Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
8.635 views

Hukum Shalat Orang yang Membaca Takbir Saat Bangkit dari Ruku'

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Saya teringat pengalaman sepuluh tahun lalu saat saya dan teman-teman satu angkatan di pesantern melakukan bakti sosial dan dakwah lapangan di wilayah Plupuh, Sragen, Jawa Tengah. Imam Masjid tempat kami melaksanakan praktek dakwah lapangan tersebut terhitung sudah sangat tua. Tapi suaranya masih sangat jelas dalam melafazkan bacaan-bacaan shalat. Hanya saja saat berdiri dari ruku' untuk i'tidal, beliau membaca Allahu Akbar, tidak membaca Sami'allahu Liman Hamidah. Karena saat itu kami masih berstatus sebagai santri, usia kami masih sangat muda. Bahkan bisa dibilang remaja. Dengan berbagai pertimbangan, kami tidak menyinggung kesalahan tersebut karena masih banyak materi lain yang lebih diprioritaskan.

Boleh jadi kasus serupa didapatkan di tempat lain. Kemudian yang menjadi pertanyaan, bagaimana hukum shalat orang yang saat bangkit dari ruku' membaca takbir? Bagaimana status shalat orang yang bermakmum di belakangnya, apakah harus mengulangi shalatnya?

Sesungguhnya mengucapkan kalimat Tasmi' (Sami'allahu Liman Hamidah) saat bangkit dari ruku' termasuk dari perintah wajib dalam shalat, berdasarkan pendapat yang lebih shahih. Karenanya tidak boleh menyengaja merubah kalimat Tasmi' dengan takbir. Ketentuan shalat yang diajarkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah seperti ini. Maka siapa yang menyengaja melakukan perubahan, batallah shalatnya menurut pendapat sebagian ulama, karena ia sengaja meninggalkan kewajiban dalam shalat.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا قَامَ إلَى الصَّلَاةِ يُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْكَعُ ثُمَّ يَقُولُ : سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ حِينَ يَرْفَعُ صُلْبَهُ مِنْ الرُّكُوعِ

"Adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apabila berdiri shalat beliau ebrtakbir saat berdiri, lalu bertakbir saat ruku', kemudian mengucapkan Sami'allahu Liman Hamidah saat mengangkat tulangnya dari ruku'. . ." (Muttafaq 'Alaih)

Oleh karenanya, siapa yang meninggalkan salah satu dari perkara-perkara wajib dalam shalat, di antaranya mengucapkan kalimat Tasmi' (Sami'allahu Liman Hamidah) tidak batal shalatnya, kecuali jika disengaja. Jika meninggalkannya karena lupa atau tidak tahu, maka shalatnya dan shalat orang yang bermakmuk kepadanya itu sah. Tapi ia harus melakukan sujud sahwi jika ia teringat atau mengetahui hukumnya dan belum berselang lama. Jika sudah berselang lama, tidak diharuskan sujud sahwi karena telah berlalu kesempatannya.

Disebutkan dalam Daqaid Uli al-Nuha (1/219): "Siapa meninggalkan satu perkara wajib karena jahil (tidak tahu) hukumnya, disebabkan tidak pernah mendengar ada seorang alim pun yang mengatakan wajibnya itu, maka ia seperti orang lupa, ia sujud sahwi, jika sudah tahu sebelum lewat kesempatannya (jauh jaraknya). Jika tidak, maka tidak perlu sujud sahwi, dan shalatnya sah."

Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah pernah ditanya: "Apa yang harus dilakukan imam atau makmum kalau ia mengucapkan, "Allahu Akbar" sebagai ganti Sami'allahu Liman Hamidah atau sebaliknya?"

