Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
17.016 views

Nabi Palsu Makassar Minta Ajarannya Disahkan

MAKASSAR (voa-islam.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar segera mengkoordinasikan adanya temuan aliran sesat Hamba Allah yang disebarkan Paruru Daeng Tau di Kecamatan Rappocini Makassar dengan MUI Sulsel.

Asisten Intelejen Kejati Sulselbar Andi Abdul Karim kemarin mengatakan,  aliran sesat Hamba Allah baru muncul dan belum masuk dalam pengawasan kejaksaan. Untuk itu, kata Karim, Kejati Sulselbar akan mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait soal ajaran ini.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare ini menjelaskan, salah satu pihak yang akan diminta tanggapannya soal aliran ini adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel.

...”Karena ini aliran baru, kami koordinasikan dulu dengan MUI, kemudian ditentukan langkah selanjutnya, Kemungkinan aliran sesat ini akan diperkarakan di pengadilan, namun untuk tahap awal biasanya MUI mengeluarkan larangan ajaran ini.” Kita tunggu koordinasi dengan MUI. Setelah itu akan menentukan sikap,”jelas karim...

”Karena ini aliran baru, kami koordinasikan dulu dengan MUI. Kemudian ditentukan langkah selanjutnya,” katanya. Kemungkinan aliran sesat ini akan diperkarakan di pengadilan, Karim belum bisa memastikan. Namun untuk tahap awal biasanya MUI mengeluaran larangan ajaran ini.”Kita tunggu koordinasi dengan MUI.S etelah itu akan menentukan sikap,” jelasnya.

Kejaksaan juga akan mengeluarkan surat edaran kepada semua Kejaksaan Negeri (kejari) untuk mengkoordinasikan munculnya aliran kepercayaan tersebut. ”Secepatnya kami akan keluarkan surat edaran soal munculnya aliran ini,” kata Karim kemarin.

Selain itu Kejati juga melakukan pengawasan terhadap beberapa organisasi keislaman, delapan organisasi keislaman yang masuk dalam pengawasan kejati di antaranya, Halwatiah, Jamah Tabligh, Dewan Dakwah Islam Indonesia, Islam Jamaah, Al Wahdah, Al Qiyadatul Islamiyah dan Jamaah An-Nadzir.

”Mereka hanya diawasi, kalau menyimpang akan dilarang,” tegasnya. Sedangkan untuk aliran kepercayaan ada enam. Di antaranya, Alirah kepercayaan Ba Hai, Ajaran/ paham Ma rifatullah, aliran kepercayaan masyarakat Naqsabandiyah, aliran kepercayaan Masyarakat Kwalwatiah Saman, aliran kepercayaan Tarekat Islam serat aliran kepercayaan Khalwatiah Saman.

Paruru Siap Temui Menteri Agama

Sementara itu meski beberapa tokoh agama di Sulsel menyatakan aliran Hamba Allah adalah sesat, namun Paruru Daeng Tau, secara tegas membantah dan akan menemui Menteri Agama Suryadharma Ali untuk mensyahkan agama yang dianutnya itu. ”Kalau banyak pihak yang mengatakan ajaran ini sesat, kemungkinan mereka belum memahami betul soal ini.

..”Kalau banyak pihak yang mengatakan ajaran ini sesat, kemungkinan mereka belum memahami betul soal ini. Kalau perlu saya akan menemui Menteri Agama dan menjelaskan ajaran ini,” ungkap Paruru...

Kalau perlu saya akan menemui Menteri Agama dan menjelaskan ajaran ini,” ungkap Paruru kemarin. Bapak dari lima anak ini menyatakan, sebelum ada kepastian dari pihak-pihak terkait mengenai ajaran yang dianutnya sejak tahun 2000 itu, Paruru meminta seluruh masyarakat agar saling menghargai dan hormat-menghormati mengenai keyakinan yang diikutinya tersebut.

