى لا تحصر. وجعل لهم يوم عيد يعود عليهم فى كلّ سنة ويتكرّ ر.

أحمده سبحانه وهو المستحقّ لأن يُحمد ويُشكر. واشكره على نعم لا تعدّ ولا تحصر.

واشهد أن لا اله إ لاّ الله وحده لا شر يك له الملك العظيم ا لأكبر. واشهد أنّ مـحــمّدا عبده ورسوله الشـّافع فى المخشـر. اللّهـمّ صلّ وسـلّم على محمّد وعلى اله واصحابه الّذين اذهب عنهم الرّجس وطهّر .

(امّا بعد) فيا ا يّهاالنّاس إتّقوا الله

Fajar 1 Syawal telah menyingsing di ufuk timur, pada saat ini kita berada pada hari raya Idul Fitri. Pada hari ini di segenap penjuru dunia, umat Islam bersedia untuk bangkit secara serentak menggemakan dan mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid.

Saudaraku, semoga Allah yang Maha Menatap menjadikan hari-hari kita senantiasa penuh dengan kebahagiaan, apalagi dengan tibanya Hari Raya Idul Fitri tentu saja bagi umat Islam di seluruh dunia adalah saat tibanya kebahagiaan, dan bentuk perayaan yang dilaksanakan tentunya menurut tradisi daerahnya masing-masing.

Idul Fitri menandai berakhirnya bulan Ramadhan, sekaligus mengawali kehidupan baru yang diharapkan lebih bak daripada sebelumnya. Umat Islam di Indonesia merayakan Idul Fitri dengan tradisi berlebaran, yang disemarakkan dengan mudik ke kampung halaman, untuk bertemu sanak keluarga yang tak kalah meriahnya. Semuanya berlangsung indah, rukun dan damai. Segala kesalahan, kekhilafan dan prasangka buruk dilebur dalam semangat Idul Fitri.

Sahabatku, setelah menjalani shaum selama sebulan penuh, umat muslim telah ditempa untuk menyucikan diri sehingga diharapkan mempunyai jiwa yang bersih serta terkendali. Dengan pengendalian diri itulah, segala langkah yang diambil akan sesuai dengan ketentuan hidup yang tertib, aman dan damai.

…umat muslim telah ditempa untuk menyucikan diri sehingga diharapkan mempunyai jiwa yang bersih serta terkendali…

الله اكبر … الله اكبر … الله اكبر … لا اله إ لاّ الله و الله أكبر… الله اكبر و لله الحمد

Dalam suasana hati yang penuh kegembiraan ini, dengan segala kemewahan yang terasa dipaksakan, dengan segala keberlebihan yang sukar dibayangkan, gemuruh takbir kemenangan yang hingar bingar, meliputi seluruh angkasa raya, menggelora ke dalam jiwa, hingga mendirikan bulu-bulu roma. Marilah sejenak kita melakukan muhasabah untuk merenung, pada makna ibadah yang telah kita lalui bersama, pada nuansa hati yang tak terkendali ini. Benarkah selama sebulan lamanya kita telah menjalankan ibadah shaum dengan penuh ketaatan dan kepatuhan?

Shaum yang dijalankan dengan hanya mengharapkan ridha Allah, adalah sebagai bukti meningkatnya kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT. Sebagaimana maksud dicanangkannya puasa itu sendiri:

“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian semua berpuasa, sebagaimana ia diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian semua bertakwa” (Qs. Al-Baqarah 183).

Luluskah kita dalam menghadapi ujian berpuasa sebulan penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara murka…

Betulkah kita semua telah lulus dalam menghadapi ujian berpuasa sebulan penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara murka? Berhasilkah kita membersihkan iman, dari bintik-bintik kemaksiatan, kemunafikan, dan kemungkaran?

Hari ini Ramadhan telah berlalu, bulan suci, bulan yang penuh rahmat dan maghfirah, relakah kita melepaskannya? Bagaimanapun, seiring dengan menggelindingnya jarum jam, terpaksa kita harus rela melepaskannya.

Hari ini hari bersuka ria. Namun adakah suka ria kita sedang mensyukuri kemenangan atas setan dan keserakahan ambisi hawa nafsu kita? Ataukah karena kita kini terbebas kembali seperti semula? Tak ada lagi yang kita sungkani. Atau bahkan terstimulir oleh kemenangan yang ada pada pihak setan dan nafsu angkara murka atas diri kita?

Rasanya puasa kami hampa.
Jiwa ini miskin tak berarti apa-apa, bahkan diri ini bergelimang noda dan dosa.
Maka hanya rahmat dan maghfirah-Mu yaa Allah yang kami minta.
Kami ibarat setetes embun dalam lautan keagungan-Mu.