Beliau menjawab, "Ia tidak boleh menyengajanya. Tetapi wajib bagi orang yang sedang shalat supaya mengerjakan shalat sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam shalat, ia bertakbir pada tempatnya dan bertasmi' (Sami'allahu Liman Hamidah) pada tempatnya. Dan membaca "Rabbanaa wa Laka al-Hamd" (tahmid) di tempatnya. Siapa yang menyalahi hal itu karena lupa, ia tidak berdosa. Tapi ia wajib sujud sahwi jika ia menjadi imam atau shalat sendirian." (Majmu' Fatawa wa Maqalaat Mutanawwi'ah: 29/286)

Sementara menggabung antara Tasmi' dan Tahmid bagi makmum itu bagian dari yang diperselisihkan para ulama. Imam Syafi'i rahimahullah menganjurkannya, yakni menyunnahkan bagi makmum untuk membaca tasmi' dan tahmid sekaligus. Walaupun pendapat yang lebih kuat, bagi makmum mencukupkan dengan membaca tahmid saja.  

Kesimpulan

Maka shalat seorang tua di salah satu desa terpencil di kecamatan Plupuh, Sragen, Jawa Tengah di atas adalah sah, baik dia sebagai imam ataupun para makmum di belakangnya. Karena ia tidak sengaja meninggalkan tasmi' dan tahmid, tapi ia meninggalkannya karena tidak tahu. Wallahu Ta'ala a'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Panduan SEO Lengkap: SEO Linking Guide

Panduan komprehensif tentang teknik SEO ninja dan penjelasan menyeluruh tentang SEO, plus bonus Ultimate On Page & Link Building Manual. Agar website anda jadi no.1 di Google.
http://produk.syamsulalam.net/sl/seo-linking-guide/

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Aktivis Masjid Ditangkap Densus, Keluarganya Butuh Biaya Hidup dan Sekolah, Ayo Bantu!!

Aktivis Masjid Ditangkap Densus, Keluarganya Butuh Biaya Hidup dan Sekolah, Ayo Bantu!!

Hanya bermodal mesin jahit, Ummu Zakiya harus berjuang sendiri menafkahi dan menyekolahkan ketiga putrinya. Suaminya ditangkap Densus dengan tuduhan anggota Mujahidin Indonesia Barat...

Bayi Nabil Mujahid Sudah Sehat, Donasi Rp 12 Juta Sudah Disalurkan

Bayi Nabil Mujahid Sudah Sehat, Donasi Rp 12 Juta Sudah Disalurkan

Setelah dirawat inap sepuluh hari, bayi Nabil Mujahid diizinkan pulang karena sudah sehat. Biaya persalinan dan pengobatan sebesar Rp 12.716.492,- dilunasi dari infaq para donatur IDC...

Ikrimah Anak Mujahid Sembuh dari DBD & Meningitis, Donasi Rp 12 Juta Telah Disalurkan

Ikrimah Anak Mujahid Sembuh dari DBD & Meningitis, Donasi Rp 12 Juta Telah Disalurkan

Setelah opname selama 5 hari, Ikrimah diperbolehkan pulang karena sudah sembuh. Total tagihan Rp 12.876.045,- dilunasi dari infaq donatur IDC....

Cut Masyitah, Ustadzah Muda Menderita Komplikasi Jantung, Ginjal dan Liver. Ayo Bantu!!

Cut Masyitah, Ustadzah Muda Menderita Komplikasi Jantung, Ginjal dan Liver. Ayo Bantu!!

Dai muda asal Aceh ini tidak bisa berdakwah lagi. Ia hanya bisa terbaring di ICU karena komplikasi jantung bocor, gangguan liver dan ginjal. Anak didik dan jamaah merindukan kehadirannya...

Zakat & Infaq Cerdas: Salurkan Zakat dan Infaq untuk Beasiswa Yatim-Dhuafa

Zakat & Infaq Cerdas: Salurkan Zakat dan Infaq untuk Beasiswa Yatim-Dhuafa

Dalam harta yang kita ada hak orang lain. Zakat adalah senyum masa depan fakir miskin. Salurkan zakat, infaq dan sedekah ke program Zakat Cerdas untuk beasiswa Yatim-Dhuafa. Ini bukan zakat biasa!!...

Latest News


Must Read!
X