”Saya siap mengikuti prosedurnya dan akan mengikuti dialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Departemen Agama (Depag) mengenai ajaran saya"...

Menurut pria berambut sebahu ini, kepercayaan yang dianutnya mengajarkan tentang kasih sayang, sehingga dia meminta penjelasan jikalau ajaran Hamba Allah ini dikatakan sesat.

”Saya siap mengikuti prosedurnya dan akan mengikuti dialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Departemen Agama (Depag) mengenai ajaran saya.

Saya disini bukan pemimpin karena saya hanyalah hamba Allah SWT,”pungkas warga Dusun Manyoi Kel Tamangeng Kec Barombong Kab Gowa itu.

Sementara itu, Kepala Depag Makassar Abdul Wahid mengungkapkan, hingga sekarang ini pihaknya belum bisa memutuskan apakah aliran Hamba Allah ini tergolong sesat atau tidak, sebelum melakukan kajian bersama MUI,serta pihak-pihak yang mengurusi mengenai agama.

Untuk itu, pada Rabu (6/1) besok, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan MUI, Kejaksaan, kepolisian,TNI,ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) untuk membahas mengenai kepercayaan baru yang ada di tengah masyarakat ini.

”Tentunya dalam pertemuan itu,kami juga mengundang Paruru untuk menjelaskan mengenai tata cara sembahyang serta kitab sucinya agar semuanya jelas,” akunya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Abd Wahid juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak cepat tergoda dan terprovokasi dengan ajaran agama ini. ”Kita harus berdalil kepada Al-Quran dan hadits. Diluar daripada itu pastilah sesat dan perlu dilakukan pendekatan secara persuasif untuk meninggalkan ajarannya itu,”teang Wahid.

Dalam ajaran yang dikembangkan Paruru tersebut diteruma sejak tahun 2000 lalu, dimana dia mengaku tengah salat dan didatangi oleh wahyu yang membisikkan ketelinganya mengenai ajarannya.

Ajaran Hamba Allah ini memiliki kesamaan dengan Islam. Hanya saja, ada beberapa yang sesat
. Diantaranya kita suci yang bertuliskan huruf lontara (huruf Bugis-Makassar kuno), salat dua kali dalam sehari,yakni pada pukul 13.30 Wita serta pukul 20.30 Wita malam.

Syahadatnya pun berbeda. Pengikut Paruru ini menggunakan syahadat ‘Asyhaduallah illaha illallah Allahu Akbar’, dan tidak menyebut nama Nabi Muhammad dalam syahadatnya.

Tata cara salatnya pun berbeda dengan Islam.Ajaran yang dikembangkan Paruru ini menggunakan Bahasa Makassar, dan tidak melafaskan kalimat Allahu Akbar dalam setiap gerakannya.

Begitupun dengan gerakan salatnya. Ajaran ini hanya mengajarkan duduk bersilah dengan memohon doa dan sujud.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Hery Subiansauri mengatakan, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah pengamanan agar kasus dugaan ajaran sesat ini tidak sampai berkembang ke arah anarkis atau kriminalitas.

”Mulai saat ini kita sudah menurunkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap Paruru dan tempat tinggalnya. Tetapi Polri dalam kasus ini tetap berpedoman kepada MUI dan pihak Kejaksaan untuk menetapkan apakah ajaran itu sesat atau tidak,”pungkasnya. (Ibnudzar/sindo)


Baca juga berita terkait:

Si "Gondrong" Nabi Palsu Ajarkan Agama Baru di Makassar




Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Pemimpin MILF: Pejuang Asing Asal Malaysia, Indonesia dan Timur Tengah Terus Berdatangan ke Mindanao

Pemimpin MILF: Pejuang Asing Asal Malaysia, Indonesia dan Timur Tengah Terus Berdatangan ke Mindanao