الله اكبر … الله اكبر … الله اكبر … لا اله إ لاّ الله و الله أكبر الله اكبر و لله الحمد

 

Saudaraku yang dimuliakan Allah,

Kaum muslimin memang berhak bergembira pada hari ketika berbuka dan lebaran tiba. Namun kegembiraan kita diperintahkan untuk masuk ke dalam agama Islam secara kafaah sebagaimana firman Allah:

يآايّهاالّذين آمنوا اذ خلوا فى السّلم كآ فّة. و لا تتّبعوا خطوات الشّيطان إ نّه لكم عدوّ مبين

“Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian semua ke dalam Islam secara totalitas” (Qs. Al-Baqarah 208).

Lalu. bentuk Gembira yang islami itu yang bagaimana? Syariat Islam membolehkan merefleksikan kegembiraan selama itu masih dalam kewajaran, karena kita dilarang berlebih-lebihan. Islam membolehkan merefleksikan gembira yang penuh rasa syukur, gembira yang tidak sampai menafikan atau bahkan melecehkan adanya keprihatinan di pihak lain.

Kegembiraan kaum muslimin atas datangnya lebaran, tentunya menjadi hak milik bagi setiap orang yang telah dapat merampungkan kewajiban ibadah puasa Ramadhannya dengan penuh keikhlasan mengharap ridha Allah SWT.

Kita pantas bergembira, karena satu bulan berpuasa dengan penuh keimanan dan ihtisaban, dapat mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu dan akan datang, sebagaimana dijamin sendiri oleh Rasulullah Saw. Dalam sabdanya:

من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه

“Barang siapa telah melaksanakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat” (HR Bukhari Muslim).

الله اكبر … الله اكبر … الله اكبر … لا اله إ لاّ الله و الله أكبر الله اكبر و لله الحمد

Saudaraku yang berbahagia,

Apapun dan bagaimanapun bentuk puasa yang telah kita lakukan, berapapun nilai yang telah Allah Ta’ala berikan atas puasa kita dengan segala kesempurnaan rahmat dan anugerahnya, untuk lebih menjamin keyakinan keberhasilan perjuangan kita dibulan puasa itu, Allah masih memberi kesempatan kepada kita, yang memang memiliki watak tidak sempurna ini.

Untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan puasa kita, barangkali sesekali, sementara mulut kita berpuasa tidak makan dan tidak minum, tetapi kita khilaf tidak bisa menahan diri dari memakan daging saudara-saudara kita tanpa kita sadari, dengan cara mengumpat atau mengeluarkan kata-kata yang tak pantas misalnya dan seterusnya dan lain sebagainya.

Kita diberi kesempatan mengeluarkan sebagian dari bahan makanan kita untuk saudara-saudara kita yang  berhak menerimanya lewat zakat fitrah. Di samping makna solidaritas yang terkandung di dalam zakat fitrah itu, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.

Zakat fitrah itu berfungsi untuk membersihkan orang yang berpuasa dari keterlanjurannya beromong kosong dan berkata buruk saat berpuasa, bahkan menurut hadits riwayat Abu Hafsih Bin Shaahin, puasa Ramadhan bergantung antara langit-langit dan bumi dan hanya zakat fitrahlah yang dapat menaikkannya ke atas.

Kewajiban membayar zakat fitrah ini - menurut Imam Syafi’i, difardukan kepada setiap muslim yang merdeka atau hamba Muba’ad yang memiliki kelebihan bahan makanan di malam dan hari lebarannya, juga pakaian dan tempat tinggal yang layak bagi semua keluarga yang menjadi tanggung jawab nafaqahnya. Adapun tentang waktu wajibnya adalah sejak tenggelamnya mata hari di hari terakhir bulan suci Ramadhan, dan ini waktu akhir kewajiban. Sepakat para ulama, sangat dianjurkan membayarkan zakat fitrah sejak telah masuknya bulan suci Ramadhan dengan niat Ta’jil. Sedangkan membayarkan zakat fitrah setelah dilaksanakannya shalat idul fitri, bukan lagi sebagai zakat fitrah, melainkan sedekah.

