Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
58.757 views

Duh, Siman Hutahaean! Pendeta Cabul HKBP Zinahi 19 Jemaatnya

TAPANULI UTARA (voa-islam.com) – Pendeta yang satu ini benar-benar bejat. Sebagai tokoh panutan jemaat dan mahasiswi, bukannya melakukan pembinaan, malah mengobral perbuatan bejat pencabulan seksual terhadap 19 jemaatnya. Kepada jemaatnya sendiri tega berbuat amoral, bagaimana dengan orang lain?

Adalah Siman Hutahaean, seorang pendeta yang menggembala  gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan dan menjadi dosen di Sekolah Tinggi Theologi (STT) Biblevrouw HKBP yang beralamat di Partahan Bosi Hutapea, Lagauboti, Toba Samosir Sumatera Utara

Peristiwa memalukan itu terbongkar, setelah korban dan sejumlah rekan mahasiswi lainnya mengadu pada Direktur sekolah Bibelvrouw Pendeta Manarias Sinaga MTh. Para korban mengaku, Pendeta Siman Hutahaean, melakukan pelecehan seksual dengan cara meditasi dan magis, menghipnotis para korban, sehingga mahasiswi yang dihipnotis itu tidak bisa melawan dan hanya mengikuti perintah si pendeta yang melampiaskan syahwat iblisnya secara leluasa.

Setiap kali melakukan aksi amoralnya itu, sang pendeta cabul mengancam mahasiswi yang “digarap,” agar tidak membocorkan perbuatannya itu kepada siapapun. Jika membocorkan aibnya, maka dianggap sebagai kesombongan rohani. Belasan mahasiswi korban pelecehan dosennya itu, terpaksa memendam derita dan kisah pilunya dalam waktu yang lama, sejak awal Januari 2010 lalu. Tidak tahan dengan trauma yang dialaminya, akhirnya mereka melaporkannya kepada direktur sekolah, tempat mereka belajar ilmu teologi Kristen.

Laporan para korban pelecehan seksual pendeta tersebut ditindaklanjuti oleh Direktur STT Biblevrouw esok harinya. Digelarlah rapat kilat di hadapan seluruh dosen, termasuk menghadapkan pelaku dengan 19 korban di aula sekolah Kristen HKBP itu.

Rapat kilat membuahkan hasil, Direktur segera mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan Pendeta Siman Hutahaean sebagai pengajar STT Biblevrouw. Pada saat itu juga, Direktur melaporkan kejadian ini ke Ephorus dan Sekjen di Pearaja-Tarutung, meminta agar pelaku meninggalkan kampus. Malam itu juga pelaku pelecehan seksual itu keluar dari kampus dengan membawa keluarganya pergi.

Selang lima hari (25/1/2010), Ephorus dan Sekjen membentuk tim “pencari fakta” yang diketuai oleh Pendeta Jamilin Sirait. Diberitahukan, Tim ini akan bekerja selama dua minggu, terhitung sejak 25 Januari 2010. Tapi janji tinggal janji, tim yang sudah dibentuk tersebut tak kunjung datang ke kampus untuk mencari fakta.

Menurut informasi dari para mahasiswi dan dosen, telah terjadi intimidasi dari seorang Praeses bernama Pendeta Armada Sitorus terhadap para mahasiswi. Pendeta itu mengancam akan memecat mereka dari Biblevrouw, jika Pendeta Siman Hutahaean (pelaku) dipecat pihak kampus. Keesokan harinya, seluruh mahasiswa meninggalkan kampus, dan bergerak untuk mencari perlindungan hukum.

....Setiap kali melakukan aksi amoralnya, sang pendeta cabul mengancam mahasiswi agar tidak membocorkan perbuatannya. Jika membocorkan aibnya, maka dianggap sebagai kesombongan rohani....

Merasa tak ditanggapi oleh Praeses, seluruh mahasiswi bergerak ke Pematangsiantar untuk mencari dukungan. Harapannya para Preases di Pearaja Tarutung segera menuntut pelaku agar dipecat dan dicabut tohonannya (status pendetanya) dari HKBP. Tapi suara mereka tak digubris. Selanjutnya, para mahasiswi melaporkan kejadian ini ke Polres Tobasa agar pelaku ditangkap. Polisi kemudian membawa korban mahasiswi yang paling parah untuk divisum di Rumah Sakit Balige.

Rupanya, pengaduan mahasiwi ke polisi membuat gerah Pendeta Jamilin Sirait, selaku  Pimpinan Pusat HKBP di Pearaja Tarutung, seraya mengatakan, kalau seluruh mahasiswa meninggalkan kampus Biblevorouw, maka lebih baik seluruh mahasiswi dipecat saja semuanya dan dibuat lagi penerimaan mahasiswa baru. Pernyataan Pdt Jamilin itu tak sepenuhnya didukung oleh sejumlah dosen di kampus tersebut.

Seorang dosen wanita berdiri membela mahasiswi. “Tidak akan ada seorang Jemaat HKBP dan gereja lainnya yang mau mengizinkan putrinya masuk sekolah Biblevrouw, jika pimpinan HKBP tidak bertindak adil dengan memecat semua mahasiswi, dan justru melindungi si pelaku,” ungkapnya.

