Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
18.213 views

'Bangsat' Ruhut Sitompul dan Anggota 'Hewan' Yang Terhormat

JAKARTA (voa-islam.com) – Kejadian ini patut dicamkan oleh para anggota DPR RI. Sapaan “Anggota Dewan Yang Terhormat” dalam rapat-rapat DPR RI apakah masih berlaku setelah kejadian itu?

Entah di mana etika dan moral mereka, dalam sidang yang katanya terhormat itu, mereka tak malu-malu mengeluarkan kata binatang dan mengumbar kata-kata berselera rendahan: Bangsat! Kurang ajar! Lempar Palu! dan sebagainya. Padahal rapat itu direkam kamera televisi dan dapat disaksikan seluruh penduduk Indonesia.

Kali ini, biang sensasinya adalah Ruhut Sitompul, anggota DPR RI dari Partai Demokrat yang dibina oleh SBY.

Insiden ini terjadi saat rapat pansus angket Century, Selasa (6/1/2009) yang mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan pejabat BI yaitu Rusli Simanjuntak, Maman Soemantri, dan Maulana Ibrahim. Tiba-tiba saja, Ruhut Sitompul adu mulut dengan pimpinan pansus angket Century, Gayus Lumbuun.

Adu mulut berawal saat Ruhut interupsi kepada pimpinan sidang yang dipimpin Gayus Lumbuun agar mengatur waktu bertanya para anggota Pansus dengan baik. Ruhut menuding, Gayus memberi waktu yang lebih banyak kepada FPDI Perjuangan ketimbang fraksi lainnya.

..Anda jangan kurang ajar! Nyebut-nyebut profesor!” cetus Gayus...

“Pemimpin harus tegas dong, jangan nanti PDIP sampai dua jam. Masih ada enam fraksi lagi yang belum mendapat giliran,” ujarnya. Mendengar interupsi demikian Gayus menghentikan perkataan Ruhut. Setelah itu, suasana semakin panas karena Ruhut menyinggung gelar akademik profesor yang disandang Gayus Lumbuun.

Mendengar pernyataan Ruhut, Gayus tersinggung berat dan menimpali, “Anda jangan kurang ajar! Nyebut-nyebut profesor!” cetus Gayus.

Di situlah kata-kata makian yang sangat tak pantas diucapkan dari mulut Ruhut dengan menyebut seekor binatang untuk lawan bicaranya: “Diam Kau, bangsat..!!”

Emosi semakin memuncak, Ruhut berusaha memancing Gayus agar melempar palu sidang ke dirinya. Untung saja, Gayus tidak terpancing atas provokasi tersebut.

Buntut kata “bangsat” Ruhut Sitompul itu, Fraksi PDI Perjuangan, Kamis (7/1/2010) siang, melayangkan surat klarifikasi secara resmi kepada Fraksi Partai Demokrat atas kata "bangsat" yang dilontarkan Ruhut Sitompul kepada Gayus Lumbuun.

Surat tersebut ditujukan kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat dan ditembuskan ke pimpinan DPR, pimpinan Badan Kehormatan, ketua-ketua fraksi, dan kepada semua media.

Dalam surat bernomor 016/F-PDIP/DPR-RI/I/ 2010 itu, PDI Perjuangan menyampaikan keberatannya atas kata "bangsat" yang disampaikan Ruhut secara terbuka. Kata itu dinilai Fraksi PDI Perjuangan telah mencederai kehormatan lembaga DPR RI, khususnya pimpinan angket Pengusutan Kasus Bank Century. Sebagai pimpinan Pansus, bagi PDI Perjuangan, Gayus adalah pengejawantahan lembaga DPR.

...Di situlah kata-kata makian yang sangat tak pantas diucapkan dari mulut Ruhut dengan menyebut seekor binatang untuk lawan bicaranya: “Diam Kau, bangsat..!!”

"Mengingat saudara Gayus Lumbuun yang notabene anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI sehingga, bagi fraksi, kata 'bangsat' tersebut merupakan suatu penghinaan kepada Fraksi PDI Perjuangan DPR RI dan lebih khusus PDI Perjuangan sebagai partai politik," demikian bunyi surat yang ditandatangani oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo.

Melalui surat tersebut, Fraksi PDI Perjuangan juga meminta klarifikasi dari Fraksi Partai Demokrat atas umpatan Ruhut.

Menyikapi “bangsat” dari mulut Ruhut di sidang Pansus Century, Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai apa yang dilakukan Ruhut merupakan dinamika Pansus yang biasa saja...

“Itu bagian dari dinamika pansus. Memang agak panas. Tetapi jelas itu bukan skenario untuk menganggu,” jelasnya santai.

Lha kok, kata makian dengan menyebut binatang “bangsat” dalam rapat Anggota Dewan Yang Terhormat disebut dinamika? Jika sesama “Anggota Dewan Yang Terhormat” itu biasa memakai hewan menjijikkan untuk menghina anggota dewan yang lain, maka jangan salahkan rakyat bila memelesetkan “Anggota Dewan Yang Terhormat” menjadi “Anggota Hewan Yang Terhormat.”

Jika saling memaki antar anggota dewan dengan makian “bangsat” sudah tidak tabu lagi, apa salahnya jika Kasatlantas Kepolisian Resor Indragiri Hulu, Ajun Komisaris Tri Laksono, Rabu (2/12/2009) menyebut anggota dewan sebagai "anggota hewan yang terhormat?” [taz/dari berbagai sumber]

Baca Berita Terkait:

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X

Kamis, 23/10/2014 12:15

Jokowi dan Kabinet Koalisi Rakyat