…Esensi Idul Fitri bukan sekedar menumpahkan rasa bahagia bersama kerabat atau teman-teman dekat, berjabat tangan, menyantap aneka makanan dan minuman. Akan tetapi lebih dari itu, rasa kepekaan sosial…

Saya yakin bahwa esensi Idul Fitriitu sendiri bukan hanya sekedar media penumpahan rasa bahagia bersama anak cucu, kerabat, atau teman-teman dekat dengan melaksanakan shalat Ied berjamaah di sebuah masjid atau lapangan, berjabat tangan, menyantap ketupat serta aneka macam makanan dan minuman lainnya. Akan tetapi lebih dari itu, rasa kepekaan sosial semestinya harus lebih dititikberatkan, atau dengan kata lain perhatian kita pada realisasi zakat fitrah dan proses penyalurannya harus lebih ditonjolkan Sebab pengurangan penderitaan komunitas miskin akan dapat menghapus penyakit-penyakit antisosial di antara mereka dan meningkatkan motivasi kerja, efisiensi, dan juga mereduksi waktu terbuang (kekosongan) akibat dari konflik.

Di belahan bumi ini masih banyak kita temukan saudara-saudara se-iman yang hidup di bawah garis kemiskinan. Baik itu disebabkan oleh ketidakstabilan politik dan perekonomian, maupun dikarenakan faktor minimnya sumberdaya manusia. Tengoklah misalnya di negara Afghanistan, Irak, Palestina, Libanon dan khususnya bangsa Indonesia. Sampai saat ini umat Islam yang hidup di negara-Negara tersebut, terus dirundung ketidakjelasan nasib dan keburaman sosial yang diakibatkan tidak stabilnya kondisi politik dan ekonomi negara.

Di berbagai media massa, akan banyak kita temukan gambaran kesengsaraan mereka, kondisi jauh dari kesejahteraan menjadi topik utama dalam mengisi harian surat kabar dan layar televisi. Realitas buruk ini tidak cukup dengan membiarkan mereka untuk membangun kembali keterpurukan politik dan ekonomi negaranya yang selama ini menjadi sumber utama kesengsaraan, sementara kita yang menjadi saudara se-imannya hanya sibuk dengan urusan pribadi bahkan dengan kebahagiaan nisbi dalam perayaan-perayaan. Justru adanya langkah nyata dari kitalah yang akan membantu mengeluarkan mereka dari belenggu kesengsaraan, bahkan dari belenggu teralis jeruji besi hanya karena mereka ingin menuntut kebebasan menjalankan syariat agamanya. Tentunya dengan bantuan baik berupa moril maupun materil dari kita semua akan dapat menyelesaikan krisis-krisis kemanusiaan itu.

Dan zakat fitrah adalah salah satu dari bentuk bantuan materiil yang bisa kita salurkan kepada mereka. Apalah artinya kalau kita berbahagia bersama anak cucu, kerabat, dan teman-teman dekat, kalau mereka yang notabene saudara seiman, justru merasakan suasana kebalikannnya. Akankah fenomena kesengsaraan dan kematian akibat kelaparan dan ketidakadilan yang setiap saat menghantui mereka menjadi sesuatu yang lumrah mengisi hari-hari kita? Ataukah sudah mati hati nurani kita, hingga sama sekali tidak membangkitkan rasa peduli kita pada saudara-saudara se-iman kita? atau bahkan kita akan menganggapnya sebagai sebuah konsekuensi dari sikap dan perbuatan mereka dalam menjalani kehidupan berbangsa yang memiliki tanggung jawab?

Sungguh sangat naif kalau dalam diri kita tersimpan sikap-sikap di atas. Bukankah Rasul SAW pernah mengingatkan umatnya akan efek dari sebuah kemiskinan dan kezaliman? Bahwa keduanya akan menjerumuskan seseorang ke dalam kekufuran. Apakah kita rela kekufuran akan mengganti intisari keimanan mereka? Bukankah Rasul Saw juga pernah bersabda bahwa orang yang tidak peduli dengan kondisi umat Islam, maka dia tidak termasuk dari golongan umatnya?. Dari hadits ini saja sebenarnya dianggap cukup untuk mencambuk kepasifan kita dalam melihat realitas ketimpangan sosial dan kondisi tidak meratanya kesejahteraan dalam komunitas kaum muslim.

Di sisi lain komitmen Islam yang mendalam terhadap persaudaraan dan keadilan melahirkan kesejahteraan bagi semua umat manusia sebagai suatu tujuan pokok Islam. Dan ini harus kita perjuangkan dengan nilai-nilai jihad Fisabilillah.

…komitmen Islam yang mendalam terhadap persaudaraan dan keadilan melahirkan kesejahteraan bagi semua umat manusia sebagai suatu tujuan pokok Islam…

Para fuqaha (pakar hukum Islam) secara aklamasi telah menyepakati bahwa adalah fardu kifayah (kewajiban kolektif) hukumnya bagi masyarakat muslim untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan pokok orang miskin.

