Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
13.196 views

Cara Membaca Dalam Shalat Zuhur dan Ashar

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Ibadah shalat adalah ibadah yang menggabungkan antara ucapan dan perbuatan. Bahkan sebagian ucapan menjadi bagian dari rukunnya, di mana jika ia tidak dikerjakan maka tidak sah shalat yang ditegakkan. Misalnya: Membaca "Allahu Akbar" pada takbiratul Ihram, surat Al-Fatihah, Tasyahhud, shalawat –menurut sebagian ulama-, dan salam.

Selain surat Al-Fatihah, juga disyariatkan membaca apa yang dihafal dari Al-Qur'an pada dua rakaat pertama. Menurut ulama ini hukumnya sunnah mu'akkadah, bukan rukun.

Disunnahkan menjaharkan (mengeraskan) bacaan dalam shalat Shubuh dan dua rakaat pertama pada shalat Maghrib dan Isya'. Ini berlaku bagi Imam dan munfarid (orang yang shalat sendirin).

Menjaharkan bacaan ini juga berlaku pada shalat Jum'at, shalat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), shalat gerhana bulan, shalat istisqa', shalat Tarawih dan Shalat nafilah di malam hari. Selain yang disebutkan disunnahkan untuk men-sirri-kannya (memelankannya).

Membaca Al-Qur'an dalam shalat sirriyah haruslah tetap memperhatikan ketentuan membaca, yakni tetap membaca huruf-hurufnya dengan menggerakkan lisan dan dua bibir sehingga terdengar oleh dirinya sendiri. Tidak boleh mencukupkannya hanya dengan hati saja. Hal ini dikuatkan dari kesaksian sejumlah shahabat dari cara membaca Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam shalat sirriyah beliau.

Dari Ma'mar, ia berkata: Aku bertanya kepada Khabbah,

أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ قَالَ نَعَمْ قُلْنَا بِمَ كُنْتُمْ تَعْرِفُونَ ذَاكَ قَالَ بِاضْطِرَابِ لِحْيَتِه

"Apakah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca dalam shalat Dzuhur dan Ashar?" beliau menjawab, "Ya." Kami bertanya, "Bagaimana kalian mengetahui hal itu?" beliau menjawab, "Dengan gerakan janggutnya." (HR. Al-Bukhari dan selainnya)

Dari Abul Ahwash yang bersumber dari sebagian sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ia berkata:

كَانَتْ تُعْرَفُ قِرَاءَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الظُّهْرِ بِتَحْرِيكِ لِحْيَتِهِ

"Diketahui bacaan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam shalat Zuhur dengan beliau menggerakkan janggutnya." (HR. Ahmad dengan rijal yang tsiqqah)

Imam Malik rahimahullah ditanya tentang orang yang membaca di dalam shalatnya, bacaannya tidak terdengar oleh orang lain dan tidak pula oleh dirinya sendiri dan ia tidak menggerakkan lisannya? Beliau menjawab: "Ini bukan membaca, sesungguhnya membaca adalah dengan menggerakkan lisan." (Ibnu Rusyd dalam Al-Bayan wa al-Tahshil: 1/490)

Al-Kasani rahimahullah berkata, "Membaca tidak bisa kecuali dengan menggerakkan lisan dalam mengucapkan huruf. Tidakkah engkau lihat, orang shalat yang mampu membaca apabila ia tidak menggerakkan lisannya dalam mengucapkan huruf maka tidak sah shalatnya. Begitu juga, kalau ia bersumpah tidak membaca satu surat dari Al-Qur'an, lalu ia melihatnya dan memahaminya serta tidak menggerakkan lisannya maka ia tidak menyalahi (melanggar) sumpahnya." (Al-Bada-i' al-Shanaa-i': 4/118)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, dalam Mukhtashar al-Fatawa al-Mishriyah:

يجب أن يحرك لسانه بالذكر الواجب في الصلاة من القراءة ونحوها مع القدرة، ومن قال إنها تصح بدونه يستتاب

"Ia wajib menggerakkan lisannya pada zikir yang wajib dalam shalat berupa membaca (Al-Qur'an,-Pent) dan semisalnya jika mampu. Dan siapa yang mengatakan, sah membaca tanpanya (yakni tanpa menggerakkan lisan,-pent) maka ia disuruh taubat."

Ibnu Naajii dalam Syarah al-Risalah berkata, "Dan membaca yang dipelankan (sir) dalam shalat, semuanya dengan menggerakkan lisan. Maka siapa yang membaca dalam hatinya maka seperti orang yang tidak membaca."

Syaikh Abdul Aziz bin Bazz ditanya, "Apakah tidak menggerakkan lisan dan dua bibir dalam shalat membatalkan shalat?" Beliau menjawab,

لابد من القراءة، قراءة الفاتحة، والقراءة لابد من تحريك اللسان حتى يسمع قراءته حتى يكون منه قراءة، لابد من القراءة بالحروف التي يسمعها.من "نور على الدرب

"Haruslah membaca surat al-Fatihah. Dan qira'ah (membaca) haruslah menggerakkan lisan sehingga ia mendengar bacaaannya sehingga itu disebut membaca. Membaca haruslah dengan melafadzkan huruf-huruf yang didengarnya." (Nuur 'Ala al-Darb)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ditanya, "Apakah harus menggerakkan dua bibir dalam shalat, zikir dan membaca (Al-Qur'an)? Ataukah cukup membaca dengan tanpa menggerakkan dua bibir?"