Mahasiswi masih berharap Pimpinan Pusat HKBP di Pearaja Tarutung menyelesaikan masalah ini. Tapi lagi-lagi, protes tetap tak digubris oleh pimpinan HKBP. Mereka tidak mau menerima mahasiswi yang datang. Itu sama saja mencemarkan citra HKBP. Seorang pimpinan pusat HKBP bukannya mencari solusi, melainkan telah meletupkan api kekecewaan mahasiswi dan jemaat HKB lainnya yang bersimpati.

Setelah mengadu ke Polres Tobasa, dibuatlah pemeriksaan BAP. Selanjutnya, pihak polisi melayangkan surat panggilan ke Ephorus HKBP di Pearaja agar si pelaku menyerahkan diri ke Polres Tobasa.

Setelah didesak, Pendeta Jamilin Sirait dan kawan-kawannya datang ke kampus Biblevrouw untuk bertemu dengan seluruh korban dan mahasiswi. Namun kedatangan mereka tidak memberikan solusi. Kedatangan  Pendeta Jamilin malah memperkeruh suasana karena sikapnya yang tidak memihak korban, tapi memihak pada pelaku pelecehan. Mahasiswa pun dianggap bodoh. Lalu mahasiswi menyoraki pendeta itu. Mahasiswa kembali meminta kepastian, agar pendeta distrik Toba segera menggelar rapat untuk memproses pemecatan si pelaku dari HKBP dan pencabutan tohonannya sebagai pendeta. Lagi-lagi aspirasi itu tidak ditanggapi.

Pdt Jamilin cs kembali bertemu mahasiswi yang menjadi korban untuk kedua kalinya. Lagi-lagi tidak ada sanski sesuai hukum gereja HKBP buat si pelaku. Tak ayal membuat seluruh mahasiswi geram dengan mengecam tim pencari fakta yang datang. Ada kesan, sengaja mengulur-ulur waktu, dan tidak ada niat baik pimpinan HKBP untuk memecat-mencabut tohonan kependetaan si pelaku dari HKBP. Ada kesan, pimpinan HKBP hendak menutup-nutupi kasus ini.

....Ada kesan tidak ada niat baik pimpinan HKBP untuk memecat-mencabut tohonan kependetaan si pelaku dari HKBP. Pimpinan HKBP hendak menutup-nutupi kasus ini....

Meski pelaku sudah datang menyerahkan diri ke Polres Tobasa, dan ditahan di Rutan Balige. Namun, bagi mahasiswi , seluruh dosen dan direktur Kampus Biblevrouw, pelaku tidak cukup hanya ditangkap dan penjarakan, tapi juga dipecat dan dicabut tohonannya dari HKBP sesuai proses Hukum Penggembalaan  dan  Siasat Gereja yang berlaku di HKBP.

Jemaat HKBP Resah

Kabarnya, sekarang banyak Jemaat HKBP mulai berkomentar: “Kenapa jika jemaat salah sedikit saja, langsung dikenakan RPP (Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon) alias dipecat dari HKBP dan dikeluarkan? Sedangkan jika pendeta yang melakukan pelecehan seksual tidak dikenakan RPP dan tidak dipecat dari HKBP. Apakah RPP HKBP hanya berlaku untuk jemaat saja?” tanya mereka.

“Bila begini terus menerus, bukan tidak mungkin, 10 tahun lagi, HKBP akan ditutup, karena semua jemaat tidak akan percaya lagi kepada para pendeta yang hanya berkhotbah, tetapi tidak melakukan apa yang dikhotbahkannya. Jangan salahkan jemaat jika meninggalkan HKBP karena kebejatan moral pendetanya, apalagi jika pelaku pelecehan selalu mendapatkan pembelaan dan tidak dicabut tohonan kependetaannya,” ungkap beberapa orang jemaat HKBP yang kecewa.

....Bila begini terus menerus, bukan tidak mungkin, 10 tahun lagi, HKBP akan ditutup, karena semua jemaat tidak akan percaya lagi kepada para pendeta yang hanya berkhotbah....

Kabar yang berkembang, pendeta resort mengintimidasi keluarga korban, agar menarik pengaduannya dari polisi. Diam-diam ada yang menyebarkan berita bohong, bahwa 19 korban sudah menarik pengaduan kepada polisi. Namun, setelah dikonfirmasi ke Polres Tobasa, ternyata berita tersebut tidak benar, dan tidak seorang korban pun yang menarik pengaduannya dari Polres. Intimidasi itu berlangsung berkali-kali. Tim pencari fakta dengan cara halus meminta para korban agar mengubah BAP yang sudah dibuat di kepolisian.

Perjuangan belum selesai, mahasiswi dan beberapa pendeta dan jemaat HKBP dari berbagai kota melakukan aksi damai ke kantor distrik IV Tobasa untuk mendesak Praeses setempat segera melaksanakan Rapat Pendeta Distrik IV Toba untuk kembali membicarakan dan menimbang si pelaku pelecehan seksual. Lagi-lagi permintaan mereka tidak digubris.

....Jika jemaat salah sedikit saja, langsung dikenakan RPP (Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon) alias dikeluarkan dari HKBP. Tapi jika pendeta melakukan pelecehan seksual tidak dikenakan RPP dan tidak dipecat. Apakah RPP HKBP hanya berlaku untuk jemaat saja?....

Pada tanggal 2 Maret 2010, kepolisian dari Polres Tobasa, akhirnya menyerahkan secara resmi kasus pelecehan seksual tersebut kepada pihak Kejaksaan Negeri Balige. Persidangan bersifat tertutup karena kasusnya menyangkut perbuatan amoral. Pihak mahasiswi juga sudah melaporkan kasus tersebut kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan di Jakarta. Hingga memasuki sidang ke-15 (29 September 2010), Ketua Majelis Hakim PN Balige kemudian menjatuhkan vonis kepada Pendeta Siman Hutahaean dengan hukuman 5 tahun penjara.

Pendeta HKBP Meneror Jemaatnya Sendiri

Kendati pelaku sudah dijatuhi hukuman setimpal, seluruh mahasiswa dan beberapa orang dosen yang tinggal di kompleks STT Biblebrouw, acapkali mendapat teror berupa 2-3 orang lebih laki-laki bertopeng datang ke asrama sekolah setiap malamnya dengan membawa parang panjang dan kelewang. Juga ada lemparan batu ke rumah-rumah dosen dan kantor sekolah tersebut. Teror juga dilakukan dalam bentuk SMS dengan mengancam korban. Mahasiswi dan dosen yang diteror sudah melaporkannya ke Kapolsek Lagoubuti. 

Setelah dilacak SMS terror tersebut, ternyata datang dari Pendeta Herlan Hutahaean (seorang pendeta yang bekerja sebagai anggota KPU di Tobasa). Teror terus berlanjut. Ephoris HKBP Pendeta Dr. Bonar Napitupulu tidak mau menandatangani Pengumuman Penerimaaan Mahasiswa Baru sekolah tersebut. Bahkan Ephorus juga membuat Surat Pernyataan melarang penerimaan mahasiswa baru di sekolah itu.

Lebih parah lagi, pada saat wisuda, tidak seorang pun yang diutus oleh Pimpinan HKBP menghadiri acara wisuda mahasiswa STT Biblevrouw. Konyolnya lagi, ephorus HKBP tidak mau menandatangani ijazah seluruh mahasiswi Biblevrouw yang telah diwisuda. Dalih tidak mau menandatangani ijazah mahasiswi, hanya karena mereka pernah demo ke Pearaja-Tarutung dan PN Balige. Komnas HAM berjanji akan mengatasi masalah ijazah yang tidak mau ditandatangi oleh ephorus HKBP.

Mengadu domba  dan membenturkan sesama pendeta HKBP rupanya menjadi hal biasa dan menjadi trik sendiri. Konflik internal dengan sesama jemaat HKBP pun tak pernah berakhir damai. Ternyata gereja HKBP adalah gereja yang mempersubur dan memelihara perbuatan-perbuatan asusila. Terbukti, pelaku pelecehan seksual selalu dilindungi dan dibela mati-matian oleh para pimpinan HKBP. Bahkan, terhadap jemaatnya sendiri, tidak mampu bersikap adil, bahkan justru membela pelaku asusila.

Sungguh sangat memalukan HKBP saat ini di mata masyarakat dan di mata dunia. Jemaat HKBP berharap ada reformasi di tubuh HKBP.

Bagaimana dengan kasus HKBP Ciketing? Bukan tidak mungkin, konflik itu diciptakan oleh Pendeta HKBP itu sendiri. Dalam istilah ilmu kriminologi disebut Victiminasi: membunuh sesamanya untuk mendapat simpati dari dalam negeri maupun dunia internasional. Wallahu a’lam. [Desastian]

Baca berita terkait:

Heboh!! Pendeta HKBP Dibui Lima Tahun, Kasus Zina dengan 19 Mahasiswi.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
LSM: Raksasa Media Sosial Sensor Konten Pro-Palestina Ratusan Kali

LSM: Raksasa Media Sosial Sensor Konten Pro-Palestina Ratusan Kali

Selasa, 05 Jul 2022 17:30

Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Selasa, 05 Jul 2022 11:50

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Senin, 04 Jul 2022 22:44

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Senin, 04 Jul 2022 22:35

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Senin, 04 Jul 2022 22:05

Effendi Simbolon Omong Besar

Effendi Simbolon Omong Besar

Senin, 04 Jul 2022 19:36

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Senin, 04 Jul 2022 16:10

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Senin, 04 Jul 2022 15:52

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Senin, 04 Jul 2022 15:39

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Senin, 04 Jul 2022 15:32

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:35

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:24

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

Ahad, 03 Jul 2022 22:07

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Ahad, 03 Jul 2022 22:02

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Ahad, 03 Jul 2022 21:05

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Ahad, 03 Jul 2022 20:45

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Ahad, 03 Jul 2022 20:13


MUI

Must Read!
X