Kalau demikian adanya, mengapa pada kesempatan Idul Fitri kali ini nurani kita tidak tergugah untuk melakukan sesuatu pembelaan untuk membebaskan saudara-saudara seiman yang hidup dalam belenggu kesengsaraan dan ketidakadilan penguasa.

Sekali lagi, makna Idul Fitri bukan hanya perayaan, hari raya ini bukan milik segelintir orang saja, akan tetapi kebahagiaan tersebut harus dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat muslim di seluruh penjuru dunia lintas profesi dan tingkat strata sosial.

الله اكبر … الله اكبر … الله اكبر … لا اله إ لاّ الله و الله أكبر الله اكبر و لله الحمد

Setelah berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan dengan niat ikhlas hanya memburu ridla Allah, dosa-dosa kitapun diampuni. Namun seperti kita ketahui, dosa yang diampuni itu, hanyalah dosa yang berhubungan langsung dengan Allah. Sementara masih ada dosa lain yang berkaitan dengan sesama kita, ampunan Allah bergantung pada pema’afan masing-masing kita. Oleh karena itu, untuk menyempurnakan hari raya ini, setelah shalat Idul Fitri ditradisikan untuk saling berkunjung dan saling maaf-memaafkan. Wallahu a`lam bis-shawaab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

Ma'had Aly Baitul Qur'an Wonogiri

Menerima Pendaftaran Mahasantri Baru (Putra-Putri) Tahun Ajaran 2014/2015. Mencetak kader penerus ulama berstandar Hafidzul Quran yang berjiwa dai dan mujahid serta berakhlaq mulia.
http://www.voa-islam.com/ads/baitulquranwonogiri/

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Paket Umroh Ramadhan bersama Rabbani Tour

Mulai dari $1.650 paket umroh reguler. Paket Umroh Ramadhan (awal, Nuzululul Quran, dan Idul Fitri). Tersedia juga Umroh Plus Eropa, Cairo Mesir, Turki, Al-Aqsa, dan Dubai.
http://www.rabbanitour.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Mantan Penginjil Harus Operasi Usus Buntu, Butuh Dana 11 Juta. Ayo Bantu!!

Anak Mujahid Mantan Penginjil Harus Operasi Usus Buntu, Butuh Dana 11 Juta. Ayo Bantu!!

Perjalanan rohani Hidayatullah Ong Liong Ju dari penginjil Kristen menjadi aktivis Islam sungguh terjal. Kini ia mendapat ujian dengan musibah penyakit anaknya yang harus dioperasi...

IDC Akan Gelar Pelatihan Nasional Kedokteran Islami untuk Para Istri Mujahidin. Ayo Bantu!!

IDC Akan Gelar Pelatihan Nasional Kedokteran Islami untuk Para Istri Mujahidin. Ayo Bantu!!

Kerasnya ujian hidup tak melemahkan mental para istri mujahidin untuk mandiri dan berdakwah. IDC akan membekali mereka dengan skill Thibbun Nabawi, perlu dana Rp 35 Juta....

Balita Zulfa si Anak Mujahid Sudah Mulai Membaik, Tagihan Mencapai Rp 22 Juta

Balita Zulfa si Anak Mujahid Sudah Mulai Membaik, Tagihan Mencapai Rp 22 Juta

Setelah dirawat inap selama sepuluh hari, kondisi Zulfa sudah membaik. Tagihan yang sudah mencapai Rp 22 juta akan terus meroket, karena belum bisa dipastikan kapan diizinkan pulang....

Pengumuman: Perubahan PIN BBM IDC (Infaq Dakwah Center) yang Baru adalah 2AF8061E

Pengumuman: Perubahan PIN BBM IDC (Infaq Dakwah Center) yang Baru adalah 2AF8061E

Sehubungan dengan upgrade HP Blackberry admin Infaq Dakwah Center, maka dengan ini kami umumkan bahwa PIN BBM IDC yang baru adalah: 2AF8061E...

Ayahnya Diuji Penjara Thaghut, Balita Zulfa Kritis Akibat Infeksi Paru-paru. Ayo Bantu!!!

Ayahnya Diuji Penjara Thaghut, Balita Zulfa Kritis Akibat Infeksi Paru-paru. Ayo Bantu!!!

Saat sang abi menghadapi ujian penjara thaghut karena jihad fisabilillah, balita Zulfa Khanza Sabitah menghadapi ujian tak kalah hebatnya. Ia berjuang melawan masa kritis di rumah sakit....

Latest News




Must Read!
X