Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.485 views

KH. Fikri Bareno: Jangan Sampai Memunculkan Kerusuhan SARA

Jakarta (voa-islam) - Lima tahun lalu, hanya dengan uang muka (DP) Rp. 5 juta, pedagang sudah bisa berdagang di lantai dasar 1 Gedung Thamrin City. Sebelumnya, tempat ini sangat sepi pengunjung, hampir seperti kuburan. Tahun selanjutya, untuk berjualan di sini, pedagang dikenai uang muka Rp. 7 jutaan.

"Ketika itu PT. MK sangat lunak dalam memasarkan kios kepada pedagang. Kalau tidak begitu, tidak ada toko yang  beli. Dua tahun kemudian, Gedung Thamrin City, terutama di lantai dasar 1 mulai ramai didatangi pengunjung," kata Fikri yang juga Sekjen al Ittihadiyah.

Sejak itu, PT. MK memberlakukan ketentuan denda bagi pedagang yang telat membayar angsuran, padahal tidak ada penjelasan sebelumnya. Kepada pedagang, tidak pernah diberi surat  PPJB (Pengikat Perjanjian Jual Beli) oleh PT. MK. Yang terjadi justru melakukan penipuan terhadap pedagang, yakni dengan memberikan surat pinjam-pakai.

Suatu ketika, PT. MK mengundang pedagang ke kantornya untuk kemudian disodorkan tandatangan, katanya untuk pembelian toko. Akibat pedagang tidak teliti membaca surat tersebut, akhirnya pedagang menandatanganinya. Usut punya usut, ternyata surat yang ditandatangani pedagang itu adalah surat perjanjian hak pinjam pakai, bukan PPJB (yang di dalamnya diatur hak pembeli dan penjual dan kewajiban kedua belah pihak). Pedagang pun tertipu.

Yang jelas, ada itikad buruk dari PT. MK. Dengan otak bulusnya, pedagang yang menandatangani surat yang dikira pengikat jual beli (PPJB), tidak tahunya surat hak pinjam pakai. Dengan status  pinjam pakai itulah, suatu ketika jika pasar ini sudah ramai, maka PT. MK merasa punya hak untuk mengusir pedagang dengan mudahnya.

Setelah dua tahun ini, pedagang yang telat membayar angsuran, diberlakukan denda berdenda atau ”bunga-berbunga”, yang angkanya 10 kali lebih dari rentenir dari besar bunganya. Rata-rata pedagang punya utang sebesar Rp. 140 juta dari,harga toko berkisar Rp 280 juta. Namun, sebagian besar mereka sudah membayar sekitar 50%. Tapi konyolnya, keharusan membayar denda itu nilainya sangat besar, yakni Rp. 400 - 600 juta. Inilah yang ditolak oleh pedagang yang sebagian besar Muslim.

Fikri Bareno berharap, Pemerintah harus turun tangan menyelesaikan permasalahan ini. Kita ketahui, pemasar kios disini seratus persen dari kalangan Chines. Mereka mengintimidasi pedagang, menindas, mengekskusi,  menggembok dan merusak toko pedagang, bahkan mengirim pihak ketiga yang bisa diduga adalah preman bayaran yang didukung oleh securty setempat sebanyak 80 orang.

”Saya sudah empat kali berpapasan dengan mereka. Sebagai pedagang, akan kita gagalkan aksi melawan hukum mereka. Kami minta pihak pemasar PT MK agar mengikuti prosedur hukum, jangan sembarang menyita, dan menghanguskan uang pedagang yang sudah masuk Rp. 140 juta dengan cara mengangsur. Kini, kami mulai melawan.”

PT. MK tidak punya hak untuk mengeksekusi. Eksekusi hanya boleh dilakukan oleh pengadilan. Maka, jangan sampai persoalan ini memunculkan benih kekerasan dari para pedagang sehingga menimbulkan kerusuhan SARA.

Somasi PT. MK

Ditambahkan kuasa hukum Persatuan Pedagang Thamrin City, Eddie Moeras, kami akan melakukan somasi tehada PT. MK yang beritikad tidak baik terhadap pedagang. Pedagang yang telah membayar 50% dari total seluruh pembayaran, hanya diberikan surat hak pinjam pakai, bukan PPJB. Pedagang merasa tertipu, dikiranya surat yang disodorkan itu akad jual beli, tak tahunya lembaran hak pinjam pakai.

Kini, pihak pedagang akan melakukan penundaan atau penangguhan pembayaran, sebelum pihak PT. MK membuat, memberikan dan menandatangani PPJB kepada pedagang. Yang pasti, pedagang punya itikad baik untuk melunaskan kewajibannya.