Selasa, 20 Feb 2018 22:35

Nigeria Vonis Bersalah 200 Lebih Pejuang Boko Haram

Nigeria Vonis Bersalah 200 Lebih Pejuang Boko Haram

Selasa, 20 Feb 2018 22:15

167 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur Sejak Senin

167 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur Sejak Senin

Selasa, 20 Feb 2018 22:00

Kemenlu Rusia Akui Puluhan Warganya Terluka dalam Serangan Drone AS di Suriah

Kemenlu Rusia Akui Puluhan Warganya Terluka dalam Serangan Drone AS di Suriah

Selasa, 20 Feb 2018 21:45

Erdogan: Turki Akan Segera Kepung Kota Afrin dalam Beberapa Hari

Erdogan: Turki Akan Segera Kepung Kota Afrin dalam Beberapa Hari

Selasa, 20 Feb 2018 21:30

Harapan TGB untuk Forjim

Harapan TGB untuk Forjim

Selasa, 20 Feb 2018 21:05

Pesan Gubernur NTB Kala Hadapi Maraknya Penyerangan terhadap Ulama

Pesan Gubernur NTB Kala Hadapi Maraknya Penyerangan terhadap Ulama

Selasa, 20 Feb 2018 20:37

Mukernas ke-1 Forjim Dibuka TGB

Mukernas ke-1 Forjim Dibuka TGB

Selasa, 20 Feb 2018 20:31

Persaudaraan Aksi Bela Islam 212 Soloraya Dikukuhkan

Persaudaraan Aksi Bela Islam 212 Soloraya Dikukuhkan

Selasa, 20 Feb 2018 06:35

Sandal Bilal vs Sandal Presiden

Sandal Bilal vs Sandal Presiden

Selasa, 20 Feb 2018 06:13

Ulama Diserang, Tuan Guru Bajang: Negara Harus Mampu Hadirkan Perlindungan

Ulama Diserang, Tuan Guru Bajang: Negara Harus Mampu Hadirkan Perlindungan

Selasa, 20 Feb 2018 05:26

Pilkada 2018, Potret Diskoneksi Ummat dan Partai Politik

Pilkada 2018, Potret Diskoneksi Ummat dan Partai Politik

Senin, 19 Feb 2018 23:58

Menjadi Pribadi Muslim yang Kuat dan Berpengaruh

Menjadi Pribadi Muslim yang Kuat dan Berpengaruh

Senin, 19 Feb 2018 22:46

27 Tewas dalam Serangan Pimpinan UEA terhadap Posisi Al-Qaidah di Yaman

27 Tewas dalam Serangan Pimpinan UEA terhadap Posisi Al-Qaidah di Yaman

Senin, 19 Feb 2018 22:45

LGBT Perusak Generasi, Dalih Hak Asasi

LGBT Perusak Generasi, Dalih Hak Asasi

Senin, 19 Feb 2018 22:40

Turki Akan Perangi Pasukan Suriah Jika Mereka Masuki Afrin

Turki Akan Perangi Pasukan Suriah Jika Mereka Masuki Afrin

Senin, 19 Feb 2018 22:31

Umat Islam dan Bahasa Arab

Umat Islam dan Bahasa Arab

Senin, 19 Feb 2018 22:30

Aliansi Pecinta Haromain Demo di Kedubes Iran Tolak Internasionalisasi Penyelenggaraan Ibadah H

Aliansi Pecinta Haromain Demo di Kedubes Iran Tolak Internasionalisasi Penyelenggaraan Ibadah H

Senin, 19 Feb 2018 22:26

Laporan: Dua Faksi Pemberontak Suriah Bentuk Aliansi Baru untuk Perangi HTS

Laporan: Dua Faksi Pemberontak Suriah Bentuk Aliansi Baru untuk Perangi HTS

Senin, 19 Feb 2018 22:17

Gerakan Umat Mencari Fajar, Sebuah Evaluasi Massal Awal Waktu Shalat di Indonesia

Gerakan Umat Mencari Fajar, Sebuah Evaluasi Massal Awal Waktu Shalat di Indonesia

Senin, 19 Feb 2018 18:39


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X