Beliau menjawab,

لا بد من تحريك الشفتين في قراءة القرآن في الصلاة، وكذلك في قراءة الأذكار الواجبة كالتكبير والتسبيح والتحميد والتشهد؛ لأنه لا يسمى قولاً إلا ما كان منطوقاً به، ولا نطق إلا بتحريك الشفتين واللسان، ولهذا كان الصحابة رضي الله عنهم يعلمون قراءة النبي صلى الله عليه وسلم باضطراب لحيته أي: بتحركها

ولكن اختلف العلماء هل يجب أن يُسمع نفسه؟ أم يكتفي بنطق الحروف؟ فمنهم من قال: لا بد أن يسمع نفسه، أي: لا بد أن يكون له صوت يسمعه هو بنفسه، ومنهم من قال: يكفي إذا أظهر الحروف، وهذا هو الصحيح

"Haruslah menggerakkan dua bibir dalam membaca Al-Qur'an saat shalat. Begitu juga saat membaca zikir yang wajib seperti takbir, tasbih, tahmid, dan tasyahhud. Karena tidaklah disebut perkataan kecuali kalau diucapkan. Dan tidaklah disebut ucapan kecuali dengan menggerakkan dua bibir dan lisan. Oleh karena itu para sahabat Radhiyallahu 'Anhum mengetahui qira'ah (bacaan) Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan bergeraknya jenggot beliau; maksudnya: dengan gerakannya.

Akan tetapi para ulama berbeda pendapat, apakah ia wajib memperdengarkannya untuk dirinya sendiri? Ataukah cukup dengan mengucapkan huruf-huruf? Di antara mereka berpendapat: Ia harus memperdengarkan kepada dirinya. Maksudnya: harus ada suaranya yang didengar oleh dirinya sendiri. Pendapat lain di antara mereka: cukuplah jika ia telah menampakkan (mengucapkan) huruf. Dan inilah pendapat yang shahih." (Liqa' al-Bab al-Maftuh)

. . . Membaca Al-Qur'an dalam shalat sirriyah haruslah tetap membaca huruf-hurufnya dengan menggerakkan lisan dan dua bibir sehingga terdengar oleh dirinya sendiri. Tidak boleh mencukupkannya hanya dengan hati saja. . .

Kesimpulan

Bahwasanya membaca Al-Qur'an dalam shalat sirriyah haruslah dengan melafadhkannya, yakni dengan menggerakkan lisan dan kedua bibirnya. Tidak sah shalat jika tidak demikian. Karenanya diketahui dari cara membaca Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam shalat sirriyah beliau dengan bergeraknya jenggot beliau. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Panduan SEO Lengkap: SEO Linking Guide

Panduan komprehensif tentang teknik SEO ninja dan penjelasan menyeluruh tentang SEO, plus bonus Ultimate On Page & Link Building Manual. Agar website anda jadi no.1 di Google.
http://produk.syamsulalam.net/sl/seo-linking-guide/

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Butuh Biaya Rp 15 Juta, Bayi Nabil Mujahid Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Butuh Biaya Rp 15 Juta, Bayi Nabil Mujahid Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Begitu dilahirkan ke dunia, bayi Nabil Muhammad harus divacum di ruang ICU karena pernafasan tidak normal. Ayahnya adalah aktivis Islam yang berprofesi sebagai buruh pabrik....

Anak Mujahid Komplikasi Demam Berdarah & Meningitis. Ayo Bantu!!

Anak Mujahid Komplikasi Demam Berdarah & Meningitis. Ayo Bantu!!

Mujahid cilik ini tergolek kritis di ICU karena komplikasi Demam Berdarah dan Meningitis. Sang ayah sedang menjalani ujian penjara 9 tahun akibat i'dad bersama Kafilah Mujahidin Aceh....

IDC Salurkan Zakat Fitrah Rp 32 Juta Kepada Keluarga Mujahidin 'Asiir di Berbagai Daerah

IDC Salurkan Zakat Fitrah Rp 32 Juta Kepada Keluarga Mujahidin 'Asiir di Berbagai Daerah

Amanah zakat fitrah sebesar Rp 32.216.000 telah disalurkan kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah. Distribusi dilakukan oleh Relawan dan kontributor IDC sehari sebelum shalat ied...

Donasi Rp 250 Juta Telah Diserahkan, Muslim Gaza Masih Butuh Pertolongan. Ayo Bantu!!

Donasi Rp 250 Juta Telah Diserahkan, Muslim Gaza Masih Butuh Pertolongan. Ayo Bantu!!

Infaq telah diserahkan kepada warga Gaza dalam bentuk uang tunai dan sembako. Warga Gaza masih butuhkan bahan makanan dan obat-obatan, karena kondisi Gaza begitu parah...

Solidaritas Peduli Gaza & Suriah: Derita Mereka adalah Derita Kita Juga, Ayo Bantu!!

Solidaritas Peduli Gaza & Suriah: Derita Mereka adalah Derita Kita Juga, Ayo Bantu!!

Kaum Muslimin di Gaza dan Suriah hidup dalam tekanan, penderitaan dan kesulitan dizalimi Zionis Israel dan rezim Syi?ah Nushairiyah Bashar Al-Assad. Ayo bantu!!...

Latest News


Must Read!
X