”Pedagang ini membeli, bukan meminjam. Tapi kenapa surat pesanan yang tercantum berstatus pinjam pakai, bukan jual beli?  Ini menunjukkan tidak adanya kepastian hukum soal jual beli, bahkan dengan seenaknya PT. MKmembatalkan secara sepihak. Untuk 1 kios dikenakan harga Rp. 280 juta, sementara pembayaran sudah masuk 50%. Tapi, karena terlambat 45 hari, lalu pihak PT. MK tiba-tiba membatalkan secara sepihak, sehingga uang pedagang untuk pembayaran angsuran dianggap hangus. Itu berarti uang pedagang sebesar 140 juta yang dibayar itu hilang begitu saja,” jelasnya.

Konyolnya lagi, begitu uang pedagang dianggap hangus, pihak PT. MK menjual lagi kepada orang lain, harganya bisa lebih tinggi sekitar Rp.500 juta. Jika pembeli kios yang lain gagal lagi, karena keterlambatan membayar angsuran selama 45 hari, maka kios itu dijual lagi kepada yang lain. Intinya, PT. MK hanya mengejar uang dendanya saja yang angkanya sangat fantastis. Sementara pedagang tidak mengetahui, ada Perjanjian Pengikat Jual Beli (PPJB). Kalau pedagang punya akta PPJB, PT. MK tidak bisa berbuat seenaknya.

Perlu ditegaskan, sesungguhnya ketentuan denda bunga berbunga itu tidak ada di dalam surat pinjam pakai. Yang ada adalah Surat Pesanan, tapi di dalamnya ada perjanjian seperti jual beli. Kesepakatan itu isinya, jika PT MK terlambat menyerahkan tokok, maka dikenai denda 3% maksimal . Tapi giliran pembeli yang terlambat dikenai denda 4% tanpa limit. Jadi denda itu denda lebih besar dari harga pokok. Bayangkan, jika denda itu dhimpun, sudah berapa ratus juta yang harus dikeluarkan pedagang. Jelas ini, tidak fair, permainan curang dan cara bisnis yang kotor.

Jika sisa pembayaran tinggal 140 juta, namun dendanya jauh lebih besar lagi, yakni Rp. 400 juta. Inilah yang kita lawan. Yang jelas, Surat Pesanan itu bukan perjanjian, tidak bisa diterapkan. Kalau pun ada denda, harus diatur dalam PPJB. Bayangkan, diantara pedagang ada yang sudah lunas pembayarannya, tapi belum mendapatkan PPJB. Sekitar 2. 500 unit kios tidak ada surat-surat dalam bentuk PPJB. Dikarenakan hanya diberi surat pinjam pakai, maka pedagang dianggap menyewa, bukan membeli.

”Kami akan somasi PT. MK. Yang diincar PT MK adalah dendanya yang bunga berbunga. Yang jelas, pedagang mau melunasi sisa pembayaran, tamun dengan syarat harus diberikan surat PPJB . Lucunya, PT. MK tidak mau memberi PPJB, padahal kami akan melunasi sisa angsurannya,” kata Eddie Moeras.

Belum lama ini, mulai ada penyegelan, penggembokan secara paksa. Mereka memakai seragam karyawan PT. MK. Kami menduga, mereka adalah pihak ketiga sebagai orang bayaran. Konyolnya lagi, satpam yang seharusnya melindungi pedagang, justru membantu mereka. Ini suatu kejanggalan. ”Kami sudah memiliki bukti berupa video yang memperlihatkan adanya pengrusakan, rooling dor yang dirusak,” tukas Eddie. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Istri Mujahid Operasi Tumor di Surabaya, Butuh Biaya 33 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Istri Mujahid Operasi Tumor di Surabaya, Butuh Biaya 33 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Sudah sebelas hari istri mujahid ini terbaring lemah di rumah sakit. Aktivis dakwah di komunitas ummahat ini menderita tumor saluran kencing dan Serosis Hepatis (pengerasan hati). ...

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan Zakat. IDC siap menyalurkan zakat mal dan zakat fitrah kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Latest News
Pemberontak Syi'ah Houtsi Kembali Kehilangan Wilayah di Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Kembali Kehilangan Wilayah di Yaman

Sabtu, 01 Aug 2015 17:30

Pemimpin Taliban Afghanistan yang Baru Sekutu Dekat Al-Qaidah

Pemimpin Taliban Afghanistan yang Baru Sekutu Dekat Al-Qaidah

Sabtu, 01 Aug 2015 16:45

Taliban Pakistan Bantah Rumor Kematian Maulawi Jalaluddin Haqqani

Taliban Pakistan Bantah Rumor Kematian Maulawi Jalaluddin Haqqani

Sabtu, 01 Aug 2015 16:27

Kerabat Syaikh Usamah Bin Lading Dilaporkan Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat di Inggris

Kerabat Syaikh Usamah Bin Lading Dilaporkan Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat di Inggris

Sabtu, 01 Aug 2015 14:45

Jabhat Al-Nusrah Serang Markas Pejuang Sekuler Suriah yang Didukung AS di Aleppo

Jabhat Al-Nusrah Serang Markas Pejuang Sekuler Suriah yang Didukung AS di Aleppo

Sabtu, 01 Aug 2015 13:50

Dibawah Jokowi Indonesia Hanya Menjadi Provinsi Singapura

Dibawah Jokowi Indonesia Hanya Menjadi Provinsi Singapura

Sabtu, 01 Aug 2015 05:53

Harkat Martabat Umat Islam Diinjak-injak Teroris Kristen, Polri Harus Usut Tuntas Kasus Tolikara

Harkat Martabat Umat Islam Diinjak-injak Teroris Kristen, Polri Harus Usut Tuntas Kasus Tolikara

Jum'at, 31 Jul 2015 23:50

Aksi Solidaritas untuk Muslim Papua: Biar Rakyat Tahu yang Teroris bukan Islam tapi Kristen

Aksi Solidaritas untuk Muslim Papua: Biar Rakyat Tahu yang Teroris bukan Islam tapi Kristen

Jum'at, 31 Jul 2015 22:50

Yang Diserang Dari Beberapa Titik Wilayah Tolikara Itu Masjid, Bukan Mushola!

Yang Diserang Dari Beberapa Titik Wilayah Tolikara Itu Masjid, Bukan Mushola!

Jum'at, 31 Jul 2015 21:40

Nasir Djamil : GIDI Harus Dibubarkan Karena Menjadi Alat Zionis-Israel

Nasir Djamil : GIDI Harus Dibubarkan Karena Menjadi Alat Zionis-Israel

Jum'at, 31 Jul 2015 20:43

Jabhat Shamiya dan Ahrar Al-Sham Bombardir Markas Militer Assad di Aleppo

Jabhat Shamiya dan Ahrar Al-Sham Bombardir Markas Militer Assad di Aleppo

Jum'at, 31 Jul 2015 20:20

14 Orang Terluka dalam Serangan Pejuang Patani di Markas 'Shahawat' Thailand

14 Orang Terluka dalam Serangan Pejuang Patani di Markas 'Shahawat' Thailand

Jum'at, 31 Jul 2015 20:05

Video: Prosesi syahadat pendeta Yochanan Jhony Mema STh masuk Islam di Masjid An Nur Bekasi.

Video: Prosesi syahadat pendeta Yochanan Jhony Mema STh masuk Islam di Masjid An Nur Bekasi.

Jum'at, 31 Jul 2015 16:13

KH Abdul Rosyid Ajak Umat Islam Sukseskan Parade Tauhid Indonesia

KH Abdul Rosyid Ajak Umat Islam Sukseskan Parade Tauhid Indonesia

Jum'at, 31 Jul 2015 16:10

Biadab! Pemukim Ilegal Yahudi di Tepi Barat Bakar Bayi Pelestina Hingga Tewas

Biadab! Pemukim Ilegal Yahudi di Tepi Barat Bakar Bayi Pelestina Hingga Tewas

Jum'at, 31 Jul 2015 15:45

Imarah Islam Afghanistan Umumkan Pengangkatan Pemimpin Baru Pengganti Mulla Muhammad Omar

Imarah Islam Afghanistan Umumkan Pengangkatan Pemimpin Baru Pengganti Mulla Muhammad Omar

Jum'at, 31 Jul 2015 15:03

Pemerintahan Jokowi Dipersimpangan Jalan,  dan Sekarat

Pemerintahan Jokowi Dipersimpangan Jalan, dan Sekarat

Jum'at, 31 Jul 2015 14:59

Surat Terbuka Ustadz Fadzlan: Terima Kasih GIDI

Surat Terbuka Ustadz Fadzlan: Terima Kasih GIDI

Jum'at, 31 Jul 2015 14:15

Drama Bombay Rezim Jokowi Menghancurkan PKS

Drama Bombay Rezim Jokowi Menghancurkan PKS

Jum'at, 31 Jul 2015 07:20

Bertentangan dengan Kepentingan Umum, Perda Tolikara Harus Dibatalkan dan Pemda Diberi Sanksi

Bertentangan dengan Kepentingan Umum, Perda Tolikara Harus Dibatalkan dan Pemda Diberi Sanksi

Jum'at, 31 Jul 2015 07:00



Must